DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Mencapai Puncak Prestasi dengan Meningkatkan Kualitas Tidur dan Mimpi: Perspektif Psikologi Islami

Dalam sejarah peradaban Islam dan peradaban Barat ada orang yang sangat brilian. Mereka adalah Ibnu Sina dan Leonardo da Vinci. Leonardo da Vinci seperti kita ketahui adalah seorang ahli fisika (dialah perancang pertama kapal selam), seorang pemusik klasik, dan tentu seorang pelukis. Dia adalah salah seorang dari sedikit ilmuwan peradaban Barat yang ahli dalam berbagai bidang. Ibnu Sina adalah bapak kedokteran Islam, ahli-ahli di bidang: filsafat, geologi, kimia, kosmologi, sastra, politik, psikologi, dan sebagainya. Dalam bidang psikologi beliau menulis kitab al-Najat tentang kebahagiaan jiwa. Dia adalah salah satu di antara puluhan bahkan ratusan ilmuwan Islam yang sangat brilian, ahli dalam berbagai bidang.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian  dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu  benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan   (QS 30, al-Ruum:23).

sponsor1Yang patut untuk mendapat catatan adalah dua orang ini menganggap bahwa tidur dan mimpi merupakan jalan untuk memperoleh ide yang cemerlang. Cerita tentang dua orang di atas menggarisbawahi satu hal bahwa kalau kita dapat mengelola tidur dan mimpi kita, maka kita dapat memaksimalkan potensi fisik, kognitif, afektif, dan spiritual kita sehingga akan dapat kita tunjukkan prestasi puncak!

Pertanyaan yang dapat diajukan: bagaimana tidur dan mimpi yang berkualitas bisa menghasilkan prestasi belajar yang optimum? Bagaimana tidur dan mimpi yang berkualitas bisa menghasilkan prestasi yang optimum dalam bidang-bidang hidup yang digeluti?

Tidur dan Mimpi yang Berkualitas

Tidur merupakan arena bagi manusia untuk memperoleh ketentraman hidup. Dalam al-Qur’an, Allah Azza wa jalla berfirman: “(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu tidur (al-nu’asa) sebagai penentraman dari pada-Nya (QS al-Anfaal, 8:11). “Tidur” ( al-nu’asa ), menurut Adnan Syarif (2002) adalah tidur yang terlelap. Tidur yang terlelap akan memberikan efek yang penting dalam kehidupan manusia. Kalau manusia memperolehnya, maka manusia telah memperoleh salah satu ciri utama tidur yang berkualitas.

Kualitas tidur dan kualitas mimpi dirumuskan penulis berdasarkan telaah pustaka atas berbagai macam pendapat (Freud, 2001a; Freud, 2001b; Nashori, 2002; Maas, 2002; Purwanto, 2003). Kualitas tidur adalah suatu keadaan di mana tidur yang dijalani seorang individu menghasilkan kesegaran dan kebugaran di saat terbangun. Berdasarkan berbagai pandangan, penulis membagi aspek-aspek kualitas tidur seperti berikut ini:

Tabel 1. Aspek-aspek Kualitas Tidur  

No Aspek-aspek Kualitas Tidur
1 Bersuci, berdoa dan berdzikir sebelum tidur
2 Memulai tidur dalam keadaan miring ke kanan dan menghadap ke kiblat
3 Merasa nyaman, tak ada beban psikologis yang berat menjelang tidur
4 Badan dalam keadaan rileks, tak ada aktivitas fisik yang berat menjelang tidur
5 Nyenyak, tidak terbangun dalam tidur
6 Tidur lebih awal dan bangun dari tidur lebih awal
7 Waktu tidur minimal enam jam dalam sehari

Sementara itu yang dimaksud dengan kualitas mimpi adalah suatu keadaan di mana mimpi yang diperoleh seseorang banyak menggambarkan hal-hal yang benar yang berkaitan dengan masa lalu dan masa depan, menghasilkan optimisme serta kepastian bagi individu yang mengalaminya. Tentang mimpi yang berkualitas ini salah satu aspek pentingnya adalah mimpi yang memiliki aspek kebenaran ( al-ru’ya al-shadiqah, al-ru’ya al-shalihah , penulis menyebutnya mimpi nubuwat). Hal ini sebagaimana disampaikan oleh hadis Nabi: Mimpi yang baik datangnya dari Allah dan mimpi (polusi) datangnya dari setan (HR Bukhari dari Abdullah Ibnu Qatadah). Hadis yang lain dari Nabi Muhammad mengungkapkan: Mimpi yang benar adalah salah satu dari empat puluh enam cabang kenabian (HR Bukhari dari Anas bin Malik)

Berdasarkan berbagai macam pandangan, penulis membagi aspek-aspek kualitas mimpi seperti berikut ini:

Tabel 2. Aspek-aspek Kualitas Mimpi 

No Aspek-aspek Kualitas Mimpi
1 Meminta perlindungan Tuhan dari mimpi buruk
2 Memperoleh mimpi yang menyenangkan
3 Memperoleh mimpi yang berisi pengetahuan (ide, masa depan, masa lalu), petunjuk, maupun peringatan
4 Memandang hidup lebih positif dan optimis setelah bermimpi
5 Menjaga jarak dengan mimpi buruk
6 Monitoring diri berkaitan dengan mimpi
7 Mengambil hikmah dari mimpi

Prestasi Belajar .

Belajar adalah usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang secara keseluruhan sebagai pengalaman orang yang bersangkutan dalam interaksinya dengan lingkungan (Rumini dkk, 1995). Sementara prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil dari suatu aktivitas belajar yang dilakukan berdasar pengukuran dan penilaian terhadap hasil pendidikan yang diwujudkan berupa angka atau nilai maupun indeks prestasi. Untuk mengetahui prestasi belajar, guru atau dosen melakukan pengukuran, kemudian penilaian berdasarkan norma yang dipergunakan. Hasilnya diwujudkan dalam suatu simbol yang biasa menggunakan angka atau huruf yang biasa disebut sebagai indeks prestasi. Ada yang menggunakan angka dengan rentang 1-10 atau 1-100 atau juga dalam bentuk huruf seperti A,B,C,D,E.

Pengaruh Kualitas Tidur terhadap Prestasi Belajar . Tidur yang berkualitas akan menjadikan kondisi fisik dan psikologis seseorang terasa segar dan nyaman ketika mereka terbangun. Al-Qur’an menggambarkannya sebagai penentraman (QS al-Anfaal, 8:11). Hal senada dikatakan oleh James B. Maas (2002) bahwa proses tidur, jika diberi waktu yang cukup dan lingkungan yang tepat, menghasilkan tenaga yang luar biasa. Tidur memulihkan, meremajakan dan memberi energi tubuh dan otak. Sepertiga (8 jam) atau seperempat (6 jam) hidup manusia, yang seharusnya dilewati dengan tidur, berpengaruh besar terhadap dua pertiga lainnya, dalam hal kewaspadaan, energi, suasana hati, berat badan, persepsi, daya ingat, daya pikir, kecekatan reaksi, produktivitas, kinerja, ketrampilan komunikasi, kreativitas, keselamatan, dan kesehatan prima.

Bagaimana tidur bisa menghasilkan efek-efek sebagaimana di atas? Secara garis besar, bila seseorang tidur secara nyenyak dan dengan waktu yang cukup, maka ada dua proses fisiologis yang terjadi. Pertama, proses pemulihan dan pertumbuhan . Yang pasti, pada saat tidur pasokan darah ke otak meningkat. Meningkatnya pasokan darah ini berkaitan dengan posisi tubuh seseorang. Saat tidur, tubuh seseorang dalam posisi horisontal. Dalam kondisi demikian peredaran darah akan berlangsung lebih lancar. Pasokan darah yang lancar berakibat pada pemulihan dalam tubuh berlangsung lebih lancar. Di samping itu, pada saat tidur sekresi hormon pertumbuhan oleh kelenjar pituitari (kelenjar yang mengatur pertumbuhan, metabolisme, pematangan) mencapai puncak saat tidur delta (tidur delta adalah tahapan tidur paling terlelap atau nyenyak). Hormon pertumbuhan merangsang pertumbuhan dan perkembangan serta memperbaiki jaringan tubuh. Terutama bagi anak dan remaja, tidur nyenyak yang tidak terganggu sangat penting untuk membantu pertumbuhan dan pematangan mereka.

Kedua, meningkatkan kekebalan terhadap infeksi . Pada waktu seseorang tidur dengan nyenyak, senyawa protein-karbohidrat pengatur sistem kekebalan meningkat. Hal ini memiliki peran besar dalam meningkatkan kekebalan terhadap infeksi. Dikatakan oleh Michael Irwin (Maas, 2002), bahwa kekurangan tidur, meskipun sedikit, menurunkan respons kekebalan tubuh. Fakta juga menunjukkan bahwa kematian sel tumor meningkat pada saat orang tidur. Sebaliknya, jika kekurangan tidur, ketahanan terhadap infeksi menurun drastic. Orang yang sakit membutuhkan istirahat yang cukup untuk meningkatkan kekebalan. Orang yang sehat butuh tidur yang cukup dan nyenyak akan kekebalannya optimum.

Dalam keadaan daya ingat, daya pikir, persepsi, dan kesehatan yang prima, mahasiswa siap berkonsentrasi saat mengikuti proses belajar mengajar. Konsentrasi memegang peranan penting bagi seorang mahasiswa untuk merekam dan mengingat dan selanjutnya mengembangkan pelajaran yang diperoleh di perguruan tinggi. Kemampuan merekam, mengingat dan mengembangkan materi pelajaran akan memungkinkan mahasiswa memperoleh prestasi yang optimal. Sebaliknya, dengan tidur yang berkualitas jelek, yang terutama ditandai oleh tidak nyamannya fisik dan psikologis saat tidur, akan menghasilkan daya ingat, daya pikir, persepsi yang menurun. Dalam kondisi demikian, konsentrasi belajar biasanya tidak optimal. Dengan daya ingat, daya pikir, dan persepsi yang jelek, maka individu akan gagal dalam melakukan perekaman atas pengetahuan yang semestinya diserapnya dengan baik.

Perlu untuk disampaikan bahwa tidur yang dialami seseorang melalui beberapa tahapan. Dua tahapan yang dianggap paling penting adalah tahapan tidur delta dan tahap tidur REM ( rapid eye movement ). Yang menarik pada saat tidur REM ada dua kejadian. Pertama , terjadi penyimpanan dan retensi daya ingat. Pada saat tidur REM, terjadi pengaktifan neuron yang intensif yang menyebar ke atas dari batang otak. Ini dianggap sebagai penyebab meningkatnya penyimpanan dan retensi ingatan serta pengingatan kembali, serta pengategorisasian informasi. Kedua , organisasi dan reorganisasi ingatan. Berbagai informasi yang ada informasi yang telah ditancapkan dalam ingatan ditata sebagaimana penataan  folder dalam komputer. Dalam keadaan tidur, otak mengganti, memodifikasi, dan meningkatkan ingatan sesuai dengan keperluan.

Hal di atas diperkuat oleh ungkapan mahasiswa sendiri berdasarkan konseling dan wawancara yang penulis lakukan. Mereka yang kualitas tidurnya jelek, seperti tidur sangat larut (sesudah pukul 24), kesulitan untuk tidur atau sering bangun tidur, mengaku memiliki prestasi belajar yang rendah. Sebaliknya, ketika ditanyakan pada mahasiswa yang berprestasi tinggi dan kebiasaan hidup mereka, maka diketahui bahwa mahasiswa yang memiliki prestasi yang baik mampu menjalani tidur secara baik, seperti tidur di awal waktu dan bangun lebih awal, waktu tidur cukup.

Di samping itu, mimpi yang berkualitas, yang ditandai oleh adanya mimpi yang positif serta kemampuan menjaga jarak dan mengambil hikmah dengan mimpi buruk, menjadikan seseorang dapat menyongsong kehidupan terjaga secara optimal. Dalam kondisi psikologis yang bersifat positif ini seorang mahasiswa akan dapat mengerahkan konsentrasinya untuk belajar. Dari sanalah akhirnya prestasi yang optimal dapat dicapai.

Berkaitan dengan kualitas mimpi, maka salah satu tanda mimpi seseorang berkualitas adalah diperolehnya mimpi yang memiliki unsur pengetahuan masa depan. Mimpi yang demikian biasa disebut mimpi nubuwat (Fuad Nashori, 2002). Dengan mimpi nubuwat itulah dalam diri seseorang terbentang pengetahuan. Mimpi yang berkualitas dicapai oleh Hidayat Nur Wakhid. Pada waktu beliau nyantri di Pondok Pesantren Moderen GONTOR beliau sering memimpikan soal-soal yang akan diujikan guru/ustadz-nya. Mimpi yang sejenis dialami oleh Abud (bukan nama yang sebenarnya). Siswa sebuah SMU di Balikpapan ini menjelang ujian akhir SMU memimpikan berbagai soal. Dalam mimpi soal-soal muncul secara terang benderang. Dalam kehidupan nyata apa yang mereka mimpikan ini benar-benar mereka saksikan dalam ujian yang nyata (bukan mimpi). Dengan demikian, mudahlah soal-soal itu dikerjakannya.

Pengaruh Tidur dan Mimpi terhadap Prestasi Puncak

Prestasi Puncak .

Prestasi puncak adalah prestasi optimum yang dicapai seseorang setelah menekuni bidang-bidang pekerjaan tertentu. Prestasi yang dapat kita tunjukkan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori besar, yaitu prestasi jangka pendek (untuk waktu yang pendek, satu sampai lima tahun), jangka menengah (sepanjang hidup kita di dunia), dan jangka panjang (dunia-akhirat). Contoh-contoh prestasi: jangka pendek adalah prestasi belajar, jangka menengah adalah karya yang berarti bagi banyak orang, dan jangka panjang adalah diridhai Allah menjadi penghuni surga. Seorang manajer pemasaran disebut mencapai prestasi puncak bila ia dapat menghasilkan berbagai terobosan yang menjadikan produk atau jasa yang dipasarkan memperoleh respon yang optimum dari pasar. Seorang dosen yang berprestasi puncak bila ia dapat memberikan materi pelajaran dan cara mengajar yang membuat mahasiswa bersemangat mempelajari dan mengembangkan pengetahuannya. Dan, seterusnya.

Pengaruh Tidur yang Berkualitas terhadap Prestasi Puncak . Tidur yang berkualitas akan menjadikan kewaspadaan, energi, suasana hati, berat badan, persepsi, daya ingat, daya pikir, kecekatan reaksi, produktivitas, kinerja, ketrampilan komunikasi, kreativitas, keselamatan, dan kesehatan prima seseorang meningkat (Maas, 2002). Setiap individu yang hidup dan bekerja dengan mengharapkan hasil yang optimum membutuhkan kualitas-kualitas sebagaimana disebutkan di atas. Dengan kualitas seperti suasana hati yang baik, persepsi yang baik, daya ingat yang baik, maka pekerjaan-pekerjaan akan dilakukannya dengan hasil yang baik. Sebagai contoh, seorang karyawan yang harus berangkat dari rumahnya pagi hari akan dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik bila suasana hati, persepsi, dan daya ingat baik. Dengan tidur yang berkualitas, kualitas sebagaimana yang telah disebutkan tadi dapat dicapai secara optimum, dan selanjutnya ia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan hasil optimum. Sebuah riset yang dilakukan Timothy Roehrs dan Thomas Roth (Michigan, USA) membuktikan bahwa kewaspadaan meningkat secara signifikan jika orang yang biasanya tidur cukup mendapatkan tambahan dua jam lagi.

Sebaliknya, ketika seorang karyawan kurang tidurnya, maka proses pemulihan dalam tubuhnya tidak optimum. Akibatnya, ketika berangkat kerja atau saat di dalam tempat kerja ia bisa memperoleh resiko kecelakaan. Stanley Cohen menemukan fakta bahwa dalam waktu empat hari setelah orang-orang di negara Barat kehilangan satu jam tidur setelah pergantian musim semi karena matahari lebih awal, ada peningkatan tujuh persen kematian akibat kecelakaan jika dibandingkan dengan seminggu sebelumnya dan seminggu setelahnya.

Pengaruh Mimpi yang Berkualitas terhadap Prestasi Puncak . Sebagaimana telah disebutkan bahwa saat orang tidur berlangsung organisasi dan reorganisasi ingatan. Berbagai informasi yang ada informasi yang telah ditancapkan dalam ingatan ditata sebagaimana penataan folder dalam komputer. Dalam keadaan tidur, otak mengganti, memodifikasi, dan meningkatkan ingatan sesuai dengan keperluan. Para ahli psikologi Barat, termasuk di dalamnya Maas (2002) dan Deepak Chopra (2003), mempercayai bahwa penemuan-penemuan cemerlang dari ahli-ahli ilmu pengetahuan dan sastra adalah karena otak mereorganisasi ingatan sehingga terbentuk ide baru. Friedrich August Kekule von Stradonitz mengaku bahwa ia menemukan struktur molekuler benzena atau cincin benzena dalam tidurnya (Maas, 2002; Purwanto, 2003). Novel Hamlet, Macbeth, Richard III karya William Shakespeare, diperoleh dalam mimpi (Chopra, 2003). Namun, ahli-ahli psikologi Barat tidak percaya bahwa mempelajari (baca: mengetahui) sesuatu yang baru dalam mimpi. Benarkah?

Jawabnya, menurut psikologi Islami (Nashori & Mucharam, 2002), salah satu cara manusia memperoleh pengetahuan adalah melalui mimpi. Mimpi yang diperoleh seseorang tidak hanya berkaitan berbagai pengalaman dan harapannya, tapi bisa pula berisi pengetahuan yang berasal dari Allah SWT. Seseorang yang mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan jasmani, nafsani, dan ruhaninya sebelum tidur, akan lebih dimungkinkan untuk memperoleh mimpi yang benar.

Dengan mimpi yang mampu menghasilkan ilham, seseorang akan terbantu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan memperoleh ide melalui mimpi. Seorang pemikir besar Islam Ibnu Sina mendapatkan banyak ide untuk penulisan bukunya melalui mimpi. Inilah cerita Ibnu Sina: “Setiap aku menyangsikan suatu persoalan dan tidak mendapatkan batas pengertian yang benar aku senantiasa ke masjid melakukan shalat, memohon kepada Tuhan hingga terbuka bagiku pemecahannya dengan mudah. Aku pulang ke rumah dan meletakkan lampu di hadapanku lalu terus membaca dan mengarang. Bila rasa kantuk mendesak atau badanku merasa sangat letih aku lalu minum secangkir minuman hingga timbul kembali kesegaranku, dan aku teruskan membaca lagi. Tetapi jika kantuk tidak tertahankan aku lalu tidur. Biasanya aku bermimpi tentang soal-soal yang belum selesai dalam pikiranku. Di dalam mimpi itu kebanyakan persoalan-persoalan menjadi terang masalahnya.”

Pada orang Barat ada seseorang yang menghabiskan sekitar 11 jam dalam hidupnya untuk tidur. Orang ini mengharapkan datangnya berbagai ide atau ilham melalui mimpi. Dia adalah seorang ilmuwan yang cemerlang, pemusik yang handal, pelukis MONALISA yang terkenal itu, Leonardo da Vinci.

Sekalipun perlu diingat bahwa ilham yang diperoleh seseorang saat tidur tidak selalu berasal dari Allah Azza wa jalla. Ilham melalui mimpi ini sebagaimana diungkapkan oleh hadis Nabi, bisa berasal dari Allah dan bisa pula berasal dari setan. Mimpi yang baik datangnya dari Allah dan mimpi (polusi) datangnya dari setan (HR Bukhari dari Abdullah Ibnu Qatadah). Berbagai pengalaman menunjukkan bahwa seseorang dapat memperoleh petunjuk yang menyesatkan melalui mimpi. Seorang dukun membunuh 42 wanita setelah memperoleh ide melalui mimpi.

Maka, sekalipun dalam mimpi terdapat ide atau ilham, tapi ilham itu bisa menginspirasi untuk berbuat hal yang salah dan destruktif. Berkaitan dengan pengaruh mimpi yang berkualitas, maka mimpi yang berkualitas ditandai oleh minimnya mimpi yang bersifat negatif-konstruktif. Kalaupun dalam diri seseorang terjadi mimpi yang bersifat demikian, seseorang memiliki kemampuan untuk mengambil hikmah dan menjaga jarak dengan mimpi. Mampu menjaga jarak artinya individu menyadari bahwa apa yang dialaminya bukanlah hal realitas. Kesan buruk yang diperoleh dari mimpi adalah sesuatu yang tidak nyata.

Sebagaimana diungkapkan oleh sebuah hadis Nabi Muhammad, seseorang yang menjaga jarak dengan mimpi (yang ditandai oleh tidak diceritakannya mimpi kepada orang lain) tidak akan terpengaruh oleh mimpi yang dialaminya. Bila individu bersikap demikian, mimpi buruk tidak akan mengganggu aktivitasnya, sehingga ia dapat tetap berkonsentrasi terhadap usahanya untuk berkarya. Sementara itu yang dimaksud dengan mengambil hikmah adalah mengambil pelajaran dari mimpi yang dialaminya. Mimpi yang buruk berkaitan dengan pelanggan bisa menjadi pelajaran bahwa ada relasi yang lebih baik yang perlu dikembangkan oleh oleh si pemimpi. Mimpi buruk berkaitan dengan teman kerja memberi pelajaran bahwa ada sesuatu yang semestinya diperbaiki.

Sebuah hadis Nabi Muhammad pernah menandaskan bahwa seseorang yang banyak berdzikir akan dapat mencapai keunggulan (baca: prestasi puncak). Kalau dikontekskan dengan bahasan di atas, maka dapat disebutkan bahwa untuk memperoleh prestasi puncak, seseorang bisa memperoleh mimpi yang berkualitas. Mimpi yang berkualitas dapat diperoleh melalui aktivitas yang melibatkan dzikir kepada Allah. Urutannya adalah demikian: dzikir – membuat hati tenang – mimpi yang berkualitas – kinerja puncak!

Kiranya demikian tulisan singkat ini. Semoga dapat memotivasi Anda untuk memperdalam kajian tentang tidur dan mimpi.

DAFTAR PUSTAKA

Chaplin, James P. 1997. Kamus Lengkap Psikologi . Cetakan Keempat. Jakarta: Rajawali Press.

Chopra, Deepak. 2003. Tidur Nyenyak, Mengapa Tidak? Yogyakarta: Ikon Teralitera.

Dee, Nerys. 2001. Memahami Mimpi . Yogyakarta: LkiS.

Freud, Sigmund. 2002. Tafsir Mimpi . Yogyakarta: Ikon Teralitera.

Freud, Sigmund. 2002. Tafsir Mimpi . Yogyakarta: Penerbit Jendela.

Khan, Inayat. 2000. Dimensi Spiritual Psikologi . Bandung: Penerbit Pustaka Hidayah.

Maas, James B. 2002. Power Sleep . Bandung: Penerbit Kaifa.

Nashori, H. Fuad. 2001. Tema-tema Mimpi Psiko-Spiritual. Laporan Penelitian (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Lembaga Penelitian UII.

Nashori, H.Fuad. 2002. Mimpi Nubuwat . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Purwanto, Yadi. 2003. Analisis Mimpi . Yogyakarta: Menara Kudus.

Quthb, Muhammad Ali. 1999. Tafsir Mimpi dalam Pandangan Islam . Surabaya: Penerbit Risalah Gusti.

Shadiq, Imam Ja’far. 1996. Mengungkap Rahasia Mimpi . Jakarta: Penerbit Lentera.

Syarif, Adnan. 2002. Psikologi Qur’ani . Bandung: Pustaka Hidayah.

Penulis:

fuad
Fuad Nashori  adalah salah seorang pelopor dan ahli di bidang Psikologi Islami, sehari-hari beliau menjabat sebagai Ketua Umum PP Asosiasi Psikologi Islami Indonesia dan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, (UII) Yogyakarta. Fuad Nashori adalah penulis tetap untuk rubrik Psikologi Islami di website ini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Deteksi Secara Dini Gangguan Autis

05 Sep 2013 pikirdong

Beberapa anak dengan gangguan autis telah menunjukkan beberapa tanda-tanda adanya gangguan tersebut sejak awal masa…

Wanita Lebih Mudah Stres?

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Menurut Georgia Witkin dalam bukunya The Female Stress Syndrome (1991), wanita memiliki penyebab stres yang…

Hospice: Tempat Perawatan Orang yang Hampir Meninggal

03 Sep 2013 Sayed Muhammad

Beberapa tahun lalu, tetangga saya mengidap kanker payudara, setelah melakukan operasi di tanah air sebelumnya,…

Kenakalan Remaja

10 Sep 2013 pikirdong

Bila kita menemukan kata “kenakalan remaja” maka terlintas dalam benak kita, apakah ada yang disebut…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Tanpa Pacar Bikin Bete?

09 Sep 2013 pikirdong

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan kondisi hidup sendiri tanpa pacar disamping. Mereka menciptakan momok…

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

Berbagi Berbuah Nikmat

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah mendengar kisah ‘Sepotong Roti’ dari Ustadz Yusuf Mansur? Jika belum, ceritanya begini: Alkisah, ada…

Episode Depresi

06 Sep 2013 pikirdong

Episode depresi digolongkan pada rentang waktu kemunculan depresi yang relatif singkat, pada umumnya penderita episode…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Menghentikan Ketergantungan pada Alkohol

12 Sep 2013 pikirdong

Beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada alkohol:    Hanya diri Anda…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014