Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Masturbasi dan Pengaruh Psikologisnya

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual pelakunya dapat pria ataupun wanita. Masturbasi berasal dari bahasa latin; mastubare dari kata manus (tangan) dan  stuprare (penyalahgunaan).

Freud menjelaskan, pada anak usia kira-kira 3 tahun (fase falis), anak mulai menemukan alat kelaminnya sebagai erogen terpenting dari tubuhnya, pada masa tersebut anak mulai menemukan kenikmatan dengan bermain-main alat kelaminnya. Pada masa ini tidak tidak dapat disebut sebagai aktivitas seksual, karena organ-organ seksual belum berfungsi secara maksimal (sampai fase genital). Pada fase tersebut anak akan sering memegang-megang alat kelaminnya, selain rasa ingin tahu akan organ-organ tubuhnya kadang juga disebabkan sensasi yang ia rasakan aneh baginya, misalnya pada anak laki-laki yang mengalami ereksi (tanpa sebab yang ia ketahui) ketika bangun di pagi hari.

Berbeda bila perilaku merangsang organ genital secara sengaja untuk mencari kenikmatan pada usia remaja, perilaku ini dapat disebutkan sebagai aktivitas seksual; masturbasi, merancap atau sering juga disebut dengan onani. Pada usia remaja, pertumbuhan dan perkembangan organ seksual semakin matang dan mulai berfungsi dengan baik. Organ-organ seksual mulai mengenal sensasi-sensasi birahi.

Remaja pada awalnya melakukan masturbasi akibat rangsangan fantasi seksual yang secara terus menerus. Mereka melakukannya dapat dengan bantal guling  Masyarakat pada umumnya menolak masturbasi sebagai kebiasaan yang dapat diterima atau dianggap lumrah walaupun beberapa ahli dibidangnya berkesimpulan masturbasi tidak berbahaya secara medis ataupun mental. Oleh sebabnya, beberapa masyarakat tetap menolaknya disebabkan ajaran agama melarang perbuatan tersebut kecuali bagi mereka yang sudah menikah. Banyak pasangan menikah pun masih melakukan masturbasi sebagai salah satu menu yang berbeda.

Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kehidupan yang semakin pesat, di dalam masyarakat mulai terjadi pergeseran-pergeseran moral, ide-ide baru bermunculan untuk membenarkan tindakan masturbasi pada individu-individu yang belum menikah. Opini publik ini semakin menguat dengan alasan yang beragam, misalnya saja orang membolehkan remaja atau bahkan individu dewasa melakukan masturbasi dibandingkan terlibat freesex atau bahkan dengan penekanan; boleh melakukan masturbasi asal jangan terlalu sering dan berbagai ragam alasan lainnya.

Seiring semakin majunya peradaban teknologi, berbagai alat untuk membantu mencapai orgasme (kepuasan seksual) pun telah diciptakan, sebut saja vibrator , dildo , vaginator dan sebagainya. Alat-alat ini dijual ditempat-tempat tertentu untuk membantu mereka yang mengalami permasalahan aktivitas seksual. Seiring waktu penggunaan alat bantu tersebut semakin  meluas di dalam masyarakat di beberapa negara.

Dampak dari masturbasi

Terlepas dari beberapa polemik, walaupun beberapa ahli mengatakan bahwa masturbasi tidak berdampak apapun, namun ada beberapa hal perlu Anda ketahui tentang itu:

1) Masturbasi dapat menimbulkan perasaan bersalah, berdosa bagi pelakunya, akibatnya individu dihantui perasaan bersalah, kotor atau berdosa dalam memandang dirinya. Beberapa agama (Islam) melarang perbuatan tersebut karena dapat mempengaruhi mental dan akhlaknya di kemudian hari

2) Self Control . Masturbasi biasanya dilakukan karena adanya rangsangan-rangsangan dari luar terlebih dahulu (stimuli) bukan bersifat instinktif. Artinya semakin bagus kontrol terhadap diri dan perilakunya maka individu yang mempunyai self control yang baik akan menjauhi perbuatan tersebut. Individu mampu melakukan represi terhadap stimuli tersebut tanpa harus melakukan masturbasi ketika dorongan-dorongan seksualnya semakin tinggi

3) Biasanya pelaku masturbasi, terutama pada pria akan mengalami krisis kepercayaan diri (self confidence). Masturbasi biasanya dilakukan “terpaksa”. Dimana pria akan berusaha memacu orgasmenya untuk mencapai kepuasan, akibatnya akan muncul perasaan akan takut gagal berhubungan intim yang diakibatkan terlalu cepat keluar, perasaan takut tidak dapat memuaskan istrinya.

4) Beberapa pasangan yang sudah menikah, masturbasi hanya menjadi selingan yang tidak bisa dipaksakan pada pasangan cintanya. Beberapa orang mengatakan bahwa masturbasi mempunyai sensasi yang lebih dibandingkan berhubungan seks ini dapat mengakibatkan masturbasi kompulsif. Masturbasi juga tidak boleh dijadikan sebagai acara menu tetap pengganti bersenggama pada pasangan yang sudah menikah

5) Masturbasi yang terlalu sering dapat menjadi suatu obsesi dalam diri individu. Rangsangan seksual yang secara terus menurus dan membutuhkan pelampiasan dengan masturbasi, akibatnya menjadi kebiasaan yang buruk. Biasanya pada remaja sifat kreativitas menurun secara drastis.

6) Penggunaan alat bantu seks (sex toys) dapat mempengaruhi sikap dan perilakunya terhadap seks. Alat seks adalah mesin ―yang berbeda dengan manusia, alat-alat tersebut dapat menimbulkan adiktif berlebihan karena sensasi yang diberikan berbeda dengan kemampuan pada manusia.

7) Beberapa alat bantu seks tersebut belum tentu cocok untuk ukuran bangsa tertentu, penggunaan secara berlebihan dan tidak tepat dapat menimbulkan luka atau infeksi pada alat kelamin.

8) Masturbasi secara tidak tepat dan tidak terkontrol dapat merusak selaput dara (keperawanan), pada pria dapat merusak atau memutuskan jaringan darah di phallus yang dapat mempengaruhi kekuatan ereksi dan semakin melemah.

9) Dalam beberapa kasus, penggunaan sex toys secara berlebihan dan intens juga dapat mengakibatkan pelebaran dinding vagina atau kapalan pada labium minora akibat luka yang secara terus menerus terjadi pada saat pemakaian. Di beberapa rumah sakit khusus bedah plastik, pelebaran labium minora dapat dilakukan pembedahan (operasi) dengan tujuan mempercantik bentuk vagina.

Penulis

ayed
Sayed Muhammad
adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 pikirdong

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014