DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Kleptomania

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan individu. Kleptomania diartikan sebagai bentuk gangguan impuls yang tidak dapat dikendalikan oleh individu untuk memiliki barang-barang yang dilihatnya dengan cara mencuri. Gangguan ini dilakukan secara berulang (kompulsi) dengan pelbagai alasan yang tidak rasional untuk memiliki benda-benda tersebut.

Sekilas Kleptomania

Penderita kleptomania sering disebut dengan istilah kleptos.

Benda yang dicuri berupa benda-benda yang tidak mempunyai nilai seperti pena, penjepit kertas, sendok, boneka kecil atau celana dalam.

Kleptomania biasanya diawali pada usia kanak-kanak bahkan gangguan tersebut dapat mengidap 16 tahun kemudian!

Episode kleptomania ditandai dengan kemunculan tiba-tiba, tidak ada perencanaan, benda tersebut mudah untuk dicuri di tempat-tempat umum seperti supermarket tanpa memerlukan keahlian khusus yang membedakan dengan perilaku kriminal

Belum ada alat test laboratorium yang dapat memastikan seseorang apakah mengidap kleptomania atau tidak, dokter psikiater akan bertanya beberapa hal mengenai gejala, impuls, kompulsi, obsesi dan beberapa pertanyaan psikologis untuk dapat melakukan assessment secara tepat terhadap gangguan ini.

Individu yang mempunyai gangguan kleptomania ditandai oleh kegagalan menahan dorongan untuk mencuri sesuatu yang tidak dibutuhkan atau tidak menghasilkan uang, ketika dorongan untuk mencuri itu muncul, ia merasa tidak nyaman, gelisah dan dorongan tersebut semakin kuat, setelah perilaku tersebut tersalurkan, individu merasakan kepuasaan. Saat-saat tertentu individu dapat merasakan penyesalan terhadap kebiasaan tersebut, akan tetapi penyesalan tersebut tidak menghentikan kebiasaan buruk tersebut, justru ketika muncul dorongan itu kembali, ia akan kembali mencuri. Oleh karena itu beberapa ahli klinis menyebut kondisi seperti itu sebagai bagian dari spektrum gangguan afektif obessi-kompulsif (OCD).

Kleptomania di derita paling banyak ditemukan pada wanita secara umum, rata-rata usia berkisar 20-35 tahun dengan durasi gangguan selama 16 tahun, diperikirakan hanya sekitar 0,6% dari populasi mengidap gangguan ini. Kemunculan kleptomania secara pasti tidak dapat diketahui namun kleptomania mempunyai korelasi dengan ganggaun yang dialami individu sebelumnya seperti obsessive-compulsive Disorder (7%) dan bulimia nervosa (65%).

Beberapa penelitian psikoanalisa menyebutkan bahwa kleptomania disebabkan oleh pelbagai permasalahan dan fase masa kanak-kanak yang tidak berjalan dengan semestinya, akibatnya dorongan mencuri merupakan salah satu cara dorongan untuk mengembalikan masa tersebut. Penderita kleptomania melaporkan bahwa rata-rata awal kemunculan gangguan tersebut pada usia 5 tahun. Secara pasti sebab-sebab kemunculan kleptomania masih dalam perdebatan, namun diperkirakan ketidakseimbangan zat kimia serotonin di dalam otak diduga penyebab bentuk abnormalitas ini.

Simtom

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders – DSM IV-TR (text revision) terbitan American Psychiatric Association (Edisi ke IV, 2000) menyebutkan 5 gejala utama dari kleptomania;

1- Pengulangan mencuri benda-benda yang tidak dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan atau kadang benda-benda itu diberikan untuk orang lain. Benda-benda yang diambil adalah benda-benda yang tidak mempunyai nilai, tidak berharga.
2- Peningkatan dorongan secara terus-menerus sebelum mencuri
3- Timbul rasa senang ketika mencuri berhasil dilakukan
4- Proses mencuri tersebut tidak dimotivasi oleh rasa marah atau keinginan untuk balas dendam dan tidak disebabkan oleh delusi dan halusinasi
5- Perilaku tersebut tidak disebabkan oleh conduct disorder, manic episode pada gangguan bipolar, atau gangguan kepribadian antisosial.

Penderita kleptomania menyadari bahwa mengutil merupakan kebiasaan yang buruk, disertai rasa penyesalan setelah melakukan aksinya, akan tetapi kebiasaan tersebut sulit diatasi ketika dorongan-dorongan itu kembali muncul. Penderita kleptomania kadang menyusun strategi self-control untuk merepresikan dorongan tersebut dengan menghindari aktivitas untuk berbelanja di supermarket, berbelanja bila perlu saja bahkan berhenti samasekali untuk belanja. Mereka secara sengaja melakukan isolasi sosial untuk menghindari kemunculan dorongan tersebut.

Treatment

Efek jera dengan mempermalukan penderita kleptomania di depan umum bila ia tertangkap basah melakukan pengutilan (pencurian) tidak akan mengubah kebiasaan tersebut. Tidak ada treatment yang paling efektif dalam penyembuhan gangguan ini, walaupun demikian beberapa treatment dapat diberikan disesuaikan dengan kondisi pada pasien.

(1) Medikasi

Antidepressant
Jenis obat yang digunakan termasuk selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Termasuk didalamnya; fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil, Paxil CR), fluvoxamine, dan sebagainya. Bila terjadi efek samping segeralah beritahu kepada dokter.

Benzodiazepines.
Jenis obat yang bekerja langsung pada sistem susunan syaraf pusat (CNS; central nervous system), sering juga disebut sebagai tranquilizers. Termasuk di dalamnya; clonazepam (Klonopin) dan alprazolam (Xanax). Pemberian obat ini haruslah melalui kontrol ketat dari dokter, penggunaan obat ini terlalu panjang dan dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan ketergantungan secara fisik maupun mental

Mood stabilizers.
Obat ini memberikan ketenangan bila terjadi perubahan mood berupa dorongan-dorongan kuat untuk mengutil/mencuri timbul secara mendadak. Jenis obat ini adalah; lithium (Eskalith, Lithobid)

Anti-seizure medications.
Adalah jenis obat untuk mengatasi gangguan mental yang muncul kembali, jenis obat topiramate (Topamax) dan asam valproic (Depakene) dilaporkan memberi pengaruh yang positif bagi penderita gangguan kleptomania.

Jenis obat lainnya.
Naltrexone (Revia), adalah jenis opioid yang tidak berbahaya yang dapat berfungsi memblok bagian-bagian otak untuk merasakan kesenangan berupa perilaku-perilaku yang teradiktif

(2) Psikoterapi

Terapi yang digunakan dalam penyembuhan kleptomania adalah cognitive-behavioral therapy (CBT), terapi keluarga, terapi psikodinamika, self-group therapy dan rational emotive therapy. Pada CBT individu diharapkan dapat mengindentifikasi perilaku yang salah, pikiran negatif dan mengubah pikiran dan perilaku tersebut secara lebih sehat.

Pada cognitive-behavioral therapy dan rational emotive therapy diberikan beberapa perlakuan seperti covert sensitization, dimana individu direkam secara diam-diam ketika melakukan pengutilan, hasil rekaman tersebut akan diperlihatkan kepada individu dengan pengarahan konsekuensi sosial terhadap perilakunya itu. Aversion therapy merupakan sesi dimana individu berusaha mengatur pernafasan secara tepat, menahan nafas untuk beberapa saat ketika rasa tidaknyaman muncul yang diakibatkan oleh dorongan-dorongan tersebut kemabli muncul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Enaknya Duduk di Barisan Depan Kelas!

08 Sep 2013 pikirdong

Duduk di barisan paling depan kelas memang rada seram, perasaan was-was selalu kebayang karena selalu…

Insomnia

08 Sep 2013 pikirdong

Insomnia adalah gangguan tidur dimana individu tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur atau sering…

Mengejar Kebahagiaan

09 Sep 2013 Ardiman Adami

Bilamana Anda merasa bahagia? Apakah ketika Anda meraih kesuksesan, kekayaan, atau kesenangan? Tentu saja Anda…

Dampak Penyalahgunaan Narkoba

12 Sep 2013 pikirdong

Beberapa dampak penyalahgunaan narkoba; Dampak biofisiologis 1. Penyebaran HIV, Hepatitis dan beberapa penyakit menular Lainnya  Penyalahgunaan narkoba…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

Penyakit Hati: Tanda, Sebab, Upaya Penyembuhan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Islam, suci dan kotornya hati memiliki arti yang sangat penting. Hati yang suci dan…

Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Emosi adalah gejolak yang ada pada organisme yang disertai oleh respon terhadap suatu rangsang, di…

Paranoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian paranoid (paranoid personality disorder; PPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu tidak dapat…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Memaafkan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ragam dan kedalaman pengalaman buruk antara manusia satu dengan yang lain berbeda-beda. Pada sebagian orang,…

Kitab Suci Sebagai Sumber Pengembangan Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Selalu ditemukan dalam komunitas apapun orang-orang yang menganjurkan kebenaran yang berasal dari Tuhan. Mereka berupaya…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014