TwitterFacebookGoogle+

Gangguan Makan

Gangguan makan (Eating Disorder) terjadi dari beberapa perilaku makan berupa perilaku mengurangi makan hingga pada perilaku mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Pola perilaku ini disebabkan oleh pengaruh distress atau disebabkan oleh beberapa faktor pengkondisian bentuk tubuh tertentu.

Individu yang memiliki gangguan makan biasanya mereka makan dalam porsi tertentu, dalam jumlah kecil atau banyak, akan tetapi dorongan-dorongan kuat untuk melakukan perilaku tersebut merupakan permasalahan yang tidak bisa dikontrol oleh dirinya.

Gangguan makan biasanya dimulai pada awal dewasa, beberapa laporan menyebutkan bahwa gangguan tersebut juga muncul di awal masa kanak-kanak yang berlanjut pada usia dewasa. Gangguan makan yang terjadi pada masa kanak-kanak biasanya mereka sembunyikan dari orangtua.

Berdasarkan DSM IV, gangguan makan dibagi dalam 3 tiga tipe yakni anoreksia nervosa, bulimia nervosa dan gangguan makan yang tidak terdefinisi. Pada umumnya penderita anoreksia mempertahankan bentuk tubuhnya untuk tetap kurus, dalam bentuk ekstrim mereka beranggapan bahwa semakin seseorang maka semakin baik. Sebagian besar anoreksi mengidap pada wanita seumur hidupnya. Bila penderita anoreksi mengurangi jumlah makan sebaliknya pada penderita bulimia makan dalam jumlah besar yang diikuti dengan muntah atau sengaja untuk muntah.

Gangguan makan dalam bentuk lain adalah overeating compulsive, yakni perilaku makan secara berlebihan, perilaku tersebut tidak dapat dikontrol oleh individu berseangkutan, biasanya individu akan terus melakukan kebiasaannya meskipun telah mencapai obesitas bahkan sampai sakit. Gangguan ini mengidap pada pria sebagian besarnya.

Frekuensi gangguan makan kadang muncul secara beriringan dengan gangguan psikologis lainnya seperti depresi, terlibat dalam kekerasan atau ganguan kecemasan. Disamping itu individu dengan masalah makan ini kadang juga rentan dengan gangguan kesehatan seperti gagal ginjal, bahkan sampai pada kematian.

SIMTOM

1) Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa adalah jenis gangguan makan dimana individu menjaga bentuk tubuhnya agar tetap kurus atau untuk lebih kurus lagi dibawah berat normal. Individu dengan anoreksia nervosa sangat takut dirinya bertambah berat badan, ia akan mempertahankan rasa lapar secara ekstrim, bila ia merasa makan agak berlebihan maka ia akan segera memuntahkannya.
Beberapa simtom;
• Penurunan berat badan secara drastic
• Diet ketat
• Takut dirinya gemuk atau bertambah berat badan
• Memperhitungkan secara detail kalori dan gizi
• Cenderung untuk makan sendiri
• Olahraga ketat
• Rambut mudah rontok
Depresi
• Siklus menstruasi tidak teratur
• Anemia
• Tekanan darah rendah

2) Bulimia Nervosa
Bulimia nervosa adalah jenis gangguan makan dimana individu makan dalam jumlah melebihi porsi normal atau secara berlebihan, perilaku makan tersebut sebagai akibat individu kesulitan dalam mengontrol keinginannya untuk berhenti makan. Selanjutnya individu akan memuntahkan, atau makan obat pencuci perut karena khawatir akan obesitas.
Beberapa simtom;
• Makan secara berlebihan
• Diet dan olahraga berlebihan
• Sering ke kamar mandi
• Sering melakukan evaluasi diri terhadap berat tubuh
• Sering memakai obat pencuci perut sebagai cara menurunkan berat badan
• Gangguan dan sering sakit gigi
• Dehidrasi
• Depresi dan sering terjadi perubahan mood
• Sering gembung atau sesak karena kekenyangan

3) Overeating compulsive
Individu dengan gangguan overeating compulsive juga dikenal dengan sebutan binge-eating disorder merupakan bentuk dari perilaku makan dimana individu seperti kehilangan kontrol terhadap nafsu makan. Tidak seperti gangguan bulimia, individu dengan gangguan overeating ini tidak melakukan kegiatan apapun untuk menguruskan badannya. Akibatnya, kebanyakan individu dengan gangguan ini mengalami berat badan berlebihan (obesitas).
Beberapa simtom;
• Makan berlebihan dari jumlah waktu makan orang secara normal
• Makan dalam jumlah porsi yang lebih besar meskipun tidak lapar
• Makan sampai kekenyangan
• Lebih menyukai makan sendiri
• Distres
• Makan banyak yang tidak diimbangi dengan olahraga

PENYEBAB

Faktor penyebab kemunculan gangguan makan tidak diketahui secara pasti, dugaan sementara sama halnya dengan gangguan neurologi lainnya, gangguan susunan sistem syaraf dalam otak yang mempengaruhi perilaku tidak normal. Pengaruh genetika juga dianggap salah faktor yang mempengaruhi gangguan ini.

Rendahnya self esteem dan self control, depresi, kecemasan, kendali amarah, hidup dalam kesendirian merupakan faktor-faktor psikologis yang memungkinkan penyebab munculnya gangguan makan.

Permasalahan hubungan interpersonal antar sesama anggota keluarga dan hubungan personal dengan orang lain, memiliki hubungan riwayat terbentuknya gangguan. Kekerasan fisik dan pelecehan seksual dalam keluarga dapat memicu trauma dengan kompensasi cara makan yang salah.

Faktor sosial juga ikut memberi peranan terhadap gangguan makan, adanya stereotip bahwa pria atau wanita harus memiliki tubuh yang ideal, kurus sebagai suatu standar kecantikan, telah membuat pria dan wanita membentuk tubuhnya dengan cara-cara tidak seimbang dengan kesehatan. Misalnya saja pada gangguan anoreksia yang sangat takut terjadi peningkatan berat badan, mereka secara ekstrim melakukan diet untuk tetap kurus, pada penderita bulimia yang terobsesi dengan berat badannya, tetap melakukan makan akan tetapi melakukan diet dan olahraga keras agar tidak terjadi penambahan berat badan. Sebaliknya pada gangguan makan kompulsif merasa ketidakberdayaan untuk makan melebihi porsi normal sehingga terjadi obesitas yang tidak seimbang antara tinggi badan dan tinggi, bahkan diantaranya sampai pada sakit.

TREATMENT

Treatment pada gangguan anokresia dilakukan dengan tiga tahap; tahap pertama adalah mengembalikan berat badan dalam keadaan seimbang dan normal, cara pandang terhadap diri sendiri (seperti meningkatan harga diri dan menghadapi konflik interpersonal) dan menghilangkan kebiasaan dan pikiran-pikiran yang dapat menimbulkan gangguan makan kembali.

Obat-obat medis diperlukan bila gangguan tersebut disertai dengan ganguan psikologis lainnya seperti gangguan kecemasan, depresi atau gangguan mood lainnya. Perawatan rumah sakit biasanya tetap dibutuhkan, misalnya pada penderita gangguan anoreksia —sebagian besar anoreksia akut dapat mengakibatkan kematian akibat komplikasi beberapa gangguan kesehatan lainnya, dehidrasi, disamping itu adanya dorongan bunuh diri pada pasien.

Penggunaan jenis obat antidepressant seperti fluoxetine (Prozac) dianggap efektif dalam menghambat perilaku kompulsif makan dan akan menekan dorongan makan yang ada pasien bulimia yang mengalami gangguan kecemasan atau depresi. Cognitive behavioral therapy (CBT) dilakukan dapat mengurangi dorongan-dorongan makan yang tidak terkendali dan menghambat kembali munculnya hasrat tersebut. Terapi CBT diberikan dengan metode terapi kelompok efektif dalam menghilangkan kebiasaan makan berlebihan.

Terapi keluarga akan membantu dalam men-support pasien, beberapa penelitian menunjukkan bahwa semakin kuatnya dukungan dari anggota keluarga maka akan semakin cepat penyembuhan penderita gangguan makan.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Mengakhiri Kehampaan dengan Dzikir

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Masalah kebermaknaan hidup senantiasa menjadi problem penting dalam kehidupan manusia, baik dulu, kini dan di…

Menjadi Manusia Kreatif Sudut Pandang Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Psikologi Islami ( Islamic psychology ) dapat diartikan suatu studi tentang jiwa dan perilaku manusia…

Restrukturisasi Kognitif melalui Al-Fatihah

04 Sep 2013 pikirdong

Semula, judul tesis saya adalah “Terapi Al-Fatihah”. Namun di kemudian hari, istilah yang lebih tepat…

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Kado Terindah

09 Sep 2013 pikirdong

Kado dalam bentuk apapun pasti akan mendatangkan kebahagiaan baik bagi si penerima maupun pemberinya. Kado…

Fetishisme Transvestik – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Transvestitism, atau fetishisme transvestik adalah penyimpangan seksual yang dialami oleh individu heteroseksual (pada pria) untuk…

Menarche

09 Sep 2013 pikirdong

Menarche merupakan tanda permulaan pemasakan seksual pada wanita yang terjadi kisaran usia 13 tahun atau…

Memaafkan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ragam dan kedalaman pengalaman buruk antara manusia satu dengan yang lain berbeda-beda. Pada sebagian orang,…

Terapi Gratis

24 Aug 2017 Sayed Muhammad

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

19 Dec 2016 pikirdong

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014