DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya tanpa diketahui penyebab dengan jelas. Masalah ini menjadi hal serius untuk diperhatikan, pelbagai riset dilakukan untuk mengetahui penyebab kemunculan autisme ini ―seiring itu juga terus dilakukan perbaikan dan perawatan anak autism dengan cara-cara yang lebih baik.

Mempunyai anak autisme sangat menyulitkan bagi orangtua, akan tetapi orangtua dengan anak autis tetap memberikan kasih sayang, merawat dan menjaga anaknya itu seperti layaknya orangtua yang mempunyai anak yang normal lainnya.

Anak autis memiliki permasalahan dalam kemampuan belajar, berbicara dan kerancuan dalam berbahasa. Permasalahan yang kompleks ini membuat sebagian orangtua kewalahan dalam menghadapi anak autis. Disamping itu, perawatan anak autis juga membutuhkan biaya yang besar, sehingga banyak anak autis tidak mendapatkan pendidikan ataupun pelatihan-pelatihan untuk mengembangkan skill sosialnya.

Informasi Autisme di Indonesia

Perkumpulan Orangtua Pembina Anak Autistik (POPAA)
Jl. Erlangga Tengah III/34, Semarang
Telp. (024) 313083

Yayasan Autisma Indonesia
Jl. Buncit Raya No. 55, Jakarta Pusat
Telp. (021) 7971945 – 7991355

Di beberapa negara yang konsen terhadap anak autis, pemerintah memberikan pelayanan dan pendidikan gratis sampai usia tertentu, Amerika Serikat misalnya yang menanggung biaya pendidikan sampai usia 21 tahun. Anak autis mulai mendapatkan perlakukan khusus sejak usia 3 tahun bila ia terdeteksi autisme sejak awalnya. Lembaga seperti Individuals with Disabilities Education Act (IDEA) akan menyusun proram-program yang diperlukan untuk anak-anak autis seperti IFSP (Individualized Family Service Plan) untuk anak dibawah 3 tahun, dan IEP (Individualized Education Program).

Program tersebut berupa menyediakan guru khusus untuk pendidikan, menyediakan konsultan dan guru dengan keahlian khusus dibidang terapi bahasa atau berbicara, terapi fisik atau perilaku, dan konsultasi gratis.

Sewajarnya orangtua dan pasangan yang baru menikah mendapatkan informasi mengenai autisme sejak awal, autisme dapat muncul pada siapa saja tidak memandang sosioekonomi, budaya, ras atau bangsa. Bila pasangan (orangtua) yang mendapatkan informasi yang secukupnya mengenai autisme diharapkan adanya kesiapan orangtua secara mental dalam menerima kehadiran anak tersebut di dalam keluarga, disamping itu informasi tersebut dapat dimanfaatkan orangtua dalam merawat atau mendukung anaknya dalam melawan autis.

Dalam hal ini orangtua haruslah;
– Mengetahui masa perkembangan anak secara fisik dan mental (developmental milestones)
– Mengetahui secara persis lembaga-lembaga yang menangani anak-anak autis dan lembaga konsultasi khusus untuk anak ASDs
– Mengetahui pelbagai bentuk penyimpangan dalam perkembangan
– Mempersiapkan segala sesuatu kemungkinan dan deteksi secara dini kelainan atau gangguan pada anak
– Mengetahui apa yang menjadi kebutuhan anak

Bila orangtua menemukan beberapa gejala yang tampak pada bayinya yang mengarah pada gangguan autisme segeralah menentukan perencanaan penanganan, konsultasikan pada dokter anak hal-hal yang perlu dilakukan selanjutnya. Penanganan secara dini akan mencegah terjadinya potensi-potensi memburuknya simtom dikemudian hari.

Mempunyai anak yang didiagnosa mengalami gangguan autis akan membuat orangtua merasa frustrasi, bingung, takut, bahkan merasa iri dengan melihat perkembangan anak lain yang normal. Keluarga yang memiliki anak autis akan menghadapi pelbagai permasalahan yang jarang terjadi pada anak normal lainnya, oleh karena itu diperlukan dukungan dari setiap anggota keluarga, saudara keluarga, dan teman sekelilingnya.

Beberapa kekhawatiran orangtua;
• Khawatir anaknya tidak dihargai oleh orang lain, tidak mampu mandiri dan tergantung pada orang lain seumur hidupnya, tidak akan bahagia sepanjang hidupnya.
• Khawatir anaknya tidak mampu berlaku seperti orang normal lainnya, berkeluarga, mempunyai teman, mempunyai pekerjaan dan melakukan hal-hal yang menyenangkan baginya sendiri
• Banyak diantara orangtua lainnya yang memiliki anak autis kebingungan, dan bahkan merasa tertekan, pasrah dan kalah. Hal ini membuat orangtua autis lainnya terpengaruh dan kehilangan support antar sesama orangtua dengan anak autis

Anggota keluarga dapat mendukung mengurangi gejala autis dengan cara memberi contoh hal-hal yang dapat dilakukan oleh sang anak, bila dilakukan secara terus menerus anak akan meniru (coping).

Beberapa langkah yang dapat diambil orangtua bila anaknya didiagnosa mengalami gangguan autis;
1) Melakukan konsultasi dengan tenaga medis, tenaga profesional, ahli terapis, pekerja sosial, konselor yang menangani anak-anak autis
2) Menyusun perencanaan penanganan yang terbaik dan sesuai dengan karakteristik anak secara bersama; orangtua dan tenaga medis
3) Mencari treatmen alternatif dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga profesional untuk mengurangi dampak gejala-gejala dari gangguan tersebut
4) Menyusun jadwal pelatihan dan intervensi yang telah disusun oleh tenaga profesional secara bersama-sama
5) Konsultasi secara rutin
6) Sharing bersama dengan orangtua lain yang memiliki anak dengan autis, tukar pengalaman dalam menghadapi simtom autisme.
7) Mencari informasi dan lembaga yang menangani anak-anak autis
8) Carilah dukungan dari lembaga sosial, organisasi, LSM dalam merawat dan menangani anak-anak autis

9) Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa televisi akan memberikan pengaruh memburuknya simtom dan kegagalan dalam intervensi pada anak-anak autis.

Beberapa intervensi yang dilakukan pada anak autis;
• Penggunaan analisis perilaku

– Pelatihan percobaan
– Intervensi perilaku secara dini
– Pengajaran langsung
– Pelatihan respon-respon penting
– Intervensi perilaku verbal

• Perkembangan, perbedaan individu dan dasar-dasar pendekatan relasi
• Intervensi dalam mengembangkan hubungan dengan orang lain
• Treatmen dan pendidikan untuk anak autisme dan cara berkomunikasi.

Intervensi yang dilakukan diikuti dengan pemberian beberapa terapi; Occupational therapy, Sensory integration therapy, Speech therapy, The Picture Exchange Communication System (PECS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Putus atau Mempertahankan Cintanya?

09 Sep 2013 pikirdong

Punya pacar berarti kamu harus siap-siap untuk memikirkan hal-hal kedepan menyangkut hubungan kalian berdua. Banyak…

Ciri Iklan Bombastis

03 Sep 2013 pikirdong

Banyak sekali iklan di sekeliling kita, iklan-iklan tersebut dapat kita temukan di pinggir jalan, toko,…

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah…

Mengenal Dyslexia Pada Anak

13 Oct 2015 pikirdong

Dyslexia (disleksia) merupakan ketidakmampuan belajar (learning disability) yang dialami oleh seseorang dimana individu tidak mampu…

Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Paraphilia adalah istilah klinis yang digunakan untuk menggambarkan penyimpang seksual. Paraphilia merupakan permasalahan menyangkut kontrol…

Fetishisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Fetishisme menggambarkan bentuk penyimpangan seksual dimana individu dalam melakukan aktivitas seksual melibatkan barang-barang tertentu. Bila…

Melejitkan Moral-Spiritual Anak

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ada sejumlah langkah untuk melejitkan moral-spiritual anak, yaitu dengan meningkatkan stimulasi pendengaran, penglihatan dan perabaan…

Ciri-ciri Keluarga Bahagia

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Keluarga yang diidealkan setiap manusia adalah keluarga yang memiliki ciri-ciri mental sehat demikian: sakinah (perasaan…

Obsessive-compulsive Disorder (OCD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang…

Paranoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian paranoid (paranoid personality disorder; PPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu tidak dapat…

Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Emosi adalah gejolak yang ada pada organisme yang disertai oleh respon terhadap suatu rangsang, di…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

15 Oct 2015 Sayed Muhammad

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014