DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Mengkritik dengan Tepat

Kritik dapat dilakukan oleh siapapun, namun tidak semua kritikan yang dilontarkan dapat diterima dengan sikap terbuka. Kadang, kritikan justru dapat menimbulkan perasaan marah dan jengkel bagi beberapa orang, sehinga menimbulkan perasaan dendam, tidak suka atau bahkan menimbulkan perasaan bermusuhan kepada sang pengkritik.


Bila Anda mengetahui cara yang tepat untuk menelontarkan kritikan maka Anda tidak perlu takut untuk menyampaikan tanggapan tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Beberapa tips mengkritik dengan tepat

1. Mengetahui kondisi mood orang tersebut.

Orang yang sedang mengalami permasalahan sensitif terhadap kritikan sehingga sangat mudah terpancing emosinya. Kritik yang muncul secara tiba-tiba akan mempengaruhi moodnya menjadi tambah buruk. Ada baiknya Anda memulai dengan perbincangan basa-basi yang tidak langsung pada titik permasalahan yang ingin Anda tanggapi, dengan demikian Anda telah memiliki waktu untuk mengetahui mood seseorang itu dalam keadaan baik atau tidak.

2. Membaca situasi dan kondisi sekeliling.

Ketika kritikan Anda sangat terdesak untuk disampaikan, maka Anda haruslah terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi orang tersebut. Orang tidak merasa suka mendapat kritikan ketika ia sedang sibuk mengerjakan sesuatu hal yang tidak ada hubungannya dengan apa yang sedang dikerjakannya sekarang. Misalnya saja Anda ingin mengkritik sebuah pekerjaan di hari lalu sementara ia sedang sibuk mengerjakan suatu deadlines pekerjaan lain.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah orang tidak suka dengan kritikan yang ditujukan kepada dirinya saat ia sedang berada bersama teman-temannya atau mengkritik orang di depan publik atau di depan orang banyak.

3. Menyebut perilaku konkret

Hal yang perlu diketahui adalah tentang isi kritikan itu sendiri, kritikan ditujukan dengan harapan adanya perubahan-perubahan perilaku. Tentunya kritikan diarahkan pada perilaku yang tidak diharapkan bukan pada penyerangan karakter sang target. Misalnya saja, Anda tidak suka dengan perilaku seseorang yang membuang atau mengumpulkan sampah diatas meja, maka kritikan diarahkan pada kebiasaan perilaku orang tersebut bukan pada sebutan tertentu pada karakter orang tersebut dengan sebutan si tukang jorok misalkan.

4) Mengajukan saran-saran

Ketika Anda bersiap mengajukan sebuah kritikan tentunya Anda telah menguasai bidang itu dengan baik. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang tersebut dapat diperbaiki dengan saran-saran yang dapat diikuti dan dimengerti oleh orang tersebut. Kita tidak bisa mengkritik suatu pekerjaan orang lain bila kita tidak tahu betul apa yang sedang dikerjakannya karena nahkoda sesungguhnya adalah ia sendiri yang telah mendalami seluk-beluk kapalnya. Tentunya, sebelum kita mengkritik suatu pekerjaan orang lain kita telah memiliki kapal sendiri yang lebih baik dengan apa yang ia telah punya.

5) Kritik yang membangun

Kritik yang membangun tidak hanya berupa saran-saran semata. Kritik yang membangun dilandaskan pada semangat kebersamaan dan empati akan sebuah keberhasilan orang lain, memacu semangat perubahan dan ide-ide cemerlang untuk memecahkan kebuntuan kreatifitas

6) Membatasi jumlah kritikan

Orang tidak akan sanggup menguasai begitu banyak informasi yang Anda sampaikan secara bersamaan. Anda perlu mempersempit ruang lingkup yang ingin Anda sampaikan. Agar tanggapan Anda dapat diterima, usahakanlah menyampaikan cukupsatu atau dua hal saja secara bersamaan, selebihnya maka Anda tidak akan mendapatkan respon positif, melainkan tanggapan buruk yang tak lebih dari si tukang cerewet.

Tepatkah Anda mengkritik di Jejaring Sosial?

Tidak. Media sosial internet tidak bisa digunakan untuk mengkritik orang lain, disamping tidak sesuai dengan fungsinya kritikan justru menimbulkan rasa permusuhan dibandingan kegunaannya sebagai jaringan pertemanan. Kritik yang disampaikan dapat dibaca oleh orang banyak yang mungkin akan mempengaruhi pola pikir seseorang secara subyektif kepada bersangkutan. Kritik dapat dilakukan pada website lain yang fungsinya memang diperuntukan khusus, misalnya forum diskusi, debat dan sebagainya.

 

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

1 comment

  1. Dinda Reply

    Ntah kenapa saya suka sekali menilai orang lain, tujuannya seh cuma memberikan saran, tapi dengan membaca artikel ini, jadi tahu saya terlalu berlebihan, terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Enaknya Duduk di Barisan Depan Kelas!

08 Sep 2013 pikirdong

Duduk di barisan paling depan kelas memang rada seram, perasaan was-was selalu kebayang karena selalu…

Insomnia

08 Sep 2013 pikirdong

Insomnia adalah gangguan tidur dimana individu tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur atau sering…

Mengejar Kebahagiaan

09 Sep 2013 Ardiman Adami

Bilamana Anda merasa bahagia? Apakah ketika Anda meraih kesuksesan, kekayaan, atau kesenangan? Tentu saja Anda…

Dampak Penyalahgunaan Narkoba

12 Sep 2013 pikirdong

Beberapa dampak penyalahgunaan narkoba; Dampak biofisiologis 1. Penyebaran HIV, Hepatitis dan beberapa penyakit menular Lainnya  Penyalahgunaan narkoba…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

Penyakit Hati: Tanda, Sebab, Upaya Penyembuhan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Islam, suci dan kotornya hati memiliki arti yang sangat penting. Hati yang suci dan…

Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Emosi adalah gejolak yang ada pada organisme yang disertai oleh respon terhadap suatu rangsang, di…

Paranoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian paranoid (paranoid personality disorder; PPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu tidak dapat…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Memaafkan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ragam dan kedalaman pengalaman buruk antara manusia satu dengan yang lain berbeda-beda. Pada sebagian orang,…

Kitab Suci Sebagai Sumber Pengembangan Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Selalu ditemukan dalam komunitas apapun orang-orang yang menganjurkan kebenaran yang berasal dari Tuhan. Mereka berupaya…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014