Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Ciri Iklan Bombastis

Banyak sekali iklan di sekeliling kita, iklan-iklan tersebut dapat kita temukan di pinggir jalan, toko, atau bahkan iklan yang melekat pada (baju) orang-orang yang lalu lalang di sekitar kita. Hampir setiap sudut kota yang kita lalui tidak akan terlepas dari pesan-pesan komersial.

Dalam menyampaikan pesan produk, pihak produsen lebih memilih siaran televisi sebagai media dipakai untuk ajang promosi, televisi dianggap lebih efektif dan merupakan media yang dapat menjangkau sasaran yang lebih luas dalam waktu yang relatif singkat.

Produk yang diiklankan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, bagi masyarakat iklan sifatnya informatif, bagi mereka beberapa iklan memang ditunggu karena kebutuhannya. Misalnya saja iklan obat-obatan, barang-barang elektronika, pelayanan jasa dan sebagainya.

Namun, tidak kesemua iklan-iklan tersebut mempunyai pesan positif, beberapa diantara iklan tersebut justru memberikan pendidikan yang tidak baik dan cenderung merusak. Di Amerika, iklan-iklan yang tidak tepat atau tidak sesuai dengan kegunaan produk maka pihak produsen dapat diperkarakan secara hukum. Bahkan bila kita tidak menyukai iklan tersebut atau merasa terganggu karenanya dapat mengadu ke lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang mengkampanyekan anti iklan-iklan negatif.

Bagaimana dengan di Indonesia? Mungkin kita perlu berhati-hati dengan produk atau pelayanan jasa yang diberikan oleh suatu instansi, perusahaan atau lembaga tertentu, kita tidak bisa sembarang memberikan kritik, saran atau keluhan secara bebas bila produk atau jasa yang diberikan tidak sesuai dengan iklan, lebelisasi, atau promosi ke khalayak umum. Perlindungan konsumen di Indonesia pun tidak terjamin, sangat sulit dan jarang sekali dimana konsumen dapat memenangkan sebuat tuntutan hukum karena dirugikan oleh pihak produsen.

Kasus sengketa antara Prita Mulyasari dan Rumah Sakit Omni, memberikan pelajaran penting buat kita semua, tidak sekedar pencemaran nama baik, pelanggaran kode etik atau kaidah norma-norma yang berlaku dalam berinternet.
Dalam kasus tersebut ada “sesuatu” yang terasa kurang di dalam perlindungan konsumen, “sesuatu” itu berupa sebuah wadah yang dapat menampung semua aspirasi konsumen yang merasa dirugikan, tentunya dilanjutkan dengan tindakan-tindakan yang tepat untuk mencegah “penipuan” yang lebih meluas.

Mengingat agar tidak terulang lagi kasus yang serupa, tentunya kita mengharapkan adanya undang-undang yang melindungi konsumen yang lebih jelas dalam implimentasinya jika hanya dibandingkan dalam bentuk wacana saja. Dengan kondisi dan situasi sosial yang tidak mendukung konsumen, maka diperlukan cara-cara cerdas untuk memberikan informasi yang tepat kepada konsumen.

Banyak iklan-iklan tesebut berupaya meyakinkan konsumen bahwa produknya merupakan yang terbaik diantara beberapa produk massa yang ada. Terlepas apakah produk tersebut dapat bermanfaat dan benar adanya seperti iklan yang mereka sampaikan —selaku pengguna dan pemakai maka kita perlu bersikap hati-hati agar tidak terbujuk oleh propaganda bombastis iklan-iklan.

Inilah ciri-ciri iklan yang sifatnya bombastis, berkecenderungan menipu konsumen, menggunakan kata-kata di bawah ini:

1) Satu-satunya, hanya, luar biasa, tercanggih, rahasia, nomor satu
Kata-kata tersebut dapat ditemukan pada baris kalimat seperti:

“Kamilah satu-satunya produk yang dapat…”
“…merupakan produk tercanggih…”
“… produk nomor satu di dunia”

Banyak produsen mengklaim produknya sebagai produk nomor satu dunia, kenyataan yang sebenarnya adalah bahwa produknya merupakan produk yang dikenal orang, tapi hal ini tidak menunjukkan bahwa produk tersebut sebagai nomor wahid di dunia. Pernahkah Anda melihat sebuah iklan dimana produk tersebut mengklaim dirinya sebagai nomor 2 di dunia?

Pernah dengar bagaimana sebuah produk mengklaim sebagai produk rahasia turun-temurun? Apa yang menjadi rahasia? Apa artinya rahasia bila semua orang tahu? Lucu bukan?

2) Menggunakan angka-angka seperti; 100%

Pada awalnya angka yang dimulai dari 90% sampai dengan 99% jarang ditemukan atau dimasukan ke dalam iklan, namun semakin cerdasnya orang maka angka tersebut perlu dimunculkan untuk menggantikan angka sempurna, semakin banyak orang mengerti akan tingkat kemungkinan (probability) maka semakin tahu bahwa angka 100% adalah angka mustahil yang dapat diraih dengan mengesampingkan error sampling.

3) Cara mudah, lebih singkat, tidak perlu bersusah payah, revolusioner

Sebuah iklan dengan menggunakan kata-kata “cara mudah” artinya bahwa sesuatu itu dapat diperoleh secara instant, mudah, tidak perlu bersusah payah, praktis. Iklan ini mengajarkan bahwa sesuatu itu dapat diperoleh dengan satu-satunya cara yang dapat ditempuh (tentunya dengan cara mudah) tanpa perlu bekerja keras. Padahal segala sesuatunya tidak ada yang dapat diperoleh dengan waktu singkat atau dengan cara mudah. IKlan bombastis ini sering ditemukan pada iklan produk pelangsing tubuh.

4) Bandingkan

Pembuat iklan berusaha untuk menarik perhatian konsumen dengan cara membandingkan produknya dengan produk siluman, artinya sebuah produk lain sebagai pembanding yang menjadi saingannya. Tentunya dalam iklan tersebut sudah dapat dipastikan bahwa hanya produk tersebutlah yang terbaik. Persaingan iklan ini dapat dilihat secara jelas pada televisi di Amerika terutama persaingan antara Pepsi dan Coca-cola di tahun 1990an.

Di Indonesia persaingan iklan terlihat jelas pada sabun cuci, hanya saja gambar produk pembanding dikaburkan atau diberi tanda produk X. Undang-undang persaingan usaha membatasi persaingan untuk saling menjatuhkan atau menjelekkan produk yang lain.

Beberapa produk lainnya berusaha menciptakan sebuah perbandingan semu, dimana adanya perbedaan nyata bila menggunakan produk yang diiklankan dibandingkan tidak memakai produk tersebut, iklan perawatan rambut hampir semua menggunakan cara seperti ini.

5) Terpercaya

Banyak iklan mengklaim dirinya sebagai salah satu produk terpercaya, lebelisasi juga berlanjut di produk tersebut. Sebenarnya bagaimana disebut sebagai produk yang dipercaya oleh masyarakat?

Sebuah broadband terpercaya adalah sebuah produk dimana pihak produsen akan selalu memperhatikan akan kepuasaan konsumen, oleh karena itu maka sebuah produk terpercaya;
1) mempunyai kontak informasi 24 jam
2) memperhatikan keluhan konsumen dari setiap media, dan memberikan respon positif
3) mengganti kerugian konsumen bila ada konsumen merasa dirugikan
4) menarik produksi bila ditemukan adanya kerusakan atau cacat produksi disertai mengganti kerugian konsumen. (masih ingat bagaimana Opel menarik kendaraannya 70.000 unit di pasaran Eropa beberapa tahun lalu karena adanya kesalahan produksi kecil pada pengisian BBM?)
5) melakukan survei akan kepuasan konsumen secara berkala
6) terbuka, tidak menggunakan bahan-bahan yang dapat membahayakan atau merugikan konsumen dalam proses produksinya

[ew_style_box stype=”red”]Candu dengan Iklan?
Apakah Anda seorang pecandu iklan atau tergila-gila dengan sebuah merek dagang? Cobalah beli sebuah kaos dengan logo favorit Anda lalu carilah baju kaos tanpa logo apa pun, bandingkan harganya! Catatlah apa saja keuntungan yang Anda peroleh dengan tempelan logo tersebut. Tahukah Anda? Itulah iklan yang tak dibayar perusahaan logo bermerek kepada Anda, setidaknya Anda telah menjadi alat kampanye mereka![/ew_style_box]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 pikirdong

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014