TwitterFacebookGoogle+

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua akan mampu menjawab tujuan dan hikmah yang Allah Subhanahu wa Taala maksudkan dari diciptakan dan diamanahkannya anak-anak kepada kita. Allah Azza wa Jalla menciptakan manusia dengan membebankan di atas pundaknya berbagai taklifah (tugas), memberinya perintah, larangan, wasiat, dan berbagai ujian. Hanya dengan Pendidikan Islam saja orangtua orangtua akan dimampukan oleh Allah Taala untuk membiasakan anak-anaknya sejak dini melaksanakan semua kewajiban yang diperintahkan-Nya, menjauhi semua larangan-Nya, melaksanakan seluruh wasiat-Nya, dan bersabar menghadapi segala cobaan dan ujian-Nya.Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua akan mampu menjawab tujuan dan hikmah yang Allah Subhanahu wa Taala maksudkan dari diciptakan dan diamanahkannya anak-anak kepada kita. Allah Azza wa Jalla menciptakan manusia dengan membebankan di atas pundaknya berbagai taklifah(tugas), memberinya perintah, larangan, wasiat, dan berbagai ujian. Hanya dengan Pendidikan Islam saja orangtua orangtua akan dimampukan oleh Allah Taala untuk membiasakan anak-anaknya sejak dini melaksanakan semua kewajiban yang diperintahkan-Nya, menjauhi semua larangan-Nya, melaksanakan seluruh wasiat-Nya, dan bersabar menghadapi segala cobaan dan ujian-Nya.

Mendidik anak dengan sepenuh hati juga berarti orangtua mendidik anaknya dengan ikhlas. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Taala,Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah T dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena menjalankan agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).(QS Al-Bayyinah:5); Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan demikianlah diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).(QS Al-Anam:162-163).

Ikhlas mengasuh anak itu artinya mengesakan Allah Taalahanya mengharapkan rahmat, karunia, ridha Allah Taala saja, hanya melakukan yang diperintahkan, lebih disukai dan mendatangkan rahmat, karunia, dan ridha-Nya dan tidak melakukan karena dilarang, sangat tidak disukai, dan mendatangkan murka dan adzab-Nyadalam tujuan dari pengasuhan yang kita lakukan. Mengasuh anak dengan ikhlas artinya kita harus membersihkan segala kegiatan pengasuhan anak dari pandangan makhluk, dan dari segala macam yang dapat mengotori hati seperti mengharapkan pandangan yang bagus, pujian, pengagungan, harta, pelayanan, kasih sayang, dan pemenuhan harapan dari manusia, menghindari ejekan dan celaan dari manusia, dan bentuk-bentuk lain dari alasan-alasan atau kotoran-kotoran hati yang disebabkan adanya keinginan kepada selain Allah Subhanahu wa Taala, apa pun bentuknya.

Mengasuh anak dengan ikhlas artinya mengusahan dengan sungguh-sungguh agar pemberian yang kita lakukan hanya karena Allah Taala semata (ikhlas), larangan yang kita lakukan hanya karena Allah Azza wa Jalla, cintanya hanya karena Allah, bencinya hanya karena Allah, dan seterusnya. Semua itu harus dijaga dengan ketat agar kita tidak akan menyesal atas kebaikan yang telah kita perbuat. Bisa jadi kita akan menemukan manusia yang membalas perbuatan baik kita kepadanya dengan balasan yang sebaliknya yaitu keburukan. Meskipun mereka adalah orang-orang Islam, tetapi banyak di antara mereka yang tidak berkepribadian Islami dan tidak berakhlak mulia. Agar kita tidak gundah dengan perbuatan buruk orang lain, maka ikhlaskanlah seluruh perbuatan kita hanya untuk Allah. Maka dari itu, ketika kita berbuat baik kepada anak-anak kita, jadikanlah tujuannya adalah pahala dan ridha Allah Taala, agar kita tidak akan menyesal dan kaget dengan tingkah laku mereka.

Mendidik anak dengan ikhlas sangat penting dimiliki orangtua untuk menghadapi ketentuan Allah Subhanahu wa Taala bahwa Hidayah tidak diberikan kecuali oleh Allah Azza wa Jalla, sebagaimana firman-Nya, Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (QS Al Qashash:56). Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat oetunjuk dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.(QS Al-Araf:178).

Setiap orangtua harus tahu dan yakin bahwa yang bisa memberi petunjuk (hidayah) hanyalah Allah Subhanahu wa Taala. Yang perlu kita lakukan berdua sebagai orangtua, untuk kebaikan anak, hanyalah mencari sebab-sebab datangnya hidayah dan menunaikan kewajiban-kewajiban terhadap anak yang telah Allah Taala tetapkan. Sehebat apa pun kita sebagai orangtua, kita sama sekali tidak punya andil dalam memberi hidayah kepada anak. Upaya terjauh yang dapat kita lakukan hanyalah mempersiapkan sebab-sebab datangnya hidayah.Itu saja. Dalam hal ini, semua orang sama, tidak peduli apakah ia seorang Nabi, Rasul, Raja, Pemimpin, Pejabat, atau lainnya.

Jadi, karena tahu dan yakin bahwa petunjuk ada di tangan Allah Azza wa Jalla, sebagai orangtua mari kita senantiasa berdoa kepada Allah agar dikaruniai keturunan yang baik, barakah, dan jauh dari kejelekan. (lihat QS Al Furqan:74; Maryam:5-6; Ali Imran:38; Al Baqarah:128; Ash Shaffat:100; Ibrahim:35; Al Ahqaf:15).

Penulis:
Irwan Nuryana Kurniawan adalah Staf Pengajar Program Studi Psikologi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Staf Ahli  PUSKAGA (Pusat Kajian Anak dan Keluarga) Prodi Psikologi, Universitas Islam Indonesia, dan Ketua Divisi Kajian dan Pengukuran Pusat Kajian Psikologi Islam Prodi Psikologi Universitas Islam Indonesia. Memiliki ketertarikan yang sangat kuat dalam melakukan pengembangan ukuran-ukuran psikologis dan intervensi-intervensi psikologis dalam perspektif Islam (melalui penelitian-penelitian borsama kolega dan mahasiswa; beberapa di antaranya akhlak mulia, takwa, tawakal, tawadhu, pernikahan Islam, pengasuhan profetik, keluarga sakinah, sabar, syukur, terapi taubat dan istighfar).

 

Leave a Reply

1 Comment on "Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati"

avatar
Haryanto Gianto
Guest

Indahnya berbagi. Perlengkapi anak remaja anda dengan rasa kepercayaan diri yang baik. Berikan motivasi yang membangkitkan semangat juangnya. Bagi para orangtua yang mempunyai anak remaja usia 9 thn – 18 thn, ada cd motivasi anak remaja yang bisa anda dapatkan secara gratis dari coach Haryanto Gianto (Motivator Anak dan Remaja) di http://www.cdmotivasianak.com/pemesanan

Artikel Lainnya

Tanpa Pacar Bikin Bete?

09 Sep 2013 pikirdong

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan kondisi hidup sendiri tanpa pacar disamping. Mereka menciptakan momok…

Mencapai Puncak Prestasi dengan Meningkatkan Kualitas Tidur dan…

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam sejarah peradaban Islam dan peradaban Barat ada orang yang sangat brilian. Mereka adalah Ibnu…

Agama Dan Lingkungan: Menjadikan Agama Sebagai Dasar Pijakan…

10 Sep 2013 Herdiyan Maulana

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang” “Telah tampak kerusakan di bumi dan di laut…

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

Fetishisme Transvestik – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Transvestitism, atau fetishisme transvestik adalah penyimpangan seksual yang dialami oleh individu heteroseksual (pada pria) untuk…

Pemicu Munculnya Stres

08 Sep 2013 pikirdong

Beberapa faktor yang dianggap sebagai pemicu timbulnya stres (stressor): A. Faktor fisik-biologis 1) Genetika Banyak ahli beranggapan bahwa…

Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

08 Sep 2013 pikirdong

Kecemasan merupakan hal yang normal terjadi pada setiap individu, reaksi umum terhadap stress kadang dengan…

Morphine

10 Sep 2013 pikirdong

Morphine (morphia), telah diteliti pertama sekali oleh F. W. A. Setürner berkisar tahun 1805-1817. Morfin…

Kenakalan Remaja

10 Sep 2013 pikirdong

Bila kita menemukan kata “kenakalan remaja” maka terlintas dalam benak kita, apakah ada yang disebut…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Berbagi Berbuah Nikmat

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah mendengar kisah ‘Sepotong Roti’ dari Ustadz Yusuf Mansur? Jika belum, ceritanya begini: Alkisah, ada…

Mengkritik dengan Tepat

05 Oct 2013 Sayed Muhammad

Kritik dapat dilakukan oleh siapapun, namun tidak semua kritikan yang dilontarkan dapat diterima dengan sikap…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014