Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Anorexia Nervosa

Anoreksia nervosa (anorexia nervosa) diartikan sebagai sebagai suatu gangguan makan yang terutama menyerang wanita muda dan ditandai oleh penurunan berat badan yang ekstrim dan disengaja oleh diri sendiri.

Anoreksia dibedakan oleh adanya penurunan berat badan yang ekstrim dan disebabkan oleh sendiri. Berdasarkan standar yang dibuat oelh American Psychiatric Association (1987), individu digolongkan sebagai anokresia bila; memiliki berat badan sekurangnya 15 persen kurang dari berat badan minimum normalnya. Fakta menunjukkan bahwa penderita anoreksi memiliki berat badan 50 persen berat badan normalnya.

Wanita dapat di diagnosis sebagai penderita anoreksia selain terjadi penurunan berat badan juga berhentinya menstruasi. Penurun berat badan juga menimbulkan efek berbahaya, disamping kurus, rentan terhadap infeksi, dan gejala kurang gizi lainnya. Pada kasus ekstrim anoreksi juga dapat mengakibatkan kematian, Bruch (1973) menggambarkan sebagai, “pengejaran tanpa lelah kekurusan tubuh dengan menciptakan kelaparan diri sendiri bahkan sampai pada kematian.”

Anoreksi terjadi 20 kali pada wanita dibandingkan pada pria, terutama wanita muda dalam usia belasan tahun sampai tigapuluhan. Selain itu, sebagian besar penderita anoreksi adalah berkulit putih dan dari kelas menengah sampai atas. Biasanya, penderita anoreksi sepenuhnya terfokus pada makanan, dengan cermat menghitung jumlah kalori sesuatu yang mungkin dikonsumsinya. Kadang-kadang kekuatiran ini mencapai titik obsesi, seperti yang diungkapkan oleh seorang pasien kepada dokternya, ” sudah tentu saya sarapan pagi, saya makan ucapan selamat pagi saya” atau penderita lainnya mengatakan, “Saya tidak mau menjilat prangko surat —tak ada yang tahu berapa jumlah kalorinya” (Bruch, 1973). Obsesi dengan makanan dan kemungkinan peningkatan jumlah berat badan menyebabkan sebagian besar penderita anoreksi menjadi “olahragawan” kompulsif, kadang-kadang berolahraga berlebihan selama beberapa jam setiap harinya.

Penderita anoreksi tipikal menyangkal adanya masalah dan menolak untuk meningatkan berat badannya. Faktanya, penderita anoreksia seringkali mengakui bahwa dirinya tampak terlalu gemuk. Hal ini menyatakan bahwa penderita anoreksia mungkin mengalami distorsi citra tubuhnya sendiri, dengan memandang dirinya lebih berat dari sesungguhnya.

Fallon & Rozin (1985) mengatakan bahwa wanita usia perguruan tinggi secara keliru menganggap bahwa pria usia perguruan tinggi tertarik dengan wanita yang sangat kurus, singkatnya wanita usia perguruan tinggi, tetapi bukan pria, tidak puas dengan berat badan sekarang sehingga menyebabkan mereka diet dan mungkin menjadi penderita anoreksia.

Penyebab

Keterlibatan faktor kepribadian dinyatakan oleh fakta bahwa penderita anoreksia cenderung wanita tertentu, muda, berkulit putih dan dari keluarga yang bergerak ke atas yang menekankan pada pencapaian. Jenis latar belakang ini menyebabkan tuntutan dan harapan keluarga yang menimbulkan stres, dan dalam konteks ini, penolakan wanita untuk makan mungkin tanpaknya (tanpa disadari) sebagai cara menunjukan kendali. Kemungkinan lain yang lebih jarang disebutkan adalah penderita anoreksia mewakili kenakalan seksualitas. Selain tidak mengalami menstruasi, wanita mengalami underweight parah tidak memilki karakteristik seksual lain, seperti feminin yang sesunguhnya (Bruch, 1973)

 

Ilmu sosial telah mengatakan bahwa faktor sosial memilki peranan penting dalam anoreksia, khususnya penekanan masyarakat terhadap kekurusan wanita. Penekanan ini semakin meningkat dengan jelas selama beberapa tahun terakhir, dan selama itu insidensi anoreksia juga meningkat dalam periode tersebut. Indikasi adanya perubahan ini adalah perubahan apa yang dianggap oleh masyarakat sebagai wanita “sempurna”, yang sangat menyebabkan wanita merasa tubuhnya sendiri jauh lebih berat dibandingkan ideal mereka (Logue, 1991)

Peniliti lain telah memfokuskan pada kemungkinan penyebab biologis. Salah satu hipotesis adalah anoreksia disebabkan oleh malfungsi hipotalamus. Observasi kritis yang menghasilkan hipotesis ini adalah kadang-kadang penghentian menstruasi pada penderitaan anoreksia tidak disebabkan berat badan mereka atau efek sampingnya. Dengan demikian, mungkian ada faktor sama yang menyebabkan ketidakteraturan menstruasi dan anareksia. Hal yang paling mungkin adalah hipotalamus, mengingat hipotalamus memiliki peranan penting dalam pola makan dan fungsi hormonal.

Simtom

Gangguan anoreksia mengidap sebagian besar pada wanita, dimulai pada masa remaja menjelang pubertas, kriteria gangguan anoreksia adalah bila berat badan mencapai dibawah 15% dari berat normal yang seharusnya, namun demikian sebagian besar gangguan anoreksia memiliki berat badan sampai 30% dari berat normal.

Simtom anoreksia;
• Menjaga berat badannya dibawah berat normal yang tidak seimbang dengan usia dan tinggi badan
• Ketakutan akan penambahan berat badan
• Sangat terganggu dengan cara pandang orang terhadap berat badan ideal, atau terganggu dengan bentuk, berat badan seseorang dan melakukan evaluasi diri dan serius untuk menurunkan berat badanya
• Siklus menstruasi tidak teratur, pada pria mengalami impotensi

Penderita gangguan anoreksia mempunyai cara pandang sendiri terhadap bentuk dan berat tubuh, beberapa individu beranggapan bahwa semakin kurus atau sampai pada terlihatnya bentuk susunan tulang seseorang maka semakin bagus.

Penderita anoreksia sangat terobsesi dengan berat tubuh, mereka tidak suka makan di depan orang lain, kadang mereka menyiapkan menu makan sendiri, bila dalam keadaan terpaksa mereka sangat memperhitungkan jumlah kalori yang terkandung dalam makanan tersebut. Jumlah kalori itu dihitung untuk melakukan olahraga yang menghabiskan sejumlah kalori tersebut atau lebih.

Ada 2 tipe anorexia nervous;
1) Tipe terbatas; individu dengan tipe ini mengindari makan berlebihan, mereka biasanya menyediakan makan sendiri
2) Tipe binge; individu ini dapat makan dimana saja, akan tetapi selesai makan ia akan segera memuntahkan makanannya di kamar mandi, menggunakan pencuci perut atau memperlancar buangan kotoran.

 

Treatment

Treatment untuk anoreksia nervosa dilakukan dengan 3 tahap;
1) Mengembalikan berat badan kembali normal.
Dilakukan program diet ulang yang sehat untuk mengembalikan berat badan kembali normal, pada pasien tertentu kadang diperlukan perawatan di rumah sakit. Check kesehatan akan dilakukan untuk melihat pelbagai kemungkinan komplikasi yang muncul.

2) Terapi psikologi
Terapi ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, menghilangkan cara pandang yang salah terhadap citra tubuh, meningkatkan penghargaan diri dan mengatasi konflik interpersonal. Terapi yang dilakukan biasanya dipilih CBT (Cognitive Behavioral Therapy) dianggap paling efektif dalam mengembalikan kepercayaan diri, dan mencegah timbulnya pikiran dan perilaku gangguan makan kembali. Terapi dilakukan dapat berlangsung lama, oleh karenanya CBT juga kadang disertai dengan terapi keluarga untuk memberikan dukungan kepada pasien dalam menjalani penyembuhan

3) Penyembuhan total
Beberapa upaya yang dilakukan agar pasien kembali stabil, menghilangkan kebiasaan dan pikiran-pikiran yang dapat menimbulkan gangguan makan kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 pikirdong

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014