Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

Dispareunia

Pada pria, dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Gangguan Ereksi

Gangguan ereksi merupakan permasalahan yang menyangkut ketidakmampuan pria dalam melakukan intercourse. Gangguan dapat berupa gangguan secara keseluruhan, dimana penis samasekali tidak ereksi selama memasuki tahap awal hubungan intim. Bentuk lainnya adalah kehilangan ereksi secara tiba-tiba atau pada masa tertentu selama atau dalam hubungan intim. Gangguan ini disebut disfungsi ereksi, disfungsi seksual, impotensi.


Gangguan ereksi sifatnya ada sementara waktu dan permanen. Gangguan yang sifatnya sementara dapat kembali sembuh dan tidak diperlukan treatment untuk mengembalikan kemampuan ereksi, sementara gangguan yang sifatnya permanen akan berlangsung selama hidupnya. Gangguan ereksi permanen ini akan berdampak pada beberapa gangguan psikologis lain seperti rendahnya penghargaan diri dan penolakan dari pasangannya, oleh karenanya dibutuhkan treatmen untuk penyembuhannya.

Pada awalnya, orang awam mempercayai bahwa gangguan ereksi disebabkan oleh faktor psikologis semata (pikiran-pikiran yang ada di dalam otak pria), misalnya gangguan disebabkan rasa cemas berlebihan saat akan melakukan hubungan intim, atau disebabkan oleh pria yang terlalu tegang untuk memulai hubungan intim. Penelitian terkini menyebutkan bahwa ternyata permasalahan tersebut bukanlah bersifat sementara atau dapat hilang dengan begitu saja dengan sugesti diri (seperti mengatakan pada dirinya sendiri jangan terlalu khawatir, dsb), faktor fisik lebih banyak mempengaruhi gangguan ereksi.

Bagi pria gangguan ereksi adalah hal yang paling menakutkan, kebanyakan pria kehilangan semangat hidupnya setelah mengalami gangguan ereksi. Untuk mengetahui penyebab gangguan ereksi oleh faktor psikologis atau fisik, dapat diketahui dengan melihat ereksi pada malam hari, secara normal pria akan mengalami ereksi 3 sampai 5 kali dalam semalam atau setidaknya ereksi selama 30 menit, bila tidak terjadi ereksi maka dipastikan gangguan disebabkan oleh faktor fisik. Sementara gangguan ereksi yang disebabkan oleh faktor psikologis misalnya ejekulasi prematur (orgasme pria terlalu dini). Ejekulasi primatur tidaklah sama dengan impotensi, pada pria yang mengalami ejekulasi primatur penis dapat ereksi secara normal.

Kesuburan pria juga tidak berhubungan dengan impotensi, pada pria mengalami impotensi meskipun tidak mampu ereksi tapi masih dapat menghasilkan sperma subur yang dapat membuahi. Pada pria yang tidak subur, ia mampu ereksi namun tidak mampu membuahi atau mempunyai anak.

PENYEBAB

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan ereksi;
Kemampuan ereksi berhubungan erat dengan sistem syaraf, hormon, otak, dan tekanan darah. Gangguan pada bagian tersebut memungkinkan kemunculan gangguan ereksi;
1) Kondisi dan penyakit

– Diabetes Mellitus
– Tekanan darah tinggi
– Luka pada spinal cord
– Kerusakan sistem syaraf (misalnya disebabkan oleh operasi prostat)
– Gangguan neurologis seperti penyakit Parkinson
– Penyakit sirosis hepatis (peradangan difus dan menahun pada hati)
– Gagal ginjal kronik
– Hipertiroidisme
– Hiperesterogenisme

2) Efek medikasi

– Penggunaan obat-obat tekanan darah tinggi dalam jangka panjang (jenis beta-blockers)
– Penggunaan obat tidur dalam jangka panjang
– Penggunaan obat antidepressant dalam jangka panjang
– Penggunaan obat untuk sakit lever seperti digoxin dalam jangka panjang

3) Penggunaan narkoba dan zat adiktif lainnya

– Nikotin pada rokok
Alkohol
– Kokain

4) Faktor psikologis

Depresi
Stres
Kecemasan
Poblem amarah
– Ketakutan

5) faktor lain

– Problem komunikasi dengan pasangan
– Harapan seksual yang tidak tercapai atau tidak realistis

– Adanya tekanan-tekanan  “tugas” dalam melakukan hubungan intim seperti lamanya waktu
– Komunikasi yang negatif, mencaci, tidak menghargai

Gangguan ereksi dapat terjadi pada setiap pria, ini akan mempengaruhi sepanjang kehidupannya. Faktor fisik menjadi hal yang paling sering terjadi pada pria berusia lanjut sementara faktor psikologis lebih banyak terjadi pria dengan golongan usia muda.

MENCEGAH SECARA DINI

• Tidak merokok
• Tidak meminum minuman beralkohol atau minuman illegal lainnya
• Istirahat yang cukup
• Olahraga teratur
• Makanan yang sehat dan bergizi
• Seks yang sehat dengan pasangan yang sah
• Komunikasi baik dengan pasangannya

SARAN LAINNYA


• Jangan membicarakan orang lain ketika berhubungan intim
• Menghargai pasangan dan belajarlah memuji pasangan.
• Rasa cemas akan membuat penis kehilangan ereksi. Ciptakan rasa akrab dengan pasangan sebelum melakukan coitus
• Jangan menggunakan obat kuat atau jamu tanpa rekomendasi atau tidak dianjurkan oleh dokter untuk memakainya
• Jangan membiasakan diri melakukan hubungan seksual sebagai pelampiasan stres
• Konsultasikan dengan dokter jika Anda menggunakan obat-obatan dikarenakan penakit lain dalam jangka panjang, diskusikan dengan dokter efek samping penggunakan obat-obatan dalam dosis tertentu, dan bila Anda bermaksud menggantikan jenis obat atau berhenti memakainya lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai
– Perubahan urin yang menetap
– Sering sakit pada punggung bagian belakang
– Operasi prostat
– Luka pada bagian syaraf tertentu yang berhubungan dengan kemampuan ereksi, misalnya tulang belakang, luka pada penis, dsb
– Ereksi yang tidak diharapkan dalam keadaan sadar
– Ereksi lebih dari 4 jam tanpa ada aktivitas seksual

TREATMENT

Segeralah ke dokter bila Anda merasakan adanya gangguan ereksi, dokter kemungkinan akan melakukan serangkain test untuk diagnosa yang tepat;
– Analisis urin
– Uji darah seperti CBC, metabolisme, PSA dan tingkat hormon
– NPT (nocturnal penile tumescence)
– Rigiscan
– Test syaraf
– Psikometri
– Dsb

Test-test tersebut berguna dalam perlakuan treatmen secara hati-hati dan tepat sasaran. Test tersebut juga bertujuan untuk mengetahui penyebab utama gangguan yang muncul, misalnya saja gangguan ereksi yang disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang maka treatment mengarah pada medikasi endokrin

Banyak teknik untuk menyembuhkan gangguan ereksi, seperti pengunaan obat-obatan, injeksi (seperti alprostadil) atau penggunaan vakum. Pasien haruslah cermat dan berhati-hati akan kemungkinan dampak atau komplikasi yang muncul selama pengobatan, oleh karenanya pasien harus jeli dan berkonsultasi masalah ini secara jelas kepada dokter yang menanganinya.

Jenis obat yang sering digunakan dalam penyembuhan gangguan ereksi seperti sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil yang digunakan untuk gangguan sedang. Hal yang perlu diingat bahwa meskipun jenis obat tersebut cukup terkenal, tidak kesemua jenis tersebut dapat menyembuhkan secara total. Terpenting janganlah menggunakan obat-obat tersebut bila pasien tidak mengalami gangguan ereksi atau mengalami impotensi.

Obat diatas juga tidak bisa digunakan bersamaan dengan jenis obat yang lain, beberapa pasien dengan gangguan hati (lever) dapat mengakibatkan kematian bila jenis obat (nitroglycerin) dikonsumsi secara bersamaan dengan obat ereksi.

Saat ini metode operasi implantasi (penile prosthesis) juga dapat menjadi alternatif dalam penyembuhan gangguan ereksi, sesuaikanlah dengan diri Anda dan konsultasikan ke dokter bila beberapa alternatif dapat dilakukan untuk penyembuhan gangguan ereksi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Masturbasi dan Pengaruh Psikologisnya

09 Sep 2013 pikirdong

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Menghindar Burnout di Tempat Kerja

08 Sep 2013 pikirdong

Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya…

Refleksi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini bertujuan untuk mengomentari sejumlah isu yang berkembang dalam pergumulan pengembangan wacana psikologi Islami.…

Edisi Ibu Kota : SIEQ-Asik di Dunia Kerja…

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Hari ini tepat 1 minggu saya berada di Ibu kota negara tercinta dengan…

General Anxiety Disorder (GAD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder; GAD) merupakan bentuk gangguan kecemasan dimana individu secara terus-menerus…

Rett Disorder

03 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Rett (rett disorder) atau dikenal dengan Rett syndrome (RS) merupakan gangguan genetika yang mengakibatkan…

Gangguan Makan

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan makan (Eating Disorder) terjadi dari beberapa perilaku makan berupa perilaku mengurangi makan hingga pada…

Stress

08 Sep 2013 pikirdong

Seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, laju pertumbuhan yang semakin padat memicu munculnya stres.…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

Anorexia Nervosa

06 Sep 2013 pikirdong

Anoreksia nervosa (anorexia nervosa) diartikan sebagai sebagai suatu gangguan makan yang terutama menyerang wanita muda…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini merupakan jalur yang seharusnya dibangun…

26 Jul 2016 GIB pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014