TwitterFacebookGoogle+

Menghindar Burnout di Tempat Kerja

Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya digunakan pada tahun 1960 an untuk merujuk pada efek-efek penyalahgunaan obat-obat terlarang yang kronis. Deskripsi awal Freudenberger mengenai seseorang yang menderita karena sindrom burnout sebenarnya diawali pada dirinya sendiri. Freudenberger menggambarkan bahwa:

” ….dan anda menempatkan sebagian besar diri Anda di dalam pekerjaan. Anda secara gradual terbentuk di dalam lingkungan sekitar Anda dan di dalam diri anda sendiri ada perasaan bahwa mereka membutuhkan anda. Anda merasakan sense of commitment yang utuh”

Burnout adalah suatu bentuk kelelahan yang disebabkan seseorang bekerja terlalu intens, berdedikasi dan berkomitmen, bekerja terlalu banyak dan terlalu lama serta memandang kebutuhan dan keinginan mereka sebagai hal kedua. Hal tersebut menyebabkan mereka merasakan adanya tekanan-tekanan untuk memberi lebih banyak. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri mereka sendiri, dari klien yang amat membutuhkan, dan dari kepungan para administrator (penilik/pengawas dan sebagainya). Adanya tekanan-tekanan ini, maka timbul rasa bersalah, yang pada gilirannya mendorong mereka untuk menambah energi dengan lebih besar. Ketika realitas yang ada tidak mendukung idealisme mereka, maka mereka tetap berupaya mencapai idealisme tersebut sampai akhirnya sumber diri mereka terkuras, sehingga mereka mengalami kelelahan atau frustrasi yang disebabkan terhalangnya pencapaian harapan, demikian penjelasan Freudenberger dalam sebuah buku yang ditulis oleh Farber, Stress and Burnout in the Human Services Profession.

Burnout pada pekerja pelayanan jasa kemanusiaan lebih sering dikaitkan dengan perasaan lelah secara fisik dan psikis. Bagi yang lain, gelisah dan tidak mampu tidur dengan baik adalah simpton yang umum dari kelelahan syaraf. Simpton yang berhubungan mencakup perasaan tegang dan tidak mampu untuk santai. Ciri umum burnout yang kedua adalah kecemasan yang mengambang. Individu yang menderita burnout tampaknya terayun-ayun di antara kecemasan dan depresi. Burnout terjadi akibat berubahnya kondisi psikologis pemberi layanan seperti perkerja pada pelayanan services sebagai akibat reaksi terhadap situasi kerja yang tidak menguntungkan. Wujud dari perubahan tersebut berupa kelelahan seorang pekerja yang merupakan kelelahan fisik (physical exhaustion), kelelahan emosional (emotional exhaustion), dan kelelahan mental (mental exhaustion) karena bekerja dalam situasi yang menuntut keterlibatan emosional. Dalam arti lain, burnout secara esensial adalah hasil dari interaksi yang tidak menguntungkan antara pemberi pelayanan jasa dengan penerima layanan yang membutuhkan.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindar terjadi Burnout?

1. Pengendalian emosi.
Banyak tugas dan permasalahan di tempat kerja memacu terbentuknya butiran emosi kecil yang secara terus menumpuk sehingga terbentuknya sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak. Berbagai permasalah termasuk konflik ditempat kerja membuat individu lebih agresif atau bersikap kekanak-kanakan (infancy) hal ini di akibatkan sulitnya berpikir secara jernih yang di akibatkan oleh penumpukan muatan emosi negatif.

2. Berpikir positif
Salah satu tindakan dengan penerimaan diri dan orang lain akan membentuk kesadaran terhadap dunia kerja yang digelutinya. Berpikir positif akan membentuk stabilitas dan ketahan diri terhadap hal-hal yang dapat merusak citra dan kematangan emosi.

3. Identifikasi emosi.
Artinya mengetahui hal-hal sebagai pemicu terbentuknya emosi negatif. Selanjutnya adalah dengan mengekspresikan secara tepat dan wajar yang dapat diterima secara sosial. Amarah pada dasarnya tidak bertujuan positif, melainkan dapat merusak muatan positif dari dalam individu. Ekspresi kemarahan tepat sasaran dan dalam waktu yang tepat pula akan membuat diri menjadi lebih tegar dalam menghadapi permasalahan secara terpisah. Banyak orang tidak dapat memisahkan satu permasalahan sebelumnya yang memacu pergejolakan emosinya dengan masalah yang timbul sesudahnya, akibatnya masalah kecil dapat menjadi masalah besar ketika masalah lainnya muncul.

4. Minat dan Gairah.
Minat menandakan sikap realistis terhadap harapan dan aspirasi. Pekerja haruslah mempunyai minat dari dalam diri individu terhadap pekerjaan yang ditekuninya. Harapan berhubungan erat dengan minat, motivasi untuk menyelesaikan tugas dengan sebaiknya. Gairah merupakan energi yang harus dimiliki pekerja untuk menumbuhkan semangat dalam mengerjakan tugasnya. Lakukanlah semua pekerjaan dengan merasa tanpa beban.

5. Cinta.
Pekerja workaholic sangat mencintai pekerjaannya. Cintailah pekerjaan Anda, dengan demikian beban dan dampak depresi dari pekerjaan yang menumpuk tidak akan mempengaruhi psikis diri Anda. Tidak perlu menjadi seorang workaholic, mencintai pekerjaan juga menumbuhkan rasa percaya diri bahkan motivasi Anda untuk melakukan tugas dengan baik.

Lakukan!

1. Lakukan segala sesuatu di kantor Anda di luar jam kerja, misalnya dengan membersihkan meja kerja. Kerapian dan kebersihan meja akan membuat Anda lebih semangat untuk bekerja.
2. Ambil cuti, pergilah berlibur bersama keluarga, dengan demikian akan mengurangi stres dan ketegangan selama kerja.
3. Ciptakan relasi yang akrab dengan semua rekan kerja Anda. Tidak perlu dengan orang tertentu saja, dengan demikian akan menciptakan suasana akrab dengan orang-orang disekeliling Anda dan pekerjaan itu sendiri.
4. Ikutlah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tempat Anda bekerja, misalnya party time atau kegiatan olahraga
5. Berusalah menciptakan selalu suasana gembira dari dalam diri, apa pun yang Anda lakukan menjadi tetap ersemangat.
6. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang Anda sukai, misalnya membaca, menulis dan sebagainya.

Penulis

ayed
Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan,

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Enaknya Duduk di Barisan Depan Kelas!

08 Sep 2013 pikirdong

Duduk di barisan paling depan kelas memang rada seram, perasaan was-was selalu kebayang karena selalu…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

5 Kalimat yang Dapat Merusak Cinta Anda

07 Sep 2013 pikirdong

Di dalam menjalin hubungan interpersonal yang mendalam, kadang beberapa orang menggunakan kalimat-kalimat yang dapat membangkitkan…

Mendidik Anak Mandiri

27 Apr 2018 Fuad Nashori

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah…

Peran Keluarga terhadap Keselamatan Anak Saat Terjadi Bencana

08 Sep 2013 Fuad Nashori

Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terhadap bencana (tsunami, gempa, banjir, longsor, penculikan,…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

15 Oct 2015 Sayed Muhammad

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Mengejar Kebahagiaan

09 Sep 2013 Ardiman Adami

Bilamana Anda merasa bahagia? Apakah ketika Anda meraih kesuksesan, kekayaan, atau kesenangan? Tentu saja Anda…

Sindrom Menstruasi (PMS)

10 Sep 2013 pikirdong

Menstruasi adalah peristiwa unik yang terjadi pada ovarium wanita, peristiwa ini terjadi karena tidak terjadinya…

ADHD Pada Orang Dewasa

05 Sep 2013 pikirdong

ADHD tidak saja mengidap pada anak-anak, sebagian besar gangguan tersebut tetap dibawa sampai dewasa. Secara…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014