TwitterFacebookGoogle+

Kleptomania

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan individu. Kleptomania diartikan sebagai bentuk gangguan impuls yang tidak dapat dikendalikan oleh individu untuk memiliki barang-barang yang dilihatnya dengan cara mencuri. Gangguan ini dilakukan secara berulang (kompulsi) dengan pelbagai alasan yang tidak rasional untuk memiliki benda-benda tersebut.

Sekilas Kleptomania

Penderita kleptomania sering disebut dengan istilah kleptos.

Benda yang dicuri berupa benda-benda yang tidak mempunyai nilai seperti pena, penjepit kertas, sendok, boneka kecil atau celana dalam.

Kleptomania biasanya diawali pada usia kanak-kanak bahkan gangguan tersebut dapat mengidap 16 tahun kemudian!

Episode kleptomania ditandai dengan kemunculan tiba-tiba, tidak ada perencanaan, benda tersebut mudah untuk dicuri di tempat-tempat umum seperti supermarket tanpa memerlukan keahlian khusus yang membedakan dengan perilaku kriminal

Belum ada alat test laboratorium yang dapat memastikan seseorang apakah mengidap kleptomania atau tidak, dokter psikiater akan bertanya beberapa hal mengenai gejala, impuls, kompulsi, obsesi dan beberapa pertanyaan psikologis untuk dapat melakukan assessment secara tepat terhadap gangguan ini.

Individu yang mempunyai gangguan kleptomania ditandai oleh kegagalan menahan dorongan untuk mencuri sesuatu yang tidak dibutuhkan atau tidak menghasilkan uang, ketika dorongan untuk mencuri itu muncul, ia merasa tidak nyaman, gelisah dan dorongan tersebut semakin kuat, setelah perilaku tersebut tersalurkan, individu merasakan kepuasaan. Saat-saat tertentu individu dapat merasakan penyesalan terhadap kebiasaan tersebut, akan tetapi penyesalan tersebut tidak menghentikan kebiasaan buruk tersebut, justru ketika muncul dorongan itu kembali, ia akan kembali mencuri. Oleh karena itu beberapa ahli klinis menyebut kondisi seperti itu sebagai bagian dari spektrum gangguan afektif obessi-kompulsif (OCD).

Kleptomania di derita paling banyak ditemukan pada wanita secara umum, rata-rata usia berkisar 20-35 tahun dengan durasi gangguan selama 16 tahun, diperikirakan hanya sekitar 0,6% dari populasi mengidap gangguan ini. Kemunculan kleptomania secara pasti tidak dapat diketahui namun kleptomania mempunyai korelasi dengan ganggaun yang dialami individu sebelumnya seperti obsessive-compulsive Disorder (7%) dan bulimia nervosa (65%).

Beberapa penelitian psikoanalisa menyebutkan bahwa kleptomania disebabkan oleh pelbagai permasalahan dan fase masa kanak-kanak yang tidak berjalan dengan semestinya, akibatnya dorongan mencuri merupakan salah satu cara dorongan untuk mengembalikan masa tersebut. Penderita kleptomania melaporkan bahwa rata-rata awal kemunculan gangguan tersebut pada usia 5 tahun. Secara pasti sebab-sebab kemunculan kleptomania masih dalam perdebatan, namun diperkirakan ketidakseimbangan zat kimia serotonin di dalam otak diduga penyebab bentuk abnormalitas ini.

Simtom

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders – DSM IV-TR (text revision) terbitan American Psychiatric Association (Edisi ke IV, 2000) menyebutkan 5 gejala utama dari kleptomania;

1- Pengulangan mencuri benda-benda yang tidak dibutuhkan oleh individu yang bersangkutan atau kadang benda-benda itu diberikan untuk orang lain. Benda-benda yang diambil adalah benda-benda yang tidak mempunyai nilai, tidak berharga.
2- Peningkatan dorongan secara terus-menerus sebelum mencuri
3- Timbul rasa senang ketika mencuri berhasil dilakukan
4- Proses mencuri tersebut tidak dimotivasi oleh rasa marah atau keinginan untuk balas dendam dan tidak disebabkan oleh delusi dan halusinasi
5- Perilaku tersebut tidak disebabkan oleh conduct disorder, manic episode pada gangguan bipolar, atau gangguan kepribadian antisosial.

Penderita kleptomania menyadari bahwa mengutil merupakan kebiasaan yang buruk, disertai rasa penyesalan setelah melakukan aksinya, akan tetapi kebiasaan tersebut sulit diatasi ketika dorongan-dorongan itu kembali muncul. Penderita kleptomania kadang menyusun strategi self-control untuk merepresikan dorongan tersebut dengan menghindari aktivitas untuk berbelanja di supermarket, berbelanja bila perlu saja bahkan berhenti samasekali untuk belanja. Mereka secara sengaja melakukan isolasi sosial untuk menghindari kemunculan dorongan tersebut.

Treatment

Efek jera dengan mempermalukan penderita kleptomania di depan umum bila ia tertangkap basah melakukan pengutilan (pencurian) tidak akan mengubah kebiasaan tersebut. Tidak ada treatment yang paling efektif dalam penyembuhan gangguan ini, walaupun demikian beberapa treatment dapat diberikan disesuaikan dengan kondisi pada pasien.

(1) Medikasi

Antidepressant
Jenis obat yang digunakan termasuk selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs). Termasuk didalamnya; fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil, Paxil CR), fluvoxamine, dan sebagainya. Bila terjadi efek samping segeralah beritahu kepada dokter.

Benzodiazepines.
Jenis obat yang bekerja langsung pada sistem susunan syaraf pusat (CNS; central nervous system), sering juga disebut sebagai tranquilizers. Termasuk di dalamnya; clonazepam (Klonopin) dan alprazolam (Xanax). Pemberian obat ini haruslah melalui kontrol ketat dari dokter, penggunaan obat ini terlalu panjang dan dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan ketergantungan secara fisik maupun mental

Mood stabilizers.
Obat ini memberikan ketenangan bila terjadi perubahan mood berupa dorongan-dorongan kuat untuk mengutil/mencuri timbul secara mendadak. Jenis obat ini adalah; lithium (Eskalith, Lithobid)

Anti-seizure medications.
Adalah jenis obat untuk mengatasi gangguan mental yang muncul kembali, jenis obat topiramate (Topamax) dan asam valproic (Depakene) dilaporkan memberi pengaruh yang positif bagi penderita gangguan kleptomania.

Jenis obat lainnya.
Naltrexone (Revia), adalah jenis opioid yang tidak berbahaya yang dapat berfungsi memblok bagian-bagian otak untuk merasakan kesenangan berupa perilaku-perilaku yang teradiktif

(2) Psikoterapi

Terapi yang digunakan dalam penyembuhan kleptomania adalah cognitive-behavioral therapy (CBT), terapi keluarga, terapi psikodinamika, self-group therapy dan rational emotive therapy. Pada CBT individu diharapkan dapat mengindentifikasi perilaku yang salah, pikiran negatif dan mengubah pikiran dan perilaku tersebut secara lebih sehat.

Pada cognitive-behavioral therapy dan rational emotive therapy diberikan beberapa perlakuan seperti covert sensitization, dimana individu direkam secara diam-diam ketika melakukan pengutilan, hasil rekaman tersebut akan diperlihatkan kepada individu dengan pengarahan konsekuensi sosial terhadap perilakunya itu. Aversion therapy merupakan sesi dimana individu berusaha mengatur pernafasan secara tepat, menahan nafas untuk beberapa saat ketika rasa tidaknyaman muncul yang diakibatkan oleh dorongan-dorongan tersebut kemabli muncul

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Mengembangkan Empati pada Anak

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Sekelompok anak kecil sedang meneriaki, bahkan melempar batu-batu kecil kepada orang gila yang kebetulan lewat…

Enaknya Duduk di Barisan Depan Kelas!

08 Sep 2013 pikirdong

Duduk di barisan paling depan kelas memang rada seram, perasaan was-was selalu kebayang karena selalu…

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

28 Apr 2018 Fuad Nashori

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang…

Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Emosi adalah gejolak yang ada pada organisme yang disertai oleh respon terhadap suatu rangsang, di…

Dampak Penyalahgunaan Narkoba

12 Sep 2013 pikirdong

Beberapa dampak penyalahgunaan narkoba; Dampak biofisiologis 1. Penyebaran HIV, Hepatitis dan beberapa penyakit menular Lainnya  Penyalahgunaan narkoba…

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di…

Sadisme Seksual – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Individu dengan gangguan ini secara konsisten memiliki gangguan fantasi seksual dengan cara menyakiti pasangannya dengan…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Fatal-Flaws

09 Sep 2013 pikirdong

Selama masa pacaran atau pendekatan dilakukan, banyak pasangan sebenarnya telah menangkap tanda-tanda “ketidakberesan” perilaku pada…

Episode Depresi

06 Sep 2013 pikirdong

Episode depresi digolongkan pada rentang waktu kemunculan depresi yang relatif singkat, pada umumnya penderita episode…

Perkembangan Mental dan Fisik Anak (Developmental Milestones)

05 Sep 2013 pikirdong

Memiliki bayi adalah hal yang paling menyenangkan bagi orangtua, pelbagai harapan terhadap anak dapat tumbuh…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014