TwitterFacebookGoogle+

Dunia Pendidikan : Menjalin Rasa Simpati dan Pengertian

Anak-anak yang merasa, atau dibuat tidak merasa, tidak diterima dan tidak kompeten akan lambat memulihkan rasa percaya diri dan, akibatnya, kemampuan mereka untuk memanfaatkan kesempatan belajar diperbesar yang disediakan sekolah tersebut bahkan mungkin berkurang, dalam kasus ekstrim, rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi (Kajian Gordon Wells, 1986, The Meaning Makers: Children Learning Language and Using Language o Learn )

sponsor1Kebanyakan guru-guru berpikir bahwa muridlah yang harus menyukai gurunya, mau tidak mau, mereka—para murid, harus tunduk dan patuh, mengikuti setiap pelajaran yang diberikan, mengerjakan semua tugas dan menghormati gurunya. Tuntutan tersebut merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan oleh siswa sebagai bentuk kedisplinan.  Kenyataannya hal demikian bukanlah mudah, seandainya tidak ada siswa yang dikategorikan sebagai siswa nakal, malas, pemberontak, tidak cerdas dan sebgainya, maka pekerjaan guru akan lebih mudah.

Untuk menciptakan proses belajar-mengajar diperlukan suatu bentuk kerjasama team antara Anda sebagai guru dan siswa. Untuk menyukseskan proses tersebut Anda harus menarik keterlibatan siswa, guru harus membangun hubungan yaitu dengan menjalin simpati dan saling pengertian. Hubungan membangun jembatan menuju kehidupan bergairah siswa, membuka jalan memasuki dunia-baru siswa, mengetahui minat mereka, berbagi kesuksesan dengan mereka dan berbicara dengan halus dengan mereka. Membina hubungan bisa memudahkan Anda melibatkan siswa, memudahkan Anda mengelola kelas, memperpanjang fokus berlajar dan meningkatkan kegembiraan tidak hanya bagi siswa juga bagi Anda sendiri.

Membuka komunikasi antara guru dan siswa yang tidak sekedar hanya sebagai basa-basi semata, tetapi secara jujur dan tulus, menciptakan kegembiraan dan mengubah sikap negatif siswa dan terpenting adalah menyiapkan siswa untuk terus belajar.

Siswa biasanya menciptakan suau bentuk ketidaksukaan, rasa cemas, benci dan sebagainya bila berhadapan dengan guru-guru yang dianggap tidak bersahabat. Mereka menyebutnya sebagai “guru killer” atau menyebut dengan istilah tertentu, efeknya pelajaran yang diajarkan pun dianggap tidak menarik lagi, membosankan, gairah untuk belajar menjadi lenyap.  Tanggapan dan interaksi guru terhadap siswa sangat berpengaruh terhadap kelanjutan proses belajar anak, bila guru menghargai setiap usaha dan keberadaan siswa sebagai manusia yang sederajat maka akan menjadi umpan balik yang positif untuk kelangsungan belajar siswa.

Pengalaman-pengalaman perlakuan guru yang tidak menyenangkan, akan terus disimpan dalam memori otak anak sebagai cambuk yang menghambat otaknya untuk berprestasi. Otak akan menghambat pikiran dan sikap untuk tidak akan melakukan hal-hal yang dianggap tidak menyenangkan, “tidak, tidak akan aku lakukan lagi hal-hal bodoh seperti itu” dan memori ketidaksenangan ini akan terus disimpan sampai waktu tertentu seiring dengan waktu pembelajaran.

Tidak terlambat bagi Anda untuk mengubah sikap Anda, memperlakukan siswa-siswa Anda menjadi lebih baik dan lebih dihargai, bila Anda dulunya tidak pernah tersenyum sampai akhir semester, saatnya Anda mengubahnya, perhatikan perubahan reaksi siswa-siswa Anda, semuanya akan lebih senang mengikuti pelajaran Anda. Tidak ada lagi kata pelajaran yang membosankan, semuanya adalah menyenangkan.

Membangun Hubungan dengan Siswa   

  • Perlakukan siswa sebagai manusia yang sederajat
  • Mengetahui apa yang disukai siswa, cara berpikir mereka, dan perasaan mereka mengenai hal-hal yang terjadi dalam kehidupan mereka.
  • Bayangkan apa yang mereka katakan pada diri sendiri, mengenai dirinya sendiri
  • Ketahuilah apa yang menghambat mereka memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan, jika Anda tidak tahu tanyakanlah.
  • Berbicaralah jujur dengan mereka dengan cara yang membuat mereka mendengarkannya dengan jelas dan halus
  • Bersenang-senanglah dengan mereka.

One Step Behind

  • Tetap tersenyum pada siapapun
  • Tidak ada siswa yang spesial sebagai siswa cerdas atau tidak, semuanya mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar.
  • Bersikap adil pada semua siswa.
  • Berbicaralah secara halus tanpa intonasi yang dikeraskan seakan-akan siswa tidak dapat mendengar perkataan Anda.
  • Bersikap ramah pada setiap siswa
  • Berusahalah mengenal tentang sifat dan perilaku mereka.
  • Sapalah siswa dengan menyebut namanya
  • Berilah waktu dan kesempatan untuk mereka berbicara tentang keinginan dan pikiran mereka.
  • Gunakan waktu senggang untuk mengobrol dengan mereka
  • Bersenang-senanglah dengan mereka
  • Dengarkanlah dengan empati setiap keluhan yang menghambat keinginan-keinginan mereka, doronglah mereka dengan semangat.
  • Jangan menertawakan siswa yang melakukan kesalahan di kelas, berilah semangat dan pujian atas keberaniannya yang telah berusaha menjawab atau berbicara di depan kelas  Menjadi guru pintar dan cemerlang?
Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Teman Berselingkuh

27 Feb 2018 pikirdong

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Ungkapkan Cinta Anda Sekarang!

10 Sep 2013 pikirdong

Dukungan berupa perhatian kepada pasangan akan menciptakan kenyamanan dan rileks pada dirinya sehingga keberadaan diri…

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

Mengkritik dengan Tepat

05 Oct 2013 Sayed Muhammad

Kritik dapat dilakukan oleh siapapun, namun tidak semua kritikan yang dilontarkan dapat diterima dengan sikap…

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

28 Apr 2018 Fuad Nashori

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice…

13 Jul 2017 Sayed Muhammad

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting…

Anak dan Peterporn

14 Jun 2011 Fuad Nashori

Peterporn. Itulah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aksi pornografi yang diduga (sangat keras) melibatkan pesohor…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014