TwitterFacebookGoogle+

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan “tidak” yang memang kita maksudkan sebagai penolakan. Kita mengatakan “ya” yang sebenarnya berlawanan dengan keinginan kita. Perasaan malu, sungkan, dan takut seakan menyatu sehingga mengubah kata “tidak” menjadi kata “iya” sebagai kata setuju.
Perhatikan kejadian berikut ini:

Anton yang sedang menyelesaikan beberapa tugas dari kantornya mendapatkan tugas tambahan yang semestinya dapat dilakukan oleh rekan lainnya] Anton berkata kepada supervisornya, “Akan saya selesaikan dalam beberapa hari ini” [Anton: Kenapa kau memberikan tugas itu kepada ku? Tidakkah kau melihat kertas kerjaku sedang menumpuk di meja?

sponsor1Beberapa situasi yang terjadi kadang bertentangan dengan keinginan kita, beberapa tekanan berupa ajakan, rayuan bahkan pemaksaan dalam situasi tersebut membuat kita menjadi lemah, sehingga berkata “iya” yang sebenarnya kita maksudkan adalah “tidak”.

Ajakan, rayuan, paksaan baik secara langsung atau tidak yang di sertai dengan iming-iming atau janji-janjj yang akan kita peroleh bila melakukannya atau bahkan ancaman bila kita menolaknya, membuat kita takut tanpa berani atau ragu-ragu untuk mengatakan menolaknya. Akhirnya kita menerima tawaran tersebut dengan alasan klasik; takut kehilangan pekerjaan, hilangnya popularitas, takut tidak mempunyai teman, takut dimusuhi atau takut sebut ketinggalan jaman, norak dan sebagainya. Pada akhirnya akan membuat kita sendiri menjadi stres.

Kapan kita harus mengatakan “tidak”?

1. Keterbatasan waktu dan kemampuan.

Tugas yang belum selesai Anda kerjakan, Anda harus tegas menolak bila tawaran lain yang dapat menguras waktu dan fisik Anda. Energi Anda akan semakin terkuras dengan adanya tambahan tugas tersebut kecuali bila Anda mempunyai waktu yang banyak yang dapat Anda selesaikan secara teratur. Beban pikiran akan membuat Anda kehilangan semangat bila pekerjaan yang menumpuk.

2. Ajakan yang mengarah pada perilaku seksual.

Banyak pasangan muda-mudi pacaran melakukan hubungan seks bermula dari pegangan tangan, atau ciuman. Biasanya wanita sulit menolak ajakan pacarnya untuk melakukan hubungan seks, padahal pihak perempuan tidak menginginkan lebih dari sekedar pegangan tangan atau ciuman. Desakan dan rayuan secara terus menerus membuatnya semakin tersudut dan lemah. Pacaran menjadi tidak sehat lagi, laki-laki akan terus memintanya lagi dengan cara lain dibawah ancaman untuk menceritakan kejelekan wanita. Biasanya wanita menerima hal-hal seperti ini karena tidak ingin menyakiti perasaan pasangannya, tidak ingin dianggap sebagai wanita yang membosankan atau takut diputuskan cintanya. Padahal jelas hubungan ini merugikan pihak wanita.

3. Ajakan memakai narkoba.

kelompok sangat mempengaruhi perilaku ini, ajakan teman untuk mencoba hal-hal baru sering kita temukan di saat kita berada dalam kelompok. Ini dianggap sebagai salah satu ciri yang mereka namakan sebagai solidaritas, kebersamaan dan kompak. Anda akan sulit menolaknya bila tawaran itu diajukan karena Anda akan merasa dijauhi, dianggap tidak kompak.

4. Kriminalitas.

Termasuk di dalamnya, mengompas, menganiaya, dan tawuran. Perilaku kelompok dianggap selalu dalam kebersamaan maka kebiasaan-kebiasaan setiap anggotanya mengikuti perilaku yang lainnya. Anda akan tersudut bila menolak ajakan kelompok, Anda akan mendapat gelar-gelar yang yang sifatnya menyudutkan atau melecehkan Anda seperti banci atau gelar lainnya. Bisa saja suatu ketika mereka menolak atau menjauh dari Anda

Bagaimana Berkata Tidak

1. Mengenal Tubuh Anda.

Tubuh adalah bagian dari Anda untuk melakukan sesuatu perilaku tertentu. Anda lebih mengenal tubuh Anda daripada orang lain.

  • Jangan memaksakan tubuh Anda melakukan hal diluar kemampuan Anda. Bila tubuh Anda merasa sangat letih jangan lakukan hal-hal lain yang dapat membuat Anda menjadi lebih letih atau bahkan sakit. Istirahatlah.
  • Tubuh Anda adalah bagian yang paling berharga, orang lain akan menghormati Anda bila Anda menghormatinya juga. Tidak ada seorang pun yang berhak menyentuh tubuh Anda dengan alasan apapun. Tidak ada yang boleh melecehkan atau membuat Anda merasa tidak nyaman karenanya, maka katakan tidak untuk itu.
  • Kenali fungsi tubuh Anda. Mengenal fungsi tubuh akan membuat Anda mengerti akan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh dan Anda akan mengenal pula unsur atau zat-zat yang dapat merusak tubuh. Misalkan narkoba atau zat-zat adiktif lainnya yang dapat merusak jaringan saraf otak, maka Anda akan menolak untuk mengkonsumsinya.

2. Mempunyai Komitmen

Komitmen sangat penting sebagai hal yang prinsipil ketika Anda berada pada suatu pilihan antara ya atau tidak. Misalkan agama melarang Anda untuk minum beralkohol maka Anda akan berkomitmen untuk tidak meminumnya karena dilarang oleh agama. Bagaimana bila tawaran tersebut sedikit diubah misalkan teman Anda mengajak dengan “meminum sedikit” ? Bila komitmen Anda jelas dan tegas maka bagaimanpun Anda akan menolaknya.

3. Ingat Konsekuensi

Ingatlah konsekuensi ketika Anda hendak melakukannya, apa yang bakal Anda peroleh dari perilaku tersebut? Merugikan atau menguntungkan? Konsekuensi tersebut bukan saja hal berorientasi pada diri Anda tetapi juga diluar diri Anda, misalkan ajakan untuk melakukan tindakan kriminal, konsekuensi yang diperoleh bila melakukannya Anda bisa saja dikelaurkan dari sekolah, kuliah atau institusi tertentu, Anda bisa saja dipenjara karena perbuatan Anda, akan tetapi terberat adalah adalah melanggar hati nurani, prinsip, komitmen dan agama.

4. Berkata Jujur.

Hal tersulit adalah berkata jujur pada orang lain, karena kita tidak ingin menyakiti atau melukai perasaan orang lain, bahkan karena kesulitan untuk mengatakan secara jujur ini membuat kita kembali mempertimbangkan kembali tawaran-tawaran tersebut padahal sudah jelas bertentangan dengan keinginan kita. Tetapi, tidak kah Anda berpikir bahwa Anda telah tidak jujur pada diri sendiri? atau karena ingin menghargai, menghormati perasaan orang lain telah mengorbankan diri Anda sendiri. Jelas tawaran yang memaksa itu telah menunjukan ia tidak menghormati Anda, kenapa Anda harus ragu untuk menolaknya?

Katakan Tidak padanya

1. Tetap bersikap ramah dengannya

Anda tidak perlu marah atau membencinya, pisahkan dirinya dengan perilakunya, Anda boleh saja benci dengan sikapnya seperti itu tetapi tidak perlu membenci dirinya sampai menjauh dan tidak berteman dengannya lagi.

2. Tolak dengan alasan yang tegas.

Jangan menggunakan alasan-alasan tertentu yang dapat membuatnya dapat memaksa lagi suatu ketika nantinya. Gunakan alasan tepat untuk menolaknya. Misalkan, ketika pacar mengajak untuk melakukan hubungan seks, JANGAN gunakan alasan seperti takut hamil, SEBAIKNYA katakan karena agama menganggap hubungan seks diluar nikah ini adalah dosa.

3. Katakan dengan jujur perasaan Anda.

Katakan ketakutan-ketakutan Anda yang lebih besar dibandingkan ketakutan untuk mencoba ajakan teman tersebut, berikan konsekuensi yang logis padanya. Dan tetap tolak ajakan teman Anda bila ia berdalih dengan alasan tertentu. Semakin Anda tegas maka ia tidak akan berani mengajak kembali.

4. Alihkan ajakan tersebut yang lebih bermanfaat.

Alihkan perhatiannya pada ajakan tersebut, usulkan ide-ide yang lebih positif atau yang disukainya, misalkan bermain game, jalan-jalan, atau fitnes.

5. Bersiap kehilangan dirinya.

Bila Anda sudah melakukan semua usaha untuk menolaknya, akan tetapi ia masih tetap memaksa Anda, maka segera tinggalkan ia! Tidak perlu ragu atau takut akan kehilangannya. Apa yang Anda tela lakukan lebih menghargai untuk diri Anda sendiri (PD)

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Mengakhiri Kehampaan dengan Dzikir

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Masalah kebermaknaan hidup senantiasa menjadi problem penting dalam kehidupan manusia, baik dulu, kini dan di…

Menjadi Manusia Kreatif Sudut Pandang Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Psikologi Islami ( Islamic psychology ) dapat diartikan suatu studi tentang jiwa dan perilaku manusia…

Restrukturisasi Kognitif melalui Al-Fatihah

04 Sep 2013 pikirdong

Semula, judul tesis saya adalah “Terapi Al-Fatihah”. Namun di kemudian hari, istilah yang lebih tepat…

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Kado Terindah

09 Sep 2013 pikirdong

Kado dalam bentuk apapun pasti akan mendatangkan kebahagiaan baik bagi si penerima maupun pemberinya. Kado…

Fetishisme Transvestik – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Transvestitism, atau fetishisme transvestik adalah penyimpangan seksual yang dialami oleh individu heteroseksual (pada pria) untuk…

Menarche

09 Sep 2013 pikirdong

Menarche merupakan tanda permulaan pemasakan seksual pada wanita yang terjadi kisaran usia 13 tahun atau…

Memaafkan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ragam dan kedalaman pengalaman buruk antara manusia satu dengan yang lain berbeda-beda. Pada sebagian orang,…

Terapi Gratis

24 Aug 2017 Sayed Muhammad

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

19 Dec 2016 pikirdong

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014