TwitterFacebookGoogle+

Dispareunia

Pada pria, dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau gangguan fisik berupa peradangan atau infeksi pada penis, buah pelir, saluran kencing, atau kelenjar prostat dan kelenjar kelamin lainnya. Infeksi kelamin juga menimbulkan gejala lain seperti luka, bengkak, kencing sakit dan bernanah, atau sperma berdarah. Rasa sakit dapat juga disebabkan karena tergesernya bagian benang IUD (seperti spiral) atau disebabkan oleh penggunaan kondom.

Introduksi

Dispareunia (dyspareunia) merupakan suatu kondisi dimana individu merasa kesakitan saat melakukan hubungan seksual baik yang disebabkan oleh kondisi medis ataupun permasalahan psikososial. Gangguan ini dapat terjadi pada perempuan atau pria. Gangguan dispareunia pada pria pada umumnya disebabkan oleh kondisi medis.

Para ahli menggolongkan dispareunia sebagai gangguan fungsi seksual, gangguan ini hanya muncul saat berhubungan seksual (intercourse) atau berhubungan dengan aktivitas seksual semata, kondisi ini tidak berlaku pada pasangan yang pertama sekali melakukan aktivitas seksual.

Diperkirakan ada sekitar 15% wanita mengalami gangguan yang berhubungan dalam intercourse, namun hanya 1-2% saja yang didiagnosa mengalami gangguan dispareunia. Kebanyakan dari kasus yang ada, sebagian besar disebabkan oleh pengalaman trauma akibat pemerkosaan dan kekerasan seksual. Dispareunia sangat jarang terjadi akibat permasalahan medis.

Dispareunia pada perempuan kadang juga sering disebut dengan istilah vaginismus, karena memiliki gejala dan kondisi yang serupa; biasanya rasa sakit ini muncul sebelum hingga pada saat aktivitas sedang berlangsung, namun vaginismus disertai dengan penegangan otot-otot vagina hingga menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit yang luar biasa membuat hubungan seksual menjadi terganggu dan pada umumnya wanita sulit menikmati aktivitas tersebut dan membuat individu menjadi tertekan karenanya.

Individu dengan pengalaman yang menyakitkan selama proses intercourse dapat menimbulkan trauma, rasa takut akan menjadi pengalaman yang tidak mengenakan selama proses aktivitas seksual yang dapat mempengaruhi hubungan dengan pasangannya.

Faktor Penyebab

1. Pengalaman trauma seksual.
Pengalaman percobaan perkosaan, pemerkosaan atau kekerasan seksual pada masa kecil menjadi salah satu sebab utama munculnya dispareunia. Ketika dewasa, wanita dengan pengalaman trauma ini akan mengingat kembali masa-masa trauma sehingga ia akan merasa tidak nyaman dan tidak menikmati hubungan seksual, beberapa diantara korban kekerasan seksual dilaporkan mengalami gangguan vaginismus. Wanita dengan latar Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) memiliki resiko gangguan ini.

2. Rasa bersalah, kecemasan yang tinggi dan persepsi tentang seks yang salah.
Beberapa kondisi diatas dapat memicu tekanan otot-otot sekitar vagina menguat. Rasa bersalah, kecemasan yang tinggi dan persepsi tentang seks yang salah merupakan salah satu penyebab kemunculan dispareunia. Individu yang dibesarkan dari keluarga yang kaku yang beranggapan bahwa seks itu adalah tabu, menjijikan atau buruk mempunyai resiko yang lebih besar terkena gangguan ini. Perempuan yang takut hamil juga mempunyai resiko mengidap gangguan ini.

3. Trauma yang berhubungan dengan daerah kelamin
Gangguan dispareunia muncul pada wanita yang mengalami kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh tindakan operasi pembedahan pada bagian (alat) kelamin. Misalnya penyakit kanker yang mengharuskan bagian-bagian tertentu dari vagina harus diangkat. Beberapa wanita tersebut mengalami pemerosotan rasa percaya diri yang tajam, mudah sensitif, merasa seperti bukan layaknya wanita sepenuhnya. Hubungan intim pun menjadi sangat sensitif baginya.

4. Depresi dan kecemasan secara umum.
Depresi dan kecemasan menyeluruh dapat memicu munculnya dispareunia. Individu dengan tingkat depresi dan kecemasan yang tinggi akan membuat individu tersebut menjadi tidak tertarik dengan aktivitas seksual.

5. Permasalahan dengan pasangan
Dispareunia muncul pada kebanyakan wanita yang mengalami permasalahan dalam relationship dengan pasangannya. Kekerasan fisik dan seksual akan mempengaruhi hubungan secara emosional terhadap pasangan. Hal ini pada akhirnya berpengaruh pada keengganan atau ketidaktertarikan pada hubungan seksual dengan pasangan. Ketakutan wanita akan pria tidak tertarik lagi dengan dirinya juga dapat penyebab kemunculan gangguan ini. Sama halnya pada pria, permasalahan ini dapat menimbulkan ketidaktertarikan pada hubungan seksual yang berakibat pada munculnya gangguan ereksi dan sangat jarang terjadi dispareunia.

6. Beberapa kondisi lain.
Rangsangan yang kurang akan membuat suasana vagina menjadi kering, kondisi kurangnya cairan vagina juga dapat disebabkan oleh obat-obatan salah satunya adalah golongan Antihistamine. Beberapa penyakit seperti penyakit kencing manis, radang vagina, infeksi bakteri saluran vagina (Pelvic Inflammatory Disease, PID) dan kekurangan hormon estrogen juga dapat menjadi penyebab munculnya rasa sakit.

Simtom

1) Rasa sakit pada area genital secara menetap dan muncul ketika akan memulai aktivitas, selama dan hingga pada akhir aktivitas seksual
2) Menimbulkan frustrasi dan stress akibat rasa sakit yang ditimbulkan
3) Rasa sakit bukan disebabkan langsung oleh vaginismus atau kekurangan cairan lubrikasi, atau disebabkan langsung dari gangguan lain, dan juga bukan disebabkan langsung dari efek obat-obatan, medis atau kondisi umum medis. Dispareunia dapat muncul bersamaan atau memunculkan gangguan seksual lainnya.

Simtom utama dispareunia adalah kemunculan rasa sakit terutama pada proses panetrasi, kesulitan penis memasuki vagina yang dapat menimbulkan rasa perih seperti terbakar atau luka akibat gesekan. Disamping itu vagina terasa kering seperti kekurangan lubrikasi dapat menyebabkan rasa sakit berkelanjutan selama proses intercourse berlangsung. Pada umumnya dispeurania menyebabkan wanita kesulitan dalam mencapai orgasme dan kondisi ini menimbulkan frustrasi.

Rasa sakit pada area panggul yang muncul setelah beberapa jam intercourse atau rasa sakit yang disertai orgasme dibagian dalam vagina merupakan adanya tanda-tanda gejala medis, namun demikian rasa sakit tersebut dapat muncul bila kurangnya rangsangan.

Treatment

Konseling sering dilakukan dalam mengidentifikasi perasaan-perasaan negatif terhadap seks, konseling bersama pasangan yang sah perlu dilakukan untuk meningkatkan komunikasi bersama dan membahas permasalahan seks yang muncul. Konselor secara bersama akan memberikan tips-tips yang dapat dilakukan oleh kedua belah pasangan dan dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat kemajuan yang diperoleh.

Wanita yang mengalami kekerasan seksual atau pemerkosaan akan disusun langkah-langkah tertentu dalam menghadapi rasa takut yang disebabkan oleh pengalaman trauma di masa lalu.

Terapi seks dilakukan untuk memberikan informasi mengenai teknik-teknik perangsangan yang tepat dan pencapaian orgasme bagi keduabelah pihak. Terapi seksual juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual seperti teknik foreplay, mengontrol secara tepat kapan panetrasi dilakukan akan membantu wanita dalam menciptakan suasana nyaman dan rileks dalam melakukan aktivitas seksual.

Pada wanita yang mengalami vaginismus akan diberikan beberapa alat khusus yang dapat digunakan untuk memberikan kelonggaran otot-otot vagina. Alat tersebut akan mengurangi itensitas ketegangan pada otot-otot sekitar panggul atau area tertentu sebagai pemicu vaginismus.

Secara medis, dispareunia perlu juga dilakukan pengecekan panggul, beberapa check up perlu dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi pada rongga panggul. [PD]

___________________

Acuan yang perlu ditinjau:

Hales Robert E., Stuart C. Yudofsky, and John A. Talbott, eds. The American Psychiatric Press Textbook of Psychiatry. 3rd ed. Washington DC: American Psychiatric Press, 1999.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Social Phobia

08 Sep 2013 pikirdong

Sosial fobia (social phobia) atau dikenal juga dengan istilah social anxiety disorder (SAD) merupakan gangguan…

Melawan Stres dan Depresi

09 Sep 2013 pikirdong

Stres merupakan hal lazim terjadi pada setiap individu, stres memberikan kewaspadaan kepada manusia dalam menghadapi…

Obsessive-compulsive Disorder (OCD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang…

Terapi Gratis

24 Aug 2017 Sayed Muhammad

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan…

Bila Pacar Mengajak Berhubungan Seks?

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Ketika memasuki masa remaja, kebanyakan remaja mulai memiliki perasaan cinta dan dorongan seksual. Diantara mereka…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Developmental Milestones: Usia 3 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 3 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menangis ketika mengompol Mendekut bila merasa nyaman Tingkah laku Tersenyum bila ada orang…

Pelecehan Seksual

09 Sep 2013 pikirdong

Pelecehan seksual sering kita jumpai disekeliling kita, bahkan kita sendiri tidak menyadarinya. Pelakunya bisa saja…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Heroin

12 Sep 2013 pikirdong

Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin dan kekuatannya dua kali lebih kuat dibandingkan morfin…

Mencintai Pria Beristri?

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Banyak remaja atau gadis yang belum menikah jatuh cinta dengan pria yang telah beristri. Bagi…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014