Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/content/84/8875084/html/index.php:2) in /home/content/84/8875084/html/wp-content/plugins/wpforo/wpf-includes/class-notices.php on line 16

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/content/84/8875084/html/index.php:2) in /home/content/84/8875084/html/wp-content/plugins/wpforo/wpf-includes/class-notices.php on line 16
Kado Terindah - Psikologisite

TwitterFacebookGoogle+

Kado Terindah

Kado dalam bentuk apapun pasti akan mendatangkan kebahagiaan baik bagi si penerima maupun pemberinya. Kado merupakan bentuk perhatian kepada orang yang kita kasihi.

Pernah nggak kalian merasa bingung pusing tujuh keliling, saat memilih kado yang cocok. Takut kalo kadonya nanti tidak sesuai dengan selera dan kebutuhan orang yang menerimanya. Sebuah kado tidak dinilai dari harga maupun kualitasnya, yang penting nilai perhatian kalian yang tercurah pada kado itu.   Tapi kalo masih bingung juga, ada sich beberapa alternatif pilihan buat kamu…. penasaran? Mungkin aja bisa membantu memecahkan problem kalian….

Kado-kado ini tidak dalam bentuk benda melainkan berupa:

Kehadiran  Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang sich kita bisa saja hadir dalam bebagai cara, seperti kata orang-orang “Sekarang jaman udah maju Bung, udah ada telpon, surat, foto atau email, jadi no problem kan”. Tapi dengan berada disampingnya, kamu dan dia bisa berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran kamu sebagai pembawa kebahagiaan.

Mendengar  Nggak semua orang lho mampu memberikan kado ini. Biasanya kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Tau nggak katanya keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Untuk bisa mendengarkan dengan baik, kamu sebaiknya dalam keadaan benar-benar relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya, tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi.

Diam  Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih baik dari segala, diam itu bisa juga menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya ruang. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa menasehati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

Kebebasan  Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang yang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”, lebih dalam lagi, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

Keindahan   Siapa sich yang nggak senang, kalo orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga kado lho, lebih lagi kalo kamu mengkadokannya tiap hari

Tanggapan positif  Tanpa sadar sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Cobalah hadiahkan tanggapan positif, nyatakan dengan jelas dan tulus. Coba deh di ingat-ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir kamu mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya buat kamu, pernahkah kamu memujinya? Ucapan terima kasih dan pujian serta permintaan maaf adalah kado cinta yang sering terlupakan.

Kesediaan mengalah  Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Pertimbangkan dulu, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Coba deh berikan kado spesial “kesediaan mengalah”. Kesediaan mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Senyuman  Boleh percaya atau tidak, hubungan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus-asaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Kapan terakhir kali kamu menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?

Penulis

hammar
Aljashammar
, Lulusan Teknik Sipil Universitas Gajah Mada, hobi membaca buku-buku psikologi tetap dilakukannya ditengah kesibukannya bekerja. Aljashammar kini bekerja dan mengembangkan sayuran dan makanan organik dan menetap di Lampung

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Post Traumatic Stress Disorder

08 Sep 2013 pikirdong

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga…

Memberi Nama yang Baik Untuk Anak Kita

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Salah satu hak anak adalah mempunyai nama yang baik. Hak ini merupakan tanggung jawab orangtua…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

Terapi Gratis

24 Aug 2017 Sayed Muhammad

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan…

Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

08 Sep 2013 pikirdong

Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum terhadap stress kadang dengan…

Putus atau Mempertahankan Cintanya?

09 Sep 2013 pikirdong

Punya pacar berarti kamu harus siap-siap untuk memikirkan hal-hal kedepan menyangkut hubungan kalian berdua. Banyak…

Gangguan Ereksi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan ereksi merupakan permasalahan yang menyangkut ketidakmampuan pria dalam melakukan intercourse. Gangguan dapat berupa gangguan…

Depresi

04 Sep 2013 pikirdong

Depresi adalah suatu kondisi medis-psikiatris yang menyatakan gangguan pola pikir dan perilaku yang maladaptif dan…

Intermittent Explosive Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Intermittent explosive disorder (IED; gangguan eksplosif intermiten) merupakan gangguan dalam mengontrol impuls seperti adiktif alkohol,…

Mungkinkah Umat Islam Menjadi yang Terbaik?

29 Sep 2015 Fuad Nashori

Pengantar Ketika Samuel Huntington membuat tesis bahwa benturan peradaban (clash civilization) di masa yang akan datang…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014