TwitterFacebookGoogle+

General Anxiety Disorder (GAD)

Gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder; GAD) merupakan bentuk gangguan kecemasan dimana individu secara terus-menerus merasakan ketegangan yang tinggi dalam kehidupan sehari-harinya. Hampir secara keseluruhan waktu yang dimiliki individu cenderung bereaksi secara berlebihan terhadap stres yang ringan sekalipun. Penderita gangguan kecemasan ini tidak mampu membuat dirinya santai, secara terus-menerus merasa takut dengan hal-hal yang menyangkut masa depan, pengambilan keputusan dan sulit untuk berkonsentrasi.

Individu yang mengalami gangguan kecemasan umum berkaitan erat dengan kemunculan serangan panik, suatu episode ketakutan berat dan terjadi secara mendadak. Perasaan ini ditandai dengan meningkatnya debaran jantung secara cepat, tremor, berkeringat, sesak napas, mual dan pingsan. Penderita GAD mungkin tidak mengetahui secara pasti mengapa mereka mengalami ketakutan (free-floating), hal ini disebabkan kecemasan yang muncul tidak dipicu oleh peristiwa tertentu saja melainkan dalam pelbagai situasi pemicu stres yang beragam.

Simtom

Secara diagnostik seseorang dikatakan GAD bila luapan kecemasan muncul dalam setiap hari secara bervariasi selama ―setidaknya selama 6 bulan. Beberapa simtom yang ada lainnya;
– Kekhawatiran terhadap sesuatu hal yang tidak pasti
– Sulit berkonsentrasi
– Gelisah, tidak dapat bersikap santai
– Kesulitan tidur atau mengalami gangguan tidur
– Kecemasan setiap saat atau pada saat tertentu setiap harinya
– Sering berdebar tanpa sebab yang jelas
– Pucat, mudah letih dan tubuh terasa lebih hangat
– Mual dan rasa sesak napas bahkan kadang seperti kejang
– Sakit kepala
– Ketegangan otot
– Gemetar dan berkeringat
– Sering ke kamar mandi

Individu yang mengalami GAD ringan dapat berfungsi penuh secara sosial dan dapat melakukan pekerjaan dengan baik, mereka tidak selalu menghindari situasi sebagai akibat gangguan kecemasan tersebut, akan tetapi mereka kesulitan dalam melakukan beberapa kegiatan sehari-harinya ketika terjadinya peningkatan kecemasan. Kemunculan GAD tidak terjadi dengan begitu saja, sering diawali dengan kemunculan gangguan kecemasan (anxiety disorder), depresi atau pengalaman trauma dan kekerasan pada masa lalu.

GAD kronis

  • Debaran jantung yang kuat
  • Mudah terprovokasi terhadap hal-hal kecil yang membuat perubahan gejolak emosi
  • Takut tanpa sebab atau terhadap sesuatu hal yang tidak jelas
  • Putus asa dan merasa tidak berdaya
  • Sulit dalam mengambil keputusan
  • Gugup dan sesnsitif setiap saat
  • Cemas hampir setiap saat
  • Sering merasa letih
  • Tegang setiap waktu

 

Treatment

Medikasi
Treatment GAD pada dasarnya hampir sama dilakukan pada penderita gangguan kecemasan lainnya.
Obat acuan SSRI (Selective Serotonin-Reuptake Inhibitors) adalah Venlafaxine (Effexor). Penggunaan obat jenis SSRI ini memunculkan rasa gugup pada pengguna awal, disamping itu jenis obat-obatan ini haruslah dibawah pengawasan dokter secara ketat. Dosis yang tidak tepat dapat mengakibatkan terjadinya penurunan (disfungsi) seksual.

Obat jenis tricyclics dapat berupa imipramine (Tofranil)

Jenis obat anti kecemasan lainnya;
Clonazepam (Klonopin), alprazolam (Xanax) digunakan bila disertai dengan adanya serangan panik.
Buspirone (Buspar), merupakan azapirone, adalah jenis obat terbaru dalam pengobatan anti cemas untuk pasien dengan gangguan GAD. Efek penggunaan obat ini adalah munculnya rasa sakit kepala, gugup dan pusing. Tidak seperti benzodiazepines, buspirone haruslah digunakan secara konsisten setidaknya 2 minggu untuk dapat melihat hasil yang lebih baik.

Psikoterapi
Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan GAD adalah cognitive-behavioural therapy (CBT), sama halnya dengan treatment yang diberikan pada gangguan cemas pada umumnya. Lamanya terapi minimal dilakukan adalah selama 12 minggu, biasanya dipilih group terapi dengan kondisi anggota group adalah sama dengan pasien dianggap lebih efektif dalam penyembuhan.

Dalam CBT, terapis akan memberikan latihan pernafasan dan teknik relaksasi ketika menghadapi kecemasan, dalam terapi ini terapis berusaha membantu pasien menemukan ketenangan dengan menciptakan rileks dalam diri individu, bersamaan dengan itu pasien juga diberikan sugesti bahwa kecemasan-kecemasan yang muncul itu tidak realistis.

CBT diberikan bila adanya keinginan dan kerjasama antara pasien dan terapis untuk efektivitas treatment yang akan dilakukan. Pasien haruslah bekerjasama sepenuhnya dan melakukan semua perintah-perintah yang terapis berikan, oleh karenanya CBT tidak akan diberikan bila tidak adanya keinginan pasien untuk melakukan psikoterapi. Pada akhir CBT, beberapa tugas akan diberikan oleh terapis untuk dikerjakan dan dilakukan oleh pasien di rumah, pasien juga harus melaporkan efektivitas dan kemajuan yang diraihnya selesai CBT diberikan.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Borderline Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian borderline merupakan taksologi yang terdapat pada DSM IV sementara pada ICD disebut sebagai…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Menanamkan Disiplin pada Anak

04 Sep 2013 Sayed Muhammad

Menerapkan disiplin pada anak merupakan keinginan dari semua orangtua, namun beberapa aturan keluarga dan punishment…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice…

13 Jul 2017 Sayed Muhammad

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting…

Muslim yang Ketakutan

30 May 2018 Ruby Kay

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro…

Hospice: Tempat Perawatan Orang yang Hampir Meninggal

03 Sep 2013 Sayed Muhammad

Beberapa tahun lalu, tetangga saya mengidap kanker payudara, setelah melakukan operasi di tanah air sebelumnya,…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Masokisme Seksual – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Masokisme seksual merupakan gangguan fantasi seksual yang melibatkan dorongan-dorongan seksual dan perilaku nyata untuk dihina,…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Lupakan Mantan Pacar!

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Putus cinta? Seebbeell!! Malam minggu jadi sepi, gak ada yang ngapelin lagi, gak ada yang…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014