Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Depresi

Depresi adalah suatu kondisi medis-psikiatris yang menyatakan gangguan pola pikir dan perilaku yang maladaptif dan terus berulang. Kondisi ini menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Gangguan depresi termasuk dalam kategori diagnostik gangguan suasana perasaan (mood/afektif) yang sifatnya menetap.

stres-depresi

[ew_style_box stype=”black”] Picture contributor by Muhammad Taufiqul Hafizh – self portrait ©2013  [/ew_style_box]

Menurut Phillip L. Rice (1992), depresi merupakan gangguan mood yang berkepanjangan yang mewarnai seluruh mental seseorang dalam berperilaku, perasaan dan kognitif (berpikir). Selain itu depresi juga mempengaruhi masalah dan kondisi perasaan seseorang yang mempengaruhi kepribadiannya sehingga individu mudah marah, cepat sedih, melamun, menyalahkan diri sendiri dan cepat merasa putus asa. Pada umumnya mood yang secara dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan.

Depresi biasanya terjadi saat stres yang dialami oleh seseorang tidak kunjung reda, dan depresi yang dialami berkorelasi dengan kejadian dramatis yang baru saja terjadi atau menimpa seseorang. Akumulasi stressor yang terus menumpuk dan yang tidak terselesaikan disinyalir sebagai pemicu munculnya depresi. Secara karakteristik diagnosa stres yang berkepanjangan sekurang-kurangnya sampai 1 tahun atau lebih (pada anak-anak dan remaja 1 tahun) maka baru dapat digolongkan sebagai gangguan depresi berat.

Menurut APA (Association Psychologist America) dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM IV) menyebutkan bahwa kemunculan awal yang kuat dari depresi ditandai dengan adanya perubahan mood dan kehilangan ketertarikan pada aktivitas menyenangkan yang biasa dilakukan oleh individu selama 2 minggu atau lebih (memasuki tahap depresi; Episode Depresif). Pada anak-anak dan orang dewasa menunjukkan rasa sedih mendalam, beberapa perubahan yang dikemudian hari ditunjukkan dengan adanya penurunan berat tubuh secara drastis, sulit tidur, psikomotorik melambat, kekurangan energi, perasaan bersalah, sulit berpikir dan berkonsentrasi, susah dalam pengambilan keputusan dan adanya keinginan atau percobaan bunuh diri.

Gejala umum

Gejala depresi dimulai adanya kemunculan pemicu stress (stressor) yang diawali dengan pelbagai perubahan perilaku awal. Manifestasi gangguan klinis biasanya ditunjukkan dengan ciri-ciri umum dibawah ini;
– Perasaan murung, sedih dan mudah marah (perasaan yang dapat berubah-ubah)
– Kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari
– Lesu, pesimis, sering menyalahkan diri sendiri
– Memikirkan hal-hal yang menyedihkan, suka mengeluh
– Apatis, dan kadang bersikap sarkastik (kasar)
– Mudah kaku dan tegang
– Menolak intervensi pengobatan
Gangguan nafsu makan
Gangguan pola tidur, sulit tidur
– Kehilangan energi dan penurunan psikomotorik
Penurunan dorongan seksual
– Adanya keinginan untuk bunuh diri (Tentamina Suicidum)
– Pandangan masa depan yang suram (pesimistik)
– Konsentrasi dan perhatian berkurang

Teori psikoanalisa menginterpretasikan depresi sebagai reaksi terhadap kehilangan, orang yang mengalami depresi bereaksi secara kuat pada situasi sekarang mengembalikan semua ketakutan dan kehilangan yang pernah terjadi pada masa kanak-kanak dengan alasan bahwa kebutuhan individu akan kasih sayang orangtua dan perhatian yang tidak terpuaskan. Suatu kehilangan (dapat berupa; penolakan orang yang dicintai, kehilangan status, kehilangan dukungan moral dari lingkungan atau teman) pada kehidupan selanjutnya menyebabkan individu tersebut mundur ketidakberdayaan (White dan Watt, 1981)

Depresi kadang juga disebut sebagai mood disorder, depresi dapat membuat seseorang rasa kehilangan percaya diri, luapan emosi amarah yang meledak-ledak, berkurangnya rasa senang pada pekerjaan yang biasa dilakukannya dan penurunan gairah seksual secara drastis.

Depresi pada orang dewasa berbeda dengan depresi yang dialami oleh anak-anak, biasanya pada anak-anak dapat diketahui dengan terjadinya penurunan prestasi di sekolah, penurunan aktivitas sehari-hari dengan mengurung diri di kamarnya dan gangguan tidur.

Dasar umum gangguan ini secara pasti tidak diketahui. Penyebabnya dapat merupakan interaksi anatara faktor biologis, faktor genetik dan faktor psikososial. Secara medis-kedokteran kelainan metabolit amin biogenik seperti 5-hydroxyindoleacetic acid (5 HIAA), homovanillic acid (HVA), 3-metoksi-4-hidroksifenilglikol (MHPG) dalam darah, urin dan cairan serebrospinal dilaporkan ditemukan pada pasien. Ketiga faktor tersebut mempunyai peranan penting kausatif kemunculan gangguan mood

Depresi dibagi beberapa tipe;

(1) Depresi Berat  – Pada depresi berat paling tidak terdapat 5 simtom (gejala) lebih (lihat halaman sebelumnya) dalam waktu minimal 2 minggu yang berkelanjutan sampai 6 bulan atau 1 tahun sesudahnya. Depresi ringan biasanya terdiri dari 2 sampai 4 gejala yang ada dan waktunya hanya berkisar dalam 2 minggu saja. Selengkapnya
(2) Dysthymia — Gejalan depresi yang berkepanjangan diatas 2 tahun lebih.
(3) Atypical depression — depresi yang tidak terdefinisi dari gejala-gejala depresi secara umum yang ada, seperti kemunculan halusinasi dan delusi.

 

Gangguan Bipolar

Sebagian besar depresi yang terjadi tanpa periode mania (luapan emosi secara berlebihan). Setengah dari penderita depresi (mood disorder) mengalami gangguan bipolar, dimana penderita berselang-seling antara depresi dan mood normal atau antara elasi ektrim dan mood normal. Perubahan siklus antara episode depresif dan epsiode manik bergantian secara cepat atau sebaliknya, kondisi disebut dengan gangguan (depresi) bipolar atau dikenal juga dengan istilah manik depresif.

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta…” (QS. Thaahaa, 20:124)

 

Pada episode manik, individu berkelakuan berlawanan dengan simtom-simtom depresi yang tampak, selama episode ini penderita terlihat energik, antusias, penuh percaya diri, berbicara terus menerus, berpindah-pindah dari suatu aktivitas ke aktivitas lain, atau membuat perencanaan dengan sedikit pertimbangan. Sementara pada penderita episode manik parah ditandai dengan perilaku seperti berjalan secara terus menerus (bolak-balik), bernyanyi, berteriak, memukul dinding atau secara terus menerus melakukan aktivitas dari suatu pekerjaan ke yang lainnya.

Episode Manik

1) Hipomania
Gangguan lebih ringan dari mania, afeksi yang meninggi atau berubah disertai dengan peningkatan aktivitas menetap dan memberi pengaruh nyata terhadap pekerjaannya dalam beberapa hari berturut-turut atau menetap melebihi siklotimia [1] 2) Mania
Episode ini berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu. Pada episde ini terjadi perubahan afeksi dan peningkatan energi berlebihan sehingga mengacaukan seluruh atau hampir keseluruhan pekerjaannya atau aktivitas sosial yang sering dilakukan individu. Pada tahap ini mulai terjadi kesulitan dalam tidur, percepatan psikomotorik, bicara terlalu banyak, terlalu optimistik.
3) Mania dengan gejala psikotik
Secara klinis terdiri dari gejala berat daripada mania, timbulnya gagasan waham dan halusinasi sesuai dengan afek tersebut. Harga diri membumbung dan ditandai dengan kemunculan waham kebesaran (delusion of persecution)

Neurotransmiter

Di dalam tubuh, secara biokimiawi, neurotransmiter (diantaranya; norepinephrine, serotonin, acetylchlorine, dopamine, dan gamma-aminobutryric acid (GABA)) bertanggungjawab terhadap pengaturan mood. Serotonin dan norepinephrine memiliki peranan penting dalam meregulasi perilaku emosi (sistem limbik dan hipotalamus). Pada penderita depresi ditemukan bahwa kadar neurotransmiter dalam jumlah lebih rendah atau melebihi dibandingkan pada orang normal. Setelah melalui penelitian yang panjang, beberapa ahli berkesimpulan bahwa kekurangan salah satu dari kedua neurotransmiter dapat memberi pengaruh kemunculan depresi.

Beberapa jenis obat menjadi standar dari FDA (Food and Drug Administration) [2] Amerika untuk mengobati depresi menggunakan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs) diantaranya adalah Adapin, Anafranil, Asedin, Aventyl, Celexa, Cymbalta, Desyrel, Effexor, Elavil, Endep, Imipramine, Lexapro, Luvox, Norpramin, Paxil, Prozac, Sarafem, Sinequan, Wellbutrin, Zoloft, dan sebagainya. Obat-obatan tersebut bekerja melindungi serotonin dan norepinephrine dari enzim-enzim yang dapat merusaknya, obat jenis Inhibitor Monoamin Oksidase (MAO) juga menjaga kedua neurotransmiter agar tetap seimbang sementara antidepresan trisiklik mencegah kedua neurotransmiter tidak kembali ke tempat awal dimana dilepaskan (reuptake).

 

__

[1] Siklotimia adalah gangguan afeksi yang menetap yang ditandai dengan ketidakstabilan dari suasana perasaan-perasaan yang meliputi banyak periode depresi ringan yang tidak cukup parah.

[2] Pada tahun 1992 FDA melaporkan bahwa 28.600 orang terkomplikasi akibat penggunaan obat depresi yang tidak sesuai dari ketentuan FDA dan 1.700 orang dilaporkan meninggal akibat penggunaan obat-obatan anti depresi yang tidak sesuai.

Disclaimer:
Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter.

 

Menghindari kemunculan depresi

1) Usahakanlah untuk tetap tidur
2) Makan teratur dan bergizi
3) Olahraga teratur
4) Hindari penggunaan alkohol, ganja dan narkoba sejenisnya
5) Bila merasa tidak nyaman, munculnya rasa cemas, lakukan pekerjaan-pekerjaan yang sangat Anda sukai
6) Vitamin terpenuhi terutama vitamin B9 (folate)
7) Penuhi asam lemak yang terdapat pada ikan tuna, salmon atau mackerel
8) Relaksasi yang cukup
9) Dekatkan diri Anda pada Tuhan akan memberikan rasa nyaman
10) Habiskan waktu bersama keluarga
11) Sayur-sayuran dianggap dapat menghindari atau menghilangkan depresi ringan

Anda harus melakukan terapi atau perawatan dokter/psikolog/terapis/konselor bila:

1) Mulai mendengarkan suara-suara aneh yang sebenarnya tidak ada
2) Menangis tanpa sebab yang jelas
3) Anda merasa depresi mulai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari dalam pekerjaan
4) Anda mempunyai lebih dari 3 simtom yang ada (lihat halaman sebelumnya)
5) Bila Anda dalam perawatan medis tertentu, mulai merasakan bahwa perawatan tersebut membuat Anda merasa depresi, silahkan konsultasi dengan dokter Anda mengenai perasaan tersebut
6) Anda mulai ketergantungan pada alkohol
7) Anda mulai tidak dapat mengendalikan pikiran-pikiran negatif menjelang Anda tidur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Post Traumatic Stress Disorder

08 Sep 2013 pikirdong

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga…

Beberapa Jalan Menetaskan Ide-ide Kreatif Perspektif Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini akan menunjukkan proses-proses terjadinya kreativitas dalam perspektif Psikologi Islami. Perspektif psikologi Islami mempercayai…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Menjadi Diri Anda Sendiri

16 Mar 2007 Sayed Muhammad

Tulisan artikel ini dimulai ketika secara tidak sengaja saya menemukan tulisan Guru Bahasa Inggris ketika…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Agenda Sosial Pikirdong

03 Sep 2013 pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi…

Veyourisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Voyeurisms atau veyourisme merupakan perilaku penyimpangan seksual dengan cara mengintip orang lain yang sedang mengganti…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Schizotypal Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizotipal (schizotypal personality disorder) adalah suatu kondisi gangguan serius dimana individu hampir tidak…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014