TwitterFacebookGoogle+

5 Kalimat yang Dapat Merusak Cinta Anda

Di dalam menjalin hubungan interpersonal yang mendalam, kadang beberapa orang menggunakan kalimat-kalimat yang dapat membangkitkan pasangan kita untuk mengenal kualitas dari hubungan mereka. Kalimat-kalimat tersebut kadang justru dapat memukul balik dan dampak dari harapan yang di inginkan dapat melenceng jauh, hubungan dapat rusak atau menjadi salah satu penyebab terbentuknya awal dari pertengkaran bila penyampaian tidak tepat.

Beberapa pernyataan tersebut adalah;

1. “Apakah kau mencintaiku?”

Tidak salah kedengarannya dengan kalimat diatas. Beberapa orang menginterpretasikan pertanyaan tersebut dalam bentuk konotasi negatif. Pertanyaan diatas lebih pada judgment dibandingkan dengan harapan dari si penanya. Beberapa orang menggunakan kalimat tersebut dengan harapan orang yang dicintai dapat mencintai dirinya dan begitupun sebaliknya, akan tetapi maksud pertanyaan tersebut lebih berkesan pada penyerangan karakter; orang yang ditanya merupakan orang yang tidak mencintai dirinya sehingga perlu dipertanya secara jelas. Pria merasa tidak nyaman bila mendapat pertanyaan seperti itu. Pria tidak menyukai bila ia harus mengeluarkan ungkapan emosi secara nyata. Bagi pria mencintai tidaklah harus dengan ungkapan kata-kata yang berkisar pada permainan emosi.
Seharusnya: “aku mencintaimu”

2. “Apa yang membuatmu mencintaiku?”

Beberapa pertanyaan yang kelihatan konyol kadang juga dilontarkan ketika pasangan merasa mulai jenuh dengan hubungan selama ini. Beberapa pasangan merasa perlu melontarkan pertanyaan seperti itu, hal ini disebabkan mulai adanya kejenuhan dalam komunikasi yang dirasakan semakin tidak nyaman dikeduabelah pihak. Beberapa pasangan berusaha menciptakan komunikasi dengan pertanyaan-pertanyaan tertentu dengan tujuan untuk menemukan suasana yang berbeda, awalnya pertanyaan tersebut digunakan untuk menemukan bahan percakapan yang menarik. Lain halnya ketika pertanyaan dilontarkan justru menambah keruhnya suasana. Tidak semua pertanyaan dapat menimbulkan interpretasi yang sama atau sesusai dengan harapan dari si penanya. Jawaban yang didapat malah justru bertantangan balik. Anda tidak perlu menanyakan hal spesifik penyebab seseorang jatuh cinta kepada Anda. Pertanyaan tersebut malah menunjukkan suatu keraguan dalam diri Anda untuk dicintai secara utuh.
Seharusnya: “aku sangat membutuhkanmu”

3. “Apakah ia lebih hebat dariku?”

Suatu obrolan mengenai orang lain dalam hubungan cinta dapat menimbulkan kecemburuan yang mendalam. Pesan cemburu dapat di ekspresikan secara positif atau sebaliknya. Banyak pesan negatif dapat merusak hubungan, misalnya dengan marah, menjaga jarak, curiga dan sebagainya. Banyak pasangan menganggap suatu ancaman bila pasangannya menceritakan suatu kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Jika cerita itu dimaksudkan suatu kritik untuk pasangan agar pasangan tersebut dapat mengerti kebutuhan salah satunya, Anda tidak perlu marah atau melakukan reaksi tertentu dengan ekspresi atau bahasa tubuh tertentu sebagai penolakan.
Seharusnya: “ajariku mencintaimu”

4. “Sepertinya pekerjaanmu tidak akan pernah selesai”

Banyaknya kesibukan yang dilakukan oleh setiap pasangan kadang mempengaruhi keintiman keduabelah pihak. Kesibukan menyita waktu perhatian, kasih, peduli, dan kebersamaan. Beberapa pasangan menggunakan alasan pekerjaan sebagai dalih untuk menghindar dari “kejaran” pasangannya. Lelah, kertas kerja yang menumpuk, dan jadwal yang padat, sering digunakan sebagai alasan untuk menolak kencan. Kesibukan pasangan kadang membuat kita merasa terabaikan, seperti mempunyai pasangan selingkuh baru, pekerjaan telah membuat kita merasa dilupakan. Anda tidak perlu marah bila pasangan mulai melupakan Anda sejenak.
Seharusnya: “aku menunggumu mengajakku keluar untuk makan malam”

5. “Berikan aku sedikit waktu untuk tenang”

Ketika pasangan mulai mengeluh perihal tertentu yang sangat mengganggunya di luar rumah, kebanyakan pasangan menganggap hal tersebut adalah hal yang tidak wajar untuk dibicarakan, tetapi sebenarnya adalah sebuah isyarat untuk ditangkap; bahwa pasangan ingin didengarkan keluhannya. Anda tidak perlu sebuah rumus pemecahan masalah, melainkan sebuah empati untuk mendengarkan.
Seharusnya: “aku membutuhkan dukunganmu”

Kalimat Reaksi Interpretasi negatif Reaksi yang didapat
Kalimat Reaksi Interpretasi negatif Reaksi yang didapat
Apakah kau mencintaiku? Kau mulai meragukan cintaku Apakah aku harus menjelaskan setiap saat setiap kali engkau menanyakan hal seperti itu?
Apa yang membuatmu mencintaiku? Kau mulai berpikir macam-macam tentang hubungan ini dan mulai meragukan cintaku Apakah aku harus menyebut satu-persatu darimu yang kusukai?
Apakah ia lebih hebat dariku? Kenapa kau tidak menyadarinya? Aku benar-benar menginginkan kau dapat melakukan seperti itu! Ya, hanya saja kau tidak pernah mengerti.
Sepertinya pekerjaanmu tidak akan pernah selesai Kau tidak pernah mengerti apa yang sedang aku lakukan. Kenapa kau tidak menghargai apa yang sedang kulakukan? Apalagi yang harus kulakukan untukmu?
Berikan aku sedikit waktu untuk tenang Aku tidak berarti apa-apa dan cukup mengganggumu bukan? Ya, kehadiranku sangat mengganggu. Kau butuh istirahat yang cukup.

 

Penulis

ayed
Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan,

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Panic Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Panic disorder (gangguan panik) merupakan panik yang terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda kemunculannya seperti…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice…

13 Jul 2017 Sayed Muhammad

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting…

Anak dan Peterporn

14 Jun 2011 Fuad Nashori

Peterporn. Itulah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aksi pornografi yang diduga (sangat keras) melibatkan pesohor…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Phobia merupakan gangguan kecemasan terhadap stimulus atau situasi tertentu yang pada dasarnya tidak membahayakan bagi…

Menghindar Burnout di Tempat Kerja

08 Sep 2013 pikirdong

Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya…

Ciri Iklan Bombastis

03 Sep 2013 pikirdong

Banyak sekali iklan di sekeliling kita, iklan-iklan tersebut dapat kita temukan di pinggir jalan, toko,…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik…

16 Oct 2015 Sayed Muhammad

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai 40 tahun lalu, kini, sekolah-sekolah di…

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Puasa Bicara

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Berbagai hadis Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada kita tentang makna puasa. Puasa adalah media bagi…

Restrukturisasi Kognitif melalui Al-Fatihah

04 Sep 2013 pikirdong

Semula, judul tesis saya adalah “Terapi Al-Fatihah”. Namun di kemudian hari, istilah yang lebih tepat…

Peran Keluarga terhadap Keselamatan Anak Saat Terjadi Bencana

08 Sep 2013 Fuad Nashori

Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terhadap bencana (tsunami, gempa, banjir, longsor, penculikan,…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014