Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

Dispareunia

Pada pria, dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Edisi Ibukota : Integritas & Solusi Cara

Kita sudah mengetahui fenomena , pandangan dan pengertian dari integritas pada notes sebelumnya. Sekarang mari kita simak cara yang bisa kita tempuh untuk memiliki sebuah ”INTEGRITAS”.

Alternatif Solusi

Menegakkan Integritas adalah harga mati. Untuk itu kita perlu belajar dan membiasakan diri kita berproses memiliki sikap ini. Ada enam cara yang bisa kita lakukan. Cara pertama sampai ketiga lebih bersifat psikososial, sementara keempat dan kelima lebih bersifat spiritual.

1.     Introspeksi diri

Introspeksi diri artinya mengenali dan menginsyafi segala bentuk perilaku yang tidak efektif. Kebiasaan ini membuat kita memiliki kesadaran diri yang tinggi dan bisa melacak di mana letak kelemahan kita sesungguhnya. Bukalah diri dan dengarkan nurani kita yang memancarkan kebenaran dan membuat kita mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Nurani ibarat cermin. Setiap perbuatan negatif dapat menjadi titik noda yang mengotori cermin itu, begitupun sebaliknya. Jika ingin cermin kita bening dan memancarkan kebenaran, berbuatlah baik.

Akuilah kesalahan kita dengan jujur dan sebagaimana adanya. Hindari melakukan pembenaran atau rasionalisasi. Lakukan usaha perbaikan terus menerus dan evaluasi kemajuan yang kita capai.

 

2.     Meminta umpan balik dari orang lain

Usahakan untuk meminta feedbackdari orang yang bisa kita percaya. Ceritakan dengan jujur dan terbuka sehingga orang tersebut bisa mengenal permasalahan kita, kemudian mintailah pendapatnya mengenai hal yang harus kita lakukan atau kita tinggalkan.

 

3.     Berhati-hati dalam setiap kata-kata

Kedua cara di atas akan mengasah kejujuran intrapersonal (diri) kita. Integritas juga mencakup kejujuran interpersonal (orang lain). Salah satunya dengan berhati-hati dalam ucapan kita. Apakah yang kita ucapkan sudah benar?Apakah terlalu membesar-besarkan informasi atau justru menguranginya? Apakah niat terselebung di balik kata-kata kita? Adakalanya orang berbicara bukan untuk membuat orang lain paham, melainkan untuk memperdaya. Ada dua prinsip komunikasi yang dapat kita praktekkan :

a.      QaulanSadidan

Qaulan sadidan artinya pembicaraan yang benar, jujur,lurus, tidak mengandung dusta, dan tidak berbelit-belit (straight to the point). Prinsip ini mengajarkan agar kita menyampaikan informasi sebagaimana adanya dan berasal dari sumber yang valid. Dalam menyampaikan informasi, kita dilarang mencampurnya dengan asumsi dan spekulasi kita.

b.      QaulanBalighan

Qaulan Balighan mengandung dua makna. Pertama menyampaikan sesuatu sesuai dengan latar belakang audience, sesuai bahasa yang mereka mengerti. Kedua, prinsip inimenegaskan pentingnya seorang komunikator menyentuh akal dan emosi audiencenya. Kita bisa menyentuh akalnya dengan mengajaknya berpikir kritis, menggunakan akal sehat, memberikan argumentasi kuat, dsb. Sedangkan untuk menyentuh emosinya, kita bisa mengungkapkan cerita hikmah, pengalaman spiritual, atau kata-kata bijak dari tokoh terkemuka.

 

4.     Sadarilah bahwa kita selalu diawasiNya

Menegakkan integritas berarti sepenuhnya menyadari bahwa setiap gerak-gerik kita, ucapan, bahkan niat yang terbersit senantiasa diketahui Tuhan. Dalam Islam, kesadaran seperti ini disebut Ihsan. Nabi Muhammad berkata, ”Ihsan adalah engkau beribadah seolah-olah melihat Tuhan. Tapi, jika engkau tidak dapat melakukannya, yakinlah bahwa Tuhan selalu memperhatikanmu”.

Berbeda dengan atasan kita, Tuhan tak terbatas ruang dan waktu. Untuk sampai pada tahap ”yakin”, kita bisa merenungkan ”jejak-jejak” keberadaanNya. Inilah makna hakiki perenungan. Kita tak boleh semata-mata hanya menangkap penampakan fisik, tetapi juga harus mampu menemukan hakikat di balik penampakan fisik tersebut. Hal ini yang menurut Ali Syari’ati (1996) yang membedakan carapandang ilmuwan Barat yang ateistik dengan intelektual Timur yang monoteistik.

 

5.     Sadarilah bahwa kita pasti dimintai pertanggung jawaban

Seiring dengan kesadaran diri bahwa Tuhan itu ada dan selalu mengawasi kita, kita juga perlu meyakini bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban. Inilah bukti keadilan Illahi yang melegakan sekaligus ”menakutkan”. Melegakan karena hal ini membersitkan rasa optimis bahwa setiap apa yang ada dalam hidup kita tidak akan sia-sia. Menakutkan, karena ketidakmampuan kita dalam menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya tanpa bimbingan dariNya juga.

 

Demikianlah seri ”borongan” yang sudah lama tertunda penulisannya. Alhamdulillah kesemuanya ini bukanlah proses yang mudah, namun ini adalah harga yang pantas untuk gerak menyempurna kita padaNya. Ingat, GET A LIFE, NOT A JOB! SEE U ON TOP!!

 

 

Referensi :

Hendricks,Gay dan Kate Ludeman, The CorporateMystic : Sukses Berbisnis dengan Hati, Bandung : Kaifa, 2002.

Rakhmat,Jalaluddin, Memaknai Kematian,Jakarta : IIMAN, 2006.

Syari’ati,Ali. Tugas Cendekiawan Muslim,Jakarta : Srigunting, 1996.

 

Inspirasi :

Ust.AM Safwan. Pengasuh Pesantren Mahasiswa Madrasah Murtadha Muthahhari Yogyakarta. Rausyan Fikr Yogyakarta : Islamic Philosphy & Mysticism.

Bagaimana, Asik kan kenal dirimu??

kolom-candra

candrawatiCandrawati Wijaya adalah alumni FPSB Psikologi UII angkatan 2006. Lahir pada tanggal 31 Mei 1989 di Bogor. Sekarang bekerja di Indomobil Learning and Development Centre sebagai HRD dan Trainer “Manajemen Jati Diri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Masturbasi dan Pengaruh Psikologisnya

09 Sep 2013 pikirdong

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Menghindar Burnout di Tempat Kerja

08 Sep 2013 pikirdong

Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya…

Refleksi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini bertujuan untuk mengomentari sejumlah isu yang berkembang dalam pergumulan pengembangan wacana psikologi Islami.…

Edisi Ibu Kota : SIEQ-Asik di Dunia Kerja…

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Hari ini tepat 1 minggu saya berada di Ibu kota negara tercinta dengan…

General Anxiety Disorder (GAD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder; GAD) merupakan bentuk gangguan kecemasan dimana individu secara terus-menerus…

Rett Disorder

03 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Rett (rett disorder) atau dikenal dengan Rett syndrome (RS) merupakan gangguan genetika yang mengakibatkan…

Gangguan Makan

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan makan (Eating Disorder) terjadi dari beberapa perilaku makan berupa perilaku mengurangi makan hingga pada…

Stress

08 Sep 2013 pikirdong

Seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, laju pertumbuhan yang semakin padat memicu munculnya stres.…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

Anorexia Nervosa

06 Sep 2013 pikirdong

Anoreksia nervosa (anorexia nervosa) diartikan sebagai sebagai suatu gangguan makan yang terutama menyerang wanita muda…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini merupakan jalur yang seharusnya dibangun…

26 Jul 2016 GIB pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014