DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Menjadi Manusia Kreatif Sudut Pandang Psikologi Islami

Psikologi Islami ( Islamic psychology ) dapat diartikan suatu studi tentang jiwa dan perilaku manusia berdasarkan pandangan dunia Islam ( Islamic world view ). Sebagai suatu studi, ia haruslah suatu kajian yang sistematis dan objektif. Sementara jiwa adalah suatu substansi yang ada dalam diri manusia yang memiliki pengaruh terhadap perilaku. Perilaku sendiri dapat diartikan sebagai ekspresi jiwa, baik yang tampak dan tak tampak. Selanjutnya, yang dimaksud dengan pandangan dunia Islam adalah cara memandang sesuatu dengan menempatkan sumber-sumber Islam (terutama al-Qur’an dan alh-Hadits) sebagai bahan dasar dalam memahami manusia. Dalam pandangan dunia Islam, pengetahuan atau kebenaran juga diperoleh melalui akal dan indra manusia.

sponsor1Secara agak khusus akan dijelaskan tentang jiwa dan perilaku kreatif. Jiwa manusia terdiri atas ruh, qalbu, akal, dan nafsu. Ruh ( al-ruh ) adalah substansi yang ada dalam diri manusia yang memiliki keterkaitan langsung dengan Tuhan (juga dunia gaib pada umumnya). Perlu diingat ruh-lah yang pertama kali diciptakan Tuhan sebalum Dia menciptakan raga manusia. Ruh memiliki sifat suci nan abadi. Qalbu ( al-qalb ) atau al-fuad adalah komponen dalam diri manusia yang mempunyai kemampuan memahami realitas/kebenaran melalui cita rasa. Ia dapat membedakan yang baik dan buruk, mengetahui keadaan orang lain sampai ke keadaan batinnya, mampu menerima pengetahuan yang intuitif, menjadi sumber kekuatan dalam diri manusia, mampu memahami realitas dunia gaib. Oleh hadis Nabi, qalbu ditempatkan sebagai center (pusat) diri manusia.

Akal adalah komponen yang ada dalam diri manusia yang memiliki kemampuan untuk menerima pengetahuan, menyimpan pengetahuan, mengolah pengetahuan, dan juga menghasilkan pengetahuan baru setelah memproses beragam pengetahuan itu. Nafsu adalah pendorong perilaku manusia untuk berbuat sesuatu yang menguntungkan manusia dan mencegah sesuatu yang merugikan manusia.

Komponen-komponen jiwa manusia sebagaimana telah dijelaskan di atas dapat berada dalam keadaan berkembang atau tidak berkembang, yang akhirnya dalam keadaan berfungsi atau tidak berfungsi. Qalbu manusia yang seharusnya memiliki kemampuan sebagaimana yang telah disebut, bisa saja dalam keadaan mandul.

Penjelasan atas kemandulan qalbu sesungguhnya banyak diungkapkan dalam hadis Nabi maupun penjelasan para ulama. Sebuah hadis Nabi menunjukkan secara tegas bahwa kalau seseorang meninggalkan bekasan yang bersifat negatif dalam jiwanya (yang biasa disebut dosa), maka bekasan negatif itu akan berperan sebagai noda hitam yang bakal menutupi qalbu manusia. Akibatnya, qalbu manusia mengalami proses penurunan fungsi. Karena itu, mengapa seseorang tidak peka terhadap kenyataan dan kebenaran, atau tidak mudah memperoleh ide-ide kreatif, tidak lain adalah karena qalbunya tidak dalam keadaan berfungsi secara baik.  Akal yang semestinya dapat memiliki fungsi menerima atau menyerap pengetahuan ternyata tidak dapat menjalankan perannya.

Ada sebuah ungkapan yang menggelitik kita bahwa otak kita –manusia Indonesia—katanya paling mulus dibandingkan otak orang lain atau bangsa lain. Kalau otak bangsa lain penuh kerutan atau berjonjot-jonjot, bagian luar otak bangsa Indonesia dalam keadaan halus. Ini menunjukkan bahwa otak kita tidak difungsikan. Kalau otak tidak dilatih untuk menerima dan mengolah pengetahuan, maka kemampuannya untuk menerima pengetahuan tidak berkembang. Sebaliknya, kalau seseorang memfungsikan akalnya, maka si akal akan memiliki kemampuan untuk menerima, mengolah, dan menjadikan sesuatu yang baru atas berbagai informasi yang diperoleh atau dimiliki manusia.

Nafsu juga memiliki kondisi berfungsi atau sebaliknya tidak berfungsi. Nafsu yang berfungsi akan menjadikan manusia penuh gairah dalam kehidupan. Dalam kondisi penuh gairah, ada banyak hal yang ingin dilakukan. Gairah untuk meraih kehidupan yang baik dan sejahtera. Gairah untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain yang dicintai membangkitkan kekuatan dalam diri manusia. Semangat untuk menunjukkan bahwa diri ini mampu dan dapat menjadi  the best of the best menjadikan seseorang penuh semangat. Orang-orang Eropa (terutama Anglo-Saxon) berbondong-bondong dengan penuh gairah dan harapan ke negeri Impian (Amerika) sekitar abad 17-18, karena keinginan untuk memperoleh hidup yang lebih baik. Sebaliknya, nafsu atau pendorong itu bisa melemah. Orang tidak lagi memiliki semangat hidup. Mudah putus asa. Bahkan akhirnya bisa disetir oleh kekuatan lain (sesama manusia, jin/setan) untuk melakukan pengrusakan. Juga bunuh diri.

Pengaruh Religiusitas terhadap Kreativitas   

Orang beragama maupun tidak beragama dapat menjadi kreatif adalah pernyataan yang benar, tapi belum lengkap. Syarat menjadi pribadi kreatif adalah mereka menggunakan potensi jiwanya (akal-hati-nafsu) secara optimal dan positif. Orang-orang beragama (Islam) maupun yang kurang beragama bila memiliki semangat yang kuat untuk berbuat sesuatu untuk masyarakatnya dan menggunakan akal pikirnya membuka kemungkinan untuk menjadi pribadi yang kreatif. Thomas Alva Edison, Isaac Newton, Albert Einstein, bahkan Nietszhe yang menganggap Tuhan telah mati pun adalah orang-orang kreatif. Tidak lain, hal ini karena mereka, mempergunakan modal-modal dasar manusia (terutama nafsu dan akal) untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Orang-orang yang mencoba peka hati pun kadang menjadi intuitif. Sekalipun banyak seniman tidak jelas agamanya, tetapi mereka terbukti sangat kreatif. Hal ini karena mereka mempergunakan qalbunya untuk menciptakan sesuatu yang baru. Adanya kepekaan hati menjadikan mereka peka dalam menangkap realitas. Pada orang yang peka, sesuatu dapat dilihat secara sangat subjektif, sehingga mereka bisa melihat atas apa yang tidak dilihat orang lain. Lalu apa yang membedakan antara orang-orang yang beragama dan tidak beragama?  Orang yang beragama (Islam) dimungkinkan lebih optimal dalam menggunakan qalbu (hati nuraninya).

Proses pembersihan atau pembeningan hati nurani di samping dilakukan dengan lebih peduli kepada sesama (manusia dan alam), yang lebih penting adalah dengan banyak melakukan perbuatan yang tulus-ikhlas kepada Tuhan. Keimanan yang kuat, ibadah yang rajin, amal-sosial yang berbasis agama, dan pengalaman keagamaan yang kuat terbukti (R. Rachmy Diana, 1999) memungkinkan seseorang memperoleh ide-ide yang kreatif yang memiliki tingkat kebenaran yang lebih tinggi atau lebih abadi.

Mengapa pemikiran Ali bin Abi Thalib, Imam Ghazali, Ibnu Qayyim, tetap dapat kita nikmati setelah rentang waktu 1.000 tahun bahkan lebih, tidak lain, adalah karena ide-ide yang ada di dalamnya memiliki tingkat kebenaran yang lebih tinggi, sehingga dapat bertahan dalam berbagai zaman. Mengapa tingkat kebenaran mereka itu luar biasa, tidak lain, karena ide-ide yang mereka hasilkan seperti kebenaran yang langsung turun dari Allah masuk ke dalam qalbunya Bahkan kebenaran ide-ide mereka mendekati kebenaran wahyu Ilahi. Oleh karena itu, orang seperti Manna Khalil Al-Qattan (M. Hamdani Adz-Dzaky, 2001) berpendapat bahwa wahyu dan ilham pada hakikatnya sama saja, yaitu sama-sama kebenaran yang berasal dari Tuhan. Namun, perbedaannya adalah tingkat kebenaran yang satu lebih tinggi dari yang lain (wahyu setingkat lebih tinggi dibanding ilham).

Orang-orang yang beragama (islam) yang kreatif mempergunakan akal dan qalbunya lebih optimal. Mereka memiliki wadah kognitif-spiritual yang lebih luas. Mereka dapat menyimpan dan mengolah pengetahuan sedemikian luar biasa. Mereka dapat belajar bermacam-macam ilmu, dapat menyerap ilmu secara cepat dan luar biasa banyaknya. Akibatnya, kemampuan mereka untuk menerima pengetahuan begitu luar biasa. Genius dalam berbagai bidang dapat ditemukan dalam diri ilmuwan Islam, dan sangat sedikit ditemukan dalam diri ilmuwan non Muslim. Ilmuwan Islam seperti Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu Haytsam, dan yang lain adalah orang-orang yang menjadi ahli dalam bermacam-macam bidang atau displin ilmu. Ilmuwan Barat hanya mencatat nama Leonardo da Vinci sebagai orang yang sukses di beragam lini.

Orang-orang yang beragama (Islam) juga lebih optimal dalam kreativitas, karena kreativitas yang mereka hasilkan dibuat dalam kerangka ibadah (Sayyid Quthb, 2001). Orang yang terbaik adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain, demikian ungkap Nabi dalam sebuah hadis. Orang yang terbaik adalah yang dapat melakukan peran sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Orang yang terbaik adalah yang mengaktualisasikan konsep rahmatan lil alamin .

Maka, Muslim akan bekerja keras. Semakin bagus yang dapat diberikan kepada orag lain, maka mereka akan berupaya untuk berbuat yang terbaik bagi orang lain. Salah satu yang sangat diharapkan oleh manusia adalah bantuan orang lain yang membuat kehidupan mereka lebih baik, lebih enjoy, lebih bahagia, lebih sejahtera. Penjelasan mengapa Imam Ghazali mendedikasikan kehidupannya dengan menulis ratusan buku adalah karena buku-buku yang beliau tulis dapat membangkitkan kesadaran hidup/beragama pada manusia. Memang pada awalnya ada pamrih, tapi setelah Al-Ghazali melewati masa uzlah (pengasingan diri) yang menjadikannya hanya ingin memperoleh ridha Allah, beliau membebaskan diri dari pamrih atas apa yang dilakukannya. Hidupnya didedikasikan untuk berbuat yang terbaik dan optimal. Maka, kitabnya yang paling ngetop, Ihya’ Ulumuddin , hingga kini tetap menjadi best seller , atau best seller sepanjang zaman,

Pentingnya Kreativitas untuk Kejayaan Islam

Apakah umat Islam taqlid atau kreatif? Jawabnya: kenyataannya cenderung taklid dan semestinya kreatif. Adagium bahwa Islam adalah  unggul dan tak terungguli oleh yang lain pernah menyejarah. Hal ini ditunjukkan secara meyakinkan oleh umat Islam pada zaman Abbasiyah.

Pemikiran dan temuan dalam berbagai bidang ilmu berkembang sedemikian luar biasa, baik dalam pemikiran ilmu-ilmu keruhanian maupun ilmu sosial-eksakta. Hingga umat Islam menjadi pemimpin bagi umat yang lain. Kini apa yang terjadi?   Pemikir-pemikir Islam seperti Nurcholish Madjid dan Ismail Raji Al-Faruqi memotret secara memilukan keadaan umat Islam, yaitu berada di barisan terbelakang bangsa-bangsa atau berada di anak tangga terbawah bangsa-bangsa. Maka, menjadi tantangan bagi kita, yaitu bagaimana meraih kembali kejayaan/keunggulan itu.

Jawaban umum atas pertanyaan di atas adalah gunakan akal dan hati serta  manage nafsu untuk meraih kesuksesan. Semangat untuk membentuk masyarakat maju nan sejahtera semestinya terus dipelihara. Dalam Islam ada semangat yang patut digelorakan yaitu semangat sebagai khalifah di muka bumi dan semangat kenabian menjadi rahmat bagi sekalian alam. Mari kita berikan yang terbaik kepada orang lain dengan cara meningkatkan diri secara terus-menerus. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memelihara semangat adalah memiliki visi atas pilihan hidup kita. Adanya visi yang jelas tentang masa depan menjadikan kita berupaya lurus dengan niat yang sudah ditancapkan sejak awal. Secara individual, visi bisa berupa “aku akan menjadi seorang manajer yang humanis dan adil”, “aku akan menjadi dosen yang dapat memberikan penjelasan yang cerdas dan penuh semangat”, dan seterusnya. Visi tersebut akan menjadi dasar bagi kita untuk memberikan yang terbaik. Dalam situasi seperti ini akan muncul dorongan untuk berbuat yang terbaik, termasuk melakukan kreasi-kreasi baru yang memungkinkan visi dapat diwujudkan.

Di samping semangat atau gairah hidup yang kuat, yang banyak memberi sumbangan untuk tercapainya kejayaan kita adalah penggunaan akal secara optimal. Kemajuan yang diperoleh masyarakat Barat didasari oleh keyakinan bahwa akal adalah hal yang menjadi kelebihan manusia atas makhluk yang lain. Maka, mereka melakukan upaya agar akal manusia dapat secara optimal. Mereka mendorong penduduknya untuk menjadi kreatif. Berbagai penghargaan mereka berikan kepada insan-insan kreatif. Sejak lama orang Inggris memiliki Guiness Book of the World Records . Orang Amerika pasti sangat menghargai para kreator. Umat Islam pun semestinya mempergunakan akalnya secara optimal agar kreativitas itu dapat diraih. Proses pendidikan di Indonesia perlu didorong untuk mengoptimalkan penggunaan akal, namun tidak hanya dalam pengertian menghafal (atau istilah Benjamin Bloom sebatas knowledge). Harus dilakukan upaya agar orang memiliki kemampuan menghafal yang baik. Salah satu cara untuk menjadi penghafal adalah dengan melatih menghafal al-Qur’an.

Hafalan memang penting, tapi ia dilengkapi kemampuan berpikir yang lebih tinggi, yaitu kemampuan menggunakan pengetahuan untuk memahami realitas. Kebiasaan berpikir analisis-sintesis akan memungkinkan seseorang mengaktifkan akalnya. Tidak kurang dari itu, akal pun perlu dilatih untuk menemukan jalan baru atas berbagai masalah kehidupan.

Pengaktifan hati sudah semestinya dilakukan untuk meraih keungulan. Sebuah hadis Nabi mengisyaratkan bahwa mufarridun (orang-orang yang unggul) adalah orang-orang yang banyak melakukan dzikir. Keimanan juga mengaktifkan qalbu. Begitu pula dengan ibadah. Demikian juga amal sosial yang berbasis rasa keagamaan dan juga pengalaman keagamaan (H. Fuad Nashori & Rachmi Diana Mucharam, 2002). Mengapa dzikir membuat orang jadi unggul, tidak lain adalah dzikir memungkinkan hati berperan lebih aktif. Salah satu fungsi hati nurani adalah menerima pengetahuan atau ilham dari Allah. Kalau seorang kreator Muslim menghadapi masalah maka ia akan memperoleh jalan keluar, suatu ide yang berasal dari Allah. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (QS ath-Thalaq, 65:2)

Penutup

Demikian sekilas tulisan yang dapat penulis buat. Memang masih sederhana dan mungkin kurang mendalam dan aplikatif, tapi semoga dapat menjadi stimulasi untuk kita.

Daftar Pustaka   

Diana, R.R. (1999). Hubungan Religiusitas dan Kreativitas Siswa SMU. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi PSIKOLOGIKA , No. 6, (IV), 5-25.

adz-Dzaky, M. H. (2001). Psikoterapi dan Konseling Islam . Jogjakarta: Fajar Pustaka Baru.

Munandar, S.C.U. (ed.). (2001). Mengembangkan Kreativitas: Pengalaman Hidup Sepuluh Tokoh Kreativitas Indonesia . Jakarta: Pustaka Populer OBOR.

Nashori, H.F. (2002). Mengembangkan Kreativitas dalam Perspektif Psikologi Islami . Jogjakarta: Menara Kudus.

Tim Revisi Terjamah Al-Qur’an Depag RI. (1989). Al-Qur’an dan Terjemahannya . Jakarta: Depag RI & Penerbit CV Jaya Sakti.

Quthb, Sayyid. (2000). Tafsir Fi Zhilalil Qur’an: Di Bawah Naungan Al-Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press.

Penulis:

fuad
Fuad Nashori  adalah salah seorang pelopor dan ahli di bidang Psikologi Islami, sehari-hari beliau menjabat sebagai Ketua Umum PP Asosiasi Psikologi Islami Indonesia dan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, (UII) Yogyakarta. Fuad Nashori adalah penulis tetap untuk rubrik Psikologi Islami di website ini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

Developmental Milestones: Usia 3 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 3 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menangis ketika mengompol Mendekut bila merasa nyaman Tingkah laku Tersenyum bila ada orang…

Fatal-Flaws

09 Sep 2013 pikirdong

Selama masa pacaran atau pendekatan dilakukan, banyak pasangan sebenarnya telah menangkap tanda-tanda “ketidakberesan” perilaku pada…

Euthanasia

04 Sep 2015 Sayed Muhammad

Eutanasia (euthanasia) merupakan suatu cara atau tindakan mengakhiri hidup yang dilakukan pada orang sakit atau…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

Peran Keluarga terhadap Keselamatan Anak Saat Terjadi Bencana

08 Sep 2013 Fuad Nashori

Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terhadap bencana (tsunami, gempa, banjir, longsor, penculikan,…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Dyslexia

03 Sep 2013 pikirdong

Membaca dengan lancar bagi seseorang mungkin sangat mudah setelah melalui proses belajar dari sejak kecil,…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Pedofillia – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Hal yang paling meresahkan dunia saat ini adalah meningkatnya kasus pedofillia secara merata di seluruh…

Social Phobia

08 Sep 2013 pikirdong

Sosial fobia (social phobia) atau dikenal juga dengan istilah social anxiety disorder (SAD) merupakan gangguan…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014