DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Bila Pacar Mengajak Berhubungan Seks?

Ketika memasuki masa remaja, kebanyakan remaja mulai memiliki perasaan cinta dan dorongan seksual. Diantara mereka mulai membayangkan menyentuh atau disentuh seseorang secara seksual. Perasaan-perasaan tersebut dapat berkembang hingga munculnya dorongan dan pemikiran untuk mewujudkannya dalam tindakan nyata.

Untuk mewujudkan dorongan tersebut salah satunya adalah dengan pacaran. Pada awalnya pacaran merupakan “salah satu cara” yang digunakan untuk memenuhi rasa ingin tahu remaja tentang seks. Seiring dengan perkembangan jaman, pacaran sebagai salah satu ajang remaja untuk bergaul dan mengenal tentang seks dengan cara mereka sendiri. Dalam bergaul, para remaja sengaja mencipatakan istilah-istilah bagi teman-teman yang tidak mempunyai pacar; jomblo adalah contohnya. Agar stigma tersebut tidak melekat pada dirinya maka remaja kadang justru terpaksa untuk berpacaran walaupun ia sebenarnya tidak menyukainya.

prewedding

  Photo by : Zhang Ray ©2013. Property of Prewedding Daniel-Nita. Contributed by Daniel Septian

Pacaran telah memberikan keleluasan pada remaja untuk mengekspresikan cinta secara salah, hampir semua remaja melakukan aktivitas pacaran dengan menghabiskan waktunya untuk bersama pacarnya, kebanyakan waktu yang terpakai adalah dengan aktivitas seksual.  Pada awalnya aktivitas tersebut berupa berpegangan tangan, ciuman, meraba, berpelukan, sampai pada tahap petting. Bagi mereka ini adalah suatu “pembelajaran” untuk mengenal perasaan dan kenikmatan seksual (yang salah).

Dalam berpacaran, beberapa remaja masih menjaga agar hubungan tersebut tidak terlalu jauh pada tingkat hubungan seksual, karena pelbagai pertimbangan, seperti takut hamil. Namun, ketika dorongan-dorongan terus memuncak, sampailah pada tahap intercourse. Seks bebas inilah yang menjadikan mereka seperti kehilangan arah dan kendali terhadap dorongan seksual sehingga menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat.  Perilaku menyimpang ini tidak hanya meresahkan masyarakat di Amerika, tingkat kehamilan pada remaja dan bahkan kematian yang diakibatkan aborsi masih cukup tinggi terjadi di negeri Paman Sam. Laporan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menyebutkan bahwa di sana terjadi 435.000 remaja (15-19 tahun) hamil atau melahirkan, data (2009) itu meningkat pesat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Perilaku seks bebas sebelum menikah ini pun sudah menjalar pada generasi muda kita, pacaran merupakan salah satu aktivitas penyebabnya.

Beberapa alasan remaja melakukan seks sebelum menikah;

1. Takut diputusin pacar.  
Perasaan keterikatan dengan pacar membuat hubungan semakin lengket sementara dorongan seksual pada masa remaja yang tinggi membuat mereka terjebak untuk melakukan hubungan seks sebelum menikah. Takut akan diputusi oleh pacarnya menimbulkan perasaan “rela” melakukan hubungan seksual selama pacar tidak meninggalkannya.

Sebenarnya; Kalau pacar sayang dengan kita, tentunya dia akan menjaga kehormatan kamu. Ia tidak akan mengajak kamu untuk melakukan hubungan seks, apalagi akibat dari hubungan tersebut jelas cewek sangat dirugikan. Misalnya saja kamu hamil, bisa saja pacar kamu tidak akan bertanggungjawab. Bila pacar kamu ngotot mengajak melakukan hal itu, kamu bisa putusin aja, toh masih banyak cowok lain lebih baik yang bisa kamu dapatkan. Kenapa mesti takut?

2. Rasa ingin tahu tentang seks.  
Punya pacar dianggap paling tepat untuk mengetahui tentang seks, malu bertanya pada orangtua atau guru membuat remaja mencari tahu sendiri dengan aktivitas seksual bersama pacarnya sendiri. Rasa ingin tahu juga telah mendorong remaja terjebak dalam perilaku seksual.

Sebenarnya; Pacar juga tidak tahu banyak mengenai seks, umurnya juga tidak terlalu jauh dibanding kamu, masih sama-sama remaja, nah ada baiknya kamu bertanya langsung pada orangtua, guru, atau lembaga-lembaga yang berkaitan langsung dengan remaja. Membaca juga merupakan salah satu cara untuk mendapatkan jawab-jawaban mengenai hal-hal yang ingin kamu ketahui.

3. Orang lain melakukannya juga.  
Seks bebas juga merupakan salah satu trend yang sengaja diciptakan dikalangan remaja. Sering kita dengar, Budi juga melakukannya, Hani juga melakukannya, kenapa aku nggak? Pemikiran seperti ini membuat remaja beranggapan bahwa seks bebas adalah sah-sah saja dan dilakukan oleh semua orang. Prinsip yang salah ini juga didapatkan dari pelbagai informasi yang tidak tepat, misalnya liputan berita atau wawancara dengan pelaku yang disiarkan oleh televisi. Opini publik yang tidak seimbang membuat remaja semakin kehilangan arah.

 Sebenarnya; Kenapa mesti ikut-ikutan dengan orang lain? Kebanyakan kita mengikuti orang lain karena kita tidak tahu hal yang sebenarnya, semakin banyak pengetahuan kamu tentang sesuatu hal maka semakin kuat pula prinsip-prinsip yang kamu punyai. Jadi, biarpun orang bilang apa, yang penting kamu lebih tahu tentang dampak-dampak dari perilaku seks bebas.

4. Hubungan seks itu menyenangkan.  
Seks memang memberikan kenyamanan dan menyenangkan, banyak remaja pada awalnya melakukan ciuman dalam pacaran, tapi kemudian menjadi keterusan hingga melakukan hubungan seks. Seks sifatnya adiktif, bila tanpa self control yang baik maka akan terus dieksploitasi secara salah dan tidak tepat

 Setiap orang pasti mampu untuk mengendalikan dorongan seks, selama orang itu memiliki iman dan prinsip yang benar pula. Dorongan seksual sebenarnya dapat dialihkan koq dengan kegiatan positif, olahraga misalkan. Bila seks terus dieksploitasi dimasa muda, ntar gimana masa tua?

5. Suka sama suka.  
Alasan yang paling sering digunakan remaja untuk melakukan hubungan seks adalah rasa suka. Waktu yang dihabiskan bersama pacar yang lebih lama membuat kedua pasangan remaja akan lebih menyukai pasangannya. Hal inilah yang membuat remaja menjadikannya sebagai salah satu alasan.

 Menyukai pacar bukan berarti harus melakukannya dengan hubungan seks. Keterdekatan dengan pacar tidak melulu diartikan sebagai cara untuk akrab dengan pacar. Kadang pacar mencoba mengajak kamu untuk melakukan hubungan seks dengan mengatakan bahwa hubungan seks hal itu tidak apa-apa, biarpun kamu menyukai pacar kamu bukan berarti boleh melakukan hubungan seks dengannya, bagaimana bila kamu hamil nantinya?

6. Takut dianggap “kuper”  
Di dalam bergaul remaja menjadikan masalah seks sebagai pembicaraan yang menarik. Bagi mereka seks bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan. Kekurangan pengetahuan tentang pengalaman seks dianggap sebagai hal yang kuper (kurang pergaulan).

Berhubungan seks dengan pacar bukan berarti kita telah gaul atau tidak dianggap kuper lagi, justru semakin banyak pengetahuan kita tentang dampak-dampak dari hubungan seks bebas itulah menjadikan kita makin pinter memilih mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang buruk untuk ditinggalkan. Tanyakanlah pada dirimu sendiri, sejauh mana pengetahuan kamu tentang AIDS? Apa itu Papiloma Virus? Apa itu penyakit akibat hubungan seks? Duh ternyata pengetahuan kita masih kurang!

7. Karena uang atau fasilitas.   
Banyak remaja ingin mendapatkan uang atau fasilitas tertentu dengan cara-cara mudah, cepat, tanpa membutuhkan keahlian tertentu dan tidak melelahkan dengan cara berhubungan seks dengan orang dewasa. Beberapa diantaranya kadang hanya ingin mengetahui atau merasakan suatu fasilitas yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Misalnya saja ingin merasakan menginap di hotel berbintang, apartemen mewah, mobil mewah dan sebagainya.  Masyarakat secara awam menyamakan perilaku remaja ini dalam bentuk prostitusi remaja. Bagaimanapun pelakunya mengharapkan imbalan dari hubungan seks yang dilakukannya. Sebenarnya perilaku remaja ini digolongkan dalam bagian dari kenakalan remaja (juvenile delinquent).

 Kalau pengen ngerasain punya fasilitas seperti kenapa mesti mau di ajak sama om-om? Fasilitas seperti itu nantinya bisa kamu dapatkan koq! Tentunya dengan belajar keras, bila kamu sudah lulus kamu bisa bekerja dan mengumpulkan uang untuk mendapatkan fasilitas yang kamu mau. Om itu juga bisa punya anak sebaya kamu, bisa jadi dia itu juga teman kamu, siapa duga sih? Nah lho!

8. Ingin membuktikan kemampuan fungsi seksualnya  
Pada masa remaja rasa ingin tahu sangatlah besar termasuk di dalam perilaku seksual, yakni ingin membuktikan kemampuan seksualnya. Caranya adalah dengan mencoba pada pacar sendiri yang dianggap tidak perlu takut atau malu lagi untuk mengungkapkan keinginannya tersebut.

 Bila sudah memasuki remaja maka secara otomatis alat seksual kamu mulai bekerja dan mulai berfungsi selayaknya orang dewasa. Jadi kamu nggak perlu takut bahwa alat genital kamu tidak atau belum berfungsi. Nah, biasanya nih bagi mereka yang coba-coba dengan ketidaksiapan mental, bisa jadi acara membuktikan kemampuan seksual kamu malah gagal karena rasa takut itu!

Informasi dan konsultasi remaja yang dapat dihubungi di Indonesia;

BANDUNG

MITRA CITRA REMAJA
PERKUMPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA

JL. Haruman No. 17 Bandung 40262 Indonesia
Telp. 022-7316592 – Hotline. 022-7304117

email. mcrpkbi@indosat.net.id

Pikirdong membutuhkan pelbagai lembaga informasi dan layanan masyarakat, konseling dan terapi, biro psikologi dan sebagainya. Bila Anda membantu memberikan informasi tersebut kepada kami, berarti Anda telah menolong jutaan orang yang membutuhkan bantuan. Kirimkan informasi selengkapnya ke email kami info@pikirdong.org

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

1 comment

  1. Luneta Reply

    Kalo konsultasi bisa via wa aja gak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Deteksi Secara Dini Gangguan Autis

05 Sep 2013 pikirdong

Beberapa anak dengan gangguan autis telah menunjukkan beberapa tanda-tanda adanya gangguan tersebut sejak awal masa…

Wanita Lebih Mudah Stres?

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Menurut Georgia Witkin dalam bukunya The Female Stress Syndrome (1991), wanita memiliki penyebab stres yang…

Hospice: Tempat Perawatan Orang yang Hampir Meninggal

03 Sep 2013 Sayed Muhammad

Beberapa tahun lalu, tetangga saya mengidap kanker payudara, setelah melakukan operasi di tanah air sebelumnya,…

Kenakalan Remaja

10 Sep 2013 pikirdong

Bila kita menemukan kata “kenakalan remaja” maka terlintas dalam benak kita, apakah ada yang disebut…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Tanpa Pacar Bikin Bete?

09 Sep 2013 pikirdong

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan kondisi hidup sendiri tanpa pacar disamping. Mereka menciptakan momok…

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

Berbagi Berbuah Nikmat

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah mendengar kisah ‘Sepotong Roti’ dari Ustadz Yusuf Mansur? Jika belum, ceritanya begini: Alkisah, ada…

Episode Depresi

06 Sep 2013 pikirdong

Episode depresi digolongkan pada rentang waktu kemunculan depresi yang relatif singkat, pada umumnya penderita episode…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Menghentikan Ketergantungan pada Alkohol

12 Sep 2013 pikirdong

Beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada alkohol:    Hanya diri Anda…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014