TwitterFacebookGoogle+

Menghargai Kesalahan Siswa

Anak tidak pernah memberi jawaban yang salah… mereka hanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Tugas kita adalah menemukan pertanyaan apa yang dijawab dengan benar oleh anak itu dan menghormati apa yang diketahuinya   (Bob Samples)

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengarkan istilah “sekolah” mendengung di telinga Anda? Otak Anda secara cepat mengumpulkan informasi-informasi yang berhubungan dengan sekolah lalu mengumpulkan dalam suatu bentuk imajinasi yang menggambarkan tentang sekolah yang pernah Anda alami dulunya. Apa yang Anda bayangkan tentang sekolah? Sebuah gedung dimana terdapat guru, murid dan proses belajar-mengajar mewakili gambaran yang ada

siswa-aceh

Acehnese  Student at Simpang Keramat, Lhokseumawe – Photo by © Sayed Muhammad 2011

Sama halnya ketika sebuah pertanyaan diajukan di depan kelas, anak mengumpulkan informasi-informasi dari pengalaman belajarnya untuk menyusun sebuah jawaban untuk diberikan. Guru sering mengajukan beberapa pertanyaan di kelas sebagai tujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan pengetahuan siswanya dapat menangkap proses belajar-mengajar yang telah berlangsung selama itu. Dan bila jawaban yang diajukan anak tidak mengena dengan pertanyaan yang diajukan oleh gurunya, apa yang terjadi?  Pengalaman “kesalahan” tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan anak untuk selanjutnya. Anak dapat menjadi seorang penakut, dan mengurung dirinya bila diajukan pertanyaan-pertanyaan lagi, atau sebaliknya menjadi umpan balik positif bila dukungan guru dapat menghargai jawaban yang salah tersebut sebagai suatu usaha yang patut dihargai.

Pada awalnya anak-anak mengumpulkan informasi sebagai secara terpisah, ketika otak mendapat informasi tersebut menyimpannya dalam memori seiring dengan kemampuan anak memahami informasi menjadi suatu keutuhan. Pada kasus Andi yang terdapat pada kolom sebelah kemungkinan saat Andi berpergian ke Jogja dan menginap di kota itu, hingga suatu ketika orang tuanya mengajak berpergian ke Candi Borobudur (jarak candi tersebut lebih dekat di tempuh melalui Jogja), hanya saja Andi tidak tahu bahwa ia telah menyebrang batas propinsi, Andi mengetahuinya bahwa ia berangkat dari Jogja.  Saat-saat sekolah merupakan sangat penting bagi perkembangan otak anak, keluwesan dan kefasihan pemikiran dapat ditingkatkan dengan pengasuhan dan pendidikan di sekolah yang memperhatikan harga diri dari siwa secara baik.  Menambahnya jumlah fungsi-fungsi saat memperhatikan dalam sistem otak sangat bermanfaat, terutama dalam pencapaian penghargaan diri dan dan citra diri siswa. Manfaat lainnya adalah penyelesaian masalah, dengan sikap terbuka guru dalam menerima siswa akan membentuk dirinya lebih peka dalam menghadapi pilihan-pilihan unik yang tersedia untuk mereka.

Perhatikan cerita berikut ini; ketika guru memampang sebuah poster bergambar seekor gajah di sebuah sekolah TK, lalu bertanya kepada siswanya, gambar apakah ini? seorang anak dengan lantang menjawabnya, “abu-abu!”  Salahkah cara anak berpikir dengan menyebut gajah sebagai abu-abu? Apa yang dipikirkan oleh si anak? Apakah kita harus membatasi pola pikir si anak? Reaksi apa yang perlu dilakukan?  Guru mempunyai peran penting bagi perkembangan pemikiran anak dalam meningkatkan kesadaran dan fungsi pikiran, terpenting adalah dengan menerima suatu jawaban dengan menghargainya secara jujur. Gajah merupakan bahasa ayahbunda (mothertounge) untuk menyebutkan nama sebuah binatang, di lain tempat istilah tersebut berbeda-beda menurut bahasa dan budaya daerah setempat. Abu-abu adalah warna untuk gajah. Anak bisa saja belum menyimpan bentuk gajah dalam memorinya, tetapi ia tahu bahwa warna pada gambar tersebut adalah abu-abu. Tugas guru adalah menemukan pertanyaan yang sesuai dengan jawaban anak, bukan dengan menyalahkan atau mengabaikan jawaban yang diberikan oleh si anak.

Perhatikan kasus pada cerita berikut ini; Seorang guru menyuruh siswanya menggambarkan lima buah bola, seorang anak menyerahkan hasil tugas tersebut seperti pada gambar berikut;  Apa yang dipirkan oleh anak? Ia membuat bola dengan melukiskan kepala yang lebih besar dari 4 bola lainnya, dua bola digambarkan sebagai dua mata dan bola kiri-kanan digambarkan sebagai telinga. Anak sangat jarang mempertahankan pendapatnya adalah benar dengan menggambarkan 5 buah lingkaran dengan metodenya sendiri. Kebanyakan siswa lain menggambar seperti yang diinginkan oleh gurunya, anak itu mempunyai suatu kreativitas yang berbeda. Bagaimana sikap guru terhadap hasil gambarnya sangat mempengaruhi persepsi dirinya terhadap dirinya yang dapat dihargai, tidak dihukum atau dianggap salah [1 ]

Bila guru menghargai setiap jawaban anak yang salah, maka ia akan merasa dihargai, harga dirinya menjadi lebih baik, dengan demikian otak dapat melibatkan secara emosioal dan memungkinkan kerja syaraf secara maksimal dalam proses belajar anak. Menghargai juga memberi kesempatan buat aank untuk mengembakan fungsi-fungsi berpikirnya, sehingga meningkatkan keluwesan serta kefasihan fungsi pikiran anak.

Di sebuah kelas sekolah menengah, seorang guru sejarah mengajukan sebuah soal; “Letak candi Borobudur terdapat di propinsi apa?” Tidak ada seorang siswa pun yang mengankat tangannya. Hingga Andi mengangkat tangannya sambil mencoba berpikir, lalu menjawab dengan suara agak keras, “Jogja, Bu!” Guru bereaksi terhadap jawaban Andi sambil tersenyum lalu berkata, “Salah! Andi kamu tidak tahu jawaban yang benar…” Sementara itu anak-anak lain menertawakan Andi.

Pengalaman diatas mengubah sikap Andi selanjutnya, ia merasa malu ditertawakan oleh teman-temannya, ia berkata pada dirinya sendiri, “Jangan berbuat itu lagi! Memalukan kamu dinilai bodoh oleh teman-temanmu, jangan mengangkat tangan lagi kecuali bila kamu benar-benar sudah yakin dengan jawaban yang akan kamu berikan.”

Ketika anak memberi jawaban salah di depan kelas: 

  • Jangan memvonis jawaban secara langsung dengan mengatakan bahwa jawaban tersebut adalah salah.
  • Menghargai siswa yang telah memberikan jawabannya dengan dukungan dan motivasi
  • Memberi kesempatan yang sama pada semua siswa untuk berbicara di depan kelas
  • Mengontrol kelas bila siswa lain menertawakan kesalahan yang diberikan oleh temannya.
  • Berusaha menemukan pertanyaan yang sesuai dengan jawaban anak bila jawaban yang diberikan melenceng dari pertanyaan awal.
  • Berusaha memberikan kesempatan yang lebih luas dengan jawaban awal yang diberikan siswa, tujuannya adalah mengetahui apa yang dipikirkan oleh siswa dan juga menunjukkan ketertarikan, perhatian dan penghargaan atas pendapatnya

Tanggapan positif dari guru sangatlah penting bagi perkembangan anak dalam belajar, dengan menghormati jawaban yang diberikan akan menciptakan rasa senang pada siswa untuk tertarik dengan kesalahannya, bila dukungan itu semakin kuat maka akan menciptakan motivasi belajar yang positif pula. Perhatikan bila reaksi guru tersebut seperti ini; “Wah, hanya Andi yang berani mencoba menjawab dibandingakn teman-teman yang lain (memotivasi untuk terus berani mencoba), Andi, jawaban yang kamu berikan cukup dekat dengan kota yang dimaksud, nanti kita akan membahas tentang kota jogja, Borobudur memang terletak di propinsi Jawa Tengah yang bersebalahan dengan kota Jogja, Andi pasti sudah tahu banyak tentang Jogja (memuji)” [2 ]

——

1 . Adaptasi; Bob Samples, 1999. Revolusi Belajar untuk Anak, Kaifa

2 . Ibidem

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Mengakhiri Kehampaan dengan Dzikir

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Masalah kebermaknaan hidup senantiasa menjadi problem penting dalam kehidupan manusia, baik dulu, kini dan di…

Menjadi Manusia Kreatif Sudut Pandang Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Psikologi Islami ( Islamic psychology ) dapat diartikan suatu studi tentang jiwa dan perilaku manusia…

Restrukturisasi Kognitif melalui Al-Fatihah

04 Sep 2013 pikirdong

Semula, judul tesis saya adalah “Terapi Al-Fatihah”. Namun di kemudian hari, istilah yang lebih tepat…

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Kado Terindah

09 Sep 2013 pikirdong

Kado dalam bentuk apapun pasti akan mendatangkan kebahagiaan baik bagi si penerima maupun pemberinya. Kado…

Fetishisme Transvestik – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Transvestitism, atau fetishisme transvestik adalah penyimpangan seksual yang dialami oleh individu heteroseksual (pada pria) untuk…

Menarche

09 Sep 2013 pikirdong

Menarche merupakan tanda permulaan pemasakan seksual pada wanita yang terjadi kisaran usia 13 tahun atau…

Memaafkan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ragam dan kedalaman pengalaman buruk antara manusia satu dengan yang lain berbeda-beda. Pada sebagian orang,…

Terapi Gratis

24 Aug 2017 Sayed Muhammad

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

19 Dec 2016 pikirdong

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014