TwitterFacebookGoogle+

Depresi

Depresi adalah suatu kondisi medis-psikiatris yang menyatakan gangguan pola pikir dan perilaku yang maladaptif dan terus berulang. Kondisi ini menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Gangguan depresi termasuk dalam kategori diagnostik gangguan suasana perasaan (mood/afektif) yang sifatnya menetap.

stres-depresi

Picture contributor by Muhammad Taufiqul Hafizh – self portrait ©2013 

Menurut Phillip L. Rice (1992), depresi merupakan gangguan mood yang berkepanjangan yang mewarnai seluruh mental seseorang dalam berperilaku, perasaan dan kognitif (berpikir). Selain itu depresi juga mempengaruhi masalah dan kondisi perasaan seseorang yang mempengaruhi kepribadiannya sehingga individu mudah marah, cepat sedih, melamun, menyalahkan diri sendiri dan cepat merasa putus asa. Pada umumnya mood yang secara dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan.

Depresi biasanya terjadi saat stres yang dialami oleh seseorang tidak kunjung reda, dan depresi yang dialami berkorelasi dengan kejadian dramatis yang baru saja terjadi atau menimpa seseorang. Akumulasi stressor yang terus menumpuk dan yang tidak terselesaikan disinyalir sebagai pemicu munculnya depresi. Secara karakteristik diagnosa stres yang berkepanjangan sekurang-kurangnya sampai 1 tahun atau lebih (pada anak-anak dan remaja 1 tahun) maka baru dapat digolongkan sebagai gangguan depresi berat.

Menurut APA (Association Psychologist America) dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM IV) menyebutkan bahwa kemunculan awal yang kuat dari depresi ditandai dengan adanya perubahan mood dan kehilangan ketertarikan pada aktivitas menyenangkan yang biasa dilakukan oleh individu selama 2 minggu atau lebih (memasuki tahap depresi; Episode Depresif). Pada anak-anak dan orang dewasa menunjukkan rasa sedih mendalam, beberapa perubahan yang dikemudian hari ditunjukkan dengan adanya penurunan berat tubuh secara drastis, sulit tidur, psikomotorik melambat, kekurangan energi, perasaan bersalah, sulit berpikir dan berkonsentrasi, susah dalam pengambilan keputusan dan adanya keinginan atau percobaan bunuh diri.

Gejala umum

Gejala depresi dimulai adanya kemunculan pemicu stress (stressor) yang diawali dengan pelbagai perubahan perilaku awal. Manifestasi gangguan klinis biasanya ditunjukkan dengan ciri-ciri umum dibawah ini;
– Perasaan murung, sedih dan mudah marah (perasaan yang dapat berubah-ubah)
– Kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari
– Lesu, pesimis, sering menyalahkan diri sendiri
– Memikirkan hal-hal yang menyedihkan, suka mengeluh
– Apatis, dan kadang bersikap sarkastik (kasar)
– Mudah kaku dan tegang
– Menolak intervensi pengobatan
Gangguan nafsu makan
Gangguan pola tidur, sulit tidur
– Kehilangan energi dan penurunan psikomotorik
Penurunan dorongan seksual
– Adanya keinginan untuk bunuh diri (Tentamina Suicidum)
– Pandangan masa depan yang suram (pesimistik)
– Konsentrasi dan perhatian berkurang

Teori psikoanalisa menginterpretasikan depresi sebagai reaksi terhadap kehilangan, orang yang mengalami depresi bereaksi secara kuat pada situasi sekarang mengembalikan semua ketakutan dan kehilangan yang pernah terjadi pada masa kanak-kanak dengan alasan bahwa kebutuhan individu akan kasih sayang orangtua dan perhatian yang tidak terpuaskan. Suatu kehilangan (dapat berupa; penolakan orang yang dicintai, kehilangan status, kehilangan dukungan moral dari lingkungan atau teman) pada kehidupan selanjutnya menyebabkan individu tersebut mundur ketidakberdayaan (White dan Watt, 1981)

Depresi kadang juga disebut sebagai mood disorder, depresi dapat membuat seseorang rasa kehilangan percaya diri, luapan emosi amarah yang meledak-ledak, berkurangnya rasa senang pada pekerjaan yang biasa dilakukannya dan penurunan gairah seksual secara drastis.

Depresi pada orang dewasa berbeda dengan depresi yang dialami oleh anak-anak, biasanya pada anak-anak dapat diketahui dengan terjadinya penurunan prestasi di sekolah, penurunan aktivitas sehari-hari dengan mengurung diri di kamarnya dan gangguan tidur.

Dasar umum gangguan ini secara pasti tidak diketahui. Penyebabnya dapat merupakan interaksi anatara faktor biologis, faktor genetik dan faktor psikososial. Secara medis-kedokteran kelainan metabolit amin biogenik seperti 5-hydroxyindoleacetic acid (5 HIAA), homovanillic acid (HVA), 3-metoksi-4-hidroksifenilglikol (MHPG) dalam darah, urin dan cairan serebrospinal dilaporkan ditemukan pada pasien. Ketiga faktor tersebut mempunyai peranan penting kausatif kemunculan gangguan mood

Depresi dibagi beberapa tipe;

(1) Depresi Berat  – Pada depresi berat paling tidak terdapat 5 simtom (gejala) lebih (lihat halaman sebelumnya) dalam waktu minimal 2 minggu yang berkelanjutan sampai 6 bulan atau 1 tahun sesudahnya. Depresi ringan biasanya terdiri dari 2 sampai 4 gejala yang ada dan waktunya hanya berkisar dalam 2 minggu saja. Selengkapnya
(2) Dysthymia — Gejalan depresi yang berkepanjangan diatas 2 tahun lebih.
(3) Atypical depression — depresi yang tidak terdefinisi dari gejala-gejala depresi secara umum yang ada, seperti kemunculan halusinasi dan delusi.

 

Gangguan Bipolar

Sebagian besar depresi yang terjadi tanpa periode mania (luapan emosi secara berlebihan). Setengah dari penderita depresi (mood disorder) mengalami gangguan bipolar, dimana penderita berselang-seling antara depresi dan mood normal atau antara elasi ektrim dan mood normal. Perubahan siklus antara episode depresif dan epsiode manik bergantian secara cepat atau sebaliknya, kondisi disebut dengan gangguan (depresi) bipolar atau dikenal juga dengan istilah manik depresif.

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta…” (QS. Thaahaa, 20:124)

 

Pada episode manik, individu berkelakuan berlawanan dengan simtom-simtom depresi yang tampak, selama episode ini penderita terlihat energik, antusias, penuh percaya diri, berbicara terus menerus, berpindah-pindah dari suatu aktivitas ke aktivitas lain, atau membuat perencanaan dengan sedikit pertimbangan. Sementara pada penderita episode manik parah ditandai dengan perilaku seperti berjalan secara terus menerus (bolak-balik), bernyanyi, berteriak, memukul dinding atau secara terus menerus melakukan aktivitas dari suatu pekerjaan ke yang lainnya.

Episode Manik

1) Hipomania
Gangguan lebih ringan dari mania, afeksi yang meninggi atau berubah disertai dengan peningkatan aktivitas menetap dan memberi pengaruh nyata terhadap pekerjaannya dalam beberapa hari berturut-turut atau menetap melebihi siklotimia [1] 2) Mania
Episode ini berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu. Pada episde ini terjadi perubahan afeksi dan peningkatan energi berlebihan sehingga mengacaukan seluruh atau hampir keseluruhan pekerjaannya atau aktivitas sosial yang sering dilakukan individu. Pada tahap ini mulai terjadi kesulitan dalam tidur, percepatan psikomotorik, bicara terlalu banyak, terlalu optimistik.
3) Mania dengan gejala psikotik
Secara klinis terdiri dari gejala berat daripada mania, timbulnya gagasan waham dan halusinasi sesuai dengan afek tersebut. Harga diri membumbung dan ditandai dengan kemunculan waham kebesaran (delusion of persecution)

Neurotransmiter

Di dalam tubuh, secara biokimiawi, neurotransmiter (diantaranya; norepinephrine, serotonin, acetylchlorine, dopamine, dan gamma-aminobutryric acid (GABA)) bertanggungjawab terhadap pengaturan mood. Serotonin dan norepinephrine memiliki peranan penting dalam meregulasi perilaku emosi (sistem limbik dan hipotalamus). Pada penderita depresi ditemukan bahwa kadar neurotransmiter dalam jumlah lebih rendah atau melebihi dibandingkan pada orang normal. Setelah melalui penelitian yang panjang, beberapa ahli berkesimpulan bahwa kekurangan salah satu dari kedua neurotransmiter dapat memberi pengaruh kemunculan depresi.

Beberapa jenis obat menjadi standar dari FDA (Food and Drug Administration) [2] Amerika untuk mengobati depresi menggunakan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) diantaranya adalah Adapin, Anafranil, Asedin, Aventyl, Celexa, Cymbalta, Desyrel, Effexor, Elavil, Endep, Imipramine, Lexapro, Luvox, Norpramin, Paxil, Prozac, Sarafem, Sinequan, Wellbutrin, Zoloft, dan sebagainya. Obat-obatan tersebut bekerja melindungi serotonin dan norepinephrine dari enzim-enzim yang dapat merusaknya, obat jenis Inhibitor Monoamin Oksidase (MAO) juga menjaga kedua neurotransmiter agar tetap seimbang sementara antidepresan trisiklik mencegah kedua neurotransmiter tidak kembali ke tempat awal dimana dilepaskan (reuptake).

 

__

[1] Siklotimia adalah gangguan afeksi yang menetap yang ditandai dengan ketidakstabilan dari suasana perasaan-perasaan yang meliputi banyak periode depresi ringan yang tidak cukup parah.

[2] Pada tahun 1992 FDA melaporkan bahwa 28.600 orang terkomplikasi akibat penggunaan obat depresi yang tidak sesuai dari ketentuan FDA dan 1.700 orang dilaporkan meninggal akibat penggunaan obat-obatan anti depresi yang tidak sesuai.

Disclaimer:
Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter.

 

Menghindari kemunculan depresi

1) Usahakanlah untuk tetap tidur
2) Makan teratur dan bergizi
3) Olahraga teratur
4) Hindari penggunaan alkohol, ganja dan narkoba sejenisnya
5) Bila merasa tidak nyaman, munculnya rasa cemas, lakukan pekerjaan-pekerjaan yang sangat Anda sukai
6) Vitamin terpenuhi terutama vitamin B9 (folate)
7) Penuhi asam lemak yang terdapat pada ikan tuna, salmon atau mackerel
8) Relaksasi yang cukup
9) Dekatkan diri Anda pada Tuhan akan memberikan rasa nyaman
10) Habiskan waktu bersama keluarga
11) Sayur-sayuran dianggap dapat menghindari atau menghilangkan depresi ringan

Anda harus melakukan terapi atau perawatan dokter/psikolog/terapis/konselor bila:

1) Mulai mendengarkan suara-suara aneh yang sebenarnya tidak ada
2) Menangis tanpa sebab yang jelas
3) Anda merasa depresi mulai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari dalam pekerjaan
4) Anda mempunyai lebih dari 3 simtom yang ada (lihat halaman sebelumnya)
5) Bila Anda dalam perawatan medis tertentu, mulai merasakan bahwa perawatan tersebut membuat Anda merasa depresi, silahkan konsultasi dengan dokter Anda mengenai perasaan tersebut
6) Anda mulai ketergantungan pada alkohol
7) Anda mulai tidak dapat mengendalikan pikiran-pikiran negatif menjelang Anda tidur

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Kematangan Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Young (1950) dalam bukunya Emotion in Man and Animal memberi pengertian bahwa kemasakan emosi adalah…

5 Fakta Fantasi Seks Pria

09 Sep 2013 pikirdong

Apa yang dipikirkan pria bila membaca kata “seks”? Apa yang dibayangkan oleh pria bila menemukan…

Sindrom Menstruasi (PMS)

10 Sep 2013 pikirdong

Menstruasi adalah peristiwa unik yang terjadi pada ovarium wanita, peristiwa ini terjadi karena tidak terjadinya…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Obsessive-compulsive Disorder (OCD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang…

Anorexia Nervosa

06 Sep 2013 pikirdong

Anoreksia nervosa (anorexia nervosa) diartikan sebagai sebagai suatu gangguan makan yang terutama menyerang wanita muda…

Heroin

12 Sep 2013 pikirdong

Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin dan kekuatannya dua kali lebih kuat dibandingkan morfin…

Developmental Milestones: Usia 3 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 3 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menangis ketika mengompol Mendekut bila merasa nyaman Tingkah laku Tersenyum bila ada orang…

Stress

08 Sep 2013 pikirdong

Seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, laju pertumbuhan yang semakin padat memicu munculnya stres.…

Eksibisionisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Eksibisionisme (exhibitionism atau sering disebut dengan istilah flashing) merupakan dorongan fantasi seksual secara terus-menerus…

Garis Besar Haluan Organisasi Asosiasi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Kongres II Asosiasi Psikologi Islami yang berlangsung di Unissula pada 4-5 Agustus 2007, berhasil…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014