TwitterFacebookGoogle+

10 Cara Mengetahui Calon Suami Pembenci Wanita

Berbagai tindakan kekerasan terhadap wanita terutama dalam rumah tangga ditemukan setelah pasangan melakukan pernikahan. Selama pacaran dan tunangan, kebanyakan setiap pasangan berusaha tampil sebaiknya di depan pasangannya, akibatnya sifat-sifat baiklah yang muncul ke permukaan sementara beberapa sifat buruk semakin tenggelam oleh rasa cinta (?)

viviKebanyakan pasangan yang sedang dilanda asmara beranggapan bahwa pasangannya adalah orang baik yang dapat mencintai dan menyayanginya kelak setelah pernikahan. Wanita beranggapan bahwa pria yang ia cintai adalah pria yang bertindak penuh kasih sayang. Wanita membayangkan pernikahan adalah suatu yang indah, dimana ia dapat mencurahkan semua rasa kasih sayangnya terhadap suami dan anaknya, dan tentu sebaliknya, ia juga berharap perlakuan kasih sayang dari suaminya. Dugaan ini tumbuh selama masa penjajakan cinta (baca: pacaran) karena pada masa itu setiap orang yang sedang dilanda asmara akan berusaha “tampil” sempurna sebagai orang yang di idolakan oleh pasangannya. Akibatnya, beberapa perilaku negatif dan buruknya karakter pasangan seakan-akan tertutupi oleh indahnya perasaan-perasaan cinta.

Namun suatu ketika seiring semakin lamanya waktu penjajakan, beberapa karakter itu mulai tampak. Berhati-hatilah, sikap pria yang manis membuat Anda jatuh cinta kepadanya. Anda akan takluk dan mulai berpikir irrasional. Anda semakin jauh menilainya dan memaafkan beberapa sikapnya tanpa berpikir lebih jauh. Anda tidak pernah tahu seseungguhnya ia adalah seorang pembenci wanita.

1. Memukul  
Tidak ada seorang pun yang berhak memukul Anda selama masa pacaran, tunangan atau bahkan dalam pernikahan sekalipun. Seberapa pun cinta Anda kepadanya, ia tidak boleh menyakiti Anda secara fisik. Tindakan ini akan terus berulang, ia akan mempunyai kesempatan melakukannya sekali atau beberapakali.

2. Mengawasi   
Ia mengawasi bagaimana Anda berperilaku. Ia mengatur apa yang boleh Anda kerjakan dan mana yang tidak. Anda mengerjakan sesuatu berdasarkan pilihan dari dia, bila ia mengatakan tidak suka maka Andapun tidak suka.

3. Memaksa  
Anda harus meninggalkan beberapa aktivitas penting baik pribadi maupun bersama teman, atau keluarga hanya karena mendapatkan desakan panggilan dari dia. Waktu Anda hanya Anda habiskan untuk membuatnya bahagia.

4. Tidak menghargai  
Ia memandang rendah terhadap prestasi, pendapat dan perasaan Anda.

5. Kekanak-kanakan
Ia berteriak, menakuti-nakuti atau menjauhkan diri secara diam-diam karena marah pada saat Anda mengecewakannya.

6. Emosi yang tidak stabil  
Sikapnya membuat Anda bingung, ia dapat bersikap ceria dan berubah mendadak menjadi marah dan mengamuk tanpa kendali hanya karena Anda bergurau sesuatu.

7. Pemarah
Sebelum bertemu membuat Anda merasa cemas, Anda harus bersikap hati-hati agar tidak membuatnya marah. Kadang Anda harus memlih kata-kata yang tepat sebelum berbicara kepadanya dan melatih terlebih dahulu sebelum bertemu atau berbicara dengannya.

8. Pecemburu  
Ia selalu curiga dengan siapa Anda berhubungan, pecemburu dan mengakui kepemilikan terhadap Anda. Ia akan melarang Anda berhubungan dengan pria lain dan selalu menghubungi handphone Anda hanya sekedar bertanya Anda sedang bersama siapa.

9. Tidak pernah merasa bersalah  
Ia menyalahkan Anda dengan segala sesuatu terjadi dalam hubungan Anda berdua. Ia menyudutkan Anda dengan alasan-alasan tertentu sebagai pembuktian kesalahan Anda.

10. Tidak suka terhadap keluarga Anda  
Ia akan cenderung menolak untuk bertemu salah satu anggota keluarga Anda. Ia akan mencari alasan untuk menghindari pertemuan keluarga dan bersikap menjauhi salah satu keluarga Anda.  Anda menemukan beberapa sifat pasangan Anda diatas, berhati-hatilah, Dr. Susan Forward seorang penulis —mengingatkan hubungan yang tidak sehat ini. Bila Anda merasa menemukan dan merasa ketidakcocokan, maka segera akhiri hubungan asmara sebelum semuanya terlambat. Pria yang Anda cintai adalah seorang pembenci wanita dan dapat sewaktu-waktu melakukan tindakan kekerasan kepada Anda kelak.

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Menarche

09 Sep 2013 pikirdong

Menarche merupakan tanda permulaan pemasakan seksual pada wanita yang terjadi kisaran usia 13 tahun atau…

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

23 May 2018 Irwan Nuryana Kurniawan

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Parafilia Yang Tidak Terdefinisi

06 Sep 2013 pikirdong

Ada banyak jenis paraphilia yang disebut-sebut dalam pelbagai referensi, namun APA (American Psychiatric Association)  tidak…

Edisi Ibukota : Integritas & Solusi Cara

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Kita sudah mengetahui fenomena , pandangan dan pengertian dari integritas pada notes sebelumnya. Sekarang mari…

Garis Besar Haluan Organisasi Asosiasi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Kongres II Asosiasi Psikologi Islami yang berlangsung di Unissula pada 4-5 Agustus 2007, berhasil…

ADHD Pada Orang Dewasa

05 Sep 2013 pikirdong

ADHD tidak saja mengidap pada anak-anak, sebagian besar gangguan tersebut tetap dibawa sampai dewasa. Secara…

Muslim yang Ketakutan

30 May 2018 Ruby Kay

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro…

Mengejar Kebahagiaan

09 Sep 2013 Ardiman Adami

Bilamana Anda merasa bahagia? Apakah ketika Anda meraih kesuksesan, kekayaan, atau kesenangan? Tentu saja Anda…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Eksibisionisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Eksibisionisme (exhibitionism atau sering disebut dengan istilah flashing) merupakan dorongan fantasi seksual secara terus-menerus…

Dunia Pendidikan : Menjalin Rasa Simpati dan Pengertian

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak-anak yang merasa, atau dibuat tidak merasa, tidak diterima dan tidak kompeten akan lambat memulihkan…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014