TwitterFacebookGoogle+

ADHD Pada Orang Dewasa

ADHD tidak saja mengidap pada anak-anak, sebagian besar gangguan tersebut tetap dibawa sampai dewasa. Secara umum, orang dewasa tidak menyadari adanya gangguan ADHD dalam dirinya, mereka hampir tidak merasakan adanya gangguan tersebut. Hal lainnya yang mempengaruhi kepercayaan itu bahwa dirinya beranggapan kemungkinan adanya kecemasan atau barangkali mengalami depresi. Akibatnya gangguan ADHD kadang jarang sekali terdeteksi pada orang dewasa

Diagnosa ADHD pada orang dewasa diambil secara hati-hati oleh tenaga profesional, pengumpulan data dilakukan berdasarkan riwayat hidup berupa case history, informasi dari teman dan kampus atau ditempat kerja secara bersamaan. Tenaga profesional juga akan menlakukan serangkaian test berupa, test fisik, test psikologi atau beberapa kondisi lain seperti kemampuan belajar, kecemasan atau gangguan afeksi.

Dampak ADHD pada orang dewasa berakibat pada rendahnya pendidikan dan prestasi yang ditempah selama kuliah, tantangan pada hubungan interaksi dengan orang lain, pikiran-pikiran antisosial, dan rendahnya self esteem. Individu dengan ADHD juga rentan dalam gangguan depresi, gangguan bipolar, atau gangguan kecemasan.

Gangguan ADHD sebenarnya lebih banyak mengidap pada anak-anak, namun penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa 2-3 anak yang pernah didiagnosa mengalami gangguan ADHD pada masa kecilnya akan membawa gangguan tersebut sampai dewasa. Akan tetapi bila tidak ditemukan riwayat ADHD pada masa kanak-kanak atau individu yang tidak terdiagnosa ADHD sebelumnya, kebanyakan mereka tidak terdeteksi secara tepat, artinya kesalahan dalam diagnosa yang lebih memfokuskan pada gangguan belajar, problem pada cita-cita atau bahkan gangguan kepribadian.

Kesalahan diagnosa bisa disebakan oleh adanya pelbagai permasalahan lainnya seperti kesulitan dalam menjalin persahabatan, kontrol emosi (amarah), depresi, dan penyalahgunaan alkohol.

Oleh sebab itu tenaga profesional harus mengambil beberapa informasi akurat sebelum memutuskan diagnosa ADHD secara meyakinkan, informasi dari angota keluarga, teman dan pihak sekolah sebelumnya diperlukan untuk memperkuat diagnosa.

SIMTOM

Diagnosa gangguan ADHD pada orang dewasa sulit dilakukan, hal yang mudah ditemukan gejala bila individu tersebut pernah didiagnosa mengalami gangguan ADHD semasa kecilnya.

Secara umum gejala ADHD pada orang dewasa;
– Memiliki diagnosa ADHD dimasa kanak-kanak
– Impulsif
– Pikiran mudah kacau, sulit berkonsentrasi, dan mudah terganggu
– Mudah merasa lelah
– Riwayat kegagalan masa sekolah
– Pelbagai permasalahan yang muncul pada pekerjaan
– Meningkatkan kecelakaan
– Mudah cemas
– Kesulitan dalam belajar
– Gangguan afektif
– Rendah penghargaan diri

Untuk diagnosa secara tepat diperlukan pelbagai informasi yang mendukung diagnosa, seperti informasi dari orangtua, sekolah atau teman, disamping itu diperlakukan serangkaian test lainnya. Test psikologi dapat digunakan Conners Rating Scale dan Brown Attention Deficit Disorder Scale, dan juga diperlukan riwayat kehidupan individu untuk memperkuat diagnosa.

TREATMENT

Perencanaan treatment untuk gangguan ADHD pada orang dewasa berupa;
• Konsultasi pada tenaga profesional
• Pemberian informasi mengenai gangguan ADHD
• Medikasi
• Support group
• Psikoterapi peningkatan self esteem
• Pelatihan mengorganisir kemampuan dalam dirinya
• Konseling pendidikan dan vokasional
• Pengorganisasian kerja atau kuliah

Medikasi
Pemberian obat jenis stimulant Strattera (atomoxetine) pada orang dewasa, sama halnya dengan pada anak-anak, dilaporkan memberikan kontribusi positif pada orang dewasa.

Bila disertai dengan gangguan kecemasan juga disertai dengan pemberian Effexor (Venlafaxine), Wellbutrin (Bupropion). Obat antidepressant tersebut juga apat mengurangi perilaku impulsif merokok pada pasien ADHD.

Psikoterapi
Psikoterapi diberikan untuk Psikoterapi diberikan pada individu untuk meningkatkan skillnya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Terapis juga membantu individu dalam menyusun perencanaan secara teratur seperti membuat agenda, list, kalender atau beberapa catatan penting yang harus dilakukan pada tempat-tempat yang mudah dibaca individu.

Dalam psikoterapi juga akan diberikan manajemen mengatur emosi seperti mengendalikan amarah, mengendalikan rasa cemas, meningkatkan motivasi, dan beberapa perilaku lainnya yang dapat memperburuk gejala yang ada.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Hospice: Tempat Perawatan Orang yang Hampir Meninggal

03 Sep 2013 Sayed Muhammad

Beberapa tahun lalu, tetangga saya mengidap kanker payudara, setelah melakukan operasi di tanah air sebelumnya,…

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Tersenyumlah!

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Tertawa dan belajarlah, sebab kita semua membuat kesalahan (Weston Dunlap ) Abe adalah seorang anak dalam…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Edisi Ibukota : Sikap "Inilah Waktunya!"

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota!  Seberapa sering hal ini terjadi pada diri kita : Anda duduk dalam pertemuan staf…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014