Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Berpikir Positif

Jam hampir menunjukkan pukul 19.00, Santi menatap jam dinding di ruang tamunya. Beberapa saat kemudian ia kembali melihat jam dinding berwarna perak hadiah suaminya itu, lalu mencocokan dengan jam di tangannya. Ia terus meremas tanggannya yang mulai berkeringat. Sesekali tangannya memegang keningnya, wajahnya mulai berkeringat. Ia berjalan berputar-putar di ruang tamu itu seperti sedang menunggu sesuatu. [1]

200x200Cerita diatas adalah menggambarkan seorang ibu separuh baya yang sedang menanti kepulangan suaminya dari luar kota. Suaminya telah menelpon bahwa ia akan tiba di rumah pada pukul 17.00 namun hampir 2 jam setelah itu suaminya belum sampai juga.

“Kenapa kamu tidak menelpon?” Pikir Santi setelah 2 jam menanti membuat dirinya merasa was-was. Ia mulai merasa gelisah. Perasaan takut mulai menghantuinya dirinya. Pikran-pikiran buruk bermunculan dikepalanya. Tubuhnya terasa semakin panas. “Tidak! Tidak mungkin!” Ia berbicara sendiri melawan pikiran-pikiran buruk yang mungkin bisa saja terjadi pada suaminya. [2]

Gambaran diatas merupakan suatu cerita yang mungkin dapat terjadi pada siapa saja yang sengaja ditampilkan dengan muatan emosi-emosi yang mempengaruhi perilaku individu ketika kecemasan mengisi pikiran-pikiran negatif yang muncul secara bersamaan.

Kebanyakan orang mempunyai persepsi yang berbeda terhadap situasi yang dialaminya terhadap cara dan tindakan yang dilakukan terhadap siatuasi yang terus berkembang saat kecemasan melanda dirinya. Berpikir positif terhadap situasi diatas merupakan hal yang selalu dilakukan orang saat merasa ketidakberdayaan terhadap pikiran negatif yang muncul menguasai pikirannya.

Pada awalnya, saat stres terjadi jumlah hormon kartisol dalam tubuh secara terus menerus diproduksi yang mengakibatkan seseorang sukar untuk berpikir konstruktif, penumpukan tersebut terus berlangsung dan tidak segera menghilang melainkan terus menumpuk. Itulah sebabnya beberapa orang bahkan tidak dapat melakukan apapun saat-saat stres terus meningkat. Panik merupakan perilaku yang tampak yang sering muncul ketika kartisol secara terus-menerus diproduksi secara berlebihan dalam tubuh.

Melawan pikiran negatif dengan memberikan sugesti pikiran positif ternyata juga tidak membantu tubuh berhenti memproduksi kartisol. Kebanyakan persepsi orang terhadap berpikir positif adalah sekedar melawan pikiran-pikiran negatif yang muncul dengan pikiran yang lebih positif dengan tujuan untuk menenang dirinya. Pikiran-pikiran positif tersebut sengaja dimunculkan dengan tujuan memberikan kepercayaan kepada dirinya bahwa segala sesuatu berjalan dengan baik. Seperti pada adegan [2], ibu muda tersebut tidak hentinya memberikan sugesti kepada dirinya bahwa suaminya dalam keadaan baik-baik saja sesuai dengan harapannya.

Berpikir positif haruslah terealisasikan dengan suatu tindakan yang nyata. Inilah yang disebutkan dengan tindakan berpikir positif. Kita tidak hanya melakukan perlawanan terhadap pikiran-pikiran negatif yang muncul, karena sifatnya hanya sementara, sedangkan pikiran negatif tersebut dapat hidup secara terus menerus dalam otak kita. Cerita diatas merupakan gambaran persepsi secara umum yang dilakukan orang ketika suatu harapan tidak berjalan sesuai dengan harapannya. Tidak ada suatu tindakan yang dapat dilakukan. Berpikir positif adalah dengan segera mencari tahu dengan segala cara agar pikiran-pikiran tersebut tidak secara terus menetap dalam pikiran. Tindakan yang positif justru lebih baik untuk dilakukan untuk mengurangi tekanan-tekanan tersebut.

 

Mengenali berpikir positif secara mendalam

1. Melihat permasalahan sebagai salah satu tantangan.
Orang berpikir positif selalu melihat masalah sebagai tantangan yang harus dihadapinya. Apapun masalah yang dihadapi tidaklah membuatnya merasa lemah, melainkan membentuk semangat untuk memecahkan masalah tersebut. Energi yang dimiliki tidak akan pernah habis sehingga ia selalu siap menghadapi setiap permasalahan.

Mereka yang berpikir positif:

  • Melihat permasalahan secara objektif
  • Masalah adalah tantangan yang perlu segera diselesaikan, tanpa menundanya
  • Mempunyai inisiatif untuk menyelesaikan masalah

2. Menikmati hidup
Orang berpikir positif selalu mempunyai waktu untuk dirinya melakukan hal-hal kecil yang bermakna pada dirinya. Ia menikmati setiap pekerjaan yang diberikan kepadanya dan melakukannya dengan ketulusan yang mesti ia selesaikan dengan baik.

Mereka yang berpikir positif:

  • Mensyukuri terhadap waktu yang dimilikinya
  • Dapat menikmati dunia sekelilingnya sebagai suatu anugerah
  • Tidak pernah menyesal dengan apa yang telah teerjadi di masa lalu dan saat ini

3. Terbuka terhadap ide dan saran dari orang lain.
Orang berpikir positif selalu dapat menerima saran dan ide dari orang lain. Kritikan yang diterima bukanlah hal yang mengancam dirinya, melainkan suatu pertimbangan buat dirinya untuk melakukan hal yang terbaik.

Mereka yang berpikir positif:

  • Dapat menerima orang lain dengan segala kekurangannya
  • Tidak merasa terganggu dengan semua kritik terhadap dirinya

4. Pola pikir yang konstruktif.
Orang berpikir positif selalu terbuka dengan hal yang baru, akan tetapi penuh pertimbangan logis dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Sikap hati-hati dan mempertimbangkan banyak hal merupakan langkah awal dalam pengambilan keputusan. Orang seperti ini bukanlah orang yang lamban dan tidak tanggap dengan hal-hal kecil.

Mereka yang berpikir positif:

  • Melihat permasalahan secara teliti dan pertimbangan yang baik
  • Dapat membuat decision making secara tepat

5. Melawan pikiran negatif yang dapat merusak pikiran sehat.
Pikiran negatif tidak hanya merusak energi yang dimiliki, tetapi juga dapat menghambat kreativitas berpikir. Mereka yang selalu berpikir positif selalu mempunyai cara melawan pikiran negatif yang muncul dengan cara tertentu sehingga dapat membuatnya dapat bersikap tenang.

Mereka yang berpikir positif:

  • Dapat membuang emosi negatif yang dapat menghambat kepribadiannya
  • Dapat memisahkan segala bentuk permasalan yang berkaitan emosi negatif terhadap perkembangan dirinya
  • Dapat melihat perbedaan yang terpisah diantara permasalan-permasalahan yang muncul, sehingga tidak mencampur dua kondisi yang berbeda

6. Mensyukuri apa yang telah dimilikinya.
Kebahagiaan bukanlah terletak apa yang dimilikinya, mereka yang berpikir positif selalu mensyukuri apa yang telah mereka kerjakan saat ini. Hasil bukanlah perioritas bagi mereka. Setidaknya mereka telah melakukan yang terbaik dan mensyukuri apa yang telah menjadi miliknya.

Mereka yang berpikir positif:

  • Bahagia dan bersyukur dengan semua yang telah dimilikinya
  • Tidak tergantung pada pada materi
  • dapat melihat dunia dengan kacamata yang berbeda

7. Menjauhi gosip.
Gosip membuat akan membuat seseorang bersikap tidak objektif ketika menghadapi konflik. Orang bersikap positif dapat memisahkan antara konflik dan sikap yang tidak pada tempatnya. Penilaian terhadap masalah menjadi lebih jernih tanpa mencampuri sugesti orang lain.

Mereka yang berpikir positif:

  • Mempunyai prinsip-prinsip yang kuat dan alasan yang kuat
  • Peduli terhadap orang lain bukan berarti ingin mencampuri masalah orang lain
  • Menganggap gosip sebagai pemborosan waktu dan tidak bermanfaat pada dirinya

8. Fokus pada pemecahan masalah
Orang berpikir positif tidak akan membiarkan pikirannya secara terus menerus diisi oleh hal-hal negatif. Kegagalan tidak membuatnya berhenti dalam melakukan suatu hal, apalagi mencari alasan yang digunakan sebagai penyebab kegagalan. Ia tidak akan  mencari kambing hitam dari kesalahan yang dibuat.

Mereka yang berpikir positif:

  • Responsive terhadap permasalhan yang ada
  • Melibatkan diri bukan menjauhinya
  • Inisiatif dan inovatif terhadap permasalahan dan konflik

9. Menggunakan bahasa positif
Artinya orang berpikir positif selalu menggunakan bahasa yang positif pula sebagai motor penggerak motivasi. Dapat membangkitkan semangat untuk dirinya dan orang lain dan menggunakan bahasa yang optimis.

Mereka yang berpikir positif:

  • Menggunakan bahasa positif dan jujur
  • Menggunakan waktunya untuk self statement untuk mendukung sikap dan perilaku positif

10. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Mereka adalah orang-orang yang hidup dengan menggunakan secara keseluruhan anggota tubuhnya untuk mengekpresikan semangat, antusias dan persahabatan dengan orang lain. Ia selalu dapat tersenyum dan berbicara dengan intonasi yang teratur dan tepat sehingga orang-orang disekitarnya dapat merasa nyaman

Mereka yang berpikir positif:

  • Energik
  • Antusias
  • Sikap tubuh mendukung setiap gerakan atau perilaku

11. Penerimaan diri
Orang berpikir positif tidak menjadi tubuhnya sebagai penghalang aktivitas mereka. Mereka menerima bentuk secara fisik mereka dalam keadaan apapun. Mereka peduli dengan penampilan rapi yang dapat menambah rasa percaya diri dan selalu berusaha tampil sebaiknya.

Mereka yang berpikir positif:

  • Menerima dirinya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya
  • Penuh percaya diri
  • Merasa mampu terhadap kemampuan yang dimilikinya

12. Introspeksi diri
Melihat permasalahan terfokus pada dirinya, tidak menyalahlan orang lain ataupun mencari penyebab di luar masalah. Kekurangan yang dimiliki memacu dirinya untuk berbuat lebih baik lagi, memaafkan dirinya yang telah melakukan kesalahan dan selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk dirinya dan orang lain

Mereka yang berpikir positif:

  • Dapat memaafkan dirinya terhadap kesalahan yang telah diperbuatnya
  • Menjadikan kesalahan sebagai acuan untuk menjadi lebih baik lagi.

 

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Post Traumatic Stress Disorder

08 Sep 2013 pikirdong

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga…

Beberapa Jalan Menetaskan Ide-ide Kreatif Perspektif Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini akan menunjukkan proses-proses terjadinya kreativitas dalam perspektif Psikologi Islami. Perspektif psikologi Islami mempercayai…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Menjadi Diri Anda Sendiri

16 Mar 2007 Sayed Muhammad

Tulisan artikel ini dimulai ketika secara tidak sengaja saya menemukan tulisan Guru Bahasa Inggris ketika…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Agenda Sosial Pikirdong

03 Sep 2013 pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi…

Veyourisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Voyeurisms atau veyourisme merupakan perilaku penyimpangan seksual dengan cara mengintip orang lain yang sedang mengganti…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Schizotypal Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizotipal (schizotypal personality disorder) adalah suatu kondisi gangguan serius dimana individu hampir tidak…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014