TwitterFacebookGoogle+

Masalah lagi… Masalah lagi…

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”, bisa juga “Kayanya masalah ku ga’ selesai-selesai dech, satu masalah belum beres, eeh dateng lagi yang baru”, “Aku udah muak dan bosen dengan semua masalah ini” dan keluhan-keluhan lainnya saat kita dihadapkan oleh sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan

Bukanlah hidup namanya, kalau tidak ber-masalah. Bukanlah orang dibilang sukses, kalau tidak sanggup menghadapi berbagai rintangan. Bukanlah disebut menang, kalau tidak dibuktikan dengan pertarungan. Bukanlah disebut lulus, kalau tidak mengikuti ujian. Bukanlah dibilang berhasil kalau tidak berusaha.

Sebagai manusia sering sekali kita hanya bisa mengeluh dan mengeluh atas apa yang menimpa kita yang tidak sesuai dengan harapan. Namun tidak jarang juga kita terhanyut dengan kegembiraan yang melenakan saat semua sesuai dengan yang kita harapkan. Kita sering lupa bahwa kehidupan itu ibarat putaran roda yang semua yang kita rasa tidaklah selamanya. Kadang kita diatas, kadang kita dibawah. Hari ini kita sedih, besok kita bahagia. Terus menerus silih berganti hingga akhirnya kita akan mati.

Allah berfirman:

“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: ‘Kamu telah beriman’, sedangkan mereka dibiarkan tidak dicobai lagi? (tidak bermasalah). Dan sesungguhnya kami (Allah) telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar-benar (beriman) dan Allah juga mengetahui siapa orang-orang yang berdusta.” (QS. Al Ankabut: 2-3)

Pada dasarnya ujian Allah ada dua macam: 1) Cobaan yang tidak mengenakan / tidak sesuai dengan harapan 2) Cobaan yang menyenangkan / sesuai dengan apa yang diharapkan.  Sadar atau tidak terkadang dalam benak kita tersirat untuk lari dari apa yang sedang kita hadapi. Namun itu bukanlah solusi. Karena permasalahan bukanlah untuk kita hindari akan tetapi untuk kita selesaikan dengan mencari jalan keluarnya.

Dalam psikologi, seseorang akan selalu menemukan permasalahan ketika ia akan mengalami perkembangan dalam dirinya. Permasalahan yang kita temui dapat melatih serta membantu kita untuk melangkah ketugas perkembangan berikutnya. Permasalahan dapat membuat kita semakin dewasa apabila kita berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik dengan berbagai resiko yang akan dihadapi. Sehingga kita sudah siap saat kita menemukan permasalahan yang sama atau mungkin lebih besar di kemudian hari. Namun apabila kita berusaha untuk lari tanpa berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka kita tidak akan dapat melanjutkan tugas-tugas perkembangan kita ke tahap yang selanjutnya dengan baik. Kita terus lari dan berlari saat permasalahan itu datang kembali, hingga tanpa kita sadari bahwa kita telah terjebak dan bahkan tertinggal dengan yang lainnya.

Ujian atau masalah yang kita temui bukanlah tanda Allah membenci kita, akan tetapi justru kebalikkannya. Apabila Allah menyukai suatu kaum, maka akan diuji dengan kesenangan atapun dengan kesedihan. Allah ingin menjadikan kita kuat dalam menghadapi kehidupan. Bukan hamba yang lemah yang hanya bisa mengeluh, berpangku tangan atau bahkan lari dari kehidupan. Kuat bukan berarti yang berotot, bertenaga atau yang lainnya. Kuat disini adalah ketika kita dihadapkan dengan kebahagiaan kita tidaklah terlena, namum bersyukur dengan apa yang diberikan Allah. Dan apabila diberikan kesedihan maka ia akan bersabar dan hanya mengharap pertolongan-Nya.

Kita akan tahu persis harga sebuah kenikmatan, manakala kita sedang mendapatkan masalah atau cobaan. Dan cobaan itu adalah rahmat untuk sadar dan kembali kepada Allah. Permasalahan itu sendiri hakikatnya adalah bumbu kehidupan yang memperlezat kenikmatan. Bagi orang yang beriman, semua permasalahan bagus baginya. Dengan ada masalah itu, maka hidup akan menjadi lebih dinamis, tidak beku dan mati. Dengan bermasalah, dunia ini akan terasa indah, selama dihadapi dengan T.O.P.P (Tegar, Optimis, Prima, Percata diri) dan didasari dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.  Kalau gitu, gimana sich seharusnya cara kita untuk menyingkapinya? Yang harus kita yakini dan kita tanamkan dalam diri kita adalah: Cobaan/masalah yang kita terima bukanlah siksaan, tetapi sebuah ujian untuk meningkatkan keimanan.

Rosulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya cobaan/bala bencana yang menimpa orang yang beriman itu bukanlah untuk menyiksa (menghancurkan), tetapi ia datang untuk mengujinya”. Jangan berputua asa, semua persoalan pasti ada jawabannya, dan semua kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Allah telah berfirman: “Sesungguhnya dibalik kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Al-Insyirah:6)

Dan… “Allah tidak akan membebankan suatu kaum, melebihi batas kemampuannya”. (Albaqarah: )

Oleh karena itu, setiap permasalahan yang kita temui sebetulnya kita dapat selesaikan. Akan tetapi sebagai manusia kita lebih sering mengeluh dan berputus asa. Sedangkan Allah maha mengetahui hamba-Nya.   Semua yang menimpa orang yang beriman itu pasti bagus dan berpahala. Rosulullah saw bersabda:

“Menakjubkan jiwa orang yang beriman, sungguh semua urusan selalu baik baginya, jika mendapat kebaikan ia bersyukur dan jika tertimpa cobaan ia bersabar (diampuni dosa dan pahala dialirkan)”.

Jangan berburuk sangka kepada Allah SWT. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman: “Aku (Allah) tergantung bagaimana hambaku menyangka” Maksudnya kalau kita yakin Allah itu Maha pemurah, maka kita akan diberikan kemurahan-Nya. Kalau kita menyangka Allah membuat kejelekan kepada kita, maka kejelekan pasti akan menimpa kita.    Setiap Masalah, Ada Jalan Keluarnya. Dalam Setiap Cerita, Pasti Ada Hikmahnya

Penulis

wanita
Laily Hidayati
, Mahasiswi Universitasi Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Kenakalan Remaja

10 Sep 2013 pikirdong

Bila kita menemukan kata “kenakalan remaja” maka terlintas dalam benak kita, apakah ada yang disebut…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Memberi Nama yang Baik Untuk Anak Kita

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Salah satu hak anak adalah mempunyai nama yang baik. Hak ini merupakan tanggung jawab orangtua…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Stress

08 Sep 2013 pikirdong

Seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, laju pertumbuhan yang semakin padat memicu munculnya stres.…

Berpikir Positif

07 Jun 2010 Sayed Muhammad

Jam hampir menunjukkan pukul 19.00, Santi menatap jam dinding di ruang tamunya. Beberapa saat kemudian…

Kelapangdadaan Survivor Bencana Tsunami dan Gempa Aceh

07 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian bertujuan untuk mengungkap kelapangdadaan survivor bencana gempa dan tsunami Aceh. Untuk itu dilakukan wawancara…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Mendidik Anak Mandiri

27 Apr 2018 Fuad Nashori

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah…

Menarche

09 Sep 2013 pikirdong

Menarche merupakan tanda permulaan pemasakan seksual pada wanita yang terjadi kisaran usia 13 tahun atau…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014