Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Deteksi Secara Dini Gangguan Autis

Beberapa anak dengan gangguan autis telah menunjukkan beberapa tanda-tanda adanya gangguan tersebut sejak awal masa kanak-kanak atau dalam beberapa bulan saja sejak kelahirannya, mungkin saja gejala tersebut justru tidak tampak akan tetapi kemunculan gangguan barulah tampak pada usia 24 bulan atau tahun ketiga selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya orangtua telah menangkap gejala-gejala awal adanya gangguan autis sebelum mencapai usia 1 tahun, sekitar 80-90% orangtua menangkap tanda-tanda gangguan pada usia 18-24 bulan kemudian.

Tanda utama yang paling sering dilaporkan adalah orangtua menemukan anaknya tidak mau berbicara atau belajar mengembangkan kosa kata, tidak mau bermain dengan teman seusia sebayanya atau respon terhadap orang sekelilingnya kurang dan kehilangan beberapa kemampuan yang sudah ia kuasai sebelumnya.

Meskipun anak autis mengalami hambatan dalam beberapa hal, kadang anak autis mampu memecahkan beberapa permainan seperti puzzle atau komputer. Anak autis belajar dengan caranya sendiri, sangat sulit untuk mengajarkan anak autis untuk mengikuti perintah-perintah atau petunjuk tertentu. Anak autis membutuhkan waktu cukup lama untuk dapat memahami, kadang ia harus belajar dengan keras untuk itu, hal ini kadang akan membuatnya frustrasi.

Beberapa tanda awal gangguan autis dan ASDs

1. Anak tidak dapat diajak bermain berpura-pura seperti bermain ciluk ba
2. Tidak ada ketertarikan pada objek yang bergerak, misalnya bola yang bergulir, atau sesuatu yang dapat terbang
3. Tidak melihat pada sesuatu objek dimana orang atau teman sebayanya melihat pada suatu objek tertentu, misalnya mainan yang berbunyi
4. Menghindari kontak mata dengan orang lain
5. Kesulitan mengerti perasaan orang lain atau bahkan perasaannya sendiri
6. Tidak suka dipeluk kecuali jika ia sendiri yang menginginkanya
7. Tidak peduli dengan orang sekitarnya yang berbicara atau suara-suara tertentu
8. Tidak mampu berbciara dengan orang yang ia sukai atau bermain dengan mereka
9. Suka mengulangi perkataan orang lain atau mengulangi kata-kata tertentu dalam pembicaraan sehari-hari
10. Kesulitan dalam mengungkapkan kata-kata atau emosi yang mendukung, misalnya ia mengatakan bahwa dirinya lagi sedih dengan wajah tersenyum
11. Suka mengulangi suatu perbuatan yang sama secara berulang-ulang
12. Kesulitan dalam beradaptasi bila terjadi perubahan jadwal yang rutin
13. Suka melakukan hal-hal tertentu yang tidak berguna atau tidak normal dengan usianya, misalnya suka mencium sesuatu, mejilat untuk merasakan sesuatu, melihat sesuatu yang tidak ada gunanya baginya.
14. Mudah lupa atau kehilangan skill yang pernah ia kuasai sebelumnya.

Deteksi secara dini

Sampai saat ini belum ada alat yang dapat mendiagnosa autisme. Diagnosa autisme ditentukan secara klinis melalui observasi secara langsung dari perilaku yang tampak. Informasi ini diperoleh melalui orangtua yang merawatnya sehari-hari, namun demikian juga dilakukan beberapa test lainnya untuk mendukung sebuah diagnosa agar dapat dipisahkan antara gangguan lainnya seperti retardasi mental, gangguan metabolisme dan genetik atau tuna rungu.

Kunjungan ke tenaga ahli professional tidak cukup dilakukan sekali saja, kadang screening test juga tidak dapat membantu untuk melihat adanya gangguan perkembangan, dibutuhkan beberapa test lainnya berupa check list misalnya yang diberikan pada orangtua bila anak masih dibawah 12 bulan. Test Checklist for Autism in Toddlers (CHAT) pada anak berusia 18 bulan atau Autism Screening Questionnaire (ASQ) untuk anak diatas 4 tahun.

Dokter anak kadang juga membutuhkan tenaga professional lainnya untuk mendukung diagnosa, misalnya dokter spesialis perkembangan anak, psikiater, neurologist, atau psikolog. Beberapa ahli lain yang mungkin dapat dilibatkan adalah tenaga ahli gangguan berbahasa pada anak, audiologist (tenaga ahli dalam pendengaran), tenaga sosial, atau ahli terapi fisik.

Beberapa test mendukung lainnya;
– uji fisik
– evaluasi pendengaran
– test laboratorium (misalnya test genetik, metabolisme, MRI, EEG)
– laporan medis keluarga
– uji komunikasi, bicara dan bahasa
– Assessment kognitif dan perilaku (khusus pada kemampuan sosial, permasalahan perilaku, motivasi dan fungsi sensori
– Test akademik (kemampuan belajar)

Diagnosa secara awal pada bayi diperlukan agar simtom autisme tidak terus memburuk ketika ia menjelang dewasa. Bila bayi menunjukkan tanda-tanda kurang baik pada masa beberapa hari atau bulan setelah kelahirannya, janganlah mendiamkan masalah ini (wait and see). Bila kondisi terus memburuk cepatlah bawa ke dokter anak.

ciri-perilaku-autis

Picture from : The Conversation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 pikirdong

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014