TwitterFacebookGoogle+

Anorexia Nervosa

Anoreksia nervosa (anorexia nervosa) diartikan sebagai sebagai suatu gangguan makan yang terutama menyerang wanita muda dan ditandai oleh penurunan berat badan yang ekstrim dan disengaja oleh diri sendiri.

Anoreksia dibedakan oleh adanya penurunan berat badan yang ekstrim dan disebabkan oleh sendiri. Berdasarkan standar yang dibuat oelh American Psychiatric Association (1987), individu digolongkan sebagai anokresia bila; memiliki berat badan sekurangnya 15 persen kurang dari berat badan minimum normalnya. Fakta menunjukkan bahwa penderita anoreksi memiliki berat badan 50 persen berat badan normalnya.

Wanita dapat di diagnosis sebagai penderita anoreksia selain terjadi penurunan berat badan juga berhentinya menstruasi. Penurun berat badan juga menimbulkan efek berbahaya, disamping kurus, rentan terhadap infeksi, dan gejala kurang gizi lainnya. Pada kasus ekstrim anoreksi juga dapat mengakibatkan kematian, Bruch (1973) menggambarkan sebagai, “pengejaran tanpa lelah kekurusan tubuh dengan menciptakan kelaparan diri sendiri bahkan sampai pada kematian.”

Anoreksi terjadi 20 kali pada wanita dibandingkan pada pria, terutama wanita muda dalam usia belasan tahun sampai tigapuluhan. Selain itu, sebagian besar penderita anoreksi adalah berkulit putih dan dari kelas menengah sampai atas. Biasanya, penderita anoreksi sepenuhnya terfokus pada makanan, dengan cermat menghitung jumlah kalori sesuatu yang mungkin dikonsumsinya. Kadang-kadang kekuatiran ini mencapai titik obsesi, seperti yang diungkapkan oleh seorang pasien kepada dokternya, ” sudah tentu saya sarapan pagi, saya makan ucapan selamat pagi saya” atau penderita lainnya mengatakan, “Saya tidak mau menjilat prangko surat —tak ada yang tahu berapa jumlah kalorinya” (Bruch, 1973). Obsesi dengan makanan dan kemungkinan peningkatan jumlah berat badan menyebabkan sebagian besar penderita anoreksi menjadi “olahragawan” kompulsif, kadang-kadang berolahraga berlebihan selama beberapa jam setiap harinya.

Penderita anoreksi tipikal menyangkal adanya masalah dan menolak untuk meningatkan berat badannya. Faktanya, penderita anoreksia seringkali mengakui bahwa dirinya tampak terlalu gemuk. Hal ini menyatakan bahwa penderita anoreksia mungkin mengalami distorsi citra tubuhnya sendiri, dengan memandang dirinya lebih berat dari sesungguhnya.

Fallon & Rozin (1985) mengatakan bahwa wanita usia perguruan tinggi secara keliru menganggap bahwa pria usia perguruan tinggi tertarik dengan wanita yang sangat kurus, singkatnya wanita usia perguruan tinggi, tetapi bukan pria, tidak puas dengan berat badan sekarang sehingga menyebabkan mereka diet dan mungkin menjadi penderita anoreksia.

Penyebab

Keterlibatan faktor kepribadian dinyatakan oleh fakta bahwa penderita anoreksia cenderung wanita tertentu, muda, berkulit putih dan dari keluarga yang bergerak ke atas yang menekankan pada pencapaian. Jenis latar belakang ini menyebabkan tuntutan dan harapan keluarga yang menimbulkan stres, dan dalam konteks ini, penolakan wanita untuk makan mungkin tanpaknya (tanpa disadari) sebagai cara menunjukan kendali. Kemungkinan lain yang lebih jarang disebutkan adalah penderita anoreksia mewakili kenakalan seksualitas. Selain tidak mengalami menstruasi, wanita mengalami underweight parah tidak memilki karakteristik seksual lain, seperti feminin yang sesunguhnya (Bruch, 1973)

 

Ilmu sosial telah mengatakan bahwa faktor sosial memilki peranan penting dalam anoreksia, khususnya penekanan masyarakat terhadap kekurusan wanita. Penekanan ini semakin meningkat dengan jelas selama beberapa tahun terakhir, dan selama itu insidensi anoreksia juga meningkat dalam periode tersebut. Indikasi adanya perubahan ini adalah perubahan apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai wanita “sempurna”, yang sangat menyebabkan wanita merasa tubuhnya sendiri jauh lebih berat dibandingkan ideal mereka (Logue, 1991)

Peniliti lain telah memfokuskan pada kemungkinan penyebab biologis. Salah satu hipotesis adalah anoreksia disebabkan oleh malfungsi hipotalamus. Observasi kritis yang menghasilkan hipotesis ini adalah kadang-kadang penghentian menstruasi pada penderitaan anoreksia tidak disebabkan berat badan mereka atau efek sampingnya. Dengan demikian, mungkian ada faktor sama yang menyebabkan ketidakteraturan menstruasi dan anareksia. Hal yang paling mungkin adalah hipotalamus, mengingat hipotalamus memiliki peranan penting dalam pola makan dan fungsi hormonal.

Simtom

Gangguan anoreksia mengidap sebagian besar pada wanita, dimulai pada masa remaja menjelang pubertas, kriteria gangguan anoreksia adalah bila berat badan mencapai dibawah 15% dari berat normal yang seharusnya, namun demikian sebagian besar gangguan anoreksia memiliki berat badan sampai 30% dari berat normal.

Simtom anoreksia;
• Menjaga berat badannya dibawah berat normal yang tidak seimbang dengan usia dan tinggi badan
• Ketakutan akan penambahan berat badan
• Sangat terganggu dengan cara pandang orang terhadap berat badan ideal, atau terganggu dengan bentuk, berat badan seseorang dan melakukan evaluasi diri dan serius untuk menurunkan berat badanya
• Siklus menstruasi tidak teratur, pada pria mengalami impotensi

Penderita gangguan anoreksia mempunyai cara pandang sendiri terhadap bentuk dan berat tubuh, beberapa individu beranggapan bahwa semakin kurus atau sampai pada terlihatnya bentuk susunan tulang seseorang maka semakin bagus.

Penderita anoreksia sangat terobsesi dengan berat tubuh, mereka tidak suka makan di depan orang lain, kadang mereka menyiapkan menu makan sendiri, bila dalam keadaan terpaksa mereka sangat memperhitungkan jumlah kalori yang terkandung dalam makanan tersebut. Jumlah kalori itu dihitung untuk melakukan olahraga yang menghabiskan sejumlah kalori tersebut atau lebih.

Ada 2 tipe anorexia nervous;
1) Tipe terbatas; individu dengan tipe ini mengindari makan berlebihan, mereka biasanya menyediakan makan sendiri
2) Tipe binge; individu ini dapat makan dimana saja, akan tetapi selesai makan ia akan segera memuntahkan makanannya di kamar mandi, menggunakan pencuci perut atau memperlancar buangan kotoran.

 

Treatment

Treatment untuk anoreksia nervosa dilakukan dengan 3 tahap;
1) Mengembalikan berat badan kembali normal.
Dilakukan program diet ulang yang sehat untuk mengembalikan berat badan kembali normal, pada pasien tertentu kadang diperlukan perawatan di rumah sakit. Check kesehatan akan dilakukan untuk melihat pelbagai kemungkinan komplikasi yang muncul.

2) Terapi psikologi
Terapi ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, menghilangkan cara pandang yang salah terhadap citra tubuh, meningkatkan penghargaan diri dan mengatasi konflik interpersonal. Terapi yang dilakukan biasanya dipilih CBT (Cognitive Behavioral Therapy) dianggap paling efektif dalam mengembalikan kepercayaan diri, dan mencegah timbulnya pikiran dan perilaku gangguan makan kembali. Terapi dilakukan dapat berlangsung lama, oleh karenanya CBT juga kadang disertai dengan terapi keluarga untuk memberikan dukungan kepada pasien dalam menjalani penyembuhan

3) Penyembuhan total
Beberapa upaya yang dilakukan agar pasien kembali stabil, menghilangkan kebiasaan dan pikiran-pikiran yang dapat menimbulkan gangguan makan kembali.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Hospice: Tempat Perawatan Orang yang Hampir Meninggal

03 Sep 2013 Sayed Muhammad

Beberapa tahun lalu, tetangga saya mengidap kanker payudara, setelah melakukan operasi di tanah air sebelumnya,…

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Tersenyumlah!

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Tertawa dan belajarlah, sebab kita semua membuat kesalahan (Weston Dunlap ) Abe adalah seorang anak dalam…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Edisi Ibukota : Sikap "Inilah Waktunya!"

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota!  Seberapa sering hal ini terjadi pada diri kita : Anda duduk dalam pertemuan staf…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014