TwitterFacebookGoogle+

Enaknya Duduk di Barisan Depan Kelas!

Duduk di barisan paling depan kelas memang rada seram, perasaan was-was selalu kebayang karena selalu dapat menjadi pusat perhatian guru saat mengajar di depan kelas. Bagaimana bila nantinya kalau guru bertanya tentang pelajaran? Bagaimana bila menjadi pusat perhatian dan bahan tertawaan teman-teman bila tidak mampu menjawab? Duh, ga kebayang deh betapa malunya!

200x200

Nah, mungkin alasan inilah yang paling sering gunakan untuk menolak duduk di bangku paling depan bila guru menyuruh kamu untuk memilihnya. Kenapa kamu lebih senang memilih bangku paling belakang?

Mungkin inilah alasan-alasan yang paling sering digunakan siswa;

– Menghindari kontak secara langsung atau berdekatan dengan guru
– Bangku paling depan begitu mudah menjadi jangkauan guru untuk memeriksa PR atau pun pertanyaan-pertanyaan tentang pelajaran sebelumnya
– Bisa usil bareng teman tanpa terlihat secara langsung oleh guru
– Tempat bersembunyi dari rasa takut untuk sementara bila ada pemeriksaan dadakan oleh BP
– Punya kesempatan untuk mencontek teman
– Mempunyai kesempatan untuk mengatur strategi terhadap “kesiapan mental” terhadap tugas, bila guru melakukan urutan dari depan
– Punya kesempatan untuk tidur di dalam kelas
– Atau kamu punya alasan lainnya?

Keuntungan yang bakal kamu peroleh dengan memilih atau mengubah tempat duduk ke bagian depan kelas!
Bagaimana pun untuk duduk di depan bukanlah hal yang merugikan buat kamu. Seorang pendidik, Randall McCutcheon dalam bukunya; Get off My Brain: A Survival Guide for Lazy Student (1998) menulis beberapa keuntungan yang dapat diperoleh siswa yang duduk dibarisan paling depan kelas;

1. Kebanyakan siswa yang duduk di depan guru adalah siswa yang cemerlang yang mempunyai interaksi terhadap pelajaran-pelajaran yang diperolehnya melalui ketertarikannya dengan guru. Duduk di barisan depan berarti kamu akan lebih sering bertemu dengan siswa-siswa cemerlang, bangunlah persahabatan dengan mereka. Disebutkan juga bahwa ternyata mahasiswa atau mahasiswi yang duduk pada barisan adalah mahasiswa yang cepat lulus dari kuliahnya!*

2. Siswa yang duduk bagian depan mempunyai konsentrasi terhadap pelajaran lebih mendalam menyimak pelajaran, dan kesempatan mencatat lebih banyak. Siswa-siswa ini akan lebih fokus terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya, sehingga akan lebih menguasai ujian-ujian atau pertanyaan yang diajukan nantinya.

3. Duduk di bagian paling depan berarti kamu telah membangun interaksi dengan guru. Suatu penelitian menunjukkan bawa siswa yang mempunyai interaksi yang baik dengan gurunya atau sebaliknya, akan meningkatkan motivasi siswa belajar dan meningkatkan pemahaman dan ketertarikannya terhadap pelajaran. Tidak hanya itu, kamu telah memberi kesempatan kepada guru untuk mengenalmu, sehingga guru akan terus memperhatikan perkembangan kamu, nah sekarang tergantung bagaimana kamu memperkenalkan dirimu kepada guru tersebut.* (Baca juga Interaksi Guru Terhadap Proses Belajar Siswa)

4. Menambah rasa percaya diri ketika ujian tiba. Nah, kalo kamu udah sering menyimak setiap penjelasan guru, mencatat dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan mengapa kamu mesti takut menghadapi ujian? PD aja lagi! Sikap positif yang telah kamu tanamkan sebelumnya dengan ketekunan tentunya agar kamu dapat lulus dengan memuaskan.

5. Biasanya siswa-siswa yang duduk pada barisan depan kelas lebih sering mendapat peratian dari gurunya. Perhatian tersebut dapat berupa; pertanyaan-pertanyan berupa pelajaran terakhir yang telah diajarkan. Ini berarti bahwa guru mempunyai perhatian terhadap kemajuan siswanya, nah bila kamu mendapat giliran pertanyaan, jangan takut bahwa kamu tidak bisa menjawabnya, ini bisa berarti bahwa kamu mendapat perhatian sekaligus menjadi tolak ukur kemampuan siswa dalam menerima palajaran yang telah disampaikan. Tentunya kamu juga harus terus mengulang kembali pelajaran-pelajaran yang telah diajarkan. Perlu di ingat, bisa jadi salah satu pertanyaan yang diajukan bakal muncul dalam ujian akhir nanti. 

_

Adaptasi Buku Pintar Remaja Gaul, Pamela Espaland, Kaifa, 2005

Penulis

ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Antisocial Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personal Disorder) secara klinis merupakan gangguan karakter kronis seperti sifat menipu,…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Frotteurism – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Frotteurism merupakan salah satu jenis paraphilia, istilah ini digunakan untuk menggambarkan dorongan seksual yang kuat…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik…

16 Oct 2015 Sayed Muhammad

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai 40 tahun lalu, kini, sekolah-sekolah di…

Gagal Bukan Berarti Kehilangan Segalanya

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Meskipun gagal meraih sebuah bintang, setidaknya kita tidak menggenggam lumpur. (Leo Burnett)   Dari usia masih kecil kita selalu…

Studi Tentang Profil Pengasuhan Orangtua Anak-anak Berprestasi di…

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengasuhan orangtua dari anak-anak yang berprestasi. Hal-hal yang ingin…

Edisi Ibu Kota : SIEQ-Asik di Dunia Kerja…

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Hari ini tepat 1 minggu saya berada di Ibu kota negara tercinta dengan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di…

Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

08 Sep 2013 pikirdong

Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum terhadap stress kadang dengan…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014