DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Garis Besar Haluan Organisasi Asosiasi Psikologi Islami

Dalam Kongres II Asosiasi Psikologi Islami yang berlangsung di Unissula pada 4-5 Agustus 2007, berhasil dirumuskan arah haluan organisasi Asosiasi Psikologi Islami (API) 2007-2010. Di dalamnya ada 10 proritas Asosiasi Psikologi Islami.

sponsor1Prioritas utama adalah memantapkan eksistensi organisasi. Eksistensi organisasi terlihat dari adanya kepengurusan dan berlangsungnya Kongres III serta adanya temu ilmiah nasional. Untuk Kongres III 2010 sudah berhasil disepakati Fakultas Psikologi UIN Sunan Syarif Kasim Pekanbaru Riau. Bukan hanya dekan Fakultas Psikologi UIN yang sudah menyatakan oke. Rektornya pun seudah menyatakan kesediaan saat dikontak oleh seorang dewan pakar Asosiasi Psikologi Islami Prof Dr Achmad Mubarok di arena Kongres II.

Selain penyelenggaraan kongres dan pra kongres, adanya koordinasi antar pengurus di pusat dan di wilayah, adanya koordinasi yang aktif antara pusat dan wilayah dan terselenggaranya koordinasi Asosiasi Psikologi Islami dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) juga termasuk prioritas pertama.

Prioritas kedua adalah mendirikan wilayah atau cabang API. Setelah lima tahun berhasil menghimpun lebih dari 100 ahli dan peminat psikologi Islami, Asosiasi Psikologi Islami akan mendirikan wilayah API berdasar propinsi atau kelompok kabupaten/kota. Berbagai kelompok kota siap untuk membuka wilayah API, yaitu Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Malang, Bandung, Jakarta, Makassar, dan Pekanbaru. Selain itu, akan diupayakan juga pembukaan wilayah di Palembang, Padang, Aceh, dan Medan. Kita juga akan berusaha mendirikan API wilayah Kuala Lumpur.

Prioritas ketiga adalah memapankan Pengembangan Ilmu. Asosiasi Psikologi Islami memiliki peran vital dalam pengembangan keilmuan psikologi Islami. Asosiasi bertugas untuk memfasilitasi adanya pertemuan ilmiah dan penerbitan ilmiah yang bersifat rutin. Apa yang sudah pernah dilakukan, yaitu Temu Ilmiah Nasional Psikologi Islami I di Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII, semestinya dalam dilakukan setiap tahun sekali. Apa yang sudah dilakukan dengan penerbitan jurnal sebanyak dua kali dalam satu tahun, juga sangat patut dilestarikan. Penerbitan ilmiah dalam bentuk prosiding juga patut diprioritaskan sebagai sarana untuk memapankan pengembangan keilmuan psikologi Islami.

Prioritas keempat adalah Penguatan Keuangan Lembaga. Sejauh ini keuangan Asosiasi Psikologi Islami boleh dibilang kembang kempis. Ke depan, perlu dilakukan upaya yang keras dan sungguh-sungguh agar Asosiasi Psikologi Islami memiliki basis keuangan yang memadai. Untuk itu, Asosiasi Psikologi Islami perlu merancang program yang dapat dijual sehingga menjadikan Asosiasi Psikologi Islami memiliki kemampuan swadaya. Sebagai gambaran, API perlu memiliki kegiatan yang dapat dijual kepada sarjana dan mahasiswa psikologi dan ilmu-ilmu agama Islam, sebagaimana HIMPSI memiliki pelatihan psikodiagnostik atau pelatihan tes tertentu. Dari sana ada dana tetap untuk API. Di samping itu, Asosiasi Psikologi Islami perlu memiliki jaringan yang luas dengan para donatur yang memiliki simpati terhadap pengembangan psikologi Islami. Donasi itu dapat berupa hibah dan dapat pula berupa infaq.

Dengan keuangan yang kuat, berbagai program yang direncanakan akan dapat diwujudkan secara baik dan lancar. Tanpa keuangan yang memadai, Asosiasi Psikologi Islami harus mengandalkan satu dua orang untuk menopang kegiatannya dan tentu hal ini kurang sehat bagi eksistensi organisasi.

Prioritas kelima adalah Merintis Jalan Profesi Psikologi Islami. Asosiasi Psikologi Islami, di samping bergerak dalam keilmuan, juga semestinya melakukan tugas aplikasi ilmu. Aplikasi ilmu psikologi Islami perlu dilakukan dalam kerangka profesi. Oleh karena itu, ke depan, Asosiasi Psikologi Islami perlu untuk merintis jalan baru, yaitu menjadikan psikologi Islami sebagai profesi dalam psikologi. Hal ini adalah sesuatu yang dimungkinkan secara kelembagaan, karena semua asosiasi/ikatan yang ada dalam naungan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) dapat melakukan aktivitas keilmuan dan profesi sekaligus.

Prioritas keenam adalah Memperluas Jaringan Kerja dengan Organisasi Lain. Sejauh ini mitra utama psikologi Islami adalah asosiasi/ikatan psikologi yang ada di lingkungan Himpunan Psikologi Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi Islam. Ke depan, Asosiasi Psikologi Islami harus melestarikan dan mengembangkan kemitraan yang sudah terjalin.

Tidak kurang dari itu, Asosiasi Psikologi Islami juga perlu membangun kemitraan dengan berbagai lembaga keagamaan, sosial dan pendidikan yang sudah ada, baik di dalam maupun di luar negeri. Manfaat yang diharapkan adalah meningkatkatnya kebermanfaatan psikologi Islami, menguatkan eksistensi psikologi Islami, dan memperkuat keuangan Asosiasi Psikologi Islami.

Prioritas ketujuh adalah Mengaktifkan Jaringan Perguruan Tinggi Islam. Fakultas/Program Studi Psikologi yang berada dalam naungan perguruan tinggi Islam adalah tempat persemaian utama psikologi Islami. Di tempat inilah dilakukan proses pengembangan, pendidikan dan pengajaran psikologi Islami yang memungkinkan banyak orang dapat mempelajari psikologi secara intensif. Kekuatan, pengalaman, dan berbagai hal yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi Islam dapat disinergikan dengan perguruan tinggi yang lain atas dasar amal shaleh dan saling menguntungkan. Jaringan ini perlu difasilitasi agar dapat diselenggarakan secara rutin dan mengambil peran penting dalam sosialisasi dan pengembangan psikologi Islami.

Prioritas kedelapan adalah Memberikan Penghargaan terhadap Insan yang Berjasa. Asosiasi Psikologi Islami memberikan penghargaan terhadap terhadap ilmuwan dan profesional yang bergerak dalam pengembangan psikologi Islami maupun bagi mereka yang berjasa dalam membesarkan kelembagaan Asosiasi Psikologi Islami. Pemberian penghargaan ini tidak harus diwujudkan dalam bentuk materi. Yang prinsip adalah pengakuan akan kualifiksi keilmuan, profesi, dan jasa mereka terhadap keberadaan psikologi Islami umumnya dan Asosiasi Psikologi Islami khususnya.

Prioritas kesembilan Melakukan Pengembangan SDM dan Pengkaderan. Anggota dan pengurus Asosiasi Psikologi Islami perlu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri dengan cara memperoleh kesempatan mengikuti berbagai aktivitas pengembangan SDM yang diselenggarakan Asosiasi Psikologi Islami maupun yang diselenggarakan oleh lembaga lain. Pengembangan SDM dapat dilakukan dengan memanfaatkan kelembagaan Asosiasi Psikologi Islami dengan cara membangun networking dengan lembaga lain.  Asosiasi Psikologi Islami khususnya dan Psikologi Islami pada umumnya akan memiliki kekuatan untuk eksis bila didukung oleh kader-kader yang disiapakan secara baik. Kader-kader diharapkan memiliki visi keilmuan dan dakwah yang menjadikannya memiliki semangat untuk mengembangkan wacana psikologi Islami dan mengaktifkan Asosiasi Psikologi Islami. Pengkaderan dapat memanfaatkan aktivitas belajar mengajar di perguruan tinggi yang menawarkan matakuliah Psikologi Islami, (b) bekerjasama dengan Ikatan mahasiswa Muslim Indonesia (Imamupsi), dan melakukan berbagai aktivitas education and training yang berkesinambungan. Rekrutmen anggota muda juga dapat dilakukan sebagai bagian dari rencana pengkaderan.

Prioritas kesepuluh adalah Melakukan Pengabdian kepada Masyarakat Luas. Sesuai dengan prinsip agama, sesuatu yang baik adalah yang menghadirkan manfaat bagi masyarakatnya. Oleh karena itu, kehadiran psikologi Islami harus bisa segera dirasakan masyarakat. Aktivitas penulisan ilmiah populer di media massa, siaran radio dalam bentuk konsultasi atau yang lain, edutainment show , diskusi masalah-masalah populer, adalah sejumlah contoh aktivitas yang diharapkan dapat mempromosikan psikologi Islami dan Asosiasi Psikologi Islami. Kegiatan-kegiatan ini diharapkan juga memiliki keterkaitan dengan keuangan organisasi.

Demikian. Bagaimana menurut Anda?

Penulis:

fuad
Fuad Nashori  adalah salah seorang pelopor dan ahli di bidang Psikologi Islami, sehari-hari beliau menjabat sebagai Ketua Umum PP Asosiasi Psikologi Islami Indonesia dan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, (UII) Yogyakarta. Fuad Nashori adalah penulis tetap untuk rubrik Psikologi Islami di website ini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Mengenal Dyslexia Pada Anak

13 Oct 2015 pikirdong

Dyslexia (disleksia) merupakan ketidakmampuan belajar (learning disability) yang dialami oleh seseorang dimana individu tidak mampu…

Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Paraphilia adalah istilah klinis yang digunakan untuk menggambarkan penyimpang seksual. Paraphilia merupakan permasalahan menyangkut kontrol…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

15 Oct 2015 Sayed Muhammad

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Menjadi Survivor yang Baik

09 Dec 2008 Fuad Nashori

Survivor adalah orang yang terluput dari bencana, orang yang selamat. Dalam tulisan ini, digunakan istilah…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

Defense Mechanism

06 Sep 2013 pikirdong

Ketika timbul suatu dorongan atau kebutuhan, manusia yang normal akan cenderung untuk menghilangkan atau mengurangi…

Halusinasi

07 Sep 2013 pikirdong

Halusinasi merupakan persepsi yang abnormal pada individu dimana ia sadar dan terjaga akan tetapi tanpa…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ciri-ciri Keluarga Bahagia

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Keluarga yang diidealkan setiap manusia adalah keluarga yang memiliki ciri-ciri mental sehat demikian: sakinah (perasaan…

Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif

04 Sep 2013 pikirdong

Bagaimana yang disebut sebagai adiktif internet dan komputer? Bagaimana pula yang disebut dengan menggunakan komputer…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014