DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Narcissistic Personality Disorder

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya sebagai orang penting dan dikagumi oleh banyak orang sebagai bagian dari kebutuhannya. Penderita gangguan kepribadian narsisitik merasa dirinya lebih hebat dari orang lain (superioritas) dan sangat sulit menghargai perasaan orang lain.

Penderita gangguan kepribadian narsisitik terlihat seakan-akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan tetapi sebenarnya ia memiliki self esteem yang rendah, mereka sangat takut dikritik yang ditujukkan kepada dirinya.

Gangguan kepribadian narsisitik merupakan salah satu bentuk dari gangguan kepribadian dimana dalam suatu kondisi tertentu individu kesulitan dalam membina hubungan dengan orang lain atau lingkungan tempat tinggalnya.

Gangguan narsisistik muncul dalam pelbagai spektrum yang berbeda pada tiap-tiap individu, pada bentuk yang ekstrim gangguan ini disebut dengan narcissistic personality disorder atau gangguan kepribadian narsisistik (NPD), penderita gangguan NPD yakin bahwa ia sebagai orang terkenal, istimewa atau unik di kalangannya. Akibatnya, dengan ada kepercayaan tersebut, individu secara tidak disadari “berjaga” dan waspada secara berlebihan untuk memenuhi kebutuhannya itu (untuk dihargai, dijunjung, istimewa)

Individu dengan gangguan tersebut secara pasti akan ditolak oleh lingkungannya berada, dihina atau dikritik. Penderita NPD merasakan itu adalah sebagai ancaman terhadapnya dan bereaksi dengan cara-cara meremehkan, kasar atau balik membantah terhadap kritik yang dituju kepada dirinya. Banyak individu yang mengidap NPD kemudian melakukan penarikan diri terhadap lingkungan sosialnya

SIMTOM

Penderita gangguan kepribadian narsisitik berawal sejak usia dewasa awal dan nyata dalam pelbagai konteks dengan ciri; kebesaran diri, kebutuhan untuk dikagumi, fantasi tinggi, kurang mampu dalam berempati yang bersifat pervasif.
Diagnosa gangguan kepribadian narsisistik bila simtom-simtom yang ada dibawah ini terdapat setidaknya 5 ciri dalam diri individu;

1) Merasa dirinya lebih baik dari orang lain
2) Fantasi tinggi dalam hal kekuatan, sukses, atraktif, kecantikan, brillian (the cerebral narcissist) dan cinta ideal
3) Melebih-lebihan prestasi atau bakat yang dimiliki
4) Menyukai pujian atau rasa kagum dari orang lain sebagai suatu kebutuhan
5) Merasa dirinya sebagai orang penting (istimewa)
6) Sulit beradaptasi menyangkut emosi orang lain
7) Mengharapkan orang lain menggunakan ide dan rencananya
8) Rasa cemburu (iri) terhadap orang lain
9) Suka mengambil keuntungan dari orang lain
10) Merasa orang lain selalu iri dengan dirinya
11) Sombong dan menunjukkan dirinya arogan
12) Memiliki harga diri yang rendah
13) Kesulitan dalam menjaga sebuah hubungan persahabatan
14) Mudah kecewa dan terjebak dalam depresi
15) Fokus terhadap pikiran-pikirannya sendiri dan kesulitan menunjukkan emosi-emosinya

FAKTOR PENYEBAB

Penyebab utama dari gangguan kepribadian narsisitik ini tidak diketahui secara pasti. Beberapa individu yang diteliti menunjukkan bahwa gangguan kepribadian tersebut mempunyai hubungan yang erat kegagalan pada fase-fase (perkembangan) kanak-kanak seperti anak yang dimanja secara berlebihan, harapan atau tuntutan orangtua yang terlalu tinggi, penolakan dan kekerasan. Faktor penyebab lain diperkirakan dari faktor genetik atau psikobiologi yang berhubungan dengan fungsi otak, perilaku dan cara berpikir.

Beberapa kemungkinan lain sebagai faktor penyebab pada masa anak-anak;

1) Sensitifitas pada masa kelahiran
2) Ungkapan kasih sayang dari orangtua yang tidak dapat diduga (tidak tepat)
3) Kekerasan emosi pada masa kanak-kanak
4) Pujian yang berlebihan yang tidak seimbang dengan kenyataan
5) Ketidakseimbangan antara pujian dan hukuman yang diperoleh
6) Mencontoh dan belajar perilaku manipulatif pada orangtuanya
7) Berusaha mendapatkan pujian dari orang dewasa dengan perilaku tertentu
8) Selalu mengikuti orangtua dan penilaian berlebihan oleh orangtua

FAKTOR RESIKO

Bila gangguan kepribadian narsisistik tidak segera diobati, beberapa permasalahan yang dapat terjadi akibat gangguan kepribadian tersebut adalah;
> Penyalahgunaan alkohol
> Depresi
> Keinginan untuk bunuh diri
> Gangguan makan terutama anorexia nervosa
> Kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain
> Pelbagai permasalahan yng muncul di sekolah atau tempat kerja

TREATMENT

Treatment utama untuk penyembuhan gangguan kepribadian narsisistik berfokus pada psikoterapi, secara medis tidak ada jenis obat sepesifik untuk pengobatan gangguan ini. Dokter akan menangani gangguan-gangguan lain bila muncul pada individu secara terpisah dengan disertai simtom-simtom yang ada seperti kecemasan atau depresi.

Pengobatan penderita gangguan keperibadian narsisistik membutuhkan waktu yang sangat lama, penyembuhan cepat hanya difokuskan pada penyembuhan gangguan mood, pelatihan dan peningkatan harga diri. Dalam psikoterapi diharapkan individu dapat menerima dirinya sendiri dan cara pandang terhadap dirinya sesuai dengan realitas (a realistic self-image), disamping itu juga diharapkan individu dapat menyesuaikan diri dan menjalin hubungan dan menghargai orang lain (intimacy), mengerti mengenai perasaan-perasaan dalam diri dan orang lain.

Beberapa terapi yang digunakan;

1) Cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran negatif dan mengembalikannya secara positif
2) Family therapy, dalam terapi ini anggota keluarga dilibatkan secara keseluruhan dalam setiap sessi terapi. Setiap anggota keluarga dilatih untuk mengungkapkan masalah, komunikasi dan pemecahan masalah untuk membantu individu dalam menjalin hubungan intra dan interpersonal.
3) Group therapy, individu berkumpul dengan sekelompok orang yang mempunyai permasalahan yang sama, dalam terapi ini dilatih untuk saling mendengarkan orang lain, belajar mengenal perasaan sendiri dan saling memberi dukung terhadap anggota yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Enaknya Duduk di Barisan Depan Kelas!

08 Sep 2013 pikirdong

Duduk di barisan paling depan kelas memang rada seram, perasaan was-was selalu kebayang karena selalu…

Insomnia

08 Sep 2013 pikirdong

Insomnia adalah gangguan tidur dimana individu tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur atau sering…

Mengejar Kebahagiaan

09 Sep 2013 Ardiman Adami

Bilamana Anda merasa bahagia? Apakah ketika Anda meraih kesuksesan, kekayaan, atau kesenangan? Tentu saja Anda…

Dampak Penyalahgunaan Narkoba

12 Sep 2013 pikirdong

Beberapa dampak penyalahgunaan narkoba; Dampak biofisiologis 1. Penyebaran HIV, Hepatitis dan beberapa penyakit menular Lainnya  Penyalahgunaan narkoba…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

Penyakit Hati: Tanda, Sebab, Upaya Penyembuhan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Islam, suci dan kotornya hati memiliki arti yang sangat penting. Hati yang suci dan…

Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Emosi adalah gejolak yang ada pada organisme yang disertai oleh respon terhadap suatu rangsang, di…

Paranoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian paranoid (paranoid personality disorder; PPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu tidak dapat…

Tips Menghadapi Gempa Bumi

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi…

Memaafkan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ragam dan kedalaman pengalaman buruk antara manusia satu dengan yang lain berbeda-beda. Pada sebagian orang,…

Kitab Suci Sebagai Sumber Pengembangan Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Selalu ditemukan dalam komunitas apapun orang-orang yang menganjurkan kebenaran yang berasal dari Tuhan. Mereka berupaya…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014