TwitterFacebookGoogle+

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal, intoleran. Lebih aman nge-share tulisannya Denny Siregar walau bahasanya acapkali kasar, kontroversial. Lebih baik follow Niluh Djelantik, biar dianggap cinta pada Republik. Enakan nge-share Abu Janda atau KataKita biar dianggap garda terdepan dalam membela bangsa yang ber-Bhinneka Tungga Ika.

Rasa takut itulah yang hingga saat ini masih meliputi banyak umat muslim. Ngakunya Islam, tapi ada rasa malu, sungkan dan yang lebih parahnya lagi TAKUT saat membawa ayat-ayat Qur’an dalam kehidupan berbangsa bernegara, takut dikatakan sebagai ‘bani micin’, takut disebut intoleran, takut dicap radikal.

Maka jadilah Qur’an hanya sebagai hiasan, pajangan di rak buku, sekedar menunjukkan bahwa si empunya beragama Islam. Namun, saat ada ustad yang menulis atau mengkaji kandungan yang terdapat dalam sebuah surat dalam Qur’an, ada rasa sungkan untuk meng-klik tombol share.

Bahaya ni ustad, pemikirannya intoleran, bisa merusak kerukunan antar ummat beragama!” Begitulah banyak dari kita berpendapat, padahal ustad tadi cuma mengupas ayat-ayat Qur’an, BUKAN perkataan setan.

Gejala takut itulah yang merusak iman. Saya dulu juga begitu, takut bukan main saat mau follow fanspage ustad Felix Siauw, berpikir dua kali saat mau meng-klik tombol follow. Takut bahwa kegiatan itu diketahui oleh rekan-rekan yang mengklaim diri sebagai kaum toleran. Lama perasaan takut itu bersemayam, hingga pada akhirnya tersadar, “saya ini muslim, tapi kok merasa begitu takutnya untuk nge-share ayat yang ada dalam Qur’an? Wah, sudah gak bener nih!” Begitulah diri berkata dalam hati, saya dulu ternyata muslim bermental tempe a.k.a penakut!

Ummat dilanda gejala permisif, begitulah yang terjadi, akui saja tak usah malu-malu, tanyakan sendiri dengan hatimu. Ayat-ayat Qur’an cuma kita jadikan bacaan layaknya mantra dukun. Sekedar diucapkan saat sholat tanpa mau berusaha untuk sedikit saja tahu akan artinya, apalagi “menyebarluaskannya”. Mulut komat-kamit membaca surat Al Ikhlas, cuma karena surat itulah yang paling pendek dan mudah dihafalkan. Apakah ummat tahu artinya? Paham maknanya?

Lutut bergegar saat mau nge-share surat Al Ikhlas di timeline facebook. “Ah, gak usah deh. Gak enak sama si Michael yang berlainan akidah, nanti dia tersinggung“.

Maka jadilah kita makin terseret dengan artikel dan opini bercita rasa toleran, namun secara kualitas sejatinya tak bisa disandingkan dengan ayat-ayat Qur’an. Cuma ya begitu, merasa lebih keren saja saat membagikan tulisan yang bernuansa pluralisme, berharap dapat stempel toleran dari rekan-rekan yang berlainan kepercayaan. Rasa malu dan takut itulah yang masih bersemayam di banyak hati orang-orang muslim.

Inilah jaman ketika firman Allah SWT dikalahkan oleh opini manusia yang mengklaim dirinya paling toleran. Inilah jaman saat ummat Islam malu, sungkan untuk menunjukkan identitas kitab sucinya sendiri. Inilah jaman ketika ummat takut dicap sok alim, sok suci, sok religius saat membawa-bawa Qur’an dalam kehidupannya sehari-hari.

Ah Ruby, kayak gue kagak tau aja siapa elu. Sok-sokan nulis ini itu, uda berasa seperti ustad. Munafik lu cuy!

Hmm… apakah cuma seorang Ustad yang boleh mengutip ayat-ayat Qur’an? Ketika ada makhluk bergelimang dosa yang mengutip ayat-ayat Allah, seketika dirinya akan dicap ‘munafik’.

Dari sinilah gejala ketakutan itu berawal, maka hingga saat ini banyak ummat Islam yang sungkan, takut, bahkan malu saat mau memposting ajaran Tuhannya sendiri. Jangan ngeles atau mencoba berkelit lagi dari hal ini, karena kentara dirimu masih diliputi rasa malu dengan agamamu sendiri.

Lebih baik baca tulisannya Ulil Absyar Abdalla si tokoh JIL, baca tulisannya Gunawan Mohamad, baca tulisannya Denny Siregar, baca KataKita atau tulisannya Permadi Arya saja kali ya, dibanding baca Qur’an yang isinya rasis, picik, intoleran, suka menyinggung keyakinan dan kepercayaan agama lain.

Well, hidup dengan pemahaman seperti itu, akhirnya membuat ummat Islam di Indonesia semakin asing dengan kitab sucinya sendiri.

Surat Al Ikhlas:

‎بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
‎قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾

Say: He is Allah, the One and Only; Allah, the Eternal, Absolute; He begetteth not, nor is He begotten; And there is none like unto Him.

Surat Al Ikhlas begitu singkat, namun ia menjadi rujukan umat Islam agar tak terseret dalam prilaku syirik. Jika sosmed sudah jamak dipergunakan sebagai ajang mem-publish kecantikan, kegantengan, harta benda, tulisan atau rasa keberpihakan, lalu mengapa tak menggunakannya untuk menyebarkan ayat-ayat Tuhan? Janganlah lagi kita merasa takut untuk memposting ayat-ayat Qur’an, sekedar berharap peroleh stempel toleran. (BZH)

Penulis :

Khairrubi adalah lulusan Lulusan Magister FISIP Universitas Airlangga.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Meredakan Amarah

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Alkisah, dalam sebuah peperangan, Ali bin Abi Thalib berhasil mengalahkan lawannya. Ali berhasil memukul pedang…

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta…

30 Aug 2017 pikirdong

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders…

Schizotypal Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizotipal (schizotypal personality disorder) adalah suatu kondisi gangguan serius dimana individu hampir tidak…

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perkawinan bukanlah suatu pengikat yang memberikan kebebasan untuk saling menyakiti pasangan hidupnya. Dengan adanya perkawinan…

Interaksi Guru Dalam Proses Belajar Siswa

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Saat Anda berdiri dalam kelas dan memulai bercerita kepada murid-murid Anda tentang mata pelajaran, tentunya…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

Gangguan Ereksi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan ereksi merupakan permasalahan yang menyangkut ketidakmampuan pria dalam melakukan intercourse. Gangguan dapat berupa gangguan…

Edisi Ibukota : Integritas & Solusi Cara

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Kita sudah mengetahui fenomena , pandangan dan pengertian dari integritas pada notes sebelumnya. Sekarang mari…

Kematangan Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Young (1950) dalam bukunya Emotion in Man and Animal memberi pengertian bahwa kemasakan emosi adalah…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Kado Terindah

09 Sep 2013 pikirdong

Kado dalam bentuk apapun pasti akan mendatangkan kebahagiaan baik bagi si penerima maupun pemberinya. Kado…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014