TwitterFacebookGoogle+

Menjadi Pribadi Transformatif

Seorang penggembala yatim piatu keturunan agung suku Quraisy itu memang lebih suka menyendiri, memilih untuk lebih banyak merenung dan berkhalwat di tengah-tengah kegiatannya menggembalakan kambing. Bertafakur, memikirkan tentang alam semesta dan isinya, di tengah teduhnya oase sahara, di keheningan nafas malam di bawah naungan taburan bintang-bintang langit Makkah.

feri

 Merenung - Photo contributed by Sangaji © 2013

Mencoba memahami hakikat penciptaan alam raya, melalui bahasa transedental dengan dimensi sosial sebagai ukuran nya. Berangkat dari lanskap gurun pasir dan stepa di barat daya semenanjung saudi arabia hingga sepertiga kawasan dunia, Muhammad SAW membawa arus perubahan besar bagi peradaban manusia. Beserta para pengikut nya (dimana Muhammad seringkali menyebut sebagai sahabatnya), Muhammad SAW tidak saja menjadi pembawa risalah terakhir Illahi, ia juga menjelma menjadi pemimpin politik yang bersahaja, jendral besar ahli strategi yang beretika, hingga seorang sahabat dekat bagi pengikutnya.  Melintasi ruang dan waktu, dari Makkah hingga ke benua Eropa dan dunia, menyusuri Granada dan Alhambra di barat, bergerak ke utara melalui konstantinopel hingga khurasan, lalu ke wilayah selatan, menapak jalur sutra di pusat peradaban negeri cina, mengarungi samudera hindia, hingga kepulauan rumpun melayu di ujung barat kepulauan nusantara. Pribadi-pribadi berjiwa besar para pemimpin perubahan yang dilandasi keimanan bermunculan.

Dari Shalahudin Al-ayubi “Malik An naser” sang penakluk Yarussalem yang berasal dari irak, sampai ke pedalaman kepulauan Belitong, Harfan Efendy Noor, kepala sekolah SD Muhammadiyah Gantong dalam cerita Laskar Pelangi, adalah sedikit contoh para pribadi transformatif.

Mengapa Muhammad SAW dapat melakukan perubahan sedemikian besar nya di tengah jahil nya sikap dan perilaku masyarakat arab pada waktu itu? Mengapa Shalahuddin Al Ayubbi dapat menggerakkan pasukan nya dengan semangat kemanusiaan, yang berperang demi kesucian bukan nafsu menaklukan?

Mengapa Pak Harfan dapat menggerakan dan menginspirasi bu Muslimah dan anak-anak didiknya untuk terus berprestasi dan bertahan walau dalam kondisi serba kesulitan dan keterbatasan?

Salah satu jawabannya adalah mungkin kepribadian tangguh yang selalu berorientasi pada masa depan, konsisten, peduli, dan dilandasi hati yang tulus. Sebagian sifat-sifat kepribadian tersebut melekat pada salah satu paradigma model kepemimpinan yang banyak dibahas dalam 25 tahun terakhir, yaitu gaya kepemimpinan transformasional. Istilah pemimpin transformatif diperkenalkan pertama kali oleh James Burns (1978) dalam ranah sosial dan politik, namun pada perkembangannya istilah ini justru lebih banyak dibicarakan dalam diskusi-diskusi di meja para mahasiswa manajemen dan psikologi, juga ditemukan di lembaran-lembaran literatur cabang ilmu psikologi industri dan manajemen sumber daya manusia.

Pada dasarnya terdapat empat dimensi yang melekat pada diri seorang pemimpin transformasional, yaitu: Karisma, Inspirasi, Kesadaran individu, dan Stimulasi intelektual. Karisma adalah terminologi yang menggambarkan aura kewibawaan dan kesan menawan yang dihadirkan seseorang melalui sikap, perilaku dan penampilan nya. Namun, aspek karisma dalam konteks kepemimpinan lebih bermuara pada kemampuan pemimpin untuk menjadi tauladan atau role models , menghadirkan pemahaman bersama terhadap visi yang ingin dicapai, dan mampu menanamkan kebanggaan serta kepercayaan diri pada relung hati setiap pengikut nya terhadap apa yang dilakukannya. Inspirasi diterjemahkan sebagai kemampuan dalam memberi inspirasi dan menstimulus pengikut nya untuk tertantang dan antusias dalam menghadapi tantangan dan perubahan.

Konsiderasi pribadi terdiri atas sikap dan perilaku yang berkiblat pada rasa hormat dan saling menghargai setiap pendapat dan pribadi dengan berfokus pada potensi atau kelebihan yang dimiliki. Pada akhirnya, seorang pemimpin yang selalu memiliki sudut pandang baru dan inovatif dalam menghadapi masalah, serta mampu meng-artikulasikan ide-ide baru dan inovatif tersebut kepada para pengikutnya, sehingga membuat para pengikutnya tidak takut untuk mencoba hal-hal baru, berpikir terbuka, dan memandang kegagalan sebagai media pembelajaran, adalah pemimpin yang dikatakan bisa menunjukan aspek stimulasi intelektual.

Pertanyaannya kemudian adalah, apakah mungkin dimensi-dimensi tersebut juga dapat muncul pada setiap diri kita? Apakah dimensi-dimensi tersebut hanya berlaku pada diri seorang pemimpin yang memiliki anak buah atau pengikut di dalam setting institusi atau organisasi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya akan bermuara pada satu pertanyaan, yaitu, apakah setiap diri kita adalah pemimipin? Jawabannya adalah tentu saja iya, bukankah Allah katakan dengan jelas di dalam kitab-Nya, bahwa manusia diberikan amanah dan tanggung jawab sebagai duta Tuhan pemegang kekuasaan di atas bumi, manusia diserahi tugas memimpin dirinya untuk memakmurkan bumi dan segala isinya (Khalifah). Bumi beserta isinya diserahkan sebagai amanah bagi manusia untuk beribadah dan mengabdi pada kebesaran Allah SWT.

Setiap pemimpin adalah pribadi yang melekat pada dirinya tanggung jawab dan kekuasaan untuk mengarahkan dan mengambil keputusan. Tanggung jawab seorang ayah untuk memimpin keluarganya, tanggung jawab seorang ibu terhadap anak-anaknya, tanggung jawab seorang guru terhadap anak-anak didiknya, dan tanggung jawab setiap diri kita terhadap semua sikap dan perilaku kita. Manusia adalah entitas unik yang terangkai di dalamnya miliyaran sel yang saling berkorelasi dan bekerja secara multi tasking , yang didalamnya ter- install sekaligus masalah dan solusinya, persoalan dan jawabannya, kesulitan dan kekuatan untuk melaluinya, kekurangan dan potensinya, serta kelemahan dan kekuatannya.

Dimensi kepemimpinan transformasional tidak hanya dapat dianalisa dan diidentifikasi dalam sudut penglihatan ilmu kepemimpinan secara holistik, namun ia juga mampu ditelaah secara mikro pada diri setiap pribadi, yang ter manifestasi dalam setiap sikap dan perilaku nya. Dimensi-dimensi transformasional mampu muncul pada setiap individu, dimana dan bagiamana pun ia hidup dan berperan. Nilai-nilai karismatik, Inspiratif, Kesadaran pada setiap kelebihan individu, dan Stimulus intelektual dapat merekah pada diri setiap individu yang yakin dan percaya bahwa setiap pribadi adalah Khalifah Tuhan di muka bumi, pemimpin besar bagi kerajaan hati nya, yang bertanggung jawab pada setiap sikap dan perilakunya terhadap kemakmuran sekitarnya.

Karisma yaitu derajat dimana sikap dan perilaku seseorang dapat dijadikan teladan, manusia dapat menjadi contoh ideal bagi dirinya dalam waktu tertentu tentang bagaimana harusnya ia bersikap, yang membuatnya berwibawa dan dihormati. Seseorang dengan karisma akan memiliki keyakinan dan prinsip nilai yang jelas dan mampu meng aplikasikannya dalam setiap perbuatnnya, dan hal tersebutlah yang membuatnya dikenali, dihormati, dan diikuti.

Inspiratif, yaitu derajat dimana seseorang dapat meng-artikulasikan visi yang dimilikinya dalam bentuk perilaku konkrit dan mampu menjadi inspirasi buat orang sekitar nya. Seseorang yang memiliki dorongan untuk selalu memberi insipirasi untuk orang disekitarnya akan selalu merasa tertantang untuk dapat melakukan amanah nya sebaik mungkin, optimis, dan selalu dapat menemukan makna di balik setiap tugas yang diberikan padanya.

Stimulasi intelektual adalah derajat dimana seseorang berani untuk berpikir kritis, berani mengambil resiko dan tidak anti terhadap perubahan, bahkan mendambakan nya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses menjadi manusia yang lebih baik.

Perhatian terhadap setiap individu yaitu derajat dimana seseorang peka terhadap kebutuhan orang lain dan perubahan kondisi di sekitarnya. Ia mampu menjadi mentor bagi dirinya dan orang lain, sekaligus ia juga mampu menjadi murid dan pendengar yang baik. Berfokus pada sisi positif, menghormati dan tidak memandang remeh orang lain.

Pada akhirnya, pribadi transformatif tidak dilahirkan begitu saja dari keturunan secara genetis, ia dicari dan ditemukan, dilatih dan dikembangkan. Nilai-nilai itu bersemayam dalam setiap pribadi manusia, yang sadar akan hakikat dirinya diciptakan untuk memakmurkan bumi, sebagai khalifah dunia, representasi nama-nama Agung milikNya. Semoga

Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?. Sedikit sekali (Nikmat Allah) yang kamu ingat.

Penulis:


maulanaHerdiyan Maulana S.Psi. M.Si
Staf Pengajar Jurusan Psikologi
Universitas Negeri Jakarta

Bila Anda bermaksud mengenal Beliau secara lebih mendalam dapat mengunjung blognya secara langsung; herdiyanmaulana.blogspot.com

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Menghentikan Ketergantungan pada Alkohol

12 Sep 2013 pikirdong

Beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada alkohol:    Hanya diri Anda…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah…

Paranoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian paranoid (paranoid personality disorder; PPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu tidak dapat…

Menghargai Kesalahan Siswa

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak tidak pernah memberi jawaban yang salah… mereka hanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Tugas kita…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Mencapai Puncak Prestasi dengan Meningkatkan Kualitas Tidur dan…

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam sejarah peradaban Islam dan peradaban Barat ada orang yang sangat brilian. Mereka adalah Ibnu…

Putus atau Mempertahankan Cintanya?

09 Sep 2013 pikirdong

Punya pacar berarti kamu harus siap-siap untuk memikirkan hal-hal kedepan menyangkut hubungan kalian berdua. Banyak…

ADHD Pada Orang Dewasa

05 Sep 2013 pikirdong

ADHD tidak saja mengidap pada anak-anak, sebagian besar gangguan tersebut tetap dibawa sampai dewasa. Secara…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

15 Oct 2015 Sayed Muhammad

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014