TwitterFacebookGoogle+

Antisocial Personality Disorder

Gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personal Disorder) secara klinis merupakan gangguan karakter kronis seperti sifat menipu, pemaksaan dan cenderung berlawanan dengan orang-orang secara umumnya. Penderita gangguan kepribadian antisosial ini pada umumnya adalah perilaku kriminal.

Individu pengidap gangguan kepribadian antisosial kurang peduli dengan moralitas dan standar hukum yang berlaku di dalam masyarakat, bahkan mereka cenderung untuk melawan hukum-hukum sosial yang berlaku.

 

KRITERIA GANGGUAN

Gangguan kepribadian antisosial didiagnosa bila individu sudah berada diatas 18 tahun.

1) Kerab melakukan kekerasan yang bertentangan dengan norma masyarakat setempat;
– Mengulangi perilaku untuk beberapa kalinya dengan tujuan ia agar dapat ditangkap
– Menggunakan nama samaran dan pengulangan secara terus menerus untuk berbohong,
– Melakukan pembunuhan secara berulang
– Sering berkelahi atau melakukan kekerasan
– Impulsif, tidak pernah merasa bersalah
– Kegagalan dalam finansial
Rasionalisasi dan membebani orang lain
– Melakukan tindakan yang membahayakan orang lain
2) Kurang peka dan tidak ada respon positif terhadap orang lain, masalah sosial, norma dan hukum setempat
3) Tidak mempunyai perasaan bersalah akan tetapi suka menghukum orang lain
4) Mempunyai gangguan tingkah laku ketika masa kanak-kanak
5) Simtom yang muncul bukan disebabkan oleh gangguan mental lainnya.

SIMTOM

– Kebiasaan mencuri dan kebiasaan berbohong hampir setiap saat
– Pengulangan pelanggaran terhadap hukum berulang
– Tendensi terhadap kekerasan pada kepemilikan orang lain, kekerasan seksual dan emosi
– Agresif, perilaku kekerasan atau terlibat perkelahian
– Mudah teragitasi atau perasaan-perasaan yang merujuk pada depresi
– Kesulitan dalam membina hubungan dengan orang lain
– Tidak ramah atau tidak menyenangkan
– Sembrono dan impulsif
– Tidak ada rasa penyesalan dan cenderung menyakiti orang lain
– Melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan orang lain
– Kesulitan dalam mempertahankan pekerjaannya
– Mudah frustrasi

FAKTOR PENYEBAB

Perilaku antisosial berkembang dan terbentuk dari hubungan sosial dalam rumahtangga yang penuh dengan kekerasan, komunitas masyarakat dan lingkungan pendidikan yang penuh kekerasan juga ikut mempengaruhi terbentuknya gangguan antisosial. Hal ini akan mempengaruhi temperamen dan sikap lekas marah pada anak, kemampuan berpikir, keterlibatan dalam kenakalan remaja, terlibat dalam kekerasan dan kriminalias dan rendahnya penyelesaian permasalahan. Perilaku antisosial berhubungan erat dengan pelbagai bentuk perilaku lainnya dan masalah perkembangan seperti hiperaktif, depresi, kesulitan belajar, dan impulsif.

[ew_style_box stype=”gray”] Singkat Mengenai Antisocial Personality Disorder

Gangguan kepribadian antisosial juga sering disebut dengan kepribadian psikopat, sosiopat atau gangguan kepribadian asosial.

Beberapa prinsip penderita gangguan kepribadian antisosial yang pernah diteliti oleh Beck; [Beck, Aaron T. and Freeman, Arthur M. and Associates (2003). Cognitive Therapy of Personality Disorders, 2nd ed. New York : Guilford Press (halaman 361)]

•  Melawan adalah cara terbaik untuk mendapatkan sesuatu
•  Kita hidup di alam liar, hanya yang terkuatlah yang bisa bertahan
•  Berbohong boleh saja dilakukan selama tidak ketahuan
•  Jika saya tidak dapat menggencet satu orang maka lingkunganlah yang akan menggencet saya
•  Apa yang mereka pikirkan tentangku tidak begitu penting adanya
•  Orang yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri adalah salahnya sendiri.

Penelitian menyebutkan bahwa anak-anak nakal (juvenile delinquent) kronis 71% dikemudian hari berkembang menjadi gangguan kepribadian antisosial

Nama lain; gangguan kepribadian disosial

[/ew_style_box]

Beberapa faktor penyebab terbentuknya gangguan kepribadian antisosial;

– Anak yang mengalami kekerasan fisik atau disertai kekerasan seksual
– Anak yang mengalami penolakan dari keluarga dan lingkungan
– Anak dari orangtua penderita antisosial juga
– Anak dari orangtua pengguna alkohol
– Terlibat dalam kelompok bermain dengan perilaku antisosial
– Kehidupan rumahtangga yang kacau
– Kurangnya pendidikan dari orangtua
– Anak tumbuh dari orangtua yang terpisah, meninggal atau bercerai
– Memiliki gangguan perhatian
– Memiliki gangguan dalam membaca
– Kemiskinan, pengangguran atau sebab-sebab ekonomi lainnya
– Faktor-faktor neurobiologi;

> komplikasi persalinan
> berat bayi dibawah berat normal
> kerusakan otak pada masa kelahiran
> luka trauma pada kepala
> sakit parah

Pengaruh besar dari kekerasan melalui media seperti televisi, film, internet, video games bahkan film kartun sekalipun pada masa kanak-kanak akan menumbuhkan anak dalam kekerasan, agresif dan antisosial dikemudian hari.

Penelitian Robins (1966)4 menemukan bahwa pembentukan karakteristik sosiopat seseorang mempunyai hubungan erat pada anak yang memiliki orangtua alkoholik yang nantinya membentuk anak menjadi seorang antisosial. Disamping itu Robin juga menemukan pada keluarga-keluarga tersebut, terjadinya pembentukan karakter APD pada anak laki dan gangguan somatisasi pada anak perempuan. Hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Glueck dan Glueck (1968) yang melihat pengaruh orangtua alkoholik, kekerasan terhadap anak dan kehidupan rumahtangga yang berantakan. Glueck juga meneliti bahwa orangtua yang tidak menerapkan disiplin terhadap anak dan kurangnya kasih sayang yang diberikan kepada sang anak dapat menumbuhkan gangguan kepribadian antisosial dikemudian hari

 PENCEGAHAN

Karena kemunculan awal diagnosa gangguan kepribadian pada masa remaja, maka diperlukan intervensi secara dini sebelum terbentuk kepribadian antisosial pada awal masa dewasa nantinya;
> Kurangilah hukuman untuk mengontrol perilaku
> Penegasan terhadap aturan dan menerapkan disiplin pada anak
> Kurangi kesalahan-kesalahan dalam dunia pendidikan terhadap cara mengajar guru
> Belajar pelbagai permasalahan sosial dan penerapan EQ terutama pada keahlian interpersonal
> Konsisten terhadap konsekuensi dari perilaku-perilaku yang buruk
> Belajar menghormati orang lain, perbedaan etnis, budaya dan sebagainya.

Keberhasilan sebuah intervensi dan treatmen dalam penyembuhan gangguan kepribadian sangat tergantung beberapa anggota komunitas yang berperan aktif dan saling berkesinambungan, orangtua, guru (termasuk bimbingan konselor sekolah) dan lingkungan masyarakat yang sehat. Langkah terbaik adalah dengan pencegahan kemunculan gejala awal gangguan kepribadian antisosial;

1) Pendidikan dasar secara dini pada masa anak-anak; penyelesaian masalah, pengenalan emosi, dan pengendalian amarah dengan cara konseling, latihan-latihan mengenai ketrampilan sosial, hubungan interaksi dengan orang lain dan sebagainya

2) Sekolah perlu mendatangkan tenaga ahli profesional yang dapat membangkitkan motivasi dan cara pendidikan yang tepat yang diperuntukkan untuk orangtua murid. Selain itu even seperti ini dapat juga memberi manfaat kepada orangtua untuk meningkatkan efektifitas strategi keluarga dalam mengantisipasi terbentuknya gangguan kepribadian anak sejak dini

3) Siswa yang mengidap gejala-gejala gangguan kepribadian antisosial diberikan bantuan konseling dan terlibat langsung dalam group komunitas yang peduli dengan kesehatan mental

4) Pendidikan masyarakat, termasuk di dalamnya organisasi kepemudaan yang telah di latih oleh ahli terapis yang dapat membantu anak-anak yang beresiko mengalami gangguan kepribadian antisosial

TREATMENT

Medikasi
Sejauh ini tidak ada jenis obat efektif untuk mengobati gangguan kepribadian antisosial, obat-obat diberikan untuk beberapa kondisi tertentu yang terjadi pada pasien. Obat anti psikotik diberikan bertujuan mengontrol simtom-simtom yang muncul seperti paranoia, permusuhan dan agresivitas dan impulsif. Obat ini tidak boleh diberikan dalam dosisi tinggi dan melalui kontrol dari dokter.

Jenis obat stablishing mood, jenis lithium (Eskalith, Lithobid) merupakan jenis obat yang diberikan untuk membantu pasien agar lebih tenang

Psikoterapi
Beberapa alternatif penyembuhan melalui terapi psikologis dapat dilakukan dengan schema therapy, dialectic behavioural therapy (DBT), psychoanalytic psychotherapy, dan cognitive analytical therapy (CAT)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Hospice: Tempat Perawatan Orang yang Hampir Meninggal

03 Sep 2013 Sayed Muhammad

Beberapa tahun lalu, tetangga saya mengidap kanker payudara, setelah melakukan operasi di tanah air sebelumnya,…

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Tersenyumlah!

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Tertawa dan belajarlah, sebab kita semua membuat kesalahan (Weston Dunlap ) Abe adalah seorang anak dalam…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Edisi Ibukota : Sikap "Inilah Waktunya!"

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota!  Seberapa sering hal ini terjadi pada diri kita : Anda duduk dalam pertemuan staf…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014