Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Gagal Bukan Berarti Kehilangan Segalanya

Meskipun gagal meraih sebuah bintang,
setidaknya kita tidak menggenggam lumpur.
(Leo Burnett)

 

Dari usia masih kecil kita selalu di ajarkan menjadi orang yang sukses, di rumah, di sekolah, dan lingkungan sekitar. Di rumah kita di ajarkan untuk menjadi anak yang baik, rajin, ramah, patuh dan displin. Kita di arahkan untuk mencapai sukses nantinya. Sekolah, kita kembali dikenalkan dengan kata sukses, mempunyai cita-cita yang tinggi dan mendapatkan nilai yang bagus adalah harapan dari orang tua dan guru. Lingkungan masyarakat tempat kita tinggalpun telah menciptakan kondisi sebagai syarat-syarat orang yang dianggap sebagai orang yang dapat dipandang; orang yang sukses. Tidak ada tempat bagi mereka yang gagal.

sponsor1Sukses telah menjadi bagian yang terpenting bagi orang dalam menjalani kehidupan sebagai manusia yang normal(?) Orang gagal lebih layak untuk tidak dapat hidup dan menyingkir dari mereka yang sukses??

Manusia sejak dari bayi telah belajar menjadi sukses dan telah mempelajari kegagalan secara tidak langsung dari kehidupan sehari-harinya. Walaupun keduanya selalu berjalan beriringan, tetapi sukses adalah hasil selalu menjadi dominan dibandingkan gagal. Sejak kapan manusia mempelajari kesuksesan dan kegagalan?

Ketika bayi menangis karena mengharapkan ASI dari ibunya, bayi berharap ia akan dapat minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Ia akan menangis untuk memberikan isyarat kepada ibunya. Respon ibu sangat penting baginya. Bila sang ibu mengerti dan memberikan ASI nya kondisi seperti ini berarti bahwa ia telah “sukses” untuk mendapatkan ASI untuk menghilangkan rasa hausnya. Bila respon ibu lambat maka ia telah gagal, maka bayi akan menangis lebih keras.

Sekolah, Anda akan dinilai dari hasil prestasi Anda. Bila Anda mempunyai nilai yang cukup bagus dan masuk diantara rangking 1 dan 5 maka Anda digolongkan sukses, cerdas dan berbakat, tapi bila Anda kenyataan sebaliknya maka kata-kata bodoh menjadi lebih akrab di telinga kita.

Tidak ada masyarakat dimana pun juga dapat menerima seorang yang gagal maka Anda tidak perlu berharap ada orang yang dapat menghargai Anda apalagi menghadiahi produk kegagalan Anda. Masyarakat lebih menghargai seorang yang sukses dan melupakan seorang yang gagal.

Dalam setiap orang , kesuksesan berarti ia telah berhasil mengatasi masalah keuangan, promosi kerja, membina keluarga dan status sosial yang meningkat. Bila Anda termasuk orang yang gagal, maka tidak ada seorang pun dapat memahami kegagalan Anda, bahkan mereka menghukum Anda; “Bukankah sudah kukatakan dahulunya…” atau, “Kenapa kau melakukannya?” atau, “Lebih baik kamu…”

Banyak orang tidak dapat menerima kenyataan ketika ia dihadapkan pada kegagalan, akibatnya ia tidak dapat mengontrol pikiran-pikirannya yang negatif sehingga ia semakin terperosok dalam lingkaran gagal. Tak heran bila kita menjumpainya kembali orang itu akan terlihat semakin tua dari usianya. Manusia cenderung mempunyai gambaran yang positif didalam pikirannya, tentang hal-hal yang baik yang dapat terjadi dan semuanya dapat berjalan sesuai dengan kenyataan. Dan bila harapan-harapan itu tidak berjalan sesuai seperti yang diharapkan, maka inilah yang disebut dengan gagal.

Apa yang harus Anda lakukan bila Anda termasuk orang-orang yang gagal?

1. Memberi izin pada diri sendiri untuk gagal
Jangan pernah menyesali dengan apa yang pernah Anda perbuat. Jangan menghukum diri Anda dengan kekecewaan, kesedihan, atau penyesalan pada diri Anda sendiri. Anthony Robbins pernah menulis; “Orang gagal mencapai tujuan biasanya tersandung rasa kecewa. Mereka membiarkan rasa kecewa menghalang mereka yang seharusnya mengambil tindakan seperlunya untuk menumbuhkan semangat guna mencapai tujuan…”
Apakah Anda akan terus menghukum diri Anda? Semakin lama Anda larut dalam kekecewaan maka semakin banyak waktu dan kesempatan yang terbuang percuma.

2. Tetap berada dalam lingkup pemikiran positif
Kegagalan sangat tergantung bagaimana persepsi Anda menangkap pengalaman gagal Anda. Ketika Anda gagal, banyak sekali input negatif yang masuk dalam pikiran Anda. Satu diantara interprestasi itu akan menimbulkan pemikiran negatif dan menyakitkan pikiran Anda, sedangkan yang lainnya akan menghasilkan pemikiran yang netral atau positif.
Input-input tersebut dapat menjadi pemikiran negatif yang dapat melemahkan diri Anda sendiri ataupun menjadi umpan balik pemikiran positif yang dapat memberi semangat.

3. Berbicara pada diri sendiri (self statement).
Apakah saya sudah gila? Tidak! Ahli terapis yakin NLP (Neuro Linguistic Programming) dapat membangkitkan motivasi terbaik dari dalam individu dibandingkan motivasi luar lainnya.
Tanamkan pesan positif dalam otak bawah sadar Anda:
a. Aku tahu bahwa aku dapat mengerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya.
b. Pikiranku yang unik selalu mampu melakukannya.
c. Aku berjanji untuk menguasai tugas ini
d. Segala sesuatu mendukungku untuk mencapai tugasku
e. Semakin banyak aku lakukan maka semakin banyak yang aku dapat
f. Aku belajar dari setiap kesalahan
g. Aku menjadi lebih baik setiap harinya
h. Apa yang menjadi pilihanku adalah aku benar.
i. Aku bangga pada diriku
j. Aku mempunyai semangat setiap harinya untuk menyelesaikan tugasku.

4. Introspeksi pada kegagalan
Ketika Anda gagal, jangan berhenti lalu pergi dengan melupakan apa yang telah Anda lakukan. kembali telusuri apa yang menyebab kegagalan pada diri Anda, ambil sikap dan tindakan yang baru, terencana dan susun kembali rencana-rencana awal Anda, cari penyebab kegagalan dan mulailah kembali di tempat sebelumnya Anda berhenti.

Tahukah Anda bagaiama Kolonel Sanders membangun kerajaan ayam goreng Kentucky (KFC) yang membuatnya menjadi milioner? Ia adalah seorang pensiunan yang tidak memiliki apa-apa kecuali hanya resep ayam goreng. Ia mengeliling hampir seluruh negara bagian AS, tidur di mobilnya, mencoba menemukan seseorang yang dapat mendukungnya menjual resep itu. Ia terus memperbaiki ide-idenya dan tetap terus mengetuk pintu ke pintu setiap warung makan untuk dapat menjual resep ayam gorengnya. Ia ditolak sebanyak 1009 kali!!

5. Terima kritik: tutup telinga rapat-rapat!
Sebanyak berapa orang mengatakan bahwa kritik cukup membangun? Apakah mereka pernah memikirkan dan memahami Anda yang sedang di liput emosi dengan kegagalan Anda? Apa perlu Anda marah? Tepatkah waktunya? Sebanyak apa kritik dapat memberi semangat kembali Anda? Atau semakin membuat Anda terpuruk dalam lautan emosi? Jangan peduli seberapa banyak mereka mencela atau mengkritik Anda, sampai sejauh ini apa yang Anda telah perbuat Anda benar. Jangan marah apalagi menyesal karena itu akan membuat Anda benar-benar kalah. Saat ini Anda telah melakukan yang terbaik dan tinggal Anda melangkah sekali lagi

6. Istirahat
Banyak orang menjadi stress setelah mengalami kegagalan, dan berlanjut pada depresi. Ini disebabkan karena kebanyakan orang yang mengalami gagal secara terus menerus memikirkan kegagalannya. Akibatnya energinya semakin terbuang secara percuma. Anda tidak perlu mengikuti pikiran dan mengingat kegagalan yang pernah terjadi pada Anda. Lupakan Anda pernah gagal, beri kesempatan buat otak Anda beristirahat, nikmati hidup Anda. Lakukan yang dapat membuat Anda lebih merasa nyaman. Ambil waktu istirahat dan bersantailah…

T I P S

1. Tetap bergairah. Dengan bergairah setiap saat kegagalan tidak akan mampu mengalahkan diri Anda. Anggaplah kegagalan lebih kecil dari Anda, tidak akan mampu mengalahkan diri Anda yang besar.
2. Santai. Kegagalan akan menjadi bingung dan malah berpikir, “bagaimana aku dapat mengalahkan mu?”
3. Energi. Jangan membuang energi untuk memikirkan kegagalan, simpan energi untuk strategi selanjutnya. Energi akan membuat Anda lebih bergairah, menjaga stamina dan semangat Anda
4. Humor. Hibur diri Anda yang gagal. Abraham Lincoln sering menertawakan dirinya ketika ia gagal, setelah beberapa kali gagal sebelum ia menjadi presiden di usia 53 tahun.
5. Positif Thinking. Hentikan khayalan Anda yang muluk dan menyesal apa yang telah Anda lakukan. Bangkitkan semangat Anda dengan berpikir positif.
6. Percaya diri. Salah satu yang membedakan antara orang gagal dengan orang sukses adalah pada rasa percaya diri. Orang gagal akan kehilangan rasa percaya dirinya, orang sukses tetap percaya diri walaupun gagal berkali-kali.
7. Ingatlah kegagalan bukan berarti Anda telah kehilangan segalanya, untuk membangun kesuksesan Anda membangun dari nol dan Anda terus mengumpulkan point-point sukses dan Anda gagal, sekarang bagaimana Anda memungut kembali point-point Anda itu. Anda telah mempunyai kantung tempat menampungnya. Anda telah belajar banyak dari kegagalan.

__
Adaptasi
* Unlimited Power -Anthony Robbins
* Quantum Learning -Bobbi DePorter dan Mike Hernacki
* Berpikir sebagai Pemenang – Dr, Walter Doyle Staples
* Berani Gagal -Billi P.S Lim
* Emotional Intelligence -Daniel Goleman

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 pikirdong

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014