TwitterFacebookGoogle+

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

Salam Tarzan Kota!

Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di puncak ya!! Seri sebelumnya membahas mengenai bagaimana mengatasi ”Burn out” yaitu kepenatan fisik,keletihan emosi, penurunan motivasi, sebagai akibat dari stress atau frustasiberkepanjangan yang dirasakan seseorang. ”Nikmat” sekali merasakan puncak ”Burn Out” itu Kawan, sungguh!! Dan lebih nikmatnya lagi adalah.. ketika melihat ”Matahari terbit”. Ya, apalagi jika bukan ”Jalan Terang”. Saya bersyukur ketika seorang HR Manager bersedia meluangkan waktu untuk private sharing yang membuat saya kembali meneguhkan diri berada di jalan saya sekarang. Semoga Allah merahmatinya. Amin.

Pengenalan terhadap permasalahan itu penting. Sangat penting bahkan, sehingga kita bisa mencabut akar masalah dan mengatasi dampaknya. ”Burn Out” adalah sebuah dampak, dan akar masalahnya dalam konteks saya adalah ”FENOMENA INTEGRITAS”. Sering disebut, dielukan, tapi apakah maknanya ”sampai” pada yang membicarakan dan mendengarkannya?? Apa pentingnya INTEGRITAS?

integritas

Integritas sudah menjadi barang langka di tengah ambruknya moralitas yang disebabkan  manusia kini disetir oleh kepentingan ekonominya. Berbagai survei yang dilakukan di perusahaan-perusahaan terkemuka menyebutkan bahwa integritas adalah prasyarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin sejati. Tanpanya, kepemimpinan tidak akan bersinar dan berdampak luas bagi organisasi karena kredibilitas personalnya akan pudar dan kepercayaan orang lain akan sirna. Sayangnya, meski dianggap penting, namun banyak yang mengabaikan karena menurutnya hal ini hanya bisa dipraktekkan dalam kondisi sosial yang ideal. Saat ini, ketika semua orang berprilaku munafik dan menghalalkan berbagai cara untuk meraih tujuannya, integritas adalah hal yang mustahil untuk dipraktekkan. Benarkah pandangan itu? Absolutely NO! Sekali lagi, Integritas adalah prasyarat mutlak untuk meraih sukses dan capaian yang hakiki. Menghasilkan sebenar-benarnya penghormatan, penghargaan dan tauladan.

 

Bagi kebanyakan orang, integritas sering dipadankan dengan kejujuran. Sementara menurut Imam Al Ghazali, kejujuran itu sendiri bermakna luas. Kejujuran dalam berbicara, kejujuran dalam berniat dan kemauan, kejujuran dalam perencanaan, kejujuran dalam pelaksanaan, kejujuran dalam tindakan, dan kejujuran dalam merealisasikan ketentuan agama. Bila seseorang telah memiliki semua sifat itu, barulah dia disebut jujur (Rakhmat, 2006).

Sementara menurut Hendrick dan Ludemen (2002), selain menyentuh dimensi intrapersonal (diri), integritas juga menjangkau dimensi interpersonal (orang lain). Mereka menambahkan kemampuan menepati janji dan memegang tanggung jawab sebagai puncak integritas. Orang yang memiliki integritas tidak suka mengobral janji. Apa adanya dan pantang memelintir fakta. Sikap ini muncul dari nuraninya. Baginya, nurani adalah lilin yang menerangi jalan hidupnya. Bila nuraninya berkata ”ini benar”, maka dia akan bicara ”ya”. Sebaliknya, jika ”ini salah”, maka dia akan berbicara ”tidak”.

 

Lalu,bagaimana caranya kita menjadi pribadi yang memiliki integritas? Simak lanjutan notes ini di halaman ini

 

Referensi :

Hendricks, Gay dan Kate Ludeman, The CorporateMystic : Sukses Berbisnis dengan Hati, Bandung : Kaifa, 2002.

Rakhmat, Jalaluddin, Memaknai Kematian, Jakarta : IIMAN, 2006.

Syari’ati, Ali. Tugas Cendekiawan Muslim, Jakarta : Srigunting, 1996.

 

Inspirasi :

Ust.AM Safwan. Pengasuh Pesantren Mahasiswa Madrasah Murtadha Muthahhari Yogyakarta. Rausyan Fikr Yogyakarta : Islamic Philosphy & Mysticism.

 

kolom-candra

candrawatiCandrawati Wijaya adalah alumni FPSB Psikologi UII angkatan 2006. Lahir pada tanggal 31 Mei 1989 di Bogor. Sekarang bekerja di Indomobil Learning and Development Centre sebagai HRD dan Trainer “Manajemen Jati Diri”

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Pelecehan Seksual

09 Sep 2013 pikirdong

Pelecehan seksual sering kita jumpai disekeliling kita, bahkan kita sendiri tidak menyadarinya. Pelakunya bisa saja…

Mencintai Pria Beristri?

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Banyak remaja atau gadis yang belum menikah jatuh cinta dengan pria yang telah beristri. Bagi…

Kematangan Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Young (1950) dalam bukunya Emotion in Man and Animal memberi pengertian bahwa kemasakan emosi adalah…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta…

30 Aug 2017 pikirdong

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders…

Parafilia Yang Tidak Terdefinisi

06 Sep 2013 pikirdong

Ada banyak jenis paraphilia yang disebut-sebut dalam pelbagai referensi, namun APA (American Psychiatric Association)  tidak…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Developmental Milestones: Usia 9 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 9 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan bunyi tertentu untuk tanda berlainan Tingkah laku Mulai mengerti dengan merespon…

Penyakit Hati: Tanda, Sebab, Upaya Penyembuhan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Islam, suci dan kotornya hati memiliki arti yang sangat penting. Hati yang suci dan…

Gagal Bukan Berarti Kehilangan Segalanya

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Meskipun gagal meraih sebuah bintang, setidaknya kita tidak menggenggam lumpur. (Leo Burnett)   Dari usia masih kecil kita selalu…

Obsessive-compulsive Disorder (OCD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014