Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Histrionic Personality Disorder

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap termasuk keinginan berlebihan untuk mendapatkan pujian, rayuan secara tidak tepat. Gangguan ini dimulai pada masa kanak-kanak hingga menjelang memasuki remaja yang terus berlanjut menjadi bentuk gangguan keperibadian dikemudian harinya.

Kehidupan sehari-hari individu dengan gangguan histrionik (HPD) digambarkan sebagai kehidupan yang dramatis, memiliki antusias berlebihan dan terkesan genit. Kadang perilaku yang dimunculkan dapat membangkitkan hasrat seksual orang lain, ekspresi emosi berlebihan (termasuk dalam pakaian) dan mudah dipengaruhi orang lain.

[ew_style_box stype=”gray”]

Histrionic Personality Disorder
Gangguan Kepribadian Histrionik

Individu dengan gangguan kepribadian ini sulit bersikap romantis dalam berhubungan dengan pasangannya.

Mereka “mengontrol” pasangan mereka dengan bersikap pura-pura atau merayu. Individu dengan gangguan ini sering terlibat hubungan asmara dengan teman atau rekan kerja, hal ini terjadi karena kebiasaan darinya terkesan genit, mencari perhatian atau bahkan mengundang hasrat seksual.

Mereka cepat merasa bosan terhadap sesuatu yang sifatnya rutinitas sehingga mengharapkan adanya hal-hal baru atau sesuatu yang menarik perhatiannya, oleh karenanya mereka meyukai tantangan baru walau nantinya akan mudah membuatnya depresi

Ciri-ciri
– Emosi labil
– Mudah GR
– Suka mengeluh
– Dandanan mencolok untuk menarik perhatian orang lain
– Suka mendramatisir suatu hal terutama menyangkut dirinya
– Bicara tidak runtut dan sulit menjelaskan suatu hal secara rinci.

[/ew_style_box]

Individu dengan gangguan kepribadian histrionik selalu ingin mencari perhatian dari orang lain, tujuannya adalah untuk mendapatkan pengukuhan dirinya. Individu ini akan selalu menanyakan pendapat orang lain mengenai hal-hal yang menyangkut dirinya, dimulai cara pakaian, dandanan, hingga masalah pribadi lainnya.

Potensi gangguan kepribadian histrionik pada wanita dan pria adalah sama.

Wanita dengan HPD berorientasi kedalam dirinya sendiri, berperilaku menurut suka hatinya dan sangat tergantung pada orang lain. Emosi yang labil dan terikat dengan hubungan yang tidak dewasa, —kekanak-kanakan.

Wanita dengan gangguan kepribadian histrionik mempunyai harapan-harapan yang tidak realistis, memiliki fantasi berlebihan dengan orang-orang yang ia kenal. Ekspresi emosional yang dangkal ketika ia menghadapi distres dan kesulitan untuk memahami orang lain membuat dirinya sulit dalam mempertahankan hubungan dengan pasangannya. Banyak menuntut, harapan yang tinggi dan disertai luapan amarah yang meledak-ledak membuat pasangannya lebih memilih untuk menjauh setelah mengenalnya lebih dalam. Beberapa wanita HPD yang cenderung memiliki gangguan kepribadian borderline juga melukai tubuhnya atau berpura-pura untuk bunuh diri sebagai cara untuk menarik pasangannya atau orang lain untuk mendapatkan perhatian yang lebih.

Pada pria, pelbagai permasalahan yang dihadapi dapat berupa krisis identitas diri, impulsif dan gangguan berhubungan dengan orang lain. Kecenderungan antisosial, tidak mampu bersikap dewasa, dramatis (walaupun sebagian dari mereka sanggup menahannya) adalah masalah yang sering dihadapi oleh pria dengan gangguan HPD. Selain itu, pria sangat introspektif dan merasa bersalah terhadap dirinya sendiri bila ia tidak mampu untuk dekat dengan seseorang atau orang lain.

Pria HPD dengan tendensi antisosial melakukan isolasi diri dan menghindari hubungan sosial untuk beberapa hari bahkan beberapa tahun ketika ia merasakan ketidaknyamanan atau bila terjadi kesalahpahaman yang membuat dirinya terusik.

SIMTOM

1) Tidak merasa nyaman dalam siatuasi dimana ia tidak menjadi pusat perhatian. Secara konstan ia akan berusaha mencari perhatian dari orang lain (self-centeredness)
2) Bertingkah laku tertentu untuk menjadi pusat perhatian dengan perilaku yang dapat membangkitkan hasrat seksual orang lain
3) Berpura-pura dan dapat mengubah ekspresi emosi dengan cepat dengan tujuan untuk memberikan perhatian pada orang lain
4) Konsisten menggunakan segala sesuatu yang berkenaan dengan fisik (dandanan) yang mencolok untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.
5) Berbicara secara spontan dengan gaya bahasa tertentu untuk memberi kesan
6) Suka mendramatisir suatu keadaan secara berlebih-lebihan atau bahkan berbohong hanya untuk mendapatkan atau menyakinkan orang lain.
7) Sensitif terhadap kritikan dan penolakan
8) Mudah frustrasi dan tidak mudah puas
9) Pendapat-pendapatnya mudah dipengaruhi oleh orang lain, akan tetapi ia sulit untuk menjelaskan secara detail dari pendapatnya itu.
10) Suka mengambil keputusan secara terburu-buru
11) Berpura-pura atau mencoba bunuh diri untuk mendapatkan perhatian dari orang lain
12) Mereka mempercayai bahwa hubungan lebih akrab dikarenakan adanya dirinya

Individu dengan gangguan keperibadian histrionik dapat berfungsi secara sosial dengan baik, bahkan pada level yang tinggi, ia dapat sukses dalam pekerjaannya. Mereka mempunyai kemampuan sosial yang baik, akan tetapi kecenderungan perilaku tersebut adalah manipulatif dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

FAKTOR PENYEBAB

Faktor penyebab utama gangguan ini tidak diketahui secara pasti, namun diduga pengalaman masa kanak-kanak dan faktor genetik keduanya mempunyai pengaruh kemunculan gangguan kepribadian ini. Gangguan kepribadian histrionik lebih banyak pada wanita dibandingkan pria, kebanyakan gangguan kepribadian histrionik pada pria, ―dengan gejala-gejala yang sama lebih cenderung didiagnosa sebagai gangguan kepribadian antisosial. Kemungkinan hal ini terjadi karena pada pria histrionik cenderung untuk menarik dari lingkungan sosial dibandingkan wanita histrionik.

Psikoanalisa menduga gangguan ini disebabkan oleh sikap otoriter sang ayah ketika masa kanak-kanak individu. Kebiasaan menggoda dan memuji anak tidak tepat juga dapat menimbulkan gangguan kepribadian ini dikemudian hari.

TREATMENT

Tidak ada obat secara langsung yang dapat menyembuhkan gangguan kepribadian ini, dokter akan memberikan jenis obat-obatan bila individu yang bersangkutan mengalami gangguan kecemasan atau gangguan mood seperti depresi.

Dalam psikoterapi, terapis harus dapat memlih terapi yang tepat untuk gangguan kepribadian histrionik, perlu diperhatikan bahwa gangguan HPD tidak cocok dilakukan terapi kelompok atau group therapy. Hal ini dikarenakan individu dengan gangguan HPD yang cenderung untuk mencari perhatian orang lain dapat menganggu jalannya terapi atau anggota kelompoknya.

Dialectical behavioral therapy
Target yang ingin dicapai dalam terapi ini adalah penyesuaian antara pelbagai permasalahan yang sedang dihadapi klien dengan pengambilan keputusan secara tepat. Hal-hal lain yang didapatkan klien dalam terapi ini adalah; pemusatan konsentrasi, hubungan interpersonal (ketrampilan sosial), adaptasi terhadap distress, identifikasi dan mengatur reaksi emosi secara tepat.

Family therapy
Terapi keluarga melatih anggota keluarga menghargai individu, meningkatkan komunikasi dan penyelesaian masalah secara bersama-sama dan saling mendukung. Anggota keluarga akan dilatih terlebih dahulu untuk bersikap dan berperilaku yang mendukung penyembuhan individu. Terapi ini dianggap lebih baik karena proses terapi berlangsung setiap saat. Terapi keluarga juga dapat dilakukan oleh pasangan individu (couples therapy)

Cognitive therapy
Terapi kognitif dirancang untuk membantu individu mengenal dan mengubah penyimpangan-penyimpangan cara berpikir yang muncul dari perasaan dan perilaku dari pelbagai masalah yang sedang dihadapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 pikirdong

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014