DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Eksibisionisme – Paraphilia

Eksibisionisme (exhibitionism atau sering disebut dengan istilah flashing) merupakan dorongan fantasi seksual secara terus-menerus dan mendesak yang melibatkan perilaku dimana individu untuk memamerkan bagian genitalnya sendiri kepada orang asing yang tidak mau melihatnya. Dorongan tersebut bertujuan untuk mengejutkan, menakuti, dikagumi, atau menimbulkan rasa jijik pada orang yang menjadi sasaran.

Pelaku mendapatkan kepuasan bila muncul reaksi dari orang asing tersebut seperti terperanjat, teriakan atau ketakutan ―secara keliru dipersepsi oleh si penderita sebagai ekspresi kepuasan seksual. Kemudian hal tersebut digunakan sebagai dasar untuk fantasi masturbasi. Orgasme dicapai dengan melakukan masturbasi pada saat itu juga atau sesaat kemudian.

Di beberapa negara perilaku eksibisionisme merupakan kriminalitas karena dianggap sebagai perilaku tidak menyenangkan atau bahkan pada kasus tertentu dikategorikan sebagai tindakan pelecehan atau pemaksaan seksual.

Pelaku eksibisionisme tidak pernah dan jarang sekali memamerkan bagian genitalnya dengan telanjang bulat sebelumnya, berbeda dengan pelaku pornografi, dimana pelaku melakukan atau memamerkan genitalnya dengan bugil keseluruhan atau bagian tertentu saja di depan publik untuk memberi kesan bahwa paraphilia seperti yang ia lakukannya adalah lumrah terjadi dan nyata.

Bagaimana pelaku eksibisionisme melakukan aksinya?

Sebagian besar pelaku eksibisionisme adalah pria dan sangat sedikit wanita mengidap gangguan ini. Jarang sekali pelaku eksibisionisme melakukan kontak fisik dengan orang yang menjadi sasarannya, bahkan hampir tidak pernah terjadi pelaku eksibisionisme berlanjut pada tindakan pemerkosaan. Mereka mendapatkan kepuasan dengan melakukan masturbasi dari fantasi yang ia dapat dari korban yang menjerit atau ketakutan.

Pelaku eksibisionisme biasanya memilih korban-korbannya dan menunggu kesempatan untuk “memberikannya kejutan” pada waktu yang tepat. Biasanya mereka memilih tempat-tempat yang aman dimana orang-orang lain yang bukan menjadi targetnya tidak melihat aksinya. Jalan yang sepi, gang, kamar mandi, toilet, lift, bus dan sebagainya.

Pada wanita pelaku eksibisionisme berupa menggunakan pakaian tertentu untuk menarik perhatian pria dan berkecenderungan menganggu atau membuat resah seperti; tidak memakai bra, kancing terbuka, baju tipis, tidak menggunakan celana dalam (tetapi tidak bugil), rok sangat minim dan sebagainya.

Tentunya Anda sudah dapat membedakan bentuk penyimpangan seksual dengan pelaku pornografi bukan? Jadi, jangan terpengaruh dengan gambar-gambar porno yang beredar bebas di internet bahwa tidak kesemuanya itu adalah bentuk penyimpangan seksual, melainkan gambar yang sengaja dibuat berdasarkan situasi tertentu, bisa jadi sebagai kampanye paraphilia suatu komunitas pelaku pornografi atau pemenuhan permintaan para pecandu pornografi! Nah lho?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Refleksi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini bertujuan untuk mengomentari sejumlah isu yang berkembang dalam pergumulan pengembangan wacana psikologi Islami.…

Garis Besar Haluan Organisasi Asosiasi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Kongres II Asosiasi Psikologi Islami yang berlangsung di Unissula pada 4-5 Agustus 2007, berhasil…

Studi Tentang Profil Pengasuhan Orangtua Anak-anak Berprestasi di…

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengasuhan orangtua dari anak-anak yang berprestasi. Hal-hal yang ingin…

Menanamkan Disiplin pada Anak

04 Sep 2013 Sayed Muhammad

Menerapkan disiplin pada anak merupakan keinginan dari semua orangtua, namun beberapa aturan keluarga dan punishment…

Mengenal Dyslexia Pada Anak

13 Oct 2015 pikirdong

Dyslexia (disleksia) merupakan ketidakmampuan belajar (learning disability) yang dialami oleh seseorang dimana individu tidak mampu…

5 Kalimat yang Dapat Merusak Cinta Anda

07 Sep 2013 pikirdong

Di dalam menjalin hubungan interpersonal yang mendalam, kadang beberapa orang menggunakan kalimat-kalimat yang dapat membangkitkan…

Dimensi Sosial Puasa

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Puasa merupakan salah satu ibadah penting umat beragama, terutama umat Islam. Dalam Islam, sebagian puasa…

Tinggal Serumah Sebelum Menikah Perlukah?

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Baru-baru ini seorang wanita cantik berusia sangat belia menulis dalam sebuah forum website komunitas tertentu…

Menarche

09 Sep 2013 pikirdong

Menarche merupakan tanda permulaan pemasakan seksual pada wanita yang terjadi kisaran usia 13 tahun atau…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Idul Adha Barakah 2016

19 Sep 2016 pikirdong

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014