DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Gangguan Tidur (Sleep Disorder)

Gangguan tidur (sleep disorder) merupakan permasalahan yang dihadapi menjelang atau di saat tidur dapat berupa, waktu jam tidur yang kurang, tidur tidak nyenyak, tidur secara berlebihan, tidur berjalan dan pelbagai gangguan lainnya. Gangguan tidur ini berlanjut hingga 2 minggu sampai 1 bulan atau bertahan dalam waktu yang relatif lama. Diperkirakan ada 25% penderita gangguan tidur dialami oleh orangtua atau sekitar 10% populasi secara keseluruhan mengidap gangguan ini.

Beberapa penyebab gangguan tidur

Beberapa penyebab gangguan tidur dapat berupa;
– Usia. Pada orang dewasa normal dibutuhkan 8 jam waktu untuk tidur, seiring dengan penambahan usia jam waktu tidur semakin menurun, pada usia 60 tahun ke atas rata-rata waktu yang digunakan oleh orangtua untuk tidur adalah 6 jam.
Kecemasan
– Ketergantungan pada alkohol, pengguna atau masa transisi dari terapi alkohol
– Kelebihan tidur pada siang harinya
Depresi
– Penggunaan narkotika seperti amphetamine dan kokain
– Stimulan tertentu berupa nikotin, kopi, alkohol, atau makanan tertentu
Stress dan rasa cemas berlebihan
– Gangguan pada sistem urin yang membuat individu terus berjaga untuk ke kamar mandi
– Jam kerja dimalam hari
– Situasi atau kondisi medis berupa kelebihan thyroid, ephedrine, phenylpropanolamine, dan sebagainya
– Penyakit, seperti penyakit tulang, pembesaran prostat, cystitis, atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD)
– Kekurangan atau kelebihan cahaya di dalam kamar
– Lingkungan tempat tinggal yang gaduh, seperti ditepi jalan raya, rel kereta api atau tempat keramaian lainnya
– Gangguan pola tidur, tidur yang tidak nyenyak, mudah terbangun

Gangguan tidur paling banyak ditemukan pada individu yang mengalami stress, kecemasan atau depresi. Insomnia merupakan simtom yang sering muncul pada gangguan maladjustment diatas.

Disclaimer:
Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter.

 

Beberapa jenis gangguan tidur

1) Insomnia
Isomnia adalah tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur atau sering diartikan sebagai kesulitan untuk tidur. Dikatakan mengalami insomnia bila ketidaknyamanan untuk tidur tersebut dialami selama (minimal) dalam 2-3 minggu. Pada tingkat kronis gangguan ini dapat bersifat menetap atau dalam jangka waktu yang lebih lama. Isomnia disebabkan oleh beberapa kondisi seperti kecemasan, stres, depresi, (minuman) kopi, alkohol atau kondisi medis lainnya

2) Hypersomnolence
hypersomnolence atau sering juga dikenal dengan hypersomnia dimana individu tidur dalam jumlah waktu yang lebih lama dibandingkan waktu tidur individu normal (6-8 jam). Hypersomnia juga dialami bagi mereka yang mengalami pengobatan medis atau disebabkan oleh kondisi medis tertentu, misalnya pada penderita yang menjalani pengobatan kemoterapi kanker.

Beberapa tipe jenis hypersomnolence ini antara lain adalah

a) Apnea Apnea lebih sering dialami oleh orang-orang yang mengalami kegemukan (obesitas), atau pada orang mempunyai leher yang lebih pendek yang disebabkan oleh berat badan lebih. Apnea ditandai dengan berhentinya pernafasan sesaat (beberapa detik) selama dalam tidur seperti kesulitan untuk bernafas. Diduga akibat kekurangan oksigen di dalam otak, akumulasi asam di darah, peningkatan tekanan pada batang otak, tekanan darah tinggi, atau kegagalan fungsi hati. Dugaan lainnya diperkirakan adanya kerusakan syaraf otak yang berhubungan dengan sistem pernafasan. Apnea dapat menimbulkan kematian, kondisi ini disebut dengan sudden infant death syndrome (SIDS)

b) Narcolepsy
Gangguan tidur berupa individu kesulitan untuk mengontrol atau tertidur secara tiba-tiba dalam beberapa menit atau sejam. Dalam sehari dapat terjadi beberapa kali. Beberapa simtom seperti halusinasi hypnagogik yakni halusinasi yang terjadi pada saat mulai tertidur, individu berada dalam terjaga dan ambang tidur. Simtom lainnya adalah sleep paralysis yakni kelumpuhan dimana tubuh tidak dapat bergerak selama proses tidur terjadi. Sleep paralysis kadang tidak dikaitkan dengan kemunculan narkolepsi, namun beberapa individu penderita narkolepsi juga mengalami sleep paralysis.

c) Idiopathic hypersomnia
Gangguan oversleep pada penderita gangguan mental.

3) Episodic Nocturnal Event
Merupakan gangguan tidur berupa terjaga ditengah malam karena disebabkan oleh beberapa faktor seperti night terror, mimpi buruk atau disebabkan oleh somnambulism

Treatment

Pengobatan gangguan tidur dapat dilakukan sendiri dengan beberapa cara;
1) Menghindari minuman beralkohol. Hindari juga minuman kopi, paling tidak 8 jam sebelum tidur. Hindari jenis simultan seperti nikotin pada rokok.
2) Usaha tidur pada jam tertentu secara teratur. Jangan tidur bila Anda masih tidak mengantuk atau dalam keadaan segar.
3) Jangan meletakan perangkat elektronika di dalam kamar seperti televisi dan komputer. Alat-alat tersebut akan membuat Anda semakin sulit untuk tidur.
4) Anda bisa berkhayal atau melakukan teknik relaksasi sebelum tidur
5) Segera bangun dari tempat tidur bila Anda sudah bangun di pagi hari, biarpun merasakan kebosanan untuk melakukan aktivitas.
6) Beberapa metode untuk mendapatkan kenyamanan bila sulit tidur dapat dilakukan dengan membaca buku, mendengar musik, atau mandi sebelum tidur
7) Lakukan olahraga bila mempunyai permasalahan tidur, lakukan sebelum waktu tidur setidaknya dua jam menjelang jam tidur.
8) Bila Anda sudah menikah, cobalah untuk melakukan hubungan seksual menjelang tidur.
9) Jangan tidur bila emosi dari rasa cemas dan stres sedang berkecamuk dalam pikiran. Bila pikiran negatif muncul secara terus-menerus ketika Anda mulai merebahkan diri di ranjang, cobalah untuk keluar kamar sebentar

Untuk mengetahui gangguan tidur diperlukan beberapa alat test yang mendukung simtom-simtom yang ada misalnya test psikologi, pencatat gelombang aktivitas otak (Electroencephalograph, EEG) dan Thyroid tests (berupa TSH, T3, T4). Alat polysomnography digunakan untuk mendiagnosa insomnia.

Pengobatan secara medis diperlukan bila pengobatan sendiri gagal dilakukan, beberapa jenis antidepressant seperti Elavil (amitriptyline) sering digunakan bagi individu yang mengalami kesulitan tidur. Namun, insomnia yang disebabkan oleh depresi haruslah didahulukan pemberian terapi depresi terlebih dahulu. Benzodiazepines jenis Valium (diazepam) atau Ativan (lorazepam) merupakan jenis obat medis yang digunakan untuk mengurangi kecemasan juga memberikan efek tidur. Perlu diketahui bahwa pemberian obat-obat ini diperlukan kontrol dengan ketat, beberapa efek samping dapat terjadi pada individu selain adiktif.

Beberapa obat jenis Ambien (zolpidem) dan Sonata (zaleplon) memberikan reaksi cepat, namun sifat adiktif lebih kuat dibandingkan benzodiazepines dampak lainnya seperti munculnya alergi pada orang tertentu. Ambien dan Sonata sangat berbahaya dipakai bila dalam perjalanan, reaksi cepat membuat individu cepat tertidur. Obat ini direkomendasikan pada pemakai yang tidak pergi kemana-mana setelah mengkonsumsi obat tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

General Anxiety Disorder (GAD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder; GAD) merupakan bentuk gangguan kecemasan dimana individu secara terus-menerus…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Developmental Milestones: Usia 9 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 9 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan bunyi tertentu untuk tanda berlainan Tingkah laku Mulai mengerti dengan merespon…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Idul Adha Barakah 2016

19 Sep 2016 pikirdong

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10…

Berbagi Berbuah Nikmat

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah mendengar kisah ‘Sepotong Roti’ dari Ustadz Yusuf Mansur? Jika belum, ceritanya begini: Alkisah, ada…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Puasa Bicara

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Berbagai hadis Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada kita tentang makna puasa. Puasa adalah media bagi…

Masturbasi dan Pengaruh Psikologisnya

09 Sep 2013 pikirdong

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Intermittent Explosive Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Intermittent explosive disorder (IED; gangguan eksplosif intermiten) merupakan gangguan dalam mengontrol impuls seperti adiktif alkohol,…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014