Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Dispareunia

Pada pria, dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau gangguan fisik berupa peradangan atau infeksi pada penis, buah pelir, saluran kencing, atau kelenjar prostat dan kelenjar kelamin lainnya. Infeksi kelamin juga menimbulkan gejala lain seperti luka, bengkak, kencing sakit dan bernanah, atau sperma berdarah. Rasa sakit dapat juga disebabkan karena tergesernya bagian benang IUD (seperti spiral) atau disebabkan oleh penggunaan kondom.

Introduksi

Dispareunia (dyspareunia) merupakan suatu kondisi dimana individu merasa kesakitan saat melakukan hubungan seksual baik yang disebabkan oleh kondisi medis ataupun permasalahan psikososial. Gangguan ini dapat terjadi pada perempuan atau pria. Gangguan dispareunia pada pria pada umumnya disebabkan oleh kondisi medis.

Para ahli menggolongkan dispareunia sebagai gangguan fungsi seksual, gangguan ini hanya muncul saat berhubungan seksual (intercourse) atau berhubungan dengan aktivitas seksual semata, kondisi ini tidak berlaku pada pasangan yang pertama sekali melakukan aktivitas seksual.

Diperkirakan ada sekitar 15% wanita mengalami gangguan yang berhubungan dalam intercourse, namun hanya 1-2% saja yang didiagnosa mengalami gangguan dispareunia. Kebanyakan dari kasus yang ada, sebagian besar disebabkan oleh pengalaman trauma akibat pemerkosaan dan kekerasan seksual. Dispareunia sangat jarang terjadi akibat permasalahan medis.

Dispareunia pada perempuan kadang juga sering disebut dengan istilah vaginismus, karena memiliki gejala dan kondisi yang serupa; biasanya rasa sakit ini muncul sebelum hingga pada saat aktivitas sedang berlangsung, namun vaginismus disertai dengan penegangan otot-otot vagina hingga menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit yang luar biasa membuat hubungan seksual menjadi terganggu dan pada umumnya wanita sulit menikmati aktivitas tersebut dan membuat individu menjadi tertekan karenanya.

Individu dengan pengalaman yang menyakitkan selama proses intercourse dapat menimbulkan trauma, rasa takut akan menjadi pengalaman yang tidak mengenakan selama proses aktivitas seksual yang dapat mempengaruhi hubungan dengan pasangannya.

Faktor Penyebab

1. Pengalaman trauma seksual.
Pengalaman percobaan perkosaan, pemerkosaan atau kekerasan seksual pada masa kecil menjadi salah satu sebab utama munculnya dispareunia. Ketika dewasa, wanita dengan pengalaman trauma ini akan mengingat kembali masa-masa trauma sehingga ia akan merasa tidak nyaman dan tidak menikmati hubungan seksual, beberapa diantara korban kekerasan seksual dilaporkan mengalami gangguan vaginismus. Wanita dengan latar Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) memiliki resiko gangguan ini.

2. Rasa bersalah, kecemasan yang tinggi dan persepsi tentang seks yang salah.
Beberapa kondisi diatas dapat memicu tekanan otot-otot sekitar vagina menguat. Rasa bersalah, kecemasan yang tinggi dan persepsi tentang seks yang salah merupakan salah satu penyebab kemunculan dispareunia. Individu yang dibesarkan dari keluarga yang kaku yang beranggapan bahwa seks itu adalah tabu, menjijikan atau buruk mempunyai resiko yang lebih besar terkena gangguan ini. Perempuan yang takut hamil juga mempunyai resiko mengidap gangguan ini.

3. Trauma yang berhubungan dengan daerah kelamin
Gangguan dispareunia muncul pada wanita yang mengalami kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh tindakan operasi pembedahan pada bagian (alat) kelamin. Misalnya penyakit kanker yang mengharuskan bagian-bagian tertentu dari vagina harus diangkat. Beberapa wanita tersebut mengalami pemerosotan rasa percaya diri yang tajam, mudah sensitif, merasa seperti bukan layaknya wanita sepenuhnya. Hubungan intim pun menjadi sangat sensitif baginya.

4. Depresi dan kecemasan secara umum.
Depresi dan kecemasan menyeluruh dapat memicu munculnya dispareunia. Individu dengan tingkat depresi dan kecemasan yang tinggi akan membuat individu tersebut menjadi tidak tertarik dengan aktivitas seksual.

5. Permasalahan dengan pasangan
Dispareunia muncul pada kebanyakan wanita yang mengalami permasalahan dalam relationship dengan pasangannya. Kekerasan fisik dan seksual akan mempengaruhi hubungan secara emosional terhadap pasangan. Hal ini pada akhirnya berpengaruh pada keengganan atau ketidaktertarikan pada hubungan seksual dengan pasangan. Ketakutan wanita akan pria tidak tertarik lagi dengan dirinya juga dapat penyebab kemunculan gangguan ini. Sama halnya pada pria, permasalahan ini dapat menimbulkan ketidaktertarikan pada hubungan seksual yang berakibat pada munculnya gangguan ereksi dan sangat jarang terjadi dispareunia.

6. Beberapa kondisi lain.
Rangsangan yang kurang akan membuat suasana vagina menjadi kering, kondisi kurangnya cairan vagina juga dapat disebabkan oleh obat-obatan salah satunya adalah golongan Antihistamine. Beberapa penyakit seperti penyakit kencing manis, radang vagina, infeksi bakteri saluran vagina (Pelvic Inflammatory Disease, PID) dan kekurangan hormon estrogen juga dapat menjadi penyebab munculnya rasa sakit.

Simtom

1) Rasa sakit pada area genital secara menetap dan muncul ketika akan memulai aktivitas, selama dan hingga pada akhir aktivitas seksual
2) Menimbulkan frustrasi dan stress akibat rasa sakit yang ditimbulkan
3) Rasa sakit bukan disebabkan langsung oleh vaginismus atau kekurangan cairan lubrikasi, atau disebabkan langsung dari gangguan lain, dan juga bukan disebabkan langsung dari efek obat-obatan, medis atau kondisi umum medis. Dispareunia dapat muncul bersamaan atau memunculkan gangguan seksual lainnya.

Simtom utama dispareunia adalah kemunculan rasa sakit terutama pada proses panetrasi, kesulitan penis memasuki vagina yang dapat menimbulkan rasa perih seperti terbakar atau luka akibat gesekan. Disamping itu vagina terasa kering seperti kekurangan lubrikasi dapat menyebabkan rasa sakit berkelanjutan selama proses intercourse berlangsung. Pada umumnya dispeurania menyebabkan wanita kesulitan dalam mencapai orgasme dan kondisi ini menimbulkan frustrasi.

Rasa sakit pada area panggul yang muncul setelah beberapa jam intercourse atau rasa sakit yang disertai orgasme dibagian dalam vagina merupakan adanya tanda-tanda gejala medis, namun demikian rasa sakit tersebut dapat muncul bila kurangnya rangsangan.

Treatment

Konseling sering dilakukan dalam mengidentifikasi perasaan-perasaan negatif terhadap seks, konseling bersama pasangan yang sah perlu dilakukan untuk meningkatkan komunikasi bersama dan membahas permasalahan seks yang muncul. Konselor secara bersama akan memberikan tips-tips yang dapat dilakukan oleh kedua belah pasangan dan dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat kemajuan yang diperoleh.

Wanita yang mengalami kekerasan seksual atau pemerkosaan akan disusun langkah-langkah tertentu dalam menghadapi rasa takut yang disebabkan oleh pengalaman trauma di masa lalu.

Terapi seks dilakukan untuk memberikan informasi mengenai teknik-teknik perangsangan yang tepat dan pencapaian orgasme bagi keduabelah pihak. Terapi seksual juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual seperti teknik foreplay, mengontrol secara tepat kapan panetrasi dilakukan akan membantu wanita dalam menciptakan suasana nyaman dan rileks dalam melakukan aktivitas seksual.

Pada wanita yang mengalami vaginismus akan diberikan beberapa alat khusus yang dapat digunakan untuk memberikan kelonggaran otot-otot vagina. Alat tersebut akan mengurangi itensitas ketegangan pada otot-otot sekitar panggul atau area tertentu sebagai pemicu vaginismus.

Secara medis, dispareunia perlu juga dilakukan pengecekan panggul, beberapa check up perlu dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi pada rongga panggul. [PD]

___________________

Acuan yang perlu ditinjau:

Hales Robert E., Stuart C. Yudofsky, and John A. Talbott, eds. The American Psychiatric Press Textbook of Psychiatry. 3rd ed. Washington DC: American Psychiatric Press, 1999.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Post Traumatic Stress Disorder

08 Sep 2013 pikirdong

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga…

Beberapa Jalan Menetaskan Ide-ide Kreatif Perspektif Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini akan menunjukkan proses-proses terjadinya kreativitas dalam perspektif Psikologi Islami. Perspektif psikologi Islami mempercayai…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Menjadi Diri Anda Sendiri

16 Mar 2007 Sayed Muhammad

Tulisan artikel ini dimulai ketika secara tidak sengaja saya menemukan tulisan Guru Bahasa Inggris ketika…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Agenda Sosial Pikirdong

03 Sep 2013 pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi…

Veyourisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Voyeurisms atau veyourisme merupakan perilaku penyimpangan seksual dengan cara mengintip orang lain yang sedang mengganti…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Schizotypal Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizotipal (schizotypal personality disorder) adalah suatu kondisi gangguan serius dimana individu hampir tidak…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014