DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Anak dan Peterporn

200x200Peterporn. Itulah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aksi pornografi yang diduga (sangat keras) melibatkan pesohor Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari. Sekalipun tak melihat sendiri tapi saya mendengar banyak cerita tentang adegan pornografi yang berisi perilaku seks yang abnormal yang ditunjukkan oleh tokoh dalam dua video yang beredar luas di kalangan masyarakat Indonesia bahkan masyarakat internasional tersebut. Peterporn adalah hasil karya yang memuat materi seksualitas berupa gambar hidup dan suara yang diduga sangat keras dilakukan pentolan Peterpan, Ariel.

Tulisan ini akan memfokuskan diri pada pembahasan menganai dampak peterporn dan pornografi lainnya terhadap anak-anak.

Pengaruh terhadap Anak

Hingga saat ini Indonesia adalah negara yang penyebaran pornografinya paling besar di dunia setelah Rusia. Di Indonesia, semua orang termasuk anak-anak dapat mengakses sumber pornografi dengan mudah. Majalah-majalah diproduksi dan diperjualbelikan di sembarang tempat. Ini berbeda dengan ketentuan di mancanegara yang melarang penyebaran media pornogarfi di sembarang tempat. Di Indonesia, warnet-warnet dibuat dalam tempat yang tertutup dan sering dibuat gelap sehingga mereka dapat mengakses situs-situs pornografi dengan aman dan nyaman.

Di Indonesia juga orang hampir tidak memiliki hambatan dalam mengakses situs-situs porno. Beberapa waktu lalu, ketika dilakukan rating siapa yang paling banyak membuka situs porno Miyabi, ternyata asesor paling banyak berasal dari Indonesia. Dalam hal video pornografi yang diduga keras melibatkan Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari, diinformasikan oleh salah satu media massa bahwa akses pengakses dari Indonesia terhadap aksi pornografi pesohor Indonesia di atas mengalahkan akses-akses terhadap video porno yang sekarang lagi mendunia. Situs-situs porno mudah diakses karena sangat sedikit pemerintah/lembaga di Indonesia yang secara efektif mampu membatasi akses ke situs porno. Dan, kalaupun ada pemblokiran ternyata blokir tersebut, berdasar penelitian Tim Peneliti UII (2008), juga mudah dijebol para mania situs porno.

Salah satu pihak yang paling dirugikan adalah warga Indonesia yang berusia anak (1-18 tahun). Berangkat dari rasa ingin tahunya, mereka mencari-cari apa itu seks dan bagaimana alat-alat seks terutama yang lagi aktual. Banyak anak muda Indonesia yang suka mengakses situs seks. Sebagaimana dilaporkan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati, 80% anak usia belum dewasa (9-12 tahun) di Jabodetabek telah mengakses materi porno. Beberapa wawancara yang penulis lakukan dengan orangtua Indonesia menunjukkan bahwa anak-anak mereka menghabiskan waktu malam minggu bahkan hingga pagi untuk membuka internet, yang hampir dipastikan salah satu atau sebagian yang diakses adalah situs porno. Keterangan yang diberikan para penjaga warnet menunjukkan bahwa sebagian besar asesor internet mencari situs porno.

Benarkah anak-anak memang sangat terpengaruh oleh situs porno di internet? Dari perspektif akademis, khususnya psikologi, efektivitas tontonan dalam mempengaruhi perilaku seringkali jadi bahan perdebatan. Orang-orang yang mengikuti psikologi aliran behaviorisme berpandangan bahwa manusia melakukan perilaku berdasarkan stimulus yang diterimanya. Bila stimulasi yang diterimanya berisi pornografi, maka akan memacu munculnya perilaku yang pornografis, seperti ungkapan yang seronok hingga perilaku seksual abnormal seperti sengaja mempertontonkan alat kelamin kepada penonton video.

Mengapa demikian? Karena manusia cenderung melakukan proses modelling (yaitu menirukan perilaku orang-orang penting yang disaksikannya), baik manusia nyata maupun tokoh hayalan sebagaimana ada dalam film, video, maupun videogames. Peniruan itu akan menjadi sangat mungkin dilakukan apabila model atau tokoh dalam film, video, maupun videogames itu adalah orang yang penting (the significant person), lebih-lebih bila orang penting itu adalah orang yang dikagumi atau diidolakannya. Ariel Peterpan dan Luna Maya adalah dua pesohor terdepan di negeri ini. Dalam beberapa tahun terakhir Luna Maya adalah seorang wanita yang sangat terkenal, seseorang yang dapat dikenali wajah dan penampilannya di jalan-jalan besar maupun di gang-gang sempit melalui iklan salah satu operator GSM. Ariel sendiri, sekalipun popularitasnya mulai memudar, namun menjadi terangkat lagi setelah bercerai dan berhasil membangun cinta lamanya dengan Luna Maya. Ariel sering digambarkan sebagai lelaki yang cool namun berdaya tarik luar biasa bagi banyak wanita. Cut Tari sekalipun bukan pesohor yang sangat terkenal namun wajahnya sangat mudah dikenali karena tiap hari ia menjadi presenter televisi untuk acara gosip. Bisa dibayangkan perasaan anak-anak muda kita setelah mereka mengaksus video asusila yang dipercayai masyarakat dilakukan oleh para pesohor tersebut. Peluang meniru atau tergerak menjadi sangat besar.

Sekalipun demikian, secara akademis ada yang percaya bahwa anak-anak tidak akan terpengaruh oleh media internet. Ahli-ahli yang mengikuti pandangan psikologi kognitif percaya bahwa setiap manusia akan melakukan seleksi terhadap stimulasi yang diterimanya.

Berdasarkan riset-riset yang lebih belakangan dipercayai bahwa untuk anak-anak yang kemampuan menyeleksi stimulasi masih rendah, penjelasan dari behaviorisme dapat diterima. Artinya, anak-anak sangat mudah untuk melakukan peniruan terhadap adegan atau gambar dari majalah, buku, tabloid, video, film dan sebagainya. Sementra pada orang dewasa, kemampuan seleksi terhadap stimulus berkembang baik, sehingga tontonan atau sajian itu secara relatif tidak mempengaruhi perilakunya.

Sekalipun demikian, orang-orang dewasa yang memendam masalah seperti tidak memperoleh penyaluran seks karena jauh dari keluarga, mungkin saja melakukan perilaku agresif karena kemampuan melakukan seleksi dan kontrol diri sangat melemah. Akibatnya, stimulasi pornografi yang diterima menjadikannya melakukan kekerasan seksual atau melakukan aktivitas seksual bukan dengan pasangan sahnya

Pada tingkat terendah, pornografi berrpengaruh pada perubahan pandangan atau nilai dan sikapnya. Boleh jadi seorang anak atau reamaja tidak kelihatan menunjukkan perilaku seks yang menyimpang, tapi bisa saja pandangannya dan sikapnya terhadap pornografi menjadi berubah. Ia awalnya berpandangan setiap orang harus mengendalikan dorongan seksualnya, kecuali kepada pasangannya yang sah secara hukum. Namun, setelah menonton ia berubah pandangan menjadi boleh saja menyalurkan dorongan seksual asalkan suka sama suka. Sikap seseorang juga dapat berubah.

Ringkas cerita, anak-anak kita perlu memperoleh perlindungan, baik oleh negara, orangtua, guru, serta pihak lain. UU Pornografi memberi amanat kepada kita untuk melindungi mereka. Hal ini sesuai dengan salah satu ayat dalam UU Pornografi: Setiap orang wajib melindungi anak-anak agar tidak dapat menggunakan dan/atau memperoleh akses pornografi baik yang ditampilkan melalui media massa cetak, media massa elektronik maupun media komunikasi lainnya.

Demikian. Bagaimana menurut Anda?

 

Penulis:

fuad
Fuad Nashori  adalah salah seorang pelopor dan ahli di bidang Psikologi Islami, sehari-hari beliau menjabat sebagai Ketua Umum PP Asosiasi Psikologi Islami Indonesia dan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, (UII) Yogyakarta. Fuad Nashori adalah penulis tetap untuk rubrik Psikologi Islami di website ini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Emosi adalah gejolak yang ada pada organisme yang disertai oleh respon terhadap suatu rangsang, di…

5 Kalimat yang Dapat Merusak Cinta Anda

07 Sep 2013 pikirdong

Di dalam menjalin hubungan interpersonal yang mendalam, kadang beberapa orang menggunakan kalimat-kalimat yang dapat membangkitkan…

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah…

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Agresivitas dalam Pendidikan: Masalah dan Solusinya

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam konteks ke-Indonesiaan saat ini, apa yang dilihat oleh warga negara Indonesia melalui media massa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice…

13 Jul 2017 Sayed Muhammad

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting…

Edisi Ibukota: Gairah Bercita

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Dalam sebuah sesi wawancara kerja, seorang pimpinan bertanya pada saya. " Apa sih sebenernya passion kamu?…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

Terjebak Penyalahgunaan Narkoba

09 Sep 2013 pikirdong

Beberapa faktor kondisional yang mempengaruhi individu untuk menggunakan narkoba dan terjebak di dalam lingkaran setan…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014