TwitterFacebookGoogle+

Obsessive Compulsive Personality Disorder

Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Personality Disorder; OCPD) adalah suatu kondisi karakter dengan gangguan kronis pada perhatian, keteraturan dan kontrol diri. Dinyatakan sebagai gangguan bila perilaku-perilaku tersebut bersifat menetap dan mengganggu.

Obsessive compulsive personality disorder (OCPD) atau sering disebut juga dengan gangguan kepribadian anankastik merupakan gangguan psikologis menyeluruh, perfeksionis, kaku dan disiplin keras terhadap aturan, moralitas, dan hidup dengan penuh aturan-aturan yang mengikat dirinya.

Istilah Obsessive compulsive personality disorder sering dibingungkan dengan obsessive-compulsive disorder (OCD), keduanya tidaklah sama dan tidak mempunyai hubungan persamaan.

Individu dengan gangguan OCPD tidak memiliki keinginan-keinginan untuk mengulang perbuatan berkali-kali yang menjadi rutinitas seperti halnya simtom pada gangguan OCD. Kecenderungan perilaku pada OCPD lebih disebabkan oleh stres yang disebabkan keinginan perfeksionis dan rasa cemas yang muncul disebabkan perasaan bahwa dirinya melakukan pekerjaan itu tidak sebaik mungkin. Oleh karenanya, individu dengan gangguan kepribadian ini (OCPD) menguras energinya ketika rasa cemas atau tegang ketika melakukan pekerjaannya.

Individu dengan gangguan OCPD akan menabung sejumlah uang untuk keperluan suatu saat nanti, mengatur rumah dengan sempurna, cemas dirasakan individu bila tugas-tugas yang dilakukannya itu tidak selesai atau berjalan dengan sempurna. Ada 4 hal utama yang membuat penderita OCPD mengalami kecemasan; waktu, hubungan dengan orang lain, ketidakbersihan dan uang.

Cara berpikir OCPD antara hitam-putih (grey areas), mereka percaya bahawa dalam tindakan normatif hanya ada satu kebenaran dan satunya lagi adalah salah, akibatnya individu OCPD kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, sulit menempatkan dirinya dengan teman, bersikap romantis dengan pasangannya atau menjalin hubungan dengan anak-anak. Sulitnya, cara berpikir seperti itu berdasarkan standar yang ditentukan oleh dirinya sendiri berdasarkan pengalaman yang diperolehnya.

[ew_style_box stype=”gray”] Sekilas tentang:
Gangguan Kepribadian obsesif-kompulsif

Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (OCPD) tidaklah sama dengan gangguan obsesif-kompulsif, OCPD merupakan bentuk gangguan karakter yang sifatnya lebih menetap dalam kepribadian seseorang, sementara gangguan obsesif-kompulsif (OCD) merupakan gangguan kecemasan, dimana individu bersikap kompulsi (mengulang) perilaku tertentu hanya untuk mengurangi rasa cemas dalam dirinya.

Diperkirakan 1% dari jumlah populasi keseluruhan mengidap gangguan ini, dan sekitar 3-10% pasien mendapatkan pengobatan psikiatris. Gangguan OCDP lebih banyak pria dibandingkan wanita.

Ciri-ciri
– Pelit
– Perfeksionisme
– Tidak fleksibel
– Detail dan terikat pada jadwal
– Enggan kepada orang lain melakukan tugas-tugas yang dapat dilakukannya
– Selalu tekun dengan pekerjaannya
– Ekspresi emosi cenderung tertutup (introvert)
– Sulit membuang benda atau barang yang sudah tidak digunakan lagi atau tidak bernilai
– Tindakan yang dilakukannya merupakan penting bagi dirinya

Pencegahan sendiri
-Latih dalam mengatur permasalahan yang muncul dengan lebih simpati di dalam keluarga dan sesama teman
– Relaksasi, meditasi, olahraga teratur, tidur teratur
– Bila mengalami permasalahan tidur dalam beberapa hari konsultasikan ke dokter
– Memiliki buku diary dapat mengidentifikasi kemunculan stres secara pasti dan mengetahui perilaku-perilaku kompulsif yang muncul
– Jangan membiasakan diri mengoleksi sesuatu jenis benda yang disimpan atau tidak berguna
– Biasakan diri untuk berkumpul dengan teman-teman dalam support group
– Hindari minuman alkohol dan kopi.

[/ew_style_box]

SIMTOM

1) Terikat dengan aturan, list atau jadwal
2) Perfeksionis dalam setiap tugas atau pekerjaan yang dilakukan, kendala yang dihadapi bila individu tersebut tidak menemui standar yang dimilikinya
3) Rajin dan tekun pada pekerjaan, hasil (uang) yang diperoleh tidak dihabiskan untuk kegiatan senang-senang atau bersama teman (gejala ini tidak berlaku pada individu yang mengalami kesulitan ekonomi)
4) Sangat konsisten, cermat dan tidak fleksibel menyangkut hal-hal moral, etika dan nilai (akan tetapi tidak berhubungan dengan hal yang menyangkut budaya dan agama)
5) Enggan untuk memberi tugas atau pekerjaan kepada orang lain ketika ia merasakan mampu untuk melakukan tugas itu dengan baik
6) Sulit melepaskan atau membuang barang (seperti pakaian) bila benda-benda tersebut sudah tidak mempunyai nilainya lagi
7) Pelit untuk orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, baginya uang haruslah disimpan untuk keperluan sewaktu-waktu yang tidak terduga
8) Rigiditas dan keras kepala
9) Ketika menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang tidak terduga yang menguras tenaga dan membuatnya gugup bila pekerjaan itu tidak terselesaikan.

TREATMENT

Medikasi
Pengobatan secara medis tidak dianjurkan untuk pengobatan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif, namun demikian dokter akan memberikan obat-obatan bila disertai dengan gangguan kecemasan atau depresi.

Psikoterapi
• Family therapy
Terapi dapat efektif bila semua anggota keluarga dilibatkan, konselor atau ahli terapi dilibatkan secara langsung dalam keluarga dapat mengurangi letupan amarah dan menjaga hubungan emosional antar sesama anggota keluarga. Dalam terapi ini anggota keluarga dilatih untuk saling menghargai dan bersama-sama menyelesaikan masalah dengan saling mendukung antar anggota keluarga.

• Dialectical behavioral therapy
DBT menekankan pada saling memberi dan negosiasi antara terapis dan klien; antara rasional dan emosional, penerimaan dan berubah. Target yang ingin dicapai adalah penyesuaian antara pelbagai permasalahan yang sedang dihadapi klien dengan pengambilan keputusan secara tepat. Hal-hal lain yang didapatkan klien dalam terapi ini adalah; pemusatan konsentrasi, hubungan interpersonal (seperti keinginan asertif dan ketrampilan sosial), menghadapi dan adaptasi terhadap distress, identifikasi dan mengatur reaksi emosi secara tepat

• Cognitive behavioral therapy
Cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran negatif dan mengembalikannya secara positif. Terapi ini juga diperkenalkan teknik relaksasi dan meditasi secara tepat.

Jenis terapi lainnya dapat dikonsultasikan kepada ahli terapis dan disesuaikan dengan kepribadian pasien.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Hospice: Tempat Perawatan Orang yang Hampir Meninggal

03 Sep 2013 Sayed Muhammad

Beberapa tahun lalu, tetangga saya mengidap kanker payudara, setelah melakukan operasi di tanah air sebelumnya,…

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Tersenyumlah!

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Tertawa dan belajarlah, sebab kita semua membuat kesalahan (Weston Dunlap ) Abe adalah seorang anak dalam…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Edisi Ibukota : Sikap "Inilah Waktunya!"

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota!  Seberapa sering hal ini terjadi pada diri kita : Anda duduk dalam pertemuan staf…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014