TwitterFacebookGoogle+

Menopause

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya terjadi pada usia 45-55 tahun) merupakan masa akhir dari reproduksi, dan berakhirnya masa menstruasi. Bila kemunculan menopause yang lebih awal yakni sekitar usia dibawah 40 tahun, kejadian ini disebut dengan kondisi klimakterium prekoks. Kemungkinan terjadi diakibatkan oleh kekurangan hormon estrogen.

Perubahan hormon yang diakibatkan oleh menopause dapat dilihat secara langsung akan tetapi terjadinya perubahan-perubahan emosional juga ikut menyertai dalam masa transisi terjadinya menopause. Tidak perlu ditakutkan atau dikhawatirkan secara berlebihan, perubahan tersebut hanya bersifat sementara, seperti munculnya gangguan tidur, kehilangan tenaga (energi) dan kemunculan perasaan sedih seperti “kehilangan sesuatu”.

Menopause tidak memunculkan gejala rasa sakit yang parah (pada wanita tertentu), akan tetapi individu menjelang kedatangan menopause dapat melakukan beberapa cara untuk dapat menunda kedatangan menopause seperti dengan treatmen hormon, psikoterapi, balneoterapi (terapi dengan diet), atau pengobatan dengan farmokologi. Perlu diingat bahwa individu hanya dapat menunda proses alam ini namun tidak dapat mengobati menopause-nya.

 Gejala Utama

Tanda-tanda kemunculan menopause ditandai dengan beberapa gejala utama;

– Siklus menstruasi mulai tidak teratur.

– Penurunan tingkat kesuburan

– Vagina mulai kering

– Kesulitan tidur

– Perubahan mood

– Pembesaran bagian perut bawah

– Rambut semakin menipis disertai kerontokan pada rambut

– Pengecilan atau payudara kehilangan bobotnya

– Penurunan dorongan seksual

– Pengeringan pada kulit (keriput)

Tahap dalam menopause

Tahap dalam menopause

1) Pramenopause (Perimenopause)
Merupakan awal dari kemunculan menopause. Pada masa ini menstruasi masih berlangsung, hormon mulai menurun, pendarahan tidak teratur dapat berupa oligomenore, polimenore atau hipermonore. Masa ini berlangsung sekitar 4-5 tahun. Kehamilan dapat terjadi pada 12 bulan sebelum benar-benar dapat dipastikan menopause tiba.

2) Menopause
Pada tahap ini menstruasi masih berlangsung, sel telur masih diproduksi dari ovarium hanya saja tidak teratur dan tidak dapat diprediksi. Tingkat kesuburan menurun, namun masih ada kemungkinan terjadinya kehamilan walau kemungkinannya sangat kecil.

3) Postmenopause
Postmenopause terjadi setelah 1 tahun periode menopause. Ovarium sangat sedikit memproduksi hormon estrogen dan bahkan tidak memproduksi progesteron atau sel telur samasekali.

Beberapa kondisi yang dapat memunculkan menopause lebih awal.

1) Histerektomi Pengangkatan uterus tanpa diiringi dengan pengangkatan ovarium tidak memunculkan menopause karena ovarium masih menghasilkan sel telur, estrogen dan progesteron, ―kecuali pada operasi histerektomi total dan oophorectomy bilateral.

2) Kemoterapi Pada treatment kanker dengan menggunakan kemoterapi lebih dari 6 bulan

3) Kegagalan pada Ovarium Sangat jarang terjadi kegagalan ovarium dalam memproduksi sel telur dibawah usia 40 tahun. Namun tidak menampik kemungkinan akan terjadinya kegagalan (kerusakan) pada ovarium, diperkirakan 1% wanita mengalaminya yang kemungkinannya disebabkan oleh kelainan genetik.

Screening   
Beberapa cara mengetahui seseorang telah memasuki perimenopause dapat dengan;

– Usia individu dan beberapa gejala umum yang tampak

– Test darah dan urine untuk mengetahui Estradiol, FSH dan LH, disamping itu test ini juga untuk membedakan gejala hypothyroidism

– Pelvic Exam untuk mengetahui perubahan-perubahan lapisan dalam vagina yang disebabkan oleh perubahan level estrogen

– Foto tulang lumbal atau bone density test untuk mengetahui kepadatan tulang dan kemungkinan adanya gejala osteoporosis.

– Sitologi (pap smear)

– Biopsi endometrium

Dampak Menopause secara medis

1) Gangguan kardiovaskular Kekurangan kadar estrogen dapat meningkatkan kemungkinan pada gangguan darah dan jantung

2) Osteoporosis Dibutuhkan sekitar 1200-1500 mg jumlah kalsium setiap harinya disamping itu juga dibutuhkan vitamin D

3) Gangguan pada saluran urin Elastisitas uretra menjadi berkurang, pada saat tertentu wanita yang mengalami menopause mudah merasa sesak kencing atau bahkan kencing tiba-tiba tanpa dapat dikontrol pada saat tertawa, terbatuk atau mengangkat sesuatu yang berat.

4) Peningkatan berat badan Pada masa transisi menopause banyak wanita mengalami penambahan berat badan secara berlebihan.

Treatment

Menopause merupakan proses biologis yang dialami wanita, masa transisi ini merupakan hal yang normal dan tidak perlu ditakuti. Pada wanita tertentu proses ini tidak memberikan dampak apa-apa, akan tetapi menjelang menopause beberapa diantara treatment khusus ―agar masa transisi tersebut tidak semakin memburuk dari simtom-simtom yang muncul mungkin perlu dilakukan. Diskusikanlah perihal ini kepada dokter yang berkompeten dibidangnya.

Beberapa treatment menopause yang bisa dilakukan adalah;

1) Terapi Hormonal
Pada masa terapi (4-5 tahun) ini diawali dengan pemberian hormon estrogen rendah (estriol) yang juga diimbangi dengan pemberian progesteron. Perlu di ingat bahwa pada terapi ini membutuhkan pengawasan yang ketat selama 6-12 bulan agar beberapa efek samping dapat diatasi;

Catatan.   Dalam beberapa tahun terakhir hormone replacement therapy (HRT) yang digunakan dalam treatment simtom menopause, oleh beberapa ahli beranggapan tidak hanya efektif dalam mengurangi simtom menopause tetapi juga mengurangi rapuh tulang (osteoporosis). Beberapa dampak berkelanjutan dari HRT diketemukan dibelakang hari, HRT tidak menjadi rekomendasi para dokter sekarang ini. Beberapa dampak efek serius lebih nyata dibandingkan mengurangi simtom menopause itu sendiri; kanker payudara, kerusakan hati, stroke dan diabetes melitus.

Beberapa dampak langsung penggunaan HRT;  – Pendarahan – Mual – Sakit kepala – Nyeri pada payudara – Peningkatan berat badan

Bila HRT menjadi pilihan, maka beberapa pertimbangan dilakukan;

  •  Dilakukan sitologi (pap smear) secara rutin untuk mendeteksi kelainan secara dini
  •  Menggunakan estrogen dengan dosis yang rendah
  •  Secara teratur melakukan olahraga dan mammograms   Selective estrogen receptor modulators (SERMs). SERMs merupakan beberapa jenis obat-obatan seperti raloxifene (Evista) merupakan jenis estrogen yang bermanfaat terhadap pengaruh osteoporosis pada wanita menjelang postmenopause

2) Psikofarmakologi
Penggunaan obat psikofarmakologi menggunakan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) berupa jenis antidepressant seperti venlafaxine (Effexor), fluoxetine (Prozac, Sarafem), paroxetine (Paxil, dan lainnya),  citalopram (Celexa) dan sertraline (Zoloft) dalam dosis kecil dapat mengurangi dampak sindrom menopause.

3) Beberapa obat medis lainnya.
Beberapa obat-obatan lainnya seperti clonidine (untuk mengurangi tekanan darah tinggi), gabapentin (Neurontin), bisphosphonates (misal alendronate (Fosamax), risedronate (Actonel) dan ibandronate (Boniva) yang mempunyai pengaruh terhadap pembentukan tulang pada osteoporosis) dan dengan penggunaan vaginal estrogen dalam bentuk pil atau krim.

Mencegah Sindrom Menopause

Pengobatan dari dampak menopause membutuhkan biaya besar dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Beberapa treatment pada postmenopause membutuhkan waktu hampir 30-40 tahun, tentunya akan membutuhkan biaya besar untuk itu.

1) Jangan merokok

2) Hindari kopi, alkohol dan makanan pedas

3) Pemenuhan makanan atau minuman kalsium (1200-1500 mg setiap harinya)

4) Vitamin D cukup (800mg)

5) Kontrol tekanan darah, kolesterol dan beberapa penyebab yang dapat menimbulkan penyakit hati

6) Makan makanan rendah lemak dan kacang-kacangan (kedelai, kacang buncis, dan jenis polongan lainnya)

7) Teknik  relaksasi  berupa yoga, tai chi, atau meditasi

8) Aktivitas seksual tetap dilakukan

9) Gunakan air hangat untuk membasuh vagina setelah melakukan hubungan seksual

10) Senam untuk menguatkan otot vagina (kegel)

11) Usahakan tidur yang cukup

12) Olahraga teratur minimal 30 menit dalam sehari

13) Medical check-up secara teratur. Usahakan pemeriksaan kesehatan secara rutin berupa pap-test, mammogram , tes kolesterol dan triglyceride , dan screening lainnya.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

19 Dec 2016 pikirdong

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 Laily Hidayati

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

Developmental Milestones: Usia 24 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 24 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Mulai merangkai kata-kata Tingkah laku Senang dipuji bila selesai menyelesaikan tugasnya Pekerjaan menyangkut…

Menghindar Burnout di Tempat Kerja

08 Sep 2013 pikirdong

Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Masokisme Seksual – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Masokisme seksual merupakan gangguan fantasi seksual yang melibatkan dorongan-dorongan seksual dan perilaku nyata untuk dihina,…

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

23 May 2018 Irwan Nuryana Kurniawan

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya…

Terapi Gratis

24 Aug 2017 Sayed Muhammad

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

Memaafkan dan Meminta Maaf

13 Sep 2015 Fuad Nashori

Salah satu kekurangan manusia adalah suka berbuat salah dan dosa. Manusia membutuhkan cara untuk menutupi…

Schizoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizoid (schizoid personality disorder) merupakan suatu karakter yang sifatnya menetap dalam diri individu…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014