TwitterFacebookGoogle+

Episode Depresi

Episode depresi digolongkan pada rentang waktu kemunculan depresi yang relatif singkat, pada umumnya penderita episode depresif secara bertahap dapat pulih, sayangnya episode depresif cenderung timbul kembali. Semakin stabil seseorang dalam menghadapi episode awalnya semakin kecil kemungkinan depresi muncul kembali. Sebagian kecil (sekitar 10%) penderita episode ini berlanjut pada depresi berat.

Gejala utama
– Perubahan mood secara drastis
– Kehilangan minat dan kegembiraan
– Berkurangnya energi dan mudah lelah Menurunnya aktivitas

Gejala lainnya
– Konsentrasi dan perhatian menjadi berkurang
– Harga diri dan rasa percaya diri berkurang
– Rasa bersalah dan perasaan tidak berguna
– Pesimistik terhadap masa depan
– Percobaan atau gagasan bunuh diri
Gangguan tidur
– Nafsu makan berkurang
– Memikirkan hal-hal yang menyedihkan, suka mengeluh
– Apatis, dan kadang bersikap sarkastik (kasar)
– Menolak intervensi pengobatan
– Penurunan dorongan seksual

Episode Depresi Ringan
– Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari gejala utama
– Ditambah 2 dari gejala lainnya
– Keberlangsungan sekurang-kurangnya 2 minggu
– Hanya sedikit kendala dalam pekerjaan atau interaksi sosial

Episode Depresi Sedang
– Setidaknya ada 2 gejala utama
– Sedikitnya 3 gejala lainnya
– Keberlangsungan sekurang-kurangnya 2 minggu
– Menghadapi sedikit kesulian dalam pekerjaan, rumah tangga dan interaksi sosial

Episode depresi berat tanpa gejala psikotik
– Ada 3 gejala utama
– Sekurang-kurangnya ada 4 gejala lainnya
– Keengganan pasien untuk menceritakan keluhan-keluhan yang dialaminya selama masa tersebut
– Keberlangsungan sekurang-kurangnya 2 minggu. Kadang, kemunculan simtom lebih dini dibawah 2 minggu
– Hambatan dalam menghadapi pekerjaan, rumah tangga dan interaksi sosial

Episode depresi dengan gejala psikotik
– Gejala depresi secara umum
– Adanya kemunculan halusinasi, delusi, waham, atau stupor depresi (kelenger; seperti mau pingsan)
– Retardasi psikomotorik.

Mekanisme kemunculan gangguan depresif. Episode yang terus berkembang hingga mengarah pada kemunculan gangguan depresi.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

ADHD Pada Anak-anak

05 Sep 2013 pikirdong

Tanda-tanda adanya gangguan ADHD sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak anak masa pra sekolah. Kurangnya atensi,…

Agenda Sosial Pikirdong

03 Sep 2013 pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi…

Heroin

12 Sep 2013 pikirdong

Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin dan kekuatannya dua kali lebih kuat dibandingkan morfin…

Memberi Nama yang Baik Untuk Anak Kita

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Salah satu hak anak adalah mempunyai nama yang baik. Hak ini merupakan tanggung jawab orangtua…

Dyslexia

03 Sep 2013 pikirdong

Membaca dengan lancar bagi seseorang mungkin sangat mudah setelah melalui proses belajar dari sejak kecil,…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Garis Besar Haluan Organisasi Asosiasi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Kongres II Asosiasi Psikologi Islami yang berlangsung di Unissula pada 4-5 Agustus 2007, berhasil…

Post Traumatic Stress Disorder

08 Sep 2013 pikirdong

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Dunia Pendidikan : Menjalin Rasa Simpati dan Pengertian

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak-anak yang merasa, atau dibuat tidak merasa, tidak diterima dan tidak kompeten akan lambat memulihkan…

Menghindar Burnout di Tempat Kerja

08 Sep 2013 pikirdong

Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya…

Obsessive Compulsive Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Personality Disorder; OCPD) adalah suatu kondisi karakter dengan gangguan kronis…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014