TwitterFacebookGoogle+

Dependent Personality Disorder

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung pada orang lain hingga individu tersebut patuh dan terikat erat perilakunya dan takut akan terpisah dengan orang itu. Perilaku ketergantungan dan kepatuhan muncul dari perasaan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah tanpa bantuan orang lain.

Dinyatakan sebagai gangguan bila perilaku-perilaku tersebut menjadi menetap dan sangat mengganggu dan menimbulkan distres. Gangguan kepribadian dependen haruslah dipisahkan (diperhatikan) antara anak-anak dan orang dewasa, pada anak mungkin saja perilaku ini masih dalam tahap perkembangan.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam diagnosa ini adalah perbedaan antara individu yang tergantung dan gangguan kepribadian dependen, diganosa tidak boleh mengabaikan kondisi subjek yang dipengaruhi oleh budaya setempat atau harapan dan gender.

Individu dengan gangguan DPD merasa butuh pertolongan orang lain, mereka beranggapan bahwa sekelilingnya sangat tidak tidak bersahabat dengannya; pikiran-pikiran tersebut diciptakan sendiri. Mereka membutuhkan orang lain, teman dekat atau seseorang yang dapat membantunya dalam melakukan atau memberi dukungan secara langsung untuk mengerti dan memberikan arahan hal-hal yang perlu dilakukannya dengan demikian kecemasan yang dirasakannya dapat berkurang.

Individu dengan DPD terbatas pikiran negatif, persepsi dan hubungan interpersonal, sulit berpikir secara logis dan mereka cenderung untuk mempercayai segala sesuatunya berdasarkan pikirannya dan pengalamannya sendiri.

FAKTOR PENYEBAB

Gangguan kepribadian ini dimulai di awal masa dewasa. Pada dasarnya perilaku ketergantungan adalah hal yang lumrah terjadi pada masa kanak-kanak, namun demikian ketika anak tumbuh menjadi dewasa, perilaku tersebut tidak menjadi hilang. Akibatnya, perilaku ketergantungan tersebut tetap ada sampai menjelang masa dewasa yang kemudian membentuk gangguan kepribadian dependen. Faktor penyebab lainnya adalah sakit berkepanjangan dan kecemasan yang muncul dari perpisahan dengan orangtua, atau orang lain yang sangat dicintainya pada masa kanak-kanak

[ew_style_box stype=”gray”]  Sekilas tentang:
Gangguan Kepribadian Dependen [/addbox] Gangguan kepribadian dependen bentuk gangguan kepribadian yang sifatnya menetap dengan ketergantungan pada orang lain

Gangguan kepribadian dependen pertama kalinya disebutkan oleh Karl Abraham, secara teknis tipe kepribadian ini muncul dalam buletin Departmen Pertahanan pada tahun 1945 yang selanjutnya disebutkan dalam Diagnostic and Statistical Manual (DSM) edisi pertama pada tahun 1952 (American Psychiatric Association, 1952).

Gangguan ini lebih banyak pada wanita dibandingkan pria, sekitar 0,5% populasi mengidap gangguan kepribadian dependen.

Komplikasi
Bila gangguan kepribadian dependen tidak segera ditangani maka beberapa kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi;
– Depresi
– Insomnia
– Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol
– Pelecehan fisik, emosi dan seksual
– Bunuh diri

Ciri-ciri
– Selalu meminta pendapat orang lain dalam mengambil keputusan
– Sulit memberikan pendapat yang berbeda dengan orang lain
– Selalu menunggu dukungan dari orang lain untuk memulai suatu pekerjaan
– Tidak merasa nyaman bila sendirian dan selalu membutuhkan teman untuk berpergian kemanapun.
– Kebingungan ketka memutuskan sesuatu hal yang penting dalam hidupnya dan membutuhkan orang lain untuk membimbingnya
– Khawatir bila orang-orang terdekatnya meninggalkannya suatu saat nanti [/ew_style_box]
SIMTOM

1) Kesulitan dalam membuat keputusan setiap harinya tanpa adanya nasehat dan dihibur oleh orang lain
2) Membutuhkan orang lain untuk memikul tanggungjawab pada sebagian besar dalam hidupnya
3) Takut untuk menunjukkan ekspresi ketidaksetujuan terhadap orang lain dikarenakan takut kehilangan support dan persetujuan dari orang tersebut (tidak termasuk ketakutan nyata untuk balas jasa orang lain)
4) Sulit melakukan suatu pekerjaan tertentu tanpa bantuan orang lain (disebabkan rendahnya rasa percaya diri, kurangnya motivasi dan energi)
5) Membutuhkan orang lain yang memberikan dukungan atau teman ketika berpergian atau melakukan suatu pekerjaan yang tidak disukainya.
6) Perasaan tidak nyaman karena adanya perasaan takut yang dibesar-besarkan bahwa dirinya tidak mampu untuk mandiri
7) Individu akan mencari teman baru yang peduli dan mendukungnya ketika hubungan dengan teman sebelumnya telah berakhir
8) Perasaan tidak realistis karena takut ditinggal oleh orang lain

TREATMENT

Individu dengan gangguan kepribadian DPD tidak dianjurkan untuk mendapatkan pengobatan medis farmakologi. Namun demikian, dokter akan menganjurkan pemakaian obat bila individu tersebut disertai gangguan kecemasan atau depresi. Penggunaan antidepressant dan benzodiazepines kadang memberikan kondisi yang baik pada individu. Beberapa jenis obat seperti imipramine (chlorpromazine) justru tidak memberikan hasil yang positif.

Dalam psikoterapi, treatment diberikan dengan tujuan agar individu dengan gangguan kepribadian dapat mencegah semakin memburuknya kondisi pasien, mengembalikan keseimbangan, mengurangi gejala-gejala yang muncul, mengembalikan kemampuan yang telah hilang, dan kemampuan adaptasi. Fokus utama dalam proses mengembalikan kemampuan adaptasi adalah individu mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

Psikoterapi dapat dianggap berhasil bila;
– Individu mampu mempunyai komitmen sendiri
– Menikmati hubungan keakraban dengan orang lain
– Mampu menjadi anggota team, tanpa perlu adanya persaingan
– Mampu memberikan opini sendiri kepada orang lain
– Penuh perhatian terhadap orang lain
– Mampu untuk memperbaiki dirinya dari kritikan

Group therapy
Terapi kelompok dianggap paling baik untuk menyembuhkan gangguan kepribadian DPD namun dalam beberapa kasus, beberapa individu membutuhkan waktu yang relatif lama. Dalam terapi ini hasil yang dapat diperoleh; individu lebih percaya diri, mampu berpendapat di tempat umum, dan dapat merasakan perasaan-perasaannya sendiri

Cognitive behavioral therapy
Cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran negatif dan mengembalikannya secara positif. Terapi ini juga diperkenalkan teknik relaksasi dan meditasi secara tepat. Terapi ini melatih individu mengontrol emosi negatif, melatih diri agar tidak tergantung pada orang lain dan pengambilan keputusan yang lebih konstruktif tanpa dipengaruhi oleh perasaan negatif.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Menarche

09 Sep 2013 pikirdong

Menarche merupakan tanda permulaan pemasakan seksual pada wanita yang terjadi kisaran usia 13 tahun atau…

Mencapai Puncak Prestasi dengan Meningkatkan Kualitas Tidur dan…

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam sejarah peradaban Islam dan peradaban Barat ada orang yang sangat brilian. Mereka adalah Ibnu…

Agama Dan Lingkungan: Menjadikan Agama Sebagai Dasar Pijakan…

10 Sep 2013 Herdiyan Maulana

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang” “Telah tampak kerusakan di bumi dan di laut…

Berbagi Berbuah Nikmat

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah mendengar kisah ‘Sepotong Roti’ dari Ustadz Yusuf Mansur? Jika belum, ceritanya begini: Alkisah, ada…

Melejitkan Moral-Spiritual Anak

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ada sejumlah langkah untuk melejitkan moral-spiritual anak, yaitu dengan meningkatkan stimulasi pendengaran, penglihatan dan perabaan…

Obsessive-compulsive Disorder (OCD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Mungkinkah Umat Islam Menjadi yang Terbaik?

29 Sep 2015 Fuad Nashori

Pengantar Ketika Samuel Huntington membuat tesis bahwa benturan peradaban (clash civilization) di masa yang akan datang…

Ciri-ciri Keluarga Bahagia

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Keluarga yang diidealkan setiap manusia adalah keluarga yang memiliki ciri-ciri mental sehat demikian: sakinah (perasaan…

Refleksi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini bertujuan untuk mengomentari sejumlah isu yang berkembang dalam pergumulan pengembangan wacana psikologi Islami.…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014