TwitterFacebookGoogle+

Edisi Ibukota : Integritas & Solusi Cara

Kita sudah mengetahui fenomena , pandangan dan pengertian dari integritas pada notes sebelumnya. Sekarang mari kita simak cara yang bisa kita tempuh untuk memiliki sebuah ”INTEGRITAS”.

Alternatif Solusi

Menegakkan Integritas adalah harga mati. Untuk itu kita perlu belajar dan membiasakan diri kita berproses memiliki sikap ini. Ada enam cara yang bisa kita lakukan. Cara pertama sampai ketiga lebih bersifat psikososial, sementara keempat dan kelima lebih bersifat spiritual.

1.     Introspeksi diri

Introspeksi diri artinya mengenali dan menginsyafi segala bentuk perilaku yang tidak efektif. Kebiasaan ini membuat kita memiliki kesadaran diri yang tinggi dan bisa melacak di mana letak kelemahan kita sesungguhnya. Bukalah diri dan dengarkan nurani kita yang memancarkan kebenaran dan membuat kita mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Nurani ibarat cermin. Setiap perbuatan negatif dapat menjadi titik noda yang mengotori cermin itu, begitupun sebaliknya. Jika ingin cermin kita bening dan memancarkan kebenaran, berbuatlah baik.

Akuilah kesalahan kita dengan jujur dan sebagaimana adanya. Hindari melakukan pembenaran atau rasionalisasi. Lakukan usaha perbaikan terus menerus dan evaluasi kemajuan yang kita capai.

 

2.     Meminta umpan balik dari orang lain

Usahakan untuk meminta feedbackdari orang yang bisa kita percaya. Ceritakan dengan jujur dan terbuka sehingga orang tersebut bisa mengenal permasalahan kita, kemudian mintailah pendapatnya mengenai hal yang harus kita lakukan atau kita tinggalkan.

 

3.     Berhati-hati dalam setiap kata-kata

Kedua cara di atas akan mengasah kejujuran intrapersonal (diri) kita. Integritas juga mencakup kejujuran interpersonal (orang lain). Salah satunya dengan berhati-hati dalam ucapan kita. Apakah yang kita ucapkan sudah benar?Apakah terlalu membesar-besarkan informasi atau justru menguranginya? Apakah niat terselebung di balik kata-kata kita? Adakalanya orang berbicara bukan untuk membuat orang lain paham, melainkan untuk memperdaya. Ada dua prinsip komunikasi yang dapat kita praktekkan :

a.      QaulanSadidan

Qaulan sadidan artinya pembicaraan yang benar, jujur,lurus, tidak mengandung dusta, dan tidak berbelit-belit (straight to the point). Prinsip ini mengajarkan agar kita menyampaikan informasi sebagaimana adanya dan berasal dari sumber yang valid. Dalam menyampaikan informasi, kita dilarang mencampurnya dengan asumsi dan spekulasi kita.

b.      QaulanBalighan

Qaulan Balighan mengandung dua makna. Pertama menyampaikan sesuatu sesuai dengan latar belakang audience, sesuai bahasa yang mereka mengerti. Kedua, prinsip inimenegaskan pentingnya seorang komunikator menyentuh akal dan emosi audiencenya. Kita bisa menyentuh akalnya dengan mengajaknya berpikir kritis, menggunakan akal sehat, memberikan argumentasi kuat, dsb. Sedangkan untuk menyentuh emosinya, kita bisa mengungkapkan cerita hikmah, pengalaman spiritual, atau kata-kata bijak dari tokoh terkemuka.

 

4.     Sadarilah bahwa kita selalu diawasiNya

Menegakkan integritas berarti sepenuhnya menyadari bahwa setiap gerak-gerik kita, ucapan, bahkan niat yang terbersit senantiasa diketahui Tuhan. Dalam Islam, kesadaran seperti ini disebut Ihsan. Nabi Muhammad berkata, ”Ihsan adalah engkau beribadah seolah-olah melihat Tuhan. Tapi, jika engkau tidak dapat melakukannya, yakinlah bahwa Tuhan selalu memperhatikanmu”.

Berbeda dengan atasan kita, Tuhan tak terbatas ruang dan waktu. Untuk sampai pada tahap ”yakin”, kita bisa merenungkan ”jejak-jejak” keberadaanNya. Inilah makna hakiki perenungan. Kita tak boleh semata-mata hanya menangkap penampakan fisik, tetapi juga harus mampu menemukan hakikat di balik penampakan fisik tersebut. Hal ini yang menurut Ali Syari’ati (1996) yang membedakan carapandang ilmuwan Barat yang ateistik dengan intelektual Timur yang monoteistik.

 

5.     Sadarilah bahwa kita pasti dimintai pertanggung jawaban

Seiring dengan kesadaran diri bahwa Tuhan itu ada dan selalu mengawasi kita, kita juga perlu meyakini bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban. Inilah bukti keadilan Illahi yang melegakan sekaligus ”menakutkan”. Melegakan karena hal ini membersitkan rasa optimis bahwa setiap apa yang ada dalam hidup kita tidak akan sia-sia. Menakutkan, karena ketidakmampuan kita dalam menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya tanpa bimbingan dariNya juga.

 

Demikianlah seri ”borongan” yang sudah lama tertunda penulisannya. Alhamdulillah kesemuanya ini bukanlah proses yang mudah, namun ini adalah harga yang pantas untuk gerak menyempurna kita padaNya. Ingat, GET A LIFE, NOT A JOB! SEE U ON TOP!!

 

 

Referensi :

Hendricks,Gay dan Kate Ludeman, The CorporateMystic : Sukses Berbisnis dengan Hati, Bandung : Kaifa, 2002.

Rakhmat,Jalaluddin, Memaknai Kematian,Jakarta : IIMAN, 2006.

Syari’ati,Ali. Tugas Cendekiawan Muslim,Jakarta : Srigunting, 1996.

 

Inspirasi :

Ust.AM Safwan. Pengasuh Pesantren Mahasiswa Madrasah Murtadha Muthahhari Yogyakarta. Rausyan Fikr Yogyakarta : Islamic Philosphy & Mysticism.

Bagaimana, Asik kan kenal dirimu??

kolom-candra

candrawatiCandrawati Wijaya adalah alumni FPSB Psikologi UII angkatan 2006. Lahir pada tanggal 31 Mei 1989 di Bogor. Sekarang bekerja di Indomobil Learning and Development Centre sebagai HRD dan Trainer “Manajemen Jati Diri”

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Developmental Milestones: Usia 6 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 6 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Membuat bahasa sederhana Menjerit atau tertawa bila diganggu Tersenyum melihat dirinya sendiri…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

Narkoba

10 Sep 2013 pikirdong

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat berbahaya. Narkotika berasal dari bahasa Yunani narkotikos yang…

Veyourisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Voyeurisms atau veyourisme merupakan perilaku penyimpangan seksual dengan cara mengintip orang lain yang sedang mengganti…

Kelapangdadaan Survivor Bencana Tsunami dan Gempa Aceh

07 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian bertujuan untuk mengungkap kelapangdadaan survivor bencana gempa dan tsunami Aceh. Untuk itu dilakukan wawancara…

Episode Depresi

06 Sep 2013 pikirdong

Episode depresi digolongkan pada rentang waktu kemunculan depresi yang relatif singkat, pada umumnya penderita episode…

Developmental Milestones: Usia 24 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 24 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Mulai merangkai kata-kata Tingkah laku Senang dipuji bila selesai menyelesaikan tugasnya Pekerjaan menyangkut…

Agama Dan Lingkungan: Menjadikan Agama Sebagai Dasar Pijakan…

10 Sep 2013 Herdiyan Maulana

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang” “Telah tampak kerusakan di bumi dan di laut…

Tanpa Pacar Bikin Bete?

09 Sep 2013 pikirdong

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan kondisi hidup sendiri tanpa pacar disamping. Mereka menciptakan momok…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

Teman Berselingkuh

27 Feb 2018 pikirdong

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014