TwitterFacebookGoogle+

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

Perkawinan bukanlah suatu pengikat yang memberikan kebebasan untuk saling menyakiti pasangan hidupnya. Dengan adanya perkawinan justru memberikan kesempatan secara bebas setiap pasangan untuk mengungkapkan perasaan cinta dan kasih sayang, bukannlah suatu jalan terbuka untuk menyakiti pasangan cintanya. Tidak ada satupun yang berhak untuk menyakiti Anda, meskipun itu adalah suami atau istri Anda, Semua pilihan Andalah yang menentukan, Andalah yang menentukan jalan hidup Anda sendiri, semua keputusan yang Anda buat tidak ada yang dapat mengatur kehendak Anda, pacar atau bahkan suami sekalipun.

love-heart2

Abstract – Design by Ayed © 2013

Berbagai bentuk kekerasan yang di alami wanita yang mengalami abusive relationship, terus berlanjut padahal sewaktu-waktu kekerasaan ini dapat mengancam keselamatan jiwanya. Sayangnya, berbagai bentuk penganiayaan ini masih sedikit diketahui oleh wanita atau bahkan didiamkan saja dengan alasan tertentu. Anda tidak perlu lagi berpura-pura bahwa perkawinan Anda tidak mempunyai masalah, bila tahap violence telah memasuki dalam kehidupan perkawinan Anda, mungkin Anda akan hanya berharap masalah ini dapat dilalui dengan diam dan akan baik dengan sendirinya. Padahal semuanya adalah harapan semu!

Berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga:

Penganiayaan secara fisik  
Penganiayaan secara fisik (physically aggression) yang mengarah pada tindakan brutal, kontak fisik yang sengaja dilakukan untuk membebankan atau mengakibatkan luka fisik.   Tindakan ini berupa; mendorong, mendesak tubuh Anda, menampar, menendang, mengigit, mencekik, meninju, memukul dengan sesuatu benda, menyerang dengan pisau atau senjata.

Penganiayaan secara emosional  
Penganiayaan yang dilakukan untuk membuat Anda menderita secara emosional.  Tindakan ini berupa; menakuti-nakuti, meneriaki, ledakan emosi, mempermalukan, mengkritik secara terus menerus, menodong senjata, mengayunkan kepalan tangan dekat wajah, menghancurkan benda milik seseorang di depan Anda, menendang binatang kesayangan milik kesayangan keluarga, menyalahkan seseorang anggota keluarga atas kesulitan keluarga.

Penganiayaan secara verbal  
Penganiayaan yang dilakukan secara lisan (verbal aggression).  Tindakan ini berupa; memaki, mencerca, menyebut Anda dengan perumpamaan, membentak dengan ledakan emosi, mengancam.

Penganiayaan secara seksual  
Pemaksaan dalam berhubungan seksual yang tidak nyaman. Hubungan seksual bukanlah bentuk pelayanan istri kepada suaminya tetapi merupakan kesadaran dan keinginan dari keduabelah pihak. Anda dapat menolak hubungan seks bila Anda tidak menginginkannya atau bila hubungan seksual itu tidak memberikan kenyamanan kepada Anda.  Tindakan ini berupa; pemaksaan hubungan seks ketika Anda tidak menginginkan atau dalam keadaan lelah, pemaksaan cara dan gaya seksual yang tidak nyaman atau menyakiti, penggunaan alat bantu seksual yang membuat Anda merasa tidak nyaman atau sakit.

Penganiayaan secara finansial  
Penganiayaan ini berupa penganiayaan yang membuat Anda menderita secara finansial atau Anda tidak mempunyai kontrol terhadap finasial keluarga.  Tindakan ini berupa; Anda tidak pernah tahu kondisi finansial keluarga, Anda tidak mempunyai wewenang untuk belanja keperluan pribadi, Anda tidak pernah mengatur atau kontrol finansial dengan batasan-batasan tidak wajar dari suami.

Bentuk kekerasan dalam rumah tangga merupakan dilema tersendiri bagi beberapa wanita, beberapa alasan dan pertimbangan juga menjadi pilihan mereka untuk mempertahankan pernikahan yang sulit ini, tidak hanya itu, seorang konseli pun dalam menghadapai kasus penganiayaan dalam rumah tangga juga berhati-hati dalam mengambil keputusan karena setiap pilihan yang di ambil juga mengandung resiko yang berdampak buruk atau sebaliknya.

1. Mempertahankan keberlangsungan perkawinan. Alasan mempertahankan perkawinan diataranya adalah, ekonomi, anak, dan faktor usia. Kemungkinan resiko dari keputusan ini adalah meningkatnya kekerasan dan mendorong suami melanjutkan kekejamannya.

2. Perceraian. Hal ini bukanlah jalan keluar terbaik dan diharapkan oleh konseli.

3. Pengalihan emosional. Hal ini dapat berdampak hilangnya emosi terhadap suami atau berdampak matinya aspek emosional, akibat lainnya adalah menumbuhkan ketidakstabilan emosi dan mudahnya terlibat dalam affair .  Kekerasan yang di alami wanita dalam rumah tangga akan terus berlanjut, seperti siklus, akan terus berulang, jalan satu-satunya yang terbaik adalah segera berpisah dan mencari perlindungan. Bagi wanita pernikahan adalah salah satu cara mencapai hidup yang bahagia, dimana ia dapat menemukan pria yang dapat mengasihi dan menyayang dengan segala tindakannya. Tetapi bila semua kekerasan yang ditemukan, tidak ada pilihan lain yang terbaik, tidak perlu menunggu waktu lebih lama lagi, angkat kepala Anda dan segeralah berlalu darinya!  Mengapa seorang wanita mau tetap bertahan dalam suatu pernikahan walaupun dianiaya?

Kebanyakan dari mereka yang membiarkan penganiyaan tetap terjadi karena memiliki latar belakang keluarga yang kejam pula. Kekerasan yang di alami dalam keluarganya dahulu membentuk pikiran bawah sadar seakan pemukulan atau penganiayaan seperti itu memang hal biasa terjadi sebagai bentuk komunikasi dalam keluarga, akibatnya kebanyakan wanita mengalami pertumbuhan dengan kepercayaan diri rendah, menyalahkan diri sendiri, lebih mengutamakan kepentingan orang lain dan seakan bertanggung jawab dengan terbentuknya kondisi-kondisi tersebut. Mereka percaya bahwa suaminya dapat berubah suatu saat nantinya…

Mitra Perempuan  
Membantu wanita korban kekerasan domestik (kekerasan yang dilakukan oleh suami terhadap istri)
Alamat: Jl. Tebet Barat Dalam IIIA No 2 Jakarta Selatan Telp 021.829.6952 Email: mitra@perempuan.or.id
Penulis

ayed
Sayed Muhammad
adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

08 Sep 2013 pikirdong

Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum terhadap stress kadang dengan…

Refleksi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini bertujuan untuk mengomentari sejumlah isu yang berkembang dalam pergumulan pengembangan wacana psikologi Islami.…

Developmental Milestones: Usia 9 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 9 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan bunyi tertentu untuk tanda berlainan Tingkah laku Mulai mengerti dengan merespon…

Edisi Ibu Kota : SIEQ-Asik di Dunia Kerja…

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Hari ini tepat 1 minggu saya berada di Ibu kota negara tercinta dengan…

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

28 Apr 2018 Fuad Nashori

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang…

Garis Besar Haluan Organisasi Asosiasi Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Kongres II Asosiasi Psikologi Islami yang berlangsung di Unissula pada 4-5 Agustus 2007, berhasil…

Enaknya Duduk di Barisan Depan Kelas!

08 Sep 2013 pikirdong

Duduk di barisan paling depan kelas memang rada seram, perasaan was-was selalu kebayang karena selalu…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

15 Oct 2015 Sayed Muhammad

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa…

Terapi Psiko-Spiritual: Mengantisipasi Stres Pasca-Gempa

05 Sep 2013 Ardiman Adami

Dialah Cesi Nurbandini. Umur tujuh tahun. Ibunya pengarit rumput, ayahnya kuli bangunan. Mereka tinggal di…

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Developmental Milestones: Usia 6 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 6 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Membuat bahasa sederhana Menjerit atau tertawa bila diganggu Tersenyum melihat dirinya sendiri…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014