DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Edisi Ibukota : Mengapa Mimpi Gagal Terwujud?

Halo Tarzan Kota!!

Lamaaaa sekali tidak menulis serial lanjutan ini. Tulisan terakhir itu tentang Burn out di 15 Desember 2012.W.O.W!!Apa kabar BURN OUT-nya??? Hehe.. inilah kelanjutan kisah dari Burn out itu.

Alkisah, para Tarzan tangguh yang mengalami stress kerja tersebut bertahan karena dalam pekerjaannya terdapat tanggung jawab moral yang mereka emban. Di saat itu juga mereka berusaha bertindak menyadarkan berbagai pihak akan peran dan tanggung jawabnya. Namun yang terjadi sepertinya tetap NOL besar. Sehingga satu persatu team tarzan berloncatan mencari hutan baru untuk dijelajah… (hiks).

Author

Lalu apa yang dapat kami pelajari dari keseluruhan kisah yang kami alami bersama di hutan kota ini?? MIMPI HEBAT harus pula dipertanggung jawabkan secara HEBAT pula. Butuh kesadaran peran dan tanggung jawab masing-masing bagian untuk MEWUJUDKAN. Butuh kompetensi dan komitmen dalam PROSES. Serta kedisiplinan dalam pencapaian HASIL. Kesimpulannya, hal yang membuat tarzan-tarzan menjadi stress adalah Sang Eksekutor yang tak memiliki strategi dan tindakan yang selaras dalam mewujudkan mimpi.

Sebagian dari kita punya kebiasaan ke toko buku. Salah satu kebiasaan kita saat berada di toko adalah melihat-lihat apakah ada buku-buku baru. Jika ada satu topik bertengger dalam benak, kita pun segera fokus pada judul-judul terkait.

Sekarang, marilah kita lakukan pengamatan singkat. Berapa banyak buku yang ada di rak bagian Manajemen, yang memajang buku-buku tentang strategi? Jawabannya, kemungkinan besar banyak tersedia. Kemudian, coba lihat berapa banyak buku yang membahas tentang bagaimana cara mengeksekusi strategi. Jumlahnya bisa jadi sangat kecil.

Situasi tersebut sama halnya dengan banyaknya orang yang masuk sekolah bisnis yang terkenal dan belajar bagaimana membuat dan menyusun strategi yang hebat. Namun, bagaimana cara mengeksekusi strategi tersebut, kurang banyak dibicarakan, atau tidak sebanyak pembahasan tentang strategi.

Stephen R. Covey,  dalam buku The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness, mengatakan, “It’s one thing to come up with great strategies and goals, but it’s quite another to actually get them done. This is called the execution gap. (Merencanakan strategi dan sasaran yang hebat adalah satu hal penting, tetapi melaksanakan strategi dan sasaran tersebut adalah hal yang berbeda. Inilah yang disebut dengan “ execution gap”.).

Pada umumnya, banyak organisasi dalam dunia bisnis yang telah mengeluarkan biaya besar untuk membuat strategi yang hebat— kita sebut saja mereka memperoleh predikat A. Namun, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, di samping strategi yang hebat, kita juga perlu eksekusi yang kuat. Ada pernyataan menarik yang diungkapkan oleh Chatherine Nelson. Katanya,  An “A” execution of a “B” strategy is better than a “B” execution of an “A” strategy (Sebuah eksekusi yang hebat atas strategi yang tidak terlalu hebat lebih baik daripada eksekusi yang tidak terlalu hebat atas strategi yang hebat).

Sekarang sebuah pertanyaan muncul: Mengapa suatu organisasi yang memiliki banyak orang yang berbakat dan strategi yang hebat, gagal mewujudkan perencanaan dan strateginya? Lebih disayangkan lagi adalah…. Ketika satu persatu orang hebat itu pun akhirnya menyerah…. (curcol nekiki…, ehem).

Ram Charan, mantan guru besar Harvard BusinessSchool, dalam bukunya yang saat ini telah menjadi best seller, Execution: The Discipline of Getting Things Done, mengatakan, “It’s rarely for a lack of smart or vision. It’s bad execution. As simple as that: not getting things done, being indecisive, not delivering on commitments.

Bagaimana peran seorang business leader saat ini? Barangkali jawabannya sangat sederhana: mendapatkan hasil (result)  dalam bisnis. Dan, hasil tersebut berasal dari dua input, yaitu Strategi dan Eksekusi dari Strategi tersebut. Keduanya ibarat dua sisi dari mata uang yang sama. Jadi, suatu hasil yang tidak tercapai kemungkinan hanya disebabkan oleh satu dari dua hal berikut ini: strategi yang salah, atau eksekusi strategi tersebut yang tidak efektif.

Saat ini banyak leader yang mempunyai paradigma bahwa ketika mereka telah membuat strategi bisnis dari proses analisis yang mendalam, maka mereka bisa berbangga telah menjadi business leader. Begitu meeting yang panjang di sebuah hotel di luar kota rampung, dengan menghasilkan strategi perusahaan yang hebat dan memukau, maka sang business leader menarik napas lega. Dia bangga bahwa strategi yang berhasil disusun tampak hebat dan memukau semua orang di perusahaan.

Selanjutnya tentu saja menjadi tugas para anak buah untuk mewujudkan atau melaksanakan strategi tersebut. Jika saja ada pemimpin bisnis yang berpikir seperti itu, alangkah sayangnya. “Executionis a leader’s most important job. Execution is the major job of a leader and must be the core element of an organization’s culture,” ungkap Ram Charan.

Pernyataan Ram Charan itu menarik untuk kita telaah. Ada tiga hal penting yang diungkapkan oleh Ram Charan dalam bukunya, Execution: The Discipline of Getting Things Done. Pertama, eksekusi adalah disiplin dan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi. Kedua, eksekusi adalah pekerjaan utama seorang pemimpin bisnis. Ketiga, eksekusi haruslah menjadi komponen utama dalam budaya organisasi.

Nah, tulisan berikutnya akan membahas salah satu cara untuk mewujudkan mimpi berdasarkan Seminar yang pernah saya ikuti.

Get a LIFE NOT A JOB, See you on TOP!! Selamat meng-EKSEKUSI mimpi!

Referensi :

Covey, Stephen. R : The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness.
Chamran, Ram. Execution: The Discipline of Getting Things Done.
Modul Seminar “4DX”, Yayasan Dunamis. Penyelenggara : UIN SUKA. 2010.

kolom-candra

candrawatiCandrawati Wijaya adalah alumni FPSB Psikologi UII angkatan 2006. Lahir pada tanggal 31 Mei 1989 di Bogor. Sekarang bekerja di Indomobil Learning and Development Centre sebagai HRD dan Trainer “Manajemen Jati Diri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice…

13 Jul 2017 Sayed Muhammad

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting…

Gangguan Tidur (Sleep Disorder)

08 Sep 2013 pikirdong

Gangguan tidur (sleep disorder) merupakan permasalahan yang dihadapi menjelang atau di saat tidur dapat berupa,…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perkawinan bukanlah suatu pengikat yang memberikan kebebasan untuk saling menyakiti pasangan hidupnya. Dengan adanya perkawinan…

Mengakhiri Kehampaan dengan Dzikir

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Masalah kebermaknaan hidup senantiasa menjadi problem penting dalam kehidupan manusia, baik dulu, kini dan di…

Edisi Ibukota : Integritas & Solusi Cara

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Kita sudah mengetahui fenomena , pandangan dan pengertian dari integritas pada notes sebelumnya. Sekarang mari…

Menyikapi Budaya Beragama yang Beragam

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Agama adalah seperangkat keyakinan, aturan, praktik berperilaku yang berasal dari Tuhan. Ia dihadirkan Tuhan di…

Mengejar Kebahagiaan

09 Sep 2013 Ardiman Adami

Bilamana Anda merasa bahagia? Apakah ketika Anda meraih kesuksesan, kekayaan, atau kesenangan? Tentu saja Anda…

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Social Phobia

08 Sep 2013 pikirdong

Sosial fobia (social phobia) atau dikenal juga dengan istilah social anxiety disorder (SAD) merupakan gangguan…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Menanamkan Disiplin pada Anak

04 Sep 2013 Sayed Muhammad

Menerapkan disiplin pada anak merupakan keinginan dari semua orangtua, namun beberapa aturan keluarga dan punishment…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014