DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Menghargai Kesalahan Siswa

Anak tidak pernah memberi jawaban yang salah… mereka hanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Tugas kita adalah menemukan pertanyaan apa yang dijawab dengan benar oleh anak itu dan menghormati apa yang diketahuinya   (Bob Samples)

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengarkan istilah “sekolah” mendengung di telinga Anda? Otak Anda secara cepat mengumpulkan informasi-informasi yang berhubungan dengan sekolah lalu mengumpulkan dalam suatu bentuk imajinasi yang menggambarkan tentang sekolah yang pernah Anda alami dulunya. Apa yang Anda bayangkan tentang sekolah? Sebuah gedung dimana terdapat guru, murid dan proses belajar-mengajar mewakili gambaran yang ada

siswa-aceh

Acehnese  Student at Simpang Keramat, Lhokseumawe – Photo by © Sayed Muhammad 2011

Sama halnya ketika sebuah pertanyaan diajukan di depan kelas, anak mengumpulkan informasi-informasi dari pengalaman belajarnya untuk menyusun sebuah jawaban untuk diberikan. Guru sering mengajukan beberapa pertanyaan di kelas sebagai tujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan pengetahuan siswanya dapat menangkap proses belajar-mengajar yang telah berlangsung selama itu. Dan bila jawaban yang diajukan anak tidak mengena dengan pertanyaan yang diajukan oleh gurunya, apa yang terjadi?  Pengalaman “kesalahan” tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan anak untuk selanjutnya. Anak dapat menjadi seorang penakut, dan mengurung dirinya bila diajukan pertanyaan-pertanyaan lagi, atau sebaliknya menjadi umpan balik positif bila dukungan guru dapat menghargai jawaban yang salah tersebut sebagai suatu usaha yang patut dihargai.

Pada awalnya anak-anak mengumpulkan informasi sebagai secara terpisah, ketika otak mendapat informasi tersebut menyimpannya dalam memori seiring dengan kemampuan anak memahami informasi menjadi suatu keutuhan. Pada kasus Andi yang terdapat pada kolom sebelah kemungkinan saat Andi berpergian ke Jogja dan menginap di kota itu, hingga suatu ketika orang tuanya mengajak berpergian ke Candi Borobudur (jarak candi tersebut lebih dekat di tempuh melalui Jogja), hanya saja Andi tidak tahu bahwa ia telah menyebrang batas propinsi, Andi mengetahuinya bahwa ia berangkat dari Jogja.  Saat-saat sekolah merupakan sangat penting bagi perkembangan otak anak, keluwesan dan kefasihan pemikiran dapat ditingkatkan dengan pengasuhan dan pendidikan di sekolah yang memperhatikan harga diri dari siwa secara baik.  Menambahnya jumlah fungsi-fungsi saat memperhatikan dalam sistem otak sangat bermanfaat, terutama dalam pencapaian penghargaan diri dan dan citra diri siswa. Manfaat lainnya adalah penyelesaian masalah, dengan sikap terbuka guru dalam menerima siswa akan membentuk dirinya lebih peka dalam menghadapi pilihan-pilihan unik yang tersedia untuk mereka.

Perhatikan cerita berikut ini; ketika guru memampang sebuah poster bergambar seekor gajah di sebuah sekolah TK, lalu bertanya kepada siswanya, gambar apakah ini? seorang anak dengan lantang menjawabnya, “abu-abu!”  Salahkah cara anak berpikir dengan menyebut gajah sebagai abu-abu? Apa yang dipikirkan oleh si anak? Apakah kita harus membatasi pola pikir si anak? Reaksi apa yang perlu dilakukan?  Guru mempunyai peran penting bagi perkembangan pemikiran anak dalam meningkatkan kesadaran dan fungsi pikiran, terpenting adalah dengan menerima suatu jawaban dengan menghargainya secara jujur. Gajah merupakan bahasa ayahbunda (mothertounge) untuk menyebutkan nama sebuah binatang, di lain tempat istilah tersebut berbeda-beda menurut bahasa dan budaya daerah setempat. Abu-abu adalah warna untuk gajah. Anak bisa saja belum menyimpan bentuk gajah dalam memorinya, tetapi ia tahu bahwa warna pada gambar tersebut adalah abu-abu. Tugas guru adalah menemukan pertanyaan yang sesuai dengan jawaban anak, bukan dengan menyalahkan atau mengabaikan jawaban yang diberikan oleh si anak.

Perhatikan kasus pada cerita berikut ini; Seorang guru menyuruh siswanya menggambarkan lima buah bola, seorang anak menyerahkan hasil tugas tersebut seperti pada gambar berikut;  Apa yang dipirkan oleh anak? Ia membuat bola dengan melukiskan kepala yang lebih besar dari 4 bola lainnya, dua bola digambarkan sebagai dua mata dan bola kiri-kanan digambarkan sebagai telinga. Anak sangat jarang mempertahankan pendapatnya adalah benar dengan menggambarkan 5 buah lingkaran dengan metodenya sendiri. Kebanyakan siswa lain menggambar seperti yang diinginkan oleh gurunya, anak itu mempunyai suatu kreativitas yang berbeda. Bagaimana sikap guru terhadap hasil gambarnya sangat mempengaruhi persepsi dirinya terhadap dirinya yang dapat dihargai, tidak dihukum atau dianggap salah [1 ]

Bila guru menghargai setiap jawaban anak yang salah, maka ia akan merasa dihargai, harga dirinya menjadi lebih baik, dengan demikian otak dapat melibatkan secara emosioal dan memungkinkan kerja syaraf secara maksimal dalam proses belajar anak. Menghargai juga memberi kesempatan buat aank untuk mengembakan fungsi-fungsi berpikirnya, sehingga meningkatkan keluwesan serta kefasihan fungsi pikiran anak.

Di sebuah kelas sekolah menengah, seorang guru sejarah mengajukan sebuah soal; “Letak candi Borobudur terdapat di propinsi apa?” Tidak ada seorang siswa pun yang mengankat tangannya. Hingga Andi mengangkat tangannya sambil mencoba berpikir, lalu menjawab dengan suara agak keras, “Jogja, Bu!” Guru bereaksi terhadap jawaban Andi sambil tersenyum lalu berkata, “Salah! Andi kamu tidak tahu jawaban yang benar…” Sementara itu anak-anak lain menertawakan Andi.

Pengalaman diatas mengubah sikap Andi selanjutnya, ia merasa malu ditertawakan oleh teman-temannya, ia berkata pada dirinya sendiri, “Jangan berbuat itu lagi! Memalukan kamu dinilai bodoh oleh teman-temanmu, jangan mengangkat tangan lagi kecuali bila kamu benar-benar sudah yakin dengan jawaban yang akan kamu berikan.”

Ketika anak memberi jawaban salah di depan kelas: 

  • Jangan memvonis jawaban secara langsung dengan mengatakan bahwa jawaban tersebut adalah salah.
  • Menghargai siswa yang telah memberikan jawabannya dengan dukungan dan motivasi
  • Memberi kesempatan yang sama pada semua siswa untuk berbicara di depan kelas
  • Mengontrol kelas bila siswa lain menertawakan kesalahan yang diberikan oleh temannya.
  • Berusaha menemukan pertanyaan yang sesuai dengan jawaban anak bila jawaban yang diberikan melenceng dari pertanyaan awal.
  • Berusaha memberikan kesempatan yang lebih luas dengan jawaban awal yang diberikan siswa, tujuannya adalah mengetahui apa yang dipikirkan oleh siswa dan juga menunjukkan ketertarikan, perhatian dan penghargaan atas pendapatnya

Tanggapan positif dari guru sangatlah penting bagi perkembangan anak dalam belajar, dengan menghormati jawaban yang diberikan akan menciptakan rasa senang pada siswa untuk tertarik dengan kesalahannya, bila dukungan itu semakin kuat maka akan menciptakan motivasi belajar yang positif pula. Perhatikan bila reaksi guru tersebut seperti ini; “Wah, hanya Andi yang berani mencoba menjawab dibandingakn teman-teman yang lain (memotivasi untuk terus berani mencoba), Andi, jawaban yang kamu berikan cukup dekat dengan kota yang dimaksud, nanti kita akan membahas tentang kota jogja, Borobudur memang terletak di propinsi Jawa Tengah yang bersebalahan dengan kota Jogja, Andi pasti sudah tahu banyak tentang Jogja (memuji)” [2 ]

——

1 . Adaptasi; Bob Samples, 1999. Revolusi Belajar untuk Anak, Kaifa

2 . Ibidem

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

General Anxiety Disorder (GAD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder; GAD) merupakan bentuk gangguan kecemasan dimana individu secara terus-menerus…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Developmental Milestones: Usia 9 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 9 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan bunyi tertentu untuk tanda berlainan Tingkah laku Mulai mengerti dengan merespon…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Idul Adha Barakah 2016

19 Sep 2016 pikirdong

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10…

Berbagi Berbuah Nikmat

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah mendengar kisah ‘Sepotong Roti’ dari Ustadz Yusuf Mansur? Jika belum, ceritanya begini: Alkisah, ada…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Puasa Bicara

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Berbagai hadis Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada kita tentang makna puasa. Puasa adalah media bagi…

Masturbasi dan Pengaruh Psikologisnya

09 Sep 2013 pikirdong

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Intermittent Explosive Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Intermittent explosive disorder (IED; gangguan eksplosif intermiten) merupakan gangguan dalam mengontrol impuls seperti adiktif alkohol,…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014