Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Menjadi Pribadi Transformatif

Seorang penggembala yatim piatu keturunan agung suku Quraisy itu memang lebih suka menyendiri, memilih untuk lebih banyak merenung dan berkhalwat di tengah-tengah kegiatannya menggembalakan kambing. Bertafakur, memikirkan tentang alam semesta dan isinya, di tengah teduhnya oase sahara, di keheningan nafas malam di bawah naungan taburan bintang-bintang langit Makkah.

feri

 Merenung - Photo contributed by Sangaji © 2013

Mencoba memahami hakikat penciptaan alam raya, melalui bahasa transedental dengan dimensi sosial sebagai ukuran nya. Berangkat dari lanskap gurun pasir dan stepa di barat daya semenanjung saudi arabia hingga sepertiga kawasan dunia, Muhammad SAW membawa arus perubahan besar bagi peradaban manusia. Beserta para pengikut nya (dimana Muhammad seringkali menyebut sebagai sahabatnya), Muhammad SAW tidak saja menjadi pembawa risalah terakhir Illahi, ia juga menjelma menjadi pemimpin politik yang bersahaja, jendral besar ahli strategi yang beretika, hingga seorang sahabat dekat bagi pengikutnya.  Melintasi ruang dan waktu, dari Makkah hingga ke benua Eropa dan dunia, menyusuri Granada dan Alhambra di barat, bergerak ke utara melalui konstantinopel hingga khurasan, lalu ke wilayah selatan, menapak jalur sutra di pusat peradaban negeri cina, mengarungi samudera hindia, hingga kepulauan rumpun melayu di ujung barat kepulauan nusantara. Pribadi-pribadi berjiwa besar para pemimpin perubahan yang dilandasi keimanan bermunculan.

Dari Shalahudin Al-ayubi “Malik An naser” sang penakluk Yarussalem yang berasal dari irak, sampai ke pedalaman kepulauan Belitong, Harfan Efendy Noor, kepala sekolah SD Muhammadiyah Gantong dalam cerita Laskar Pelangi, adalah sedikit contoh para pribadi transformatif.

Mengapa Muhammad SAW dapat melakukan perubahan sedemikian besar nya di tengah jahil nya sikap dan perilaku masyarakat arab pada waktu itu? Mengapa Shalahuddin Al Ayubbi dapat menggerakkan pasukan nya dengan semangat kemanusiaan, yang berperang demi kesucian bukan nafsu menaklukan?

Mengapa Pak Harfan dapat menggerakan dan menginspirasi bu Muslimah dan anak-anak didiknya untuk terus berprestasi dan bertahan walau dalam kondisi serba kesulitan dan keterbatasan?

Salah satu jawabannya adalah mungkin kepribadian tangguh yang selalu berorientasi pada masa depan, konsisten, peduli, dan dilandasi hati yang tulus. Sebagian sifat-sifat kepribadian tersebut melekat pada salah satu paradigma model kepemimpinan yang banyak dibahas dalam 25 tahun terakhir, yaitu gaya kepemimpinan transformasional. Istilah pemimpin transformatif diperkenalkan pertama kali oleh James Burns (1978) dalam ranah sosial dan politik, namun pada perkembangannya istilah ini justru lebih banyak dibicarakan dalam diskusi-diskusi di meja para mahasiswa manajemen dan psikologi, juga ditemukan di lembaran-lembaran literatur cabang ilmu psikologi industri dan manajemen sumber daya manusia.

Pada dasarnya terdapat empat dimensi yang melekat pada diri seorang pemimpin transformasional, yaitu: Karisma, Inspirasi, Kesadaran individu, dan Stimulasi intelektual. Karisma adalah terminologi yang menggambarkan aura kewibawaan dan kesan menawan yang dihadirkan seseorang melalui sikap, perilaku dan penampilan nya. Namun, aspek karisma dalam konteks kepemimpinan lebih bermuara pada kemampuan pemimpin untuk menjadi tauladan atau role models , menghadirkan pemahaman bersama terhadap visi yang ingin dicapai, dan mampu menanamkan kebanggaan serta kepercayaan diri pada relung hati setiap pengikut nya terhadap apa yang dilakukannya. Inspirasi diterjemahkan sebagai kemampuan dalam memberi inspirasi dan menstimulus pengikut nya untuk tertantang dan antusias dalam menghadapi tantangan dan perubahan.

Konsiderasi pribadi terdiri atas sikap dan perilaku yang berkiblat pada rasa hormat dan saling menghargai setiap pendapat dan pribadi dengan berfokus pada potensi atau kelebihan yang dimiliki. Pada akhirnya, seorang pemimpin yang selalu memiliki sudut pandang baru dan inovatif dalam menghadapi masalah, serta mampu meng-artikulasikan ide-ide baru dan inovatif tersebut kepada para pengikutnya, sehingga membuat para pengikutnya tidak takut untuk mencoba hal-hal baru, berpikir terbuka, dan memandang kegagalan sebagai media pembelajaran, adalah pemimpin yang dikatakan bisa menunjukan aspek stimulasi intelektual.

Pertanyaannya kemudian adalah, apakah mungkin dimensi-dimensi tersebut juga dapat muncul pada setiap diri kita? Apakah dimensi-dimensi tersebut hanya berlaku pada diri seorang pemimpin yang memiliki anak buah atau pengikut di dalam setting institusi atau organisasi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya akan bermuara pada satu pertanyaan, yaitu, apakah setiap diri kita adalah pemimipin? Jawabannya adalah tentu saja iya, bukankah Allah katakan dengan jelas di dalam kitab-Nya, bahwa manusia diberikan amanah dan tanggung jawab sebagai duta Tuhan pemegang kekuasaan di atas bumi, manusia diserahi tugas memimpin dirinya untuk memakmurkan bumi dan segala isinya (Khalifah). Bumi beserta isinya diserahkan sebagai amanah bagi manusia untuk beribadah dan mengabdi pada kebesaran Allah SWT.

Setiap pemimpin adalah pribadi yang melekat pada dirinya tanggung jawab dan kekuasaan untuk mengarahkan dan mengambil keputusan. Tanggung jawab seorang ayah untuk memimpin keluarganya, tanggung jawab seorang ibu terhadap anak-anaknya, tanggung jawab seorang guru terhadap anak-anak didiknya, dan tanggung jawab setiap diri kita terhadap semua sikap dan perilaku kita. Manusia adalah entitas unik yang terangkai di dalamnya miliyaran sel yang saling berkorelasi dan bekerja secara multi tasking , yang didalamnya ter- install sekaligus masalah dan solusinya, persoalan dan jawabannya, kesulitan dan kekuatan untuk melaluinya, kekurangan dan potensinya, serta kelemahan dan kekuatannya.

Dimensi kepemimpinan transformasional tidak hanya dapat dianalisa dan diidentifikasi dalam sudut penglihatan ilmu kepemimpinan secara holistik, namun ia juga mampu ditelaah secara mikro pada diri setiap pribadi, yang ter manifestasi dalam setiap sikap dan perilaku nya. Dimensi-dimensi transformasional mampu muncul pada setiap individu, dimana dan bagiamana pun ia hidup dan berperan. Nilai-nilai karismatik, Inspiratif, Kesadaran pada setiap kelebihan individu, dan Stimulus intelektual dapat merekah pada diri setiap individu yang yakin dan percaya bahwa setiap pribadi adalah Khalifah Tuhan di muka bumi, pemimpin besar bagi kerajaan hati nya, yang bertanggung jawab pada setiap sikap dan perilakunya terhadap kemakmuran sekitarnya.

Karisma yaitu derajat dimana sikap dan perilaku seseorang dapat dijadikan teladan, manusia dapat menjadi contoh ideal bagi dirinya dalam waktu tertentu tentang bagaimana harusnya ia bersikap, yang membuatnya berwibawa dan dihormati. Seseorang dengan karisma akan memiliki keyakinan dan prinsip nilai yang jelas dan mampu meng aplikasikannya dalam setiap perbuatnnya, dan hal tersebutlah yang membuatnya dikenali, dihormati, dan diikuti.

Inspiratif, yaitu derajat dimana seseorang dapat meng-artikulasikan visi yang dimilikinya dalam bentuk perilaku konkrit dan mampu menjadi inspirasi buat orang sekitar nya. Seseorang yang memiliki dorongan untuk selalu memberi insipirasi untuk orang disekitarnya akan selalu merasa tertantang untuk dapat melakukan amanah nya sebaik mungkin, optimis, dan selalu dapat menemukan makna di balik setiap tugas yang diberikan padanya.

Stimulasi intelektual adalah derajat dimana seseorang berani untuk berpikir kritis, berani mengambil resiko dan tidak anti terhadap perubahan, bahkan mendambakan nya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses menjadi manusia yang lebih baik.

Perhatian terhadap setiap individu yaitu derajat dimana seseorang peka terhadap kebutuhan orang lain dan perubahan kondisi di sekitarnya. Ia mampu menjadi mentor bagi dirinya dan orang lain, sekaligus ia juga mampu menjadi murid dan pendengar yang baik. Berfokus pada sisi positif, menghormati dan tidak memandang remeh orang lain.

Pada akhirnya, pribadi transformatif tidak dilahirkan begitu saja dari keturunan secara genetis, ia dicari dan ditemukan, dilatih dan dikembangkan. Nilai-nilai itu bersemayam dalam setiap pribadi manusia, yang sadar akan hakikat dirinya diciptakan untuk memakmurkan bumi, sebagai khalifah dunia, representasi nama-nama Agung milikNya. Semoga

Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?. Sedikit sekali (Nikmat Allah) yang kamu ingat.

Penulis:


maulanaHerdiyan Maulana S.Psi. M.Si
Staf Pengajar Jurusan Psikologi
Universitas Negeri Jakarta

Bila Anda bermaksud mengenal Beliau secara lebih mendalam dapat mengunjung blognya secara langsung; herdiyanmaulana.blogspot.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Post Traumatic Stress Disorder

08 Sep 2013 pikirdong

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga…

Beberapa Jalan Menetaskan Ide-ide Kreatif Perspektif Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini akan menunjukkan proses-proses terjadinya kreativitas dalam perspektif Psikologi Islami. Perspektif psikologi Islami mempercayai…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Menjadi Diri Anda Sendiri

16 Mar 2007 Sayed Muhammad

Tulisan artikel ini dimulai ketika secara tidak sengaja saya menemukan tulisan Guru Bahasa Inggris ketika…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Agenda Sosial Pikirdong

03 Sep 2013 pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi…

Veyourisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Voyeurisms atau veyourisme merupakan perilaku penyimpangan seksual dengan cara mengintip orang lain yang sedang mengganti…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Schizotypal Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizotipal (schizotypal personality disorder) adalah suatu kondisi gangguan serius dimana individu hampir tidak…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014