Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

Perkawinan bukanlah suatu pengikat yang memberikan kebebasan untuk saling menyakiti pasangan hidupnya. Hidup merupakan kebebasan buat Anda, tidak ada satupun yang berhak untuk menyakiti Anda, semua pilihan Andalah yang menentukan. Andalah yang menentukan jalan hidup Anda sendiri, semua keputusan yang Anda buat tidak ada yang dapat mengatur kehendak Anda, pacar atau bahkan suami sekalipun.

love-heart2

[ew_style_box stype=”black”] Abstract – Design by Ayed © 2013 [/ew_style_box]

Berbagai bentuk kekerasan yang di alami wanita yang mengalami abusive relationship, terus berlanjut padahal sewaktu-waktu kekerasaan ini dapat mengancam keselamatan jiwanya. Sayangnya, berbagai bentuk penganiayaan ini masih sedikit diketahui oleh wanita atau bahkan didiamkan saja dengan alasan tertentu. Anda tidak perlu lagi berpura-pura bahwa perkawinan Anda tidak mempunyai masalah, bila tahap violence telah memasuki dalam kehidupan perkawinan Anda, mungkin Anda akan hanya berharap masalah ini dapat dilalui dengan diam dan akan baik dengan sendirinya. Padahal semuanya adalah harapan semu!

Berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga:

Penganiayaan secara fisik  
Penganiayaan secara fisik (physically aggression) yang mengarah pada tindakan brutal, kontak fisik yang sengaja dilakukan untuk membebankan atau mengakibatkan luka fisik.   Tindakan ini berupa; mendorong, mendesak tubuh Anda, menampar, menendang, mengigit, mencekik, meninju, memukul dengan sesuatu benda, menyerang dengan pisau atau senjata.

Penganiayaan secara emosional  
Penganiayaan yang dilakukan untuk membuat Anda menderita secara emosional.  Tindakan ini berupa; menakuti-nakuti, meneriaki, ledakan emosi, mempermalukan, mengkritik secara terus menerus, menodong senjata, mengayunkan kepalan tangan dekat wajah, menghancurkan benda milik seseorang di depan Anda, menendang binatang kesayangan milik kesayangan keluarga, menyalahkan seseorang anggota keluarga atas kesulitan keluarga.

Penganiayaan secara verbal  
Penganiayaan yang dilakukan secara lisan (verbal aggression).  Tindakan ini berupa; memaki, mencerca, menyebut Anda dengan perumpamaan, membentak dengan ledakan emosi, mengancam.

Penganiayaan secara seksual  
Pemaksaan dalam berhubungan seksual yang tidak nyaman. Hubungan seksual bukanlah bentuk pelayanan istri kepada suaminya tetapi merupakan kesadaran dan keinginan dari keduabelah pihak. Anda dapat menolak hubungan seks bila Anda tidak menginginkannya atau bila hubungan seksual itu tidak memberikan kenyamanan kepada Anda.  Tindakan ini berupa; pemaksaan hubungan seks ketika Anda tidak menginginkan atau dalam keadaan lelah, pemaksaan cara dan gaya seksual yang tidak nyaman atau menyakiti, penggunaan alat bantu seksual yang membuat Anda merasa tidak nyaman atau sakit.

Penganiayaan secara finansial  
Penganiayaan ini berupa penganiayaan yang membuat Anda menderita secara finansial atau Anda tidak mempunyai kontrol terhadap finasial keluarga.  Tindakan ini berupa; Anda tidak pernah tahu kondisi finansial keluarga, Anda tidak mempunyai wewenang untuk belanja keperluan pribadi, Anda tidak pernah mengatur atau kontrol finansial dengan batasan-batasan tidak wajar dari suami.

Bentuk kekerasan dalam rumah tangga merupakan dilema tersendiri bagi beberapa wanita, beberapa alasan dan pertimbangan juga menjadi pilihan mereka untuk mempertahankan pernikahan yang sulit ini, tidak hanya itu, seorang konseli pun dalam menghadapai kasus penganiayaan dalam rumah tangga juga berhati-hati dalam mengambil keputusan karena setiap pilihan yang di ambil juga mengandung resiko yang berdampak buruk atau sebaliknya.

1. Mempertahankan keberlangsungan perkawinan. Alasan mempertahankan perkawinan diataranya adalah, ekonomi, anak, dan faktor usia. Kemungkinan resiko dari keputusan ini adalah meningkatnya kekerasan dan mendorong suami melanjutkan kekejamannya.

2. Perceraian. Hal ini bukanlah jalan keluar terbaik dan diharapkan oleh konseli.

3. Pengalihan emosional. Hal ini dapat berdampak hilangnya emosi terhadap suami atau berdampak matinya aspek emosional, akibat lainnya adalah menumbuhkan ketidakstabilan emosi dan mudahnya terlibat dalam affair .  Kekerasan yang di alami wanita dalam rumah tangga akan terus berlanjut, seperti siklus, akan terus berulang, jalan satu-satunya yang terbaik adalah segera berpisah dan mencari perlindungan. Bagi wanita pernikahan adalah salah satu cara mencapai hidup yang bahagia, dimana ia dapat menemukan pria yang dapat mengasihi dan menyayang dengan segala tindakannya. Tetapi bila semua kekerasan yang ditemukan, tidak ada pilihan lain yang terbaik, tidak perlu menunggu waktu lebih lama lagi, angkat kepala Anda dan segeralah berlalu darinya!  Mengapa seorang wanita mau tetap bertahan dalam suatu pernikahan walaupun dianiaya?

Kebanyakan dari mereka yang membiarkan penganiyaan tetap terjadi karena memiliki latar belakang keluarga yang kejam pula. Kekerasan yang di alami dalam keluarganya dahulu membentuk pikiran bawah sadar seakan pemukulan atau penganiayaan seperti itu memang hal biasa terjadi sebagai bentuk komunikasi dalam keluarga, akibatnya kebanyakan wanita mengalami pertumbuhan dengan kepercayaan diri rendah, menyalahkan diri sendiri, lebih mengutamakan kepentingan orang lain dan seakan bertanggung jawab dengan terbentuknya kondisi-kondisi tersebut. Mereka percaya bahwa suaminya dapat berubah suatu saat nantinya…

[ew_style_box stype=”yellow”]Mitra Perempuan  
Membantu wanita korban kekerasan domestik (kekerasan yang dilakukan oleh suami terhadap istri)
Alamat: Jl. Tebet Barat Dalam IIIA No 2 Jakarta Selatan Telp 021.829.6952 Email: mitra@perempuan.or.id [/ew_style_box]

Penulis

ayed
Sayed Muhammad
adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 pikirdong

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014