DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Antisocial Personality Disorder

Gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personal Disorder) secara klinis merupakan gangguan karakter kronis seperti sifat menipu, pemaksaan dan cenderung berlawanan dengan orang-orang secara umumnya. Penderita gangguan kepribadian antisosial ini pada umumnya adalah perilaku kriminal.

Individu pengidap gangguan kepribadian antisosial kurang peduli dengan moralitas dan standar hukum yang berlaku di dalam masyarakat, bahkan mereka cenderung untuk melawan hukum-hukum sosial yang berlaku.

 

KRITERIA GANGGUAN

Gangguan kepribadian antisosial didiagnosa bila individu sudah berada diatas 18 tahun.

1) Kerab melakukan kekerasan yang bertentangan dengan norma masyarakat setempat;
– Mengulangi perilaku untuk beberapa kalinya dengan tujuan ia agar dapat ditangkap
– Menggunakan nama samaran dan pengulangan secara terus menerus untuk berbohong,
– Melakukan pembunuhan secara berulang
– Sering berkelahi atau melakukan kekerasan
– Impulsif, tidak pernah merasa bersalah
– Kegagalan dalam finansial
Rasionalisasi dan membebani orang lain
– Melakukan tindakan yang membahayakan orang lain
2) Kurang peka dan tidak ada respon positif terhadap orang lain, masalah sosial, norma dan hukum setempat
3) Tidak mempunyai perasaan bersalah akan tetapi suka menghukum orang lain
4) Mempunyai gangguan tingkah laku ketika masa kanak-kanak
5) Simtom yang muncul bukan disebabkan oleh gangguan mental lainnya.

SIMTOM

– Kebiasaan mencuri dan kebiasaan berbohong hampir setiap saat
– Pengulangan pelanggaran terhadap hukum berulang
– Tendensi terhadap kekerasan pada kepemilikan orang lain, kekerasan seksual dan emosi
– Agresif, perilaku kekerasan atau terlibat perkelahian
– Mudah teragitasi atau perasaan-perasaan yang merujuk pada depresi
– Kesulitan dalam membina hubungan dengan orang lain
– Tidak ramah atau tidak menyenangkan
– Sembrono dan impulsif
– Tidak ada rasa penyesalan dan cenderung menyakiti orang lain
– Melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan orang lain
– Kesulitan dalam mempertahankan pekerjaannya
– Mudah frustrasi

FAKTOR PENYEBAB

Perilaku antisosial berkembang dan terbentuk dari hubungan sosial dalam rumahtangga yang penuh dengan kekerasan, komunitas masyarakat dan lingkungan pendidikan yang penuh kekerasan juga ikut mempengaruhi terbentuknya gangguan antisosial. Hal ini akan mempengaruhi temperamen dan sikap lekas marah pada anak, kemampuan berpikir, keterlibatan dalam kenakalan remaja, terlibat dalam kekerasan dan kriminalias dan rendahnya penyelesaian permasalahan. Perilaku antisosial berhubungan erat dengan pelbagai bentuk perilaku lainnya dan masalah perkembangan seperti hiperaktif, depresi, kesulitan belajar, dan impulsif.

[ew_style_box stype=”gray”] Singkat Mengenai Antisocial Personality Disorder

Gangguan kepribadian antisosial juga sering disebut dengan kepribadian psikopat, sosiopat atau gangguan kepribadian asosial.

Beberapa prinsip penderita gangguan kepribadian antisosial yang pernah diteliti oleh Beck; [Beck, Aaron T. and Freeman, Arthur M. and Associates (2003). Cognitive Therapy of Personality Disorders, 2nd ed. New York : Guilford Press (halaman 361)]

•  Melawan adalah cara terbaik untuk mendapatkan sesuatu
•  Kita hidup di alam liar, hanya yang terkuatlah yang bisa bertahan
•  Berbohong boleh saja dilakukan selama tidak ketahuan
•  Jika saya tidak dapat menggencet satu orang maka lingkunganlah yang akan menggencet saya
•  Apa yang mereka pikirkan tentangku tidak begitu penting adanya
•  Orang yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri adalah salahnya sendiri.

Penelitian menyebutkan bahwa anak-anak nakal (juvenile delinquent) kronis 71% dikemudian hari berkembang menjadi gangguan kepribadian antisosial

Nama lain; gangguan kepribadian disosial

[/ew_style_box]

Beberapa faktor penyebab terbentuknya gangguan kepribadian antisosial;

– Anak yang mengalami kekerasan fisik atau disertai kekerasan seksual
– Anak yang mengalami penolakan dari keluarga dan lingkungan
– Anak dari orangtua penderita antisosial juga
– Anak dari orangtua pengguna alkohol
– Terlibat dalam kelompok bermain dengan perilaku antisosial
– Kehidupan rumahtangga yang kacau
– Kurangnya pendidikan dari orangtua
– Anak tumbuh dari orangtua yang terpisah, meninggal atau bercerai
– Memiliki gangguan perhatian
– Memiliki gangguan dalam membaca
– Kemiskinan, pengangguran atau sebab-sebab ekonomi lainnya
– Faktor-faktor neurobiologi;

> komplikasi persalinan
> berat bayi dibawah berat normal
> kerusakan otak pada masa kelahiran
> luka trauma pada kepala
> sakit parah

Pengaruh besar dari kekerasan melalui media seperti televisi, film, internet, video games bahkan film kartun sekalipun pada masa kanak-kanak akan menumbuhkan anak dalam kekerasan, agresif dan antisosial dikemudian hari.

Penelitian Robins (1966)4 menemukan bahwa pembentukan karakteristik sosiopat seseorang mempunyai hubungan erat pada anak yang memiliki orangtua alkoholik yang nantinya membentuk anak menjadi seorang antisosial. Disamping itu Robin juga menemukan pada keluarga-keluarga tersebut, terjadinya pembentukan karakter APD pada anak laki dan gangguan somatisasi pada anak perempuan. Hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Glueck dan Glueck (1968) yang melihat pengaruh orangtua alkoholik, kekerasan terhadap anak dan kehidupan rumahtangga yang berantakan. Glueck juga meneliti bahwa orangtua yang tidak menerapkan disiplin terhadap anak dan kurangnya kasih sayang yang diberikan kepada sang anak dapat menumbuhkan gangguan kepribadian antisosial dikemudian hari

 PENCEGAHAN

Karena kemunculan awal diagnosa gangguan kepribadian pada masa remaja, maka diperlukan intervensi secara dini sebelum terbentuk kepribadian antisosial pada awal masa dewasa nantinya;
> Kurangilah hukuman untuk mengontrol perilaku
> Penegasan terhadap aturan dan menerapkan disiplin pada anak
> Kurangi kesalahan-kesalahan dalam dunia pendidikan terhadap cara mengajar guru
> Belajar pelbagai permasalahan sosial dan penerapan EQ terutama pada keahlian interpersonal
> Konsisten terhadap konsekuensi dari perilaku-perilaku yang buruk
> Belajar menghormati orang lain, perbedaan etnis, budaya dan sebagainya.

Keberhasilan sebuah intervensi dan treatmen dalam penyembuhan gangguan kepribadian sangat tergantung beberapa anggota komunitas yang berperan aktif dan saling berkesinambungan, orangtua, guru (termasuk bimbingan konselor sekolah) dan lingkungan masyarakat yang sehat. Langkah terbaik adalah dengan pencegahan kemunculan gejala awal gangguan kepribadian antisosial;

1) Pendidikan dasar secara dini pada masa anak-anak; penyelesaian masalah, pengenalan emosi, dan pengendalian amarah dengan cara konseling, latihan-latihan mengenai ketrampilan sosial, hubungan interaksi dengan orang lain dan sebagainya

2) Sekolah perlu mendatangkan tenaga ahli profesional yang dapat membangkitkan motivasi dan cara pendidikan yang tepat yang diperuntukkan untuk orangtua murid. Selain itu even seperti ini dapat juga memberi manfaat kepada orangtua untuk meningkatkan efektifitas strategi keluarga dalam mengantisipasi terbentuknya gangguan kepribadian anak sejak dini

3) Siswa yang mengidap gejala-gejala gangguan kepribadian antisosial diberikan bantuan konseling dan terlibat langsung dalam group komunitas yang peduli dengan kesehatan mental

4) Pendidikan masyarakat, termasuk di dalamnya organisasi kepemudaan yang telah di latih oleh ahli terapis yang dapat membantu anak-anak yang beresiko mengalami gangguan kepribadian antisosial

TREATMENT

Medikasi
Sejauh ini tidak ada jenis obat efektif untuk mengobati gangguan kepribadian antisosial, obat-obat diberikan untuk beberapa kondisi tertentu yang terjadi pada pasien. Obat anti psikotik diberikan bertujuan mengontrol simtom-simtom yang muncul seperti paranoia, permusuhan dan agresivitas dan impulsif. Obat ini tidak boleh diberikan dalam dosisi tinggi dan melalui kontrol dari dokter.

Jenis obat stablishing mood, jenis lithium (Eskalith, Lithobid) merupakan jenis obat yang diberikan untuk membantu pasien agar lebih tenang

Psikoterapi
Beberapa alternatif penyembuhan melalui terapi psikologis dapat dilakukan dengan schema therapy, dialectic behavioural therapy (DBT), psychoanalytic psychotherapy, dan cognitive analytical therapy (CAT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Peran Keluarga terhadap Keselamatan Anak Saat Terjadi Bencana

08 Sep 2013 Fuad Nashori

Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terhadap bencana (tsunami, gempa, banjir, longsor, penculikan,…

Menjadi Pribadi Transformatif

10 Sep 2013 Herdiyan Maulana

Seorang penggembala yatim piatu keturunan agung suku Quraisy itu memang lebih suka menyendiri, memilih untuk…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice…

13 Jul 2017 Sayed Muhammad

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting…

Ketika Pria Berselingkuh

04 Sep 2015 Sayed Muhammad

Banyak pria menggunakan pelbagai alasan seakan-akan bahwa perselingkuhan yang baru saja ia lakukan terjadi dengan…

Panic Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Panic disorder (gangguan panik) merupakan panik yang terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda kemunculannya seperti…

Episode Depresi

06 Sep 2013 pikirdong

Episode depresi digolongkan pada rentang waktu kemunculan depresi yang relatif singkat, pada umumnya penderita episode…

Eksibisionisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Eksibisionisme (exhibitionism atau sering disebut dengan istilah flashing) merupakan dorongan fantasi seksual secara terus-menerus…

Dyslexia

03 Sep 2013 pikirdong

Membaca dengan lancar bagi seseorang mungkin sangat mudah setelah melalui proses belajar dari sejak kecil,…

Morphine

10 Sep 2013 pikirdong

Morphine (morphia), telah diteliti pertama sekali oleh F. W. A. Setürner berkisar tahun 1805-1817. Morfin…

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Bahagiakah Orang-Orang yang Melajang?

10 Sep 2013 pikirdong

Pada saat ini banyak laki-laki dan perempuan yang memilih hidup melajang. Bagaimana pandangan agama Islam…

ADHD Pada Anak-anak

05 Sep 2013 pikirdong

Tanda-tanda adanya gangguan ADHD sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak anak masa pra sekolah. Kurangnya atensi,…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014