TwitterFacebookGoogle+

Menanamkan Disiplin pada Anak

Menerapkan disiplin pada anak merupakan keinginan dari semua orangtua, namun beberapa aturan keluarga dan punishment yang diterapkan dengan tujuan membiasakan anak belajar untuk disiplin dapat membuat anak frustrasi, marah atau bahkan sampai pada tahap melawan orangtuanya. Hal ini disebabkan karena strategi yang tidak tepat dan dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan dari orangtua itu sendiri.

Menumbuhkan disiplin pada anak

Beberapa cara yang dapat ditempuh orangtua untuk menumbuhkan disiplin secara dini pada anak;

empat

Saudara – Photo and retouch by Ayed © 2011

1) Selalu ingatkan hal-hal atau aturan larangan bagi anak.
Ingatkan segala sesuatunya mana yang tidak boleh dilakukan oleh anak dengan demikian anak akan terbiasa mendengarkan larangan tersebut. Tegaskan larangan tersebut dengan intonasi agak tinggi namun dalam taraf kewajaran (bukan marah). Tujuannya adalah menekankan pada anak bahwa Anda bersunguh-sungguh dengan larangan tersebut.

Pada anak berusia 2-3 tahun tidak cukup dengan melarangnya saja karena pada usia tersebut anak belum dapat mengontrol dorongan impulsnya, oleh karenanya orangtualah harus mengambil tindakan yang tepat. Misalnya dengan menjauhkan barang pecah belah, pisau, atau benda-benda berbahaya lainnya dari jangkauan anak-anak.

2) Tentukan hukuman secara tepat pada anak.
Kekerasan dalam mendidik anak tidak menumbuhkan disiplin pada anak, justru pelbagai dampak gangguan kepribadian yang lebih buruk dikemudian hari akan muncul. Hukuman seperti mengurung anak dalam kamar mandi tidak akan menjadi efektif bila waktu hukuman terlalu lama, anak akan melupakan alasan-alasan kesalahannya. Gunakan waktu tak lebih dari 5 menit, lalu tegaskan kembali larangan tersebut agar anak tidak mengulang untuk kedua kalinya.

3) Konsisten terhadap hukuman dan aturan yang berlaku.
Aturan atau hukuman mestilah terus berlaku, jangan sesekali Anda menggantikan hukuman atau membiarkan sekali saja kesempatan hukuman atau aturan tersebut tidak berlaku bila anak melakukan kesalahan. Hal ini akan dianggap sebagai suatu bentuk kelonggaran yang dapat diulang kembali oleh sang anak. Bila aturan dan hukuman diubah karena anak semakin besar maka bicarakanlah perubahan-perubahan tersebut.

4) Jangan mengubah bentuk hukuman setiap kalinya
Jangan mengubah bentuk hukuman sebelumnya bila anak melakukan kesalahan yang sama dengan jenis hukuman berbeda seperti yang pernah dijalani anak sebelumnya. Hal ini akan membuat anak semakin bingung dan tidak akan pernah belajar dari kesalahan yang ia perbuat.

5) Anak akan belajar sepenuhnya dari perilaku orangtuanya.
Hal yang paling penting bahwa anak belajar dari sikap dan perilaku orangtuanya dalam keseharian. Orangtua merupakan model perilaku yang akan ditiru oleh anak (modelling), jadi orangtua sebijaknya dapat mengontrol perilaku-perilaku negatif yang dapat mempengaruhi cara berpikir dan perilaku secara langsung pada anak.

Bila terjadi perselisihan antara kedua orangtua usahakanlah tidak di depan anak, bila terjadinya kekerasan maka anak menangkap momen tersebut bahwa penyelesaian masalah terbaik adalah dengan kekerasan!

Menerapkan disiplin pada anak;
– Ingatkan selalu hal-hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan oleh sang anak.
– Beri hukuman yang tepat sesuai dengan umur dan kemampuan anak dalam menjalani dan memahami maksud dari hukuman tersebut
– Hukuman yang diberikan haruslah tetap berlaku setiap kalinya anak melakukan kesalahan
– Beri hukuman yang sama bila anak mengulang kesalahan yang sama dengan jenis hukuman sebelumnya.
– Anak akan belajar dari sikap dan perilaku orangtuanya

 

Bila Anak marah?

Ada kalanya anak merasakan frustrasi, sebaiknya anak dibiarkan untuk melepaskan kemarahannya, akan tetapi orangtua haruslah menjaga agar anak tidak mengarah pada perilaku agresif.
Beberapa cara menghadapi anak dalam keadaan marah;

1) Ketika anak mulai terlihat lelah dan bosan alihkan perhatiannya pada aktivitas baru.
2) Ketika ia mulai marah dan Anda tidak mampu untuk mendiamkannya, abaikan untuk beberapa saat, jangan memberikan reaksi atau perhatian berlebihan apalagi memberikan pujian terhadap perilaku buruk.
3) Tekankan hukuman yang bakal ia dapat bila anak tidak berhenti amarahnya
4) Jika berada di tempat umum, biarkan anak dulu tenang lebih dahulu sebelum Anda melakukan aktivitas lainnya.
5) Bila marahnya menjadi-jadi seperti menggigit, memukul atau membantingkan barang, jangan abaikan perilaku ini, bawa anak mejauh dari tempat dimana ia marah, biarkan anak tenang dalam beberapa menit, tekankan pada anak bahwa perilaku ini tidak bisa ditolerir.
6) Jangan memberikan penjelasan yang panjang lebar, anak tidak akan mengerti maksud yang Anda sampaikan, cepat berikan hukuman yang pernah Anda sepakati bersama (bila Anda pernah berbicara perihal hukuman ini). Bila selang waktu antara kesalahan dan hukuman terlalu lama anak tidak akan mengerti kesalahan yang dibuatnya.

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Antisocial Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personal Disorder) secara klinis merupakan gangguan karakter kronis seperti sifat menipu,…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Frotteurism – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Frotteurism merupakan salah satu jenis paraphilia, istilah ini digunakan untuk menggambarkan dorongan seksual yang kuat…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik…

16 Oct 2015 Sayed Muhammad

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai 40 tahun lalu, kini, sekolah-sekolah di…

Gagal Bukan Berarti Kehilangan Segalanya

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Meskipun gagal meraih sebuah bintang, setidaknya kita tidak menggenggam lumpur. (Leo Burnett)   Dari usia masih kecil kita selalu…

Studi Tentang Profil Pengasuhan Orangtua Anak-anak Berprestasi di…

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengasuhan orangtua dari anak-anak yang berprestasi. Hal-hal yang ingin…

Edisi Ibu Kota : SIEQ-Asik di Dunia Kerja…

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Hari ini tepat 1 minggu saya berada di Ibu kota negara tercinta dengan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di…

Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

08 Sep 2013 pikirdong

Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum terhadap stress kadang dengan…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014