TwitterFacebookGoogle+

5 Fakta Fantasi Seks Pria

Apa yang dipikirkan pria bila membaca kata “seks”? Apa yang dibayangkan oleh pria bila menemukan kata “seksi” pada kalimat yang dibacanya? Maka bila Anda berdalih bahwa kata kata-kata tersebut tidak mempunyai pengaruh banyak terhadap imajinasi pria dengan alasan sangat tergantung pada karakter –seseorang untuk berpikir positif maka Anda telah terjebak dalam pembelaan diri yang sebenarnya dalih tersebut digunakan oleh pria untuk menutup fantasinya.

Pria mempunyai persepsi yang berbeda dengan wanita terhadap masalah seks, wanita memandang seks adalah pada proses keintiman sedangkan pria adalah proses aktivitas yang membangkitkan gairah seksualnya. Seakan sudah menjadi kodratnya, hormon birahi pria seakan-akan dapat meledak setiap saat seperti menunggu stimulan sebagai pemicunya saja.

1. Pria selalu berkhayal dapat meng-knock out pasangannya diatas ranjang  Pria sangat merasa puas bila pasangannya dapat merasakan sensasi dari cara bercintanya, atau bahkan wanita tidak sanggup atau kewalahan meladeni permainannya. Pria akan selalu menganggap dirinya perkasa di atas ranjang bila dapat bercinta melebihi dari waktu normalnya.

Fakta sesungguhnya;  Pria lemah dalam bercinta, dalam sehari pria secara normal dapat orgasme 4-5x dalam seharinya, bahkan frekuensi ini akan turun secara drastis seiring dengan pertambahan usia. Berbeda dengan wanita yang dapat merasakan orgasme berkali-kali dalam sekali hubungan seks (multi orgasm) dan wanita masih mampu setiap saat untuk melakukan hubungan seks tanpa memerlukan jeda waktu tertentu seperti pria membutuhkan waktu untuk ereksi kembali.

2. Pria menganggap dirinya paling tahu soal seks dibandingkan pasangannya.  Pria menganggap aktivitas seks yang di awali dengan foreplay sampai pada tahap intercourse merupakan kebiasaan yang mesti dilakukan untuk memberikan kepuasan pada pasangannya.

Fakta sesungguhnya;  Pria sangat sulit memberikan kepuasan pada pasangannya, biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk dapat memberikan orgasme pada pasangannya, bahkan disebutkan wanita membutuhkan 25 menit setelah setelah pria mengalami ejekulasi! Bila pria tahu memperlakukan wanita pada tempatnya wanita hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk mencapai orgasme pertamanya!

3. Pria selalu mengidamkan mempunyai Mr Happy dengan size diatas normal rata-rata.  Kalau seandainya pria mempunyai kesempatan untuk dapat mengubah ukuran fisik maka pria akan lebih memilih untuk memperpanjang atau membesarkan Mr happy-nya. Pria mengaggap bahwa ukuran merupakan faktor penting dalam aktivitas seks.

Fakta sesungguhnya;  Tidak bisa dipungkiri, ketika informasi dan revolusi seks yang sangat cepat, wanita menyukai Mr Happy dengan ukuran tertentu, akan tetapi ini bukanlah suatu masalah besar bagi wanita. Wanita tidak mempermasalahkan ukuran, karena bagi wanita menikahi suaminya adalah hal utama dibandingkan dengan menikahi Mr Happy-nya. Wanita membutuhkan rasa nyaman dan rasa dicintai disaat pria mulai menyentuh dirinya.

4. Pria selalu memimpikan wanita yang mempunyai ukuran dada jumbo, pinggang yang kecil dan pinggul yang besar sebagai pasangan bercintanya.  Pria beranggapan bahwa seksi berdasarkan pada kriteria terntu yang dapat membangkitkan hasrat seksualnya meledak-ledak.

Fakta sesungguhnya;  Ternyata pria sangat mudah terangsang walaupun tubuh wanita yang di idam-idamkan itu tidak sesuai dengan harapannya. Pria bahkan dapat terangsang hanya dengan melihat paha seorang wanita tersingkap, hal ini sangat bertolak belakang dengan wanita, ia tidak akan semudah itu untuk terangsang.

5. Pria beranggapan bahwa semakin lama waktu untuk bersenggama maka akan semakin baik.  Pria mempunyai krisis kepercayaan diri dalam berhubungan seks, takut dianggap tidak perkasa, ketakutan mengalami ejekulasi dini dan haus akan pujian tentang kemampuannya, sehingga pria menggunakan obat-obatan yang dapat memperlambat ejekulasi sebelum melakukan hubungan intim

Fakta sesungguhnya;  Obat-obatan penambah keperkasaan mempunyai efek samping seperti impotensi, kebutaan dan sebagainya. Wanita tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai orgasme dalam melakukan intercourse , semakin lama waktu maka akan membuat dinding vagina menjadi kurang peka dan mati rasa, malah tidak menimbulkan sensasi nikmat melainkan rasa sakit. Acara yang sesungguhnya malah membuatnya merasa tersiksa.

Penulis

ayed
Sayed Muhammad
adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Ungkapkan Cinta Anda Sekarang!

10 Sep 2013 pikirdong

Dukungan berupa perhatian kepada pasangan akan menciptakan kenyamanan dan rileks pada dirinya sehingga keberadaan diri…

Menjadi Manusia Kreatif Sudut Pandang Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Psikologi Islami ( Islamic psychology ) dapat diartikan suatu studi tentang jiwa dan perilaku manusia…

Mencapai Puncak Prestasi dengan Meningkatkan Kualitas Tidur dan…

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam sejarah peradaban Islam dan peradaban Barat ada orang yang sangat brilian. Mereka adalah Ibnu…

Sindrom Menstruasi (PMS)

10 Sep 2013 pikirdong

Menstruasi adalah peristiwa unik yang terjadi pada ovarium wanita, peristiwa ini terjadi karena tidak terjadinya…

Borderline Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian borderline merupakan taksologi yang terdapat pada DSM IV sementara pada ICD disebut sebagai…

Mencintai Pria Beristri?

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Banyak remaja atau gadis yang belum menikah jatuh cinta dengan pria yang telah beristri. Bagi…

Edisi Ibukota : Sikap "Inilah Waktunya!"

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota!  Seberapa sering hal ini terjadi pada diri kita : Anda duduk dalam pertemuan staf…

Gangguan Tidur (Sleep Disorder)

08 Sep 2013 pikirdong

Gangguan tidur (sleep disorder) merupakan permasalahan yang dihadapi menjelang atau di saat tidur dapat berupa,…

Mendidik Anak Mandiri

27 Apr 2018 Fuad Nashori

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah…

Terapi Psiko-Spiritual: Mengantisipasi Stres Pasca-Gempa

05 Sep 2013 Ardiman Adami

Dialah Cesi Nurbandini. Umur tujuh tahun. Ibunya pengarit rumput, ayahnya kuli bangunan. Mereka tinggal di…

Proses Pembentukan Keluarga

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Manusia ditakdirkan berpasang-pasangan sebagaimana segala sesuatu yang lain. Sang Pencipta pernah berfirman: Maha Suci Tuhan…

Heroin

12 Sep 2013 pikirdong

Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin dan kekuatannya dua kali lebih kuat dibandingkan morfin…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014