TwitterFacebookGoogle+

Edisi Ibukota : Mengapa Mimpi Gagal Terwujud?

Halo Tarzan Kota!!

Lamaaaa sekali tidak menulis serial lanjutan ini. Tulisan terakhir itu tentang Burn out di 15 Desember 2012.W.O.W!!Apa kabar BURN OUT-nya??? Hehe.. inilah kelanjutan kisah dari Burn out itu.

Alkisah, para Tarzan tangguh yang mengalami stress kerja tersebut bertahan karena dalam pekerjaannya terdapat tanggung jawab moral yang mereka emban. Di saat itu juga mereka berusaha bertindak menyadarkan berbagai pihak akan peran dan tanggung jawabnya. Namun yang terjadi sepertinya tetap NOL besar. Sehingga satu persatu team tarzan berloncatan mencari hutan baru untuk dijelajah… (hiks).

Author

Lalu apa yang dapat kami pelajari dari keseluruhan kisah yang kami alami bersama di hutan kota ini?? MIMPI HEBAT harus pula dipertanggung jawabkan secara HEBAT pula. Butuh kesadaran peran dan tanggung jawab masing-masing bagian untuk MEWUJUDKAN. Butuh kompetensi dan komitmen dalam PROSES. Serta kedisiplinan dalam pencapaian HASIL. Kesimpulannya, hal yang membuat tarzan-tarzan menjadi stress adalah Sang Eksekutor yang tak memiliki strategi dan tindakan yang selaras dalam mewujudkan mimpi.

Sebagian dari kita punya kebiasaan ke toko buku. Salah satu kebiasaan kita saat berada di toko adalah melihat-lihat apakah ada buku-buku baru. Jika ada satu topik bertengger dalam benak, kita pun segera fokus pada judul-judul terkait.

Sekarang, marilah kita lakukan pengamatan singkat. Berapa banyak buku yang ada di rak bagian Manajemen, yang memajang buku-buku tentang strategi? Jawabannya, kemungkinan besar banyak tersedia. Kemudian, coba lihat berapa banyak buku yang membahas tentang bagaimana cara mengeksekusi strategi. Jumlahnya bisa jadi sangat kecil.

Situasi tersebut sama halnya dengan banyaknya orang yang masuk sekolah bisnis yang terkenal dan belajar bagaimana membuat dan menyusun strategi yang hebat. Namun, bagaimana cara mengeksekusi strategi tersebut, kurang banyak dibicarakan, atau tidak sebanyak pembahasan tentang strategi.

Stephen R. Covey,  dalam buku The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness, mengatakan, “It’s one thing to come up with great strategies and goals, but it’s quite another to actually get them done. This is called the execution gap. (Merencanakan strategi dan sasaran yang hebat adalah satu hal penting, tetapi melaksanakan strategi dan sasaran tersebut adalah hal yang berbeda. Inilah yang disebut dengan “ execution gap”.).

Pada umumnya, banyak organisasi dalam dunia bisnis yang telah mengeluarkan biaya besar untuk membuat strategi yang hebat— kita sebut saja mereka memperoleh predikat A. Namun, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, di samping strategi yang hebat, kita juga perlu eksekusi yang kuat. Ada pernyataan menarik yang diungkapkan oleh Chatherine Nelson. Katanya,  An “A” execution of a “B” strategy is better than a “B” execution of an “A” strategy (Sebuah eksekusi yang hebat atas strategi yang tidak terlalu hebat lebih baik daripada eksekusi yang tidak terlalu hebat atas strategi yang hebat).

Sekarang sebuah pertanyaan muncul: Mengapa suatu organisasi yang memiliki banyak orang yang berbakat dan strategi yang hebat, gagal mewujudkan perencanaan dan strateginya? Lebih disayangkan lagi adalah…. Ketika satu persatu orang hebat itu pun akhirnya menyerah…. (curcol nekiki…, ehem).

Ram Charan, mantan guru besar Harvard BusinessSchool, dalam bukunya yang saat ini telah menjadi best seller, Execution: The Discipline of Getting Things Done, mengatakan, “It’s rarely for a lack of smart or vision. It’s bad execution. As simple as that: not getting things done, being indecisive, not delivering on commitments.

Bagaimana peran seorang business leader saat ini? Barangkali jawabannya sangat sederhana: mendapatkan hasil (result)  dalam bisnis. Dan, hasil tersebut berasal dari dua input, yaitu Strategi dan Eksekusi dari Strategi tersebut. Keduanya ibarat dua sisi dari mata uang yang sama. Jadi, suatu hasil yang tidak tercapai kemungkinan hanya disebabkan oleh satu dari dua hal berikut ini: strategi yang salah, atau eksekusi strategi tersebut yang tidak efektif.

Saat ini banyak leader yang mempunyai paradigma bahwa ketika mereka telah membuat strategi bisnis dari proses analisis yang mendalam, maka mereka bisa berbangga telah menjadi business leader. Begitu meeting yang panjang di sebuah hotel di luar kota rampung, dengan menghasilkan strategi perusahaan yang hebat dan memukau, maka sang business leader menarik napas lega. Dia bangga bahwa strategi yang berhasil disusun tampak hebat dan memukau semua orang di perusahaan.

Selanjutnya tentu saja menjadi tugas para anak buah untuk mewujudkan atau melaksanakan strategi tersebut. Jika saja ada pemimpin bisnis yang berpikir seperti itu, alangkah sayangnya. “Executionis a leader’s most important job. Execution is the major job of a leader and must be the core element of an organization’s culture,” ungkap Ram Charan.

Pernyataan Ram Charan itu menarik untuk kita telaah. Ada tiga hal penting yang diungkapkan oleh Ram Charan dalam bukunya, Execution: The Discipline of Getting Things Done. Pertama, eksekusi adalah disiplin dan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi. Kedua, eksekusi adalah pekerjaan utama seorang pemimpin bisnis. Ketiga, eksekusi haruslah menjadi komponen utama dalam budaya organisasi.

Nah, tulisan berikutnya akan membahas salah satu cara untuk mewujudkan mimpi berdasarkan Seminar yang pernah saya ikuti.

Get a LIFE NOT A JOB, See you on TOP!! Selamat meng-EKSEKUSI mimpi!

Referensi :

Covey, Stephen. R : The 8th Habit: From Effectiveness to Greatness.
Chamran, Ram. Execution: The Discipline of Getting Things Done.
Modul Seminar “4DX”, Yayasan Dunamis. Penyelenggara : UIN SUKA. 2010.

kolom-candra

candrawatiCandrawati Wijaya adalah alumni FPSB Psikologi UII angkatan 2006. Lahir pada tanggal 31 Mei 1989 di Bogor. Sekarang bekerja di Indomobil Learning and Development Centre sebagai HRD dan Trainer “Manajemen Jati Diri”

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Teman Berselingkuh

27 Feb 2018 pikirdong

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Ungkapkan Cinta Anda Sekarang!

10 Sep 2013 pikirdong

Dukungan berupa perhatian kepada pasangan akan menciptakan kenyamanan dan rileks pada dirinya sehingga keberadaan diri…

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

Mengkritik dengan Tepat

05 Oct 2013 Sayed Muhammad

Kritik dapat dilakukan oleh siapapun, namun tidak semua kritikan yang dilontarkan dapat diterima dengan sikap…

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

28 Apr 2018 Fuad Nashori

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice…

13 Jul 2017 Sayed Muhammad

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting…

Anak dan Peterporn

14 Jun 2011 Fuad Nashori

Peterporn. Itulah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aksi pornografi yang diduga (sangat keras) melibatkan pesohor…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014