Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

Dispareunia

Pada pria, dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Mengkritik dengan Tepat

Kritik dapat dilakukan oleh siapapun, namun tidak semua kritikan yang dilontarkan dapat diterima dengan sikap terbuka. Kadang, kritikan justru dapat menimbulkan perasaan marah dan jengkel bagi beberapa orang, sehinga menimbulkan perasaan dendam, tidak suka atau bahkan menimbulkan perasaan bermusuhan kepada sang pengkritik.


Bila Anda mengetahui cara yang tepat untuk menelontarkan kritikan maka Anda tidak perlu takut untuk menyampaikan tanggapan tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Beberapa tips mengkritik dengan tepat

1. Mengetahui kondisi mood orang tersebut.

Orang yang sedang mengalami permasalahan sensitif terhadap kritikan sehingga sangat mudah terpancing emosinya. Kritik yang muncul secara tiba-tiba akan mempengaruhi moodnya menjadi tambah buruk. Ada baiknya Anda memulai dengan perbincangan basa-basi yang tidak langsung pada titik permasalahan yang ingin Anda tanggapi, dengan demikian Anda telah memiliki waktu untuk mengetahui mood seseorang itu dalam keadaan baik atau tidak.

2. Membaca situasi dan kondisi sekeliling.

Ketika kritikan Anda sangat terdesak untuk disampaikan, maka Anda haruslah terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi orang tersebut. Orang tidak merasa suka mendapat kritikan ketika ia sedang sibuk mengerjakan sesuatu hal yang tidak ada hubungannya dengan apa yang sedang dikerjakannya sekarang. Misalnya saja Anda ingin mengkritik sebuah pekerjaan di hari lalu sementara ia sedang sibuk mengerjakan suatu deadlines pekerjaan lain.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah orang tidak suka dengan kritikan yang ditujukan kepada dirinya saat ia sedang berada bersama teman-temannya atau mengkritik orang di depan publik atau di depan orang banyak.

3. Menyebut perilaku konkret

Hal yang perlu diketahui adalah tentang isi kritikan itu sendiri, kritikan ditujukan dengan harapan adanya perubahan-perubahan perilaku. Tentunya kritikan diarahkan pada perilaku yang tidak diharapkan bukan pada penyerangan karakter sang target. Misalnya saja, Anda tidak suka dengan perilaku seseorang yang membuang atau mengumpulkan sampah diatas meja, maka kritikan diarahkan pada kebiasaan perilaku orang tersebut bukan pada sebutan tertentu pada karakter orang tersebut dengan sebutan si tukang jorok misalkan.

4) Mengajukan saran-saran

Ketika Anda bersiap mengajukan sebuah kritikan tentunya Anda telah menguasai bidang itu dengan baik. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang tersebut dapat diperbaiki dengan saran-saran yang dapat diikuti dan dimengerti oleh orang tersebut. Kita tidak bisa mengkritik suatu pekerjaan orang lain bila kita tidak tahu betul apa yang sedang dikerjakannya karena nahkoda sesungguhnya adalah ia sendiri yang telah mendalami seluk-beluk kapalnya. Tentunya, sebelum kita mengkritik suatu pekerjaan orang lain kita telah memiliki kapal sendiri yang lebih baik dengan apa yang ia telah punya.

5) Kritik yang membangun

Kritik yang membangun tidak hanya berupa saran-saran semata. Kritik yang membangun dilandaskan pada semangat kebersamaan dan empati akan sebuah keberhasilan orang lain, memacu semangat perubahan dan ide-ide cemerlang untuk memecahkan kebuntuan kreatifitas

6) Membatasi jumlah kritikan

Orang tidak akan sanggup menguasai begitu banyak informasi yang Anda sampaikan secara bersamaan. Anda perlu mempersempit ruang lingkup yang ingin Anda sampaikan. Agar tanggapan Anda dapat diterima, usahakanlah menyampaikan cukupsatu atau dua hal saja secara bersamaan, selebihnya maka Anda tidak akan mendapatkan respon positif, melainkan tanggapan buruk yang tak lebih dari si tukang cerewet.

Tepatkah Anda mengkritik di Jejaring Sosial?

Tidak. Media sosial internet tidak bisa digunakan untuk mengkritik orang lain, disamping tidak sesuai dengan fungsinya kritikan justru menimbulkan rasa permusuhan dibandingan kegunaannya sebagai jaringan pertemanan. Kritik yang disampaikan dapat dibaca oleh orang banyak yang mungkin akan mempengaruhi pola pikir seseorang secara subyektif kepada bersangkutan. Kritik dapat dilakukan pada website lain yang fungsinya memang diperuntukan khusus, misalnya forum diskusi, debat dan sebagainya.

 

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

1 comment

  1. Dinda Reply

    Ntah kenapa saya suka sekali menilai orang lain, tujuannya seh cuma memberikan saran, tapi dengan membaca artikel ini, jadi tahu saya terlalu berlebihan, terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Defense Mechanism

06 Sep 2013 pikirdong

Ketika timbul suatu dorongan atau kebutuhan, manusia yang normal akan cenderung untuk menghilangkan atau mengurangi…

Putus atau Mempertahankan Cintanya?

09 Sep 2013 pikirdong

Punya pacar berarti kamu harus siap-siap untuk memikirkan hal-hal kedepan menyangkut hubungan kalian berdua. Banyak…

Dunia Pendidikan : Menjalin Rasa Simpati dan Pengertian

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak-anak yang merasa, atau dibuat tidak merasa, tidak diterima dan tidak kompeten akan lambat memulihkan…

Borderline Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian borderline merupakan taksologi yang terdapat pada DSM IV sementara pada ICD disebut sebagai…

Kenakalan Remaja

10 Sep 2013 pikirdong

Bila kita menemukan kata “kenakalan remaja” maka terlintas dalam benak kita, apakah ada yang disebut…

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah…

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

15 Oct 2015 Sayed Muhammad

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa…

Kematangan Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Young (1950) dalam bukunya Emotion in Man and Animal memberi pengertian bahwa kemasakan emosi adalah…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

Morphine

10 Sep 2013 pikirdong

Morphine (morphia), telah diteliti pertama sekali oleh F. W. A. Setürner berkisar tahun 1805-1817. Morfin…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini merupakan jalur yang seharusnya dibangun…

26 Jul 2016 GIB pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014