Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

Dispareunia

Pada pria, dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Edisi Ibukota : AQ dan Jakarta Harapanku

Salam Tarzan Kota!

Berkelana sampai ke Tanjung Priok selama 2 minggu ini memberi kesan tersendiri bagi saya. Perjalanan setiap hari kerja selama 2,5 jam bahkan 3,5 jam bila di hari Jum’at ini,  sungguh melatih fisik, mental, perasaan hingga perilaku saya untuk menyesuaikan dengan segala yang saya temui di luar sana. Salah satunya yang saya angkat sebagai judul catatan ini.

”Jakarta Harapanku” adalah  tema HUT kota Jakarta ke-485 yang sedang bersibuk mempersiapkan pemilihan pemimpin baru di kota yang dulu diberi nama Jayakarta yang berarti ”Kemenangan Yang Besar”. Saya terkesan dengan tema ini, menurut faisal basri tema ini diambil mengingat dari dulu sampai sekarang, Jakarta selalu menjadi harapan banyak masyarakat dan selalu menjadi tolok ukur berbagai kemajuan bagi daerah lain di seluruh Indonesia. Memangnya apa itu harapan? Bagaimanakah cara mewujudkan harapan? Apa hubungannya dengan AQ? Saya semakin tergugah manakala rekan saya memutarkan lagu Slank di tengah kepusingannya bergulat menyusun Rencana Program Pembelajaran,”Jakarta pagi ini…” yang lalu saya sahuti dengan lagu,”Siapa suruh datang Jakarta….”, hehehe….

Harapan adalah keseluruhan dari kemampuan yang dimiliki individu untuk menghasilkan jalur mencapai tujuan yang diinginkan, bersamaan dengan motivasi yang dimiliki untuk menggunakan jalur-jalur tersebut. Snyder, Irving, & Anderson (dalam Snyder, 2002) menyatakan harapan adalah keadaan termotivasi yang positif didasarkan pada hubungan interaktif antara agency (energi yang mengarah pada tujuan) dan pathway (rencana untuk mencapai tujuan), harapan merupakan keseluruhan dari kedua komponen tersebut. Berdasarkan konsep ini, harapan akan menjadi lebih kuat jika harapan ini disertai dengan adanya tujuan yang bernilai yang memiliki kemungkinan untuk dapat dicapai, bukan sesuatu yang mustahil dicapai.

Teori harapan juga menekankan peran dari hambatan, stressor, dan emosi. Ketika menjumpai hambatan yang menghalangi pencapaian tujuan, individu menilai kondisi tersebut sebagai sumber stres. Berdasarkan postulat teori harapan, emosi positif dihasilkan dari persepsi mengenai keberhasilan pencapaian tujuan. Sebaliknya emosi negatif mencerminkan kegagalan pencapaian tujuan, baik yang mengalami hambatan ataupun tidak mengalami hambatan. Oleh karena itu, persepsi mengenai keberhasilan pencapaian tujuan akan mendorong munculnya emosi positif dan negatif kemudian emosi ini bertindak sebagai reinforcing feedback.

Harapan (H) merupakan unsur terpenting sebuah motivasi. Ketika H bernilai 0 maka motivasi pun juga bernilai 0. Sementara risiko dan ketidakpastian akan saling berinteraksi yang menimbulkan beberapa kondisi, antara lain: ketidakpastian yang memuncak akan menjelma menjadi risiko dan berubah menjadi penghambat motivasi. Selain itu, bila tak ada risiko secara otomatis akan berakibat pada tidak adanya ketidakpastian (Riyono).

Bagi banyak orang, sukses berarti bahagia dan puas, semuanya ini tercapai jika harapan sesuai dengan kenyataan. Setiap orang tentu memiliki harapan yang berbeda-beda dalam hidupnya, juga standar sukses mereka masing-masing. Namun apapun derajat kesuksesan yang dicita-citakan, orang sukses cenderung menetapkan tujuan. Tujuan itu yang memberikan tantangan berarti namun realistis dari apa yang kita inginkan atau butuhkan, dan tujuan itu membawa kita dari tempat kita sekarang ke tempat yang kita inginkan dalam masa depan jangka panjang atau bahkan jangka pendek. Namun, tujuan yang ditetapkan hanya bisa efektif jika kita tahu apa yang kita inginkan dari kehidupan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk meraihnya.

Kadangkala perlu fleksibilitas yang cukup untuk mengubah apa yang kita lakukan sekarang untuk meraih tujuan yang ditetapkan. Untuk itu kita perlu berada dalam keseimbangan, kapan harus teguh memegang prinsip dan kapan harus fleksibel menghadapi kondisi. Penting untuk melihat kemunduran secara positif dan belajar darinya untuk segera mengubah keadaan yang merugikan menjadi keadaan yang menguntungkan dan kembali memegang kendali. Setiap tantangan yang kita hadapi seharusnya membuat kita lebih kuat secara mental dan setiap kemunduran membuat kita lebih bertekad untuk sukses. Kata kunci jalan menuju sukses adalah ketekunan. Banyak orang sukses telah mengalahkan beberapa rintangan sebelum mencapai cita-cita mereka.

Paul Stoltz memperkenalkan bentuk kecerdasan yang disebut Adversity Quotient (AQ). Menurutnya, AQ adalah bentuk kecerdasan selain IQ, SQ, dan EQ yang ditujukan untuk mengatasi kesulitan. AQ dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit. Dengan kata lain, AQ dapat digunakan sebagai indikator bagaimana seseorang dapat keluar dari kondisi yang penuh tantangan. Ada tiga kemungkinan yang terjadi yakni ada yang menjadi pemenang, mundur di tengah jalan, dan ada yang tidak mau menerima tantangan dalam menghadapi masalah rumit tersebut. Katakanlah dengan AQ dapat dianalisis seberapa jauh kita mampu mengubah tantangan menjadi peluang.

Ada tiga golongan orang ketika dihadapkan pada suatu tantangan pendakian gunung. Yang pertama yang mudah menyerah (quiter) yakni dianalogikan sebagai  orang yang sekedarnya bekerja dan hidup. Mereka tidak tahan pada serba yang berisi tantangan. Mudah putus asa dan menarik diri di tengah jalan. Golongan yang kedua (camper) bersifat banyak perhitungan. Walaupun punya keberanian menghadapi tantangan namun dengan selalu mempertimbangkan resiko yang akan dihadapi. Golongan ini tidak ngotot untuk menyelesaikan pekerjaan karena berpendapat sesuatu yang secara terukur akan mengalami resiko. Sementara golongan ketiga (climber) adalah mereka yang ulet dengan segala resiko yang bakal dihadapinya dan mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Mottonya, ”Pantang turun sebelum tercapai puncak idaman!”.

Bila kelak dalam harapan, cita-cita dan tujuan hidup kita menemui masalah, pandanglah masalah tersebut sebagai tantangan yang harus diatasi, kesempatan yang harus direbut. Dengan mempersiapkan diri menghadapi masalah kita akan lebih siap menghadapi masalah yang sebenarnya ketika masalah tersebut benar-benar muncul. Untuk mewujudkan tantangan berdasarkan dari apa yang kita kaji berkaitan dengan sikap berpikir, berdoa, berbuat dan berusaha. Disinilah perlunya kita memiliki keterampilan mengelola apa yang ada di luar dengan akalnya (IQ, sistematik-rasional), mengendalikan apa yang ada di dalam perasaannya (EQ, kontrol diri-hati-hati-disiplin) dan memaknai semuanya itu dengan spiritualitasnya (SQ, sabar-syukur) lalu menumbuhkan ketangguhan dalam menghadapi kesulitan (AQ, tekun-pantang menyerah) untuk mencapai kesempurnaan. Bukankah manusia tidak akan dicoba melebihi kekuatan yang telah diberikan Tuhan kepadanya?

Ayo, Raihlah Kemenangan Dirimu!

 

Ini buku-buku yang menginspirasi catatan ini :

Yazdi, M.T Mishbah. 2006.Jagad Diri. AlHuda.

Carter, Philip. 2010. Soft Competencies:Self Test. PPM Manajemen.

Sutanto, Jusuf. 2010. T’AI CHI: The Great Harmony. PT Kompas Media Nusantara.

Tinambunan, Djapiter. 2008. Manajemen Jati Diri. Elex Media Komputindo.

Covey, Sean. 2001. The 7 Habits of Highly Effective Teens. Binarupa Aksara.

Harefa, Andrias. 2005. Agenda Refleksi dan Tindakan. PT Gramedia Pustaka Utama.

Shorey, H.S., Snyder, C.R., Rand, K.L., Hockemeyer, J.R., & Feldman, D.B. (2002). Somewhere Over the Rainbow: Hope Theory Weathers Its First Decade. Psychological Inquiry, 13 (4), 322-331.

kolom-candra

candrawatiCandrawati Wijaya adalah alumni FPSB Psikologi UII angkatan 2006. Lahir pada tanggal 31 Mei 1989 di Bogor. Sekarang bekerja di Indomobil Learning and Development Centre sebagai HRD dan Trainer “Manajemen Jati Diri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Frotteurism – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Frotteurism merupakan salah satu jenis paraphilia, istilah ini digunakan untuk menggambarkan dorongan seksual yang kuat…

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

5 Kalimat yang Dapat Merusak Cinta Anda

07 Sep 2013 pikirdong

Di dalam menjalin hubungan interpersonal yang mendalam, kadang beberapa orang menggunakan kalimat-kalimat yang dapat membangkitkan…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Sindrom Menstruasi (PMS)

10 Sep 2013 pikirdong

Menstruasi adalah peristiwa unik yang terjadi pada ovarium wanita, peristiwa ini terjadi karena tidak terjadinya…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah…

Menjadi Survivor yang Baik

09 Dec 2008 Fuad Nashori

Survivor adalah orang yang terluput dari bencana, orang yang selamat. Dalam tulisan ini, digunakan istilah…

Insomnia

08 Sep 2013 pikirdong

Insomnia adalah gangguan tidur dimana individu tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur atau sering…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini merupakan jalur yang seharusnya dibangun…

26 Jul 2016 GIB pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014