DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Fatal-Flaws

Selama masa pacaran atau pendekatan dilakukan, banyak pasangan sebenarnya telah menangkap tanda-tanda “ketidakberesan” perilaku pada pasangannya. Namun hal ini dianggap sebagai bentuk perilaku yang dapat diterima dan ditolerir dengan asumsi bahwa satu saat nanti dapat diperbaiki sendiri atau secara bersama-sama.

Banyak pasangan yang mulanya berasumsi seperti itu kemudian terjebak selama beberapa tahun kemudian, bahkan fenomena  the seven years itch pun menjadi kenyataan, pernikahan terancam collapse atau bubar sebelum masa 7 tahun usia pernikahan. Akibatnya, setiap pasangan menyimpan trauma yang membekas selama perceraian atau justru tenggelam dalam perilaku yang sama, sulit diperbaiki, pelbagai bentuk penyenangan diri yang tidak tepat, tanpa pengalaman, hampa dan pelbagai luka emosional lainnya yang sangat menganggu.

Banyak perilaku-perilaku selama pacaran seperti “tertutup” yang disebabkan oleh hormon-hormon cinta sedang membanjiri adrenalin sehingga banyak individu seperti kesulitan berpikir secara rasional yang diakibatkan rasa senang berlebihan (euphoria) selama berdekat dengan pasangan yang dicintainya. Perasaan bahagia, romantisme yang terbuka, keterlekatan, dan cinta. Sikap dalam cinta adalah kasih sayang dan kelembutan, inilah yang paling ditonjolkan setiap individu ketika bersama pacarnya, “jaga image (jaim)” sering kita mendengar menjadi istilah bagi mereka yang sedang berpacaran, akibatnya pikiran rasional kadang tersingkirkan dengan munculnya rasa senang tersebut.

Fatal-flaws adalah kesalahan-kesalahan karakteristik dan perilaku yang disebabkan karena indvidu malas secara emosional untuk melakukan perbaikan dirinya untuk dapat meningkatkan hubungan intrapersonal dan interpersonal dalam suatu hubungan khusus. Sebenarnya pelbagai perilaku yang tidak tepat secara terus-menerus dipelajari individu sangat tergantung dari besarnya pengalaman yang ia terima sejak ia masih kecil. Pengalaman keluarga sebelumnya sangat mempengaruhi perilakunya dikemudian hari, perhatikan kasus berikut;

Budi, 28 tahun, pekerja swasta merasa sumpek setiap habis pulang kerja, istrinya Irma sering berteriak lantang kepada anaknya semata wayang untuk menyuruhnya mandi. Budi tidak biasa mendengar suara-suara teriakan seperti itu sebelum menikah, sementara Irma berbicara dengan suara lantang menganggap bahwa teriakanya itu adalah hal biasa yang ia dengar dari keluarganya dulu, dan hal itu oleh Irma bukanlah masalah besar, alasannya toh ia berteriak untuk anaknya bukan ditujukan kepada suaminya. Kenyataannya ketika terjadi pertengkaran Irma lebih sering berteriak-teriak histeris di depan suaminya. Permasalahan ini bukanlah tidak pernah dibahas oleh Budi dan Irma, mereka berkeyakinan bahwa suara keras (lantang) tidaklah baik untuk perkembangan anaknya kedepan.

Beberapa bentuk fatal-flaws yang perlu diperhatikan;

1) Pasangan Anda adalah pengguna narkoba  
Berhati-hatilah mempunyai pasangan yang menggunakan narkoba, bila salah satu pasangan yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi narkoba  termasuk  alkohol  maka ia sebenarnya tidak mempunyai ketertarikan samasekali pada hubungan Anda berdua! Dengan asumsi;

  • – Anda bukanlah pasangan sejatinya, melainkan narkoba! Mereka mengkonsumsi narkoba atau alkohol bertujuan sebagai pengusir rasa sepi. Keberadaan (cinta) Anda tidak mampu mengusir rasa sepinya, dengan kata lain Anda bukanlah satu-satunya yang ia cintai, melainkan narkoba menjadi saingan Anda untuk memperebutkan perhatiannya.
  • – Waktu yang ia habiskan untuk merasakan kenikmatan “fly” setelah mengkonsumsi narkoba dengan pelbagai fantasi menyingkirkan keberadaan Anda selama ini, merusak kenangan, dan melupakan pelbagai komitmen cinta Anda berdua.
  • – Pelbaga bentuk perilaku sebagai efek dari penggunaan narkoba mungkin dapat terjadi diluar kontrol Anda, seperti kekerasan verbal dan fisik, atau bahkan overdosis yang dapat mengancam keberlangsungan hubungan Anda berdua.

2) Pacar Anda adalah seorang pemarah  
Marah adalah musuh dari cinta. Marah merupakan ekspresi kebencian, luapan emosi tak terkendali yang sifatnya sangat destruktif. Pelbagai ekspresi marah yang tidak tepat merupakan musuh utama dari kelembutan, kasih sayang dan kehangatan yang bukan merupkan unsur-unsur dalam cinta. Tidak ada alasan dapat digunakan untuk mengekspresikan kemarahan kepada pasangan cinta Anda, ibaratkan bom waktu Anda tidak dapat menduganya dikemudian hari ketika letupan emosi menjadi bagian sehari-hari dalam kehidupan rumahtangga Anda nantinya.

Putuskan hubungan bila Anda terjebak dalam situasi seperti ini;

  • – Pacar Anda marah dengan melakukan kekerasan fisik, seperti memukul, menjambak, menampar dan sebagainya. Tindakan ini terjadi ketika ia masih dalam tahap menjalin perkenalan dengan Anda, bayangkan bila Anda sudah menikah dengannya, pelbagai tindakan kekerasan dalam rumahtangga dapat terjadi pada orang-orang yang tidak dapat mengontrol amarahnya.
  • – Pacar Anda membanting, menghancurkan barang-barang miliknya, atau milik Anda atau barang milik Anda berdua. Pasangan seperti ini walaupun memiliki uang sekalipun untuk menggantikan barang-barang milik Anda berdua dengan harga 10 kali dari barang semula, ia tidak pernah menghargai dengan apa yang telah Anda raih berdua, melupakan semua moment penting yang pernah Anda lalui bersama, melupakan komitmen, kenangan dan nilai yang mungkin sangat berarti bagi Anda. Baginya, tak lebih dari sebuah “benda” yang tak bernilai.

3) Pacar Anda seorang pengeluh  
Pengeluh menggunakan orang lain sebagai pembuangan emosi negatifnya secara tidak tepat. Efikasi diri yang rendah membuat mereka sangat sulit bertanggungjawab terhadap perbuatannya sendiri. Ia cenderung menyalahkan orang lain atau lingkungannya karena mereka beranggapan bahwa dunialah tidak menerima dirinya. Kebiasaan ini dapat berlanjut, bahkan suatu ketika nanti Anda dapat menjadi korban sebagai penyebab dari kegagalan dari perilakunya sendiri yang tidak bertanggungjawab.

Individu seperti ini;

  • – Selalu mengatakan bahwa orang lain yang salah, dan mencari kesalahan untuk membenarkan perilakunya. Individu seperti ini selalu merasa dirinya benar dan sangat sulit untuk meminta maaf.
  • – Ia akan berkata bahwa “dunia ini tidak mengharapkan kehadiranku”, atau ” kenapa ini selalu terjadi pada diriku?” Individu ini beranggapan dirinya seperti makhluk yang paling malang di muka bumi ini.
  • – Individu ini selalu mengucapkan rasa kekecewaan yang di alaminya dan membutuhkan simpati yang mendalam dari orang-orang sekitarnya.

4) Pengatur dan pengontrol  
Individu yang memiliki cacat fatal seperti ini merasa mempunyai harga diri yang labih dari siapapun, ia beranggapan bahwa segala sesuatu akan berjalan dengan baik bila orang disekitarnya menjalankan seperti kemauan dirinya.

Individu seperti ini;

  •  Ia cenderung menyalahkan dan memberi punishment secara mental dengan memojokkan diri Anda bila melakukan kesalahan karena tidak mendengarkan nasehat dirinya.
  •  Mengatur hidup dan mengontrol segala perilaku Anda secara terus menerus, seperti bertanya dengan siapa Anda berpergian hari ini, untuk apa? Bertingkah seperti auditor dan Anda tidak lebih dari seorang tersangka yang perlu di interogasi.

5) Sex oriented  
Individu yang kecanduan seksual mempunyai “kriteria-kriteria seksual” sebagai daya tarik seksual dan pengalaman dirinya yang pernah ia peroleh. Individu ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk surfing web porno hanya untuk mencari model-model yang sesuai dengan kriteria dan pemenuh fantasi seksualnya. Berhati-hatilah pada orang yang memiliki sexual minded ini, pelbagai pengalaman seksual, suatu saat dapat mendepak Anda bila salah satu kriteria penting tersebut tidak terpenuhi pada diri Anda. Misalnya saja pada pria-pria tertentu yang berpendapat bahwa wanita yang memiliki payudara besar adalah wanita yang paling menarik dan seksi, bila Anda tidak memiliki kriteria tersebut kenapa Anda harus menjalani hubungan dengnnya?

Individu seperti ini akan;

  • – Berkhayal dan berfantasi dengan wanita yang sesuai dengan kriteria seksual sementara ia menggunakan tubuh Anda untuk mencapai kepuasan semata.
  • – Minim akan penghargaan terhadap bentuk fisik pada pasangannya
  • – Cenderung mencela dan membandingkan diri pasangannya dengan wanita lain yang memiliki kelebihan-kelebihan sesuai dengan fantasinya
  • – Individu ini hanya berpikir tentang pemenuhan seksualnya bukan pada orientasi keakraban (intimacy) atau romantisme
  • – Biasanya mereka memiliki pengalaman yang sangat minim tentang pengetahuan seks

6) Ia belum matang secara emosional
Pasangan yang belum memiliki kematangan secara emosional terlihat labil dalam mengekspresikan emosinya. Anda akan lelah untuk mengenal bentuk kepribadian seperti ini selama menjalani hubungan dengan indvidu yang labil sepanjang hidup. Anda akan secara terus menerus berusaha menebak-nebak suasana hati pasangan yang masih labil ini. Individu seperti ini;

  •   Kesulitan mengungkapkan muatan-muatan emosi dan kesulitan mengekspresikan secara benar. Individu ini cenderung menutup diri dari permasalahan yang dihadapinya.
  •   Fluktuasi emosi yang sulit di duga, kadang ia terlihat gembira dan dengan mudah beralih menjadi sedih dan pemurung.
  •   Tidak mandiri dan menghindari dari kehidupan yang lebih serius

7) Individu yang belum siap meninggalkan masa lalunya.  
Setiap orang memiliki pengalaman-pengalaman yang tidak mengenakkan selama masa hidupnya ketika menjalani hubungan dengan seseorang sebelumnya. Luka secara emosional sangat sulit untuk sembuh secara tiba-tiba walau dengan kemunculan diri Anda sekalipun. Rasa dendam, rasa sakit, pengalaman trauma, kenangan-kenangan buruk sebelumnya terus menghantui dalam dirinya sehingga kenangan-kenangan tersebut terus saja mengiringi cintanya bersama Anda. Bila Anda jatuh cinta dengan pasangan yang baru saja putus cinta maka Anda sedang berperan sebagai rescuers dibandingkan sebagai pasangan barunya.

Individu seperti ini akan;

  • – Kesulitan memisahkan antara kenangan yang ia peroleh di masa lalu dengan yang baru.
  • – Luapan emosi secara mendadak, seperti menangis, kehilangan mood atau konsentrasi
  • – Melupakan keberadaan pasangannya atau hanyut dalam kenangan-kenangan lama

8) Riwayat dan warisan gangguan di masa lalu  
Pengalaman masa kanak-kanak mempengaruhi perilaku-perilaku dan persepsi terhadap situasi-situasi dan kondisi di masa sekarang. Kita tidak dapat mengubah dengan apa yang terjadi di masa kanak-kanak, akan tetapi seiring pertumbuhan dan perkembangan menuju dewasa kita mempunyai kemampuan untuk mereduksi dan merepresi atau bahkan membuang pengalaman trauma tersebut dengan “pikiran yang baru” yang lebih sehat.

Beberapa kejadian masa lalu yang dapat mempengaruhi perilaku masa sekarang itu;

  • – Korban pelecehan dan kekerasan fisik. – Korban perkosaan dan trauma seksual
  • – Anak-anak yang ditinggal dari keluarga perceraian, adopsi, kematian, kehilangan, atau pelbagai bentuk dari child abusive lainnya
  • – Anak dari orangtua pecandu alkohol dan narkoba
  • – Fanatisme agama dari orangtua

9) Pendidikan agama yang minim
Kecerdasan spriritual (SQ) merupakan unsur terpenting dalam kecerdasan yang harus dimiliki individu, ternyata tanpa kecerdasan spiritual ini akan menguatkan emosi-emosi negatif dalam menghadapi pelbagai permasalahan hidup seperti distress, depresi, frustrasi, atau beban hidup yang semakin menyempit. SQ tinggi juga menghindari individu dari penyakit jiwa seperti rasa iri, dengki, sombong, dendam, dan sebagainya

  • – Ibadah lancar.
  • – Sedikitnya mengenal tentang hukum-hukum fiqih
  • – Sedikitnya mempunyai pengetahuan mengenai kitab suci
  • – Mempunyai prinsip yang kuat mengenai iman

10) Materialistic oriented.
Tidak dapat dipungkiri bahwa materi adalah hal yang penting dalam kehidupan sekarang yang serba sulit ini, orientasi terhadap materi boleh-boleh saja dilakukan akan tetapi tidak semerta bahwa uang adalah segalanya dalam memperoleh kebahagian. Individu yang berorientasi ini akan mandeg ketika menghadapi permasalahan mengenai keuangan, ia beranggapan bahwa uang adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah.

Individu seperti ini;

  •  Ia beranggapan bahwa kebahagian hanya dapat diperoleh dengan memiliki uang banyak. Mempunyai inisiatif yang rendah untuk memanipulasi fantasi dan kebahagian yang ingin diraihnya sehingga ketergantungan pada uang semakin erat
  •  Merendahkan dan membandingkan Anda dengan orang lain yang lebih sukses
  •  Mudah terjebak dalam frustrasi karena melihat orang lain semakin kaya
  •  Kesulitan dan tidak tabah dalam menghadapi resesi ekonomi keluarga.

Penulis

ayed
Sayed Muhammad
adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Mengenal Dyslexia Pada Anak

13 Oct 2015 pikirdong

Dyslexia (disleksia) merupakan ketidakmampuan belajar (learning disability) yang dialami oleh seseorang dimana individu tidak mampu…

Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Paraphilia adalah istilah klinis yang digunakan untuk menggambarkan penyimpang seksual. Paraphilia merupakan permasalahan menyangkut kontrol…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

15 Oct 2015 Sayed Muhammad

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Menjadi Survivor yang Baik

09 Dec 2008 Fuad Nashori

Survivor adalah orang yang terluput dari bencana, orang yang selamat. Dalam tulisan ini, digunakan istilah…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

Defense Mechanism

06 Sep 2013 pikirdong

Ketika timbul suatu dorongan atau kebutuhan, manusia yang normal akan cenderung untuk menghilangkan atau mengurangi…

Halusinasi

07 Sep 2013 pikirdong

Halusinasi merupakan persepsi yang abnormal pada individu dimana ia sadar dan terjaga akan tetapi tanpa…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ciri-ciri Keluarga Bahagia

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Keluarga yang diidealkan setiap manusia adalah keluarga yang memiliki ciri-ciri mental sehat demikian: sakinah (perasaan…

Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif

04 Sep 2013 pikirdong

Bagaimana yang disebut sebagai adiktif internet dan komputer? Bagaimana pula yang disebut dengan menggunakan komputer…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014