TwitterFacebookGoogle+

Efek Perceraian pada Anak

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil oleh setiap pasangan bila harmonisasi perkawinan terganggu tanpa bisa diperbaiki kembali. Data statistik menunjukkan angka perceraian di Indonesia beberapa tahun terakhir ini terus meningkat tajam, pada tahun 2009 tercatat 216.286 kasus perceraian, tahun 2010 meningkat mencapai 285.184 kasus, tahun 2011 diperkirakan telah mencapai 320.000 kasus seperti yang disebutkan sebuah harian. Bila perceraian menjadi suatu pilihan yang diambil, bagaimana dampak terhadap anak setelah pasca perceraian tersebut?

sponsor1Penelitian menunjukkan perceraian memberikan dampak buruk berupa gangguan perilaku dan emosional yang tampak pada semua kelompok usia. Pengaruh reaksi anak terhadap perceraian sangat tergantung pada usia anak, biasanya anak pada usia 3 sampai 6 tahun tidak begitu berpengaruh ketika orangtua bercerai pada saat usia mereka berada 3-6 tahun, hal ini disebabkan karena anak belum begitu mengerti sepenuhnya arti perceraian itu sendiri. Anak seumur itu beranggapan bahwa faktor perceraian orangtua mereka disebabkan oleh dirinya.

Anak-anak pada usia tersebut beranggapan bahwa pertengkaran-pertengkaran orangtua mereka yang terjadi dan disaksikan oleh si anak merupakan sebab yang berasal dari dirinya. Oleh karenanya anak seusia tersebut berasumsi bertanggungjawab terhadap perceraian yang terjadi pada orangtuanya.

Beberapa dampak perceraian terhadap perilaku dan emosi pada anak  adalah;

1. Penurunan prestasi pada anak. Dampak ini sangat terlihat pada perceraian orangtuanya pada saat usia anak berada pada 7-12 tahun, baik disadari atau tidak, anak mulai mengalami stres yang mempengaruhi performance di sekolah. Anak sulit berkonsentrasi dan sering termenung di kelas.

2. Beberapa anak remaja akan bersikap sebagai ‘terapis’ untuk berusaha agar perceraian orangtua tidak terjadi, mereka berusaha dalam keadaan tegar dan berpura-pura dirinya dalam keadaan baik-baik saja, padahal mereka sebenarnya dalam keadaan terluka dan marah terhadap perilaku dan keputusan orangtuanya bercerai.

Remaja lainnya juga mengembangkan fantasi mereka bahwa orangtuanya suatu saat akan bersatu kembali, harapan-harapan tersebut selalu ditumbuhkan sehingga anak akan merasa dendam kepada orangtuanya ketika ada “orang baru” muncul dalam keluarganya sebagai pengganti salah satu orangtuanya kelak. Hal inilah yang memunculkan agitasi anak karena harapan dari fantasinya tidak menjadi kenyataan.

3. Trauma psikologis berkepanjangan biasanya terjadi pada kasus perceraian yang terjadi dengan tidak baik-baik. Pertengkaran dan tindakan kekerasan fisik yang terjadi pada rumahtangga kerap menjadi tontonan anak. Tingkat trauma akan berpengaruh kepada anak dikemudian hari, pelbagai penyimpangan perilaku bahkan gangguan kepribadian dapat mulai terbentuk dari awal pertengkaran.

4. Peningkatan perilaku agresi. Anak menyimpan rasa marah dan dendam terhadap situasi yang dialaminya akan melampiaskan dengan perilaku agresi fisik, mulai pada tindakan-tindakan kekerasan sampai pada tahap upaya bunuh diri.

Anak juga akan mencoba melawan terhadap aturan-aturan keluarga yang biasanya berlaku sebelum perceraian terjadi, misalnya anak mulai pulang larut malam, merokok, atau lebih memilih bergabung bersama teman atau kelompoknya dibandingkan menghabiskan waktunya di rumah.

5. Emosi tidak stabil. Anak yang mengalami perceraian akan mengalami banyak ketegangan dalam hidupnya dibandingkan anak normal lainnya. Dalam kesehariannya anak akan mudah merasa cemas dan mudah merasa sedih. Tingkat kecemasan yang tinggi bisa terjadi pada anak dimana orangtua akan melakukan perkawinan dalam waktu dekat. Anak membutuhkan proses adaptasi dengan anggota keluarga yang baru.

Disamping itu ketakutan akan pengalihan kasih sayang juga menjadi ketakutan pada anak, misalnya kelahiran adik tiri akan menimbulkan perasaan terancam akan berkurang perhatian dan kasih sayang terhadap dirinya. Anak akan memunculkan perasaan sedih dan permusuhan terhadap adik tirinya (sibling rivalry)

Diskusi

Meningkatnya angka perceraian di Indonesia apakah akan mempengaruhi kondisi bangsa dikemudian hari?

 

Sumber:
http://www.pikiran-rakyat.com/node/176349
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/01/24/lya2yg-angka-perceraian-pasangan-indonesia-naik-drastis-70-persen

Buku:
Chehrazi S, editor: Psychosocial Issues in Day Care. American Psychiatric Press, Washington, 1990
Kohnstam G A, Bates J E, Rothbart M K, editor: Temperament in Childhood, Wiley, New York, 1976

Penulis

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Antisocial Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personal Disorder) secara klinis merupakan gangguan karakter kronis seperti sifat menipu,…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Frotteurism – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Frotteurism merupakan salah satu jenis paraphilia, istilah ini digunakan untuk menggambarkan dorongan seksual yang kuat…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik…

16 Oct 2015 Sayed Muhammad

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai 40 tahun lalu, kini, sekolah-sekolah di…

Gagal Bukan Berarti Kehilangan Segalanya

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Meskipun gagal meraih sebuah bintang, setidaknya kita tidak menggenggam lumpur. (Leo Burnett)   Dari usia masih kecil kita selalu…

Studi Tentang Profil Pengasuhan Orangtua Anak-anak Berprestasi di…

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengasuhan orangtua dari anak-anak yang berprestasi. Hal-hal yang ingin…

Edisi Ibu Kota : SIEQ-Asik di Dunia Kerja…

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Hari ini tepat 1 minggu saya berada di Ibu kota negara tercinta dengan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di…

Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

08 Sep 2013 pikirdong

Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum terhadap stress kadang dengan…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014