Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

Dispareunia

Pada pria, dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan “tidak” yang memang kita maksudkan sebagai penolakan. Kita mengatakan “ya” yang sebenarnya berlawanan dengan keinginan kita. Perasaan malu, sungkan, dan takut seakan menyatu sehingga mengubah kata “tidak” menjadi kata “iya” sebagai kata setuju.
Perhatikan kejadian berikut ini:

Anton yang sedang menyelesaikan beberapa tugas dari kantornya mendapatkan tugas tambahan yang semestinya dapat dilakukan oleh rekan lainnya] Anton berkata kepada supervisornya, “Akan saya selesaikan dalam beberapa hari ini” [Anton: Kenapa kau memberikan tugas itu kepada ku? Tidakkah kau melihat kertas kerjaku sedang menumpuk di meja?

sponsor1Beberapa situasi yang terjadi kadang bertentangan dengan keinginan kita, beberapa tekanan berupa ajakan, rayuan bahkan pemaksaan dalam situasi tersebut membuat kita menjadi lemah, sehingga berkata “iya” yang sebenarnya kita maksudkan adalah “tidak”.

Ajakan, rayuan, paksaan baik secara langsung atau tidak yang di sertai dengan iming-iming atau janji-janjj yang akan kita peroleh bila melakukannya atau bahkan ancaman bila kita menolaknya, membuat kita takut tanpa berani atau ragu-ragu untuk mengatakan menolaknya. Akhirnya kita menerima tawaran tersebut dengan alasan klasik; takut kehilangan pekerjaan, hilangnya popularitas, takut tidak mempunyai teman, takut dimusuhi atau takut sebut ketinggalan jaman, norak dan sebagainya. Pada akhirnya akan membuat kita sendiri menjadi stres.

Kapan kita harus mengatakan “tidak”?

1. Keterbatasan waktu dan kemampuan.

Tugas yang belum selesai Anda kerjakan, Anda harus tegas menolak bila tawaran lain yang dapat menguras waktu dan fisik Anda. Energi Anda akan semakin terkuras dengan adanya tambahan tugas tersebut kecuali bila Anda mempunyai waktu yang banyak yang dapat Anda selesaikan secara teratur. Beban pikiran akan membuat Anda kehilangan semangat bila pekerjaan yang menumpuk.

2. Ajakan yang mengarah pada perilaku seksual.

Banyak pasangan muda-mudi pacaran melakukan hubungan seks bermula dari pegangan tangan, atau ciuman. Biasanya wanita sulit menolak ajakan pacarnya untuk melakukan hubungan seks, padahal pihak perempuan tidak menginginkan lebih dari sekedar pegangan tangan atau ciuman. Desakan dan rayuan secara terus menerus membuatnya semakin tersudut dan lemah. Pacaran menjadi tidak sehat lagi, laki-laki akan terus memintanya lagi dengan cara lain dibawah ancaman untuk menceritakan kejelekan wanita. Biasanya wanita menerima hal-hal seperti ini karena tidak ingin menyakiti perasaan pasangannya, tidak ingin dianggap sebagai wanita yang membosankan atau takut diputuskan cintanya. Padahal jelas hubungan ini merugikan pihak wanita.

3. Ajakan memakai narkoba.

kelompok sangat mempengaruhi perilaku ini, ajakan teman untuk mencoba hal-hal baru sering kita temukan di saat kita berada dalam kelompok. Ini dianggap sebagai salah satu ciri yang mereka namakan sebagai solidaritas, kebersamaan dan kompak. Anda akan sulit menolaknya bila tawaran itu diajukan karena Anda akan merasa dijauhi, dianggap tidak kompak.

4. Kriminalitas.

Termasuk di dalamnya, mengompas, menganiaya, dan tawuran. Perilaku kelompok dianggap selalu dalam kebersamaan maka kebiasaan-kebiasaan setiap anggotanya mengikuti perilaku yang lainnya. Anda akan tersudut bila menolak ajakan kelompok, Anda akan mendapat gelar-gelar yang yang sifatnya menyudutkan atau melecehkan Anda seperti banci atau gelar lainnya. Bisa saja suatu ketika mereka menolak atau menjauh dari Anda

Bagaimana Berkata Tidak

1. Mengenal Tubuh Anda.

Tubuh adalah bagian dari Anda untuk melakukan sesuatu perilaku tertentu. Anda lebih mengenal tubuh Anda daripada orang lain.

  • Jangan memaksakan tubuh Anda melakukan hal diluar kemampuan Anda. Bila tubuh Anda merasa sangat letih jangan lakukan hal-hal lain yang dapat membuat Anda menjadi lebih letih atau bahkan sakit. Istirahatlah.
  • Tubuh Anda adalah bagian yang paling berharga, orang lain akan menghormati Anda bila Anda menghormatinya juga. Tidak ada seorang pun yang berhak menyentuh tubuh Anda dengan alasan apapun. Tidak ada yang boleh melecehkan atau membuat Anda merasa tidak nyaman karenanya, maka katakan tidak untuk itu.
  • Kenali fungsi tubuh Anda. Mengenal fungsi tubuh akan membuat Anda mengerti akan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh dan Anda akan mengenal pula unsur atau zat-zat yang dapat merusak tubuh. Misalkan narkoba atau zat-zat adiktif lainnya yang dapat merusak jaringan saraf otak, maka Anda akan menolak untuk mengkonsumsinya.

2. Mempunyai Komitmen

Komitmen sangat penting sebagai hal yang prinsipil ketika Anda berada pada suatu pilihan antara ya atau tidak. Misalkan agama melarang Anda untuk minum beralkohol maka Anda akan berkomitmen untuk tidak meminumnya karena dilarang oleh agama. Bagaimana bila tawaran tersebut sedikit diubah misalkan teman Anda mengajak dengan “meminum sedikit” ? Bila komitmen Anda jelas dan tegas maka bagaimanpun Anda akan menolaknya.

3. Ingat Konsekuensi

Ingatlah konsekuensi ketika Anda hendak melakukannya, apa yang bakal Anda peroleh dari perilaku tersebut? Merugikan atau menguntungkan? Konsekuensi tersebut bukan saja hal berorientasi pada diri Anda tetapi juga diluar diri Anda, misalkan ajakan untuk melakukan tindakan kriminal, konsekuensi yang diperoleh bila melakukannya Anda bisa saja dikelaurkan dari sekolah, kuliah atau institusi tertentu, Anda bisa saja dipenjara karena perbuatan Anda, akan tetapi terberat adalah adalah melanggar hati nurani, prinsip, komitmen dan agama.

4. Berkata Jujur.

Hal tersulit adalah berkata jujur pada orang lain, karena kita tidak ingin menyakiti atau melukai perasaan orang lain, bahkan karena kesulitan untuk mengatakan secara jujur ini membuat kita kembali mempertimbangkan kembali tawaran-tawaran tersebut padahal sudah jelas bertentangan dengan keinginan kita. Tetapi, tidak kah Anda berpikir bahwa Anda telah tidak jujur pada diri sendiri? atau karena ingin menghargai, menghormati perasaan orang lain telah mengorbankan diri Anda sendiri. Jelas tawaran yang memaksa itu telah menunjukan ia tidak menghormati Anda, kenapa Anda harus ragu untuk menolaknya?

Katakan Tidak padanya

1. Tetap bersikap ramah dengannya

Anda tidak perlu marah atau membencinya, pisahkan dirinya dengan perilakunya, Anda boleh saja benci dengan sikapnya seperti itu tetapi tidak perlu membenci dirinya sampai menjauh dan tidak berteman dengannya lagi.

2. Tolak dengan alasan yang tegas.

Jangan menggunakan alasan-alasan tertentu yang dapat membuatnya dapat memaksa lagi suatu ketika nantinya. Gunakan alasan tepat untuk menolaknya. Misalkan, ketika pacar mengajak untuk melakukan hubungan seks, JANGAN gunakan alasan seperti takut hamil, SEBAIKNYA katakan karena agama menganggap hubungan seks diluar nikah ini adalah dosa.

3. Katakan dengan jujur perasaan Anda.

Katakan ketakutan-ketakutan Anda yang lebih besar dibandingkan ketakutan untuk mencoba ajakan teman tersebut, berikan konsekuensi yang logis padanya. Dan tetap tolak ajakan teman Anda bila ia berdalih dengan alasan tertentu. Semakin Anda tegas maka ia tidak akan berani mengajak kembali.

4. Alihkan ajakan tersebut yang lebih bermanfaat.

Alihkan perhatiannya pada ajakan tersebut, usulkan ide-ide yang lebih positif atau yang disukainya, misalkan bermain game, jalan-jalan, atau fitnes.

5. Bersiap kehilangan dirinya.

Bila Anda sudah melakukan semua usaha untuk menolaknya, akan tetapi ia masih tetap memaksa Anda, maka segera tinggalkan ia! Tidak perlu ragu atau takut akan kehilangannya. Apa yang Anda tela lakukan lebih menghargai untuk diri Anda sendiri (PD)

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Defense Mechanism

06 Sep 2013 pikirdong

Ketika timbul suatu dorongan atau kebutuhan, manusia yang normal akan cenderung untuk menghilangkan atau mengurangi…

Putus atau Mempertahankan Cintanya?

09 Sep 2013 pikirdong

Punya pacar berarti kamu harus siap-siap untuk memikirkan hal-hal kedepan menyangkut hubungan kalian berdua. Banyak…

Dunia Pendidikan : Menjalin Rasa Simpati dan Pengertian

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak-anak yang merasa, atau dibuat tidak merasa, tidak diterima dan tidak kompeten akan lambat memulihkan…

Borderline Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian borderline merupakan taksologi yang terdapat pada DSM IV sementara pada ICD disebut sebagai…

Kenakalan Remaja

10 Sep 2013 pikirdong

Bila kita menemukan kata “kenakalan remaja” maka terlintas dalam benak kita, apakah ada yang disebut…

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah…

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

15 Oct 2015 Sayed Muhammad

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa…

Kematangan Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Young (1950) dalam bukunya Emotion in Man and Animal memberi pengertian bahwa kemasakan emosi adalah…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

Morphine

10 Sep 2013 pikirdong

Morphine (morphia), telah diteliti pertama sekali oleh F. W. A. Setürner berkisar tahun 1805-1817. Morfin…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini merupakan jalur yang seharusnya dibangun…

26 Jul 2016 GIB pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014