DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Obsessive Compulsive Personality Disorder

Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Personality Disorder; OCPD) adalah suatu kondisi karakter dengan gangguan kronis pada perhatian, keteraturan dan kontrol diri. Dinyatakan sebagai gangguan bila perilaku-perilaku tersebut bersifat menetap dan mengganggu.

Obsessive compulsive personality disorder (OCPD) atau sering disebut juga dengan gangguan kepribadian anankastik merupakan gangguan psikologis menyeluruh, perfeksionis, kaku dan disiplin keras terhadap aturan, moralitas, dan hidup dengan penuh aturan-aturan yang mengikat dirinya.

Istilah Obsessive compulsive personality disorder sering dibingungkan dengan obsessive-compulsive disorder (OCD), keduanya tidaklah sama dan tidak mempunyai hubungan persamaan.

Individu dengan gangguan OCPD tidak memiliki keinginan-keinginan untuk mengulang perbuatan berkali-kali yang menjadi rutinitas seperti halnya simtom pada gangguan OCD. Kecenderungan perilaku pada OCPD lebih disebabkan oleh stres yang disebabkan keinginan perfeksionis dan rasa cemas yang muncul disebabkan perasaan bahwa dirinya melakukan pekerjaan itu tidak sebaik mungkin. Oleh karenanya, individu dengan gangguan kepribadian ini (OCPD) menguras energinya ketika rasa cemas atau tegang ketika melakukan pekerjaannya.

Individu dengan gangguan OCPD akan menabung sejumlah uang untuk keperluan suatu saat nanti, mengatur rumah dengan sempurna, cemas dirasakan individu bila tugas-tugas yang dilakukannya itu tidak selesai atau berjalan dengan sempurna. Ada 4 hal utama yang membuat penderita OCPD mengalami kecemasan; waktu, hubungan dengan orang lain, ketidakbersihan dan uang.

Cara berpikir OCPD antara hitam-putih (grey areas), mereka percaya bahawa dalam tindakan normatif hanya ada satu kebenaran dan satunya lagi adalah salah, akibatnya individu OCPD kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, sulit menempatkan dirinya dengan teman, bersikap romantis dengan pasangannya atau menjalin hubungan dengan anak-anak. Sulitnya, cara berpikir seperti itu berdasarkan standar yang ditentukan oleh dirinya sendiri berdasarkan pengalaman yang diperolehnya.

[ew_style_box stype=”gray”] Sekilas tentang:
Gangguan Kepribadian obsesif-kompulsif

Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (OCPD) tidaklah sama dengan gangguan obsesif-kompulsif, OCPD merupakan bentuk gangguan karakter yang sifatnya lebih menetap dalam kepribadian seseorang, sementara gangguan obsesif-kompulsif (OCD) merupakan gangguan kecemasan, dimana individu bersikap kompulsi (mengulang) perilaku tertentu hanya untuk mengurangi rasa cemas dalam dirinya.

Diperkirakan 1% dari jumlah populasi keseluruhan mengidap gangguan ini, dan sekitar 3-10% pasien mendapatkan pengobatan psikiatris. Gangguan OCDP lebih banyak pria dibandingkan wanita.

Ciri-ciri
– Pelit
– Perfeksionisme
– Tidak fleksibel
– Detail dan terikat pada jadwal
– Enggan kepada orang lain melakukan tugas-tugas yang dapat dilakukannya
– Selalu tekun dengan pekerjaannya
– Ekspresi emosi cenderung tertutup (introvert)
– Sulit membuang benda atau barang yang sudah tidak digunakan lagi atau tidak bernilai
– Tindakan yang dilakukannya merupakan penting bagi dirinya

Pencegahan sendiri
-Latih dalam mengatur permasalahan yang muncul dengan lebih simpati di dalam keluarga dan sesama teman
– Relaksasi, meditasi, olahraga teratur, tidur teratur
– Bila mengalami permasalahan tidur dalam beberapa hari konsultasikan ke dokter
– Memiliki buku diary dapat mengidentifikasi kemunculan stres secara pasti dan mengetahui perilaku-perilaku kompulsif yang muncul
– Jangan membiasakan diri mengoleksi sesuatu jenis benda yang disimpan atau tidak berguna
– Biasakan diri untuk berkumpul dengan teman-teman dalam support group
– Hindari minuman alkohol dan kopi.

[/ew_style_box]

SIMTOM

1) Terikat dengan aturan, list atau jadwal
2) Perfeksionis dalam setiap tugas atau pekerjaan yang dilakukan, kendala yang dihadapi bila individu tersebut tidak menemui standar yang dimilikinya
3) Rajin dan tekun pada pekerjaan, hasil (uang) yang diperoleh tidak dihabiskan untuk kegiatan senang-senang atau bersama teman (gejala ini tidak berlaku pada individu yang mengalami kesulitan ekonomi)
4) Sangat konsisten, cermat dan tidak fleksibel menyangkut hal-hal moral, etika dan nilai (akan tetapi tidak berhubungan dengan hal yang menyangkut budaya dan agama)
5) Enggan untuk memberi tugas atau pekerjaan kepada orang lain ketika ia merasakan mampu untuk melakukan tugas itu dengan baik
6) Sulit melepaskan atau membuang barang (seperti pakaian) bila benda-benda tersebut sudah tidak mempunyai nilainya lagi
7) Pelit untuk orang lain bahkan untuk dirinya sendiri, baginya uang haruslah disimpan untuk keperluan sewaktu-waktu yang tidak terduga
8) Rigiditas dan keras kepala
9) Ketika menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang tidak terduga yang menguras tenaga dan membuatnya gugup bila pekerjaan itu tidak terselesaikan.

TREATMENT

Medikasi
Pengobatan secara medis tidak dianjurkan untuk pengobatan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif, namun demikian dokter akan memberikan obat-obatan bila disertai dengan gangguan kecemasan atau depresi.

Psikoterapi
• Family therapy
Terapi dapat efektif bila semua anggota keluarga dilibatkan, konselor atau ahli terapi dilibatkan secara langsung dalam keluarga dapat mengurangi letupan amarah dan menjaga hubungan emosional antar sesama anggota keluarga. Dalam terapi ini anggota keluarga dilatih untuk saling menghargai dan bersama-sama menyelesaikan masalah dengan saling mendukung antar anggota keluarga.

• Dialectical behavioral therapy
DBT menekankan pada saling memberi dan negosiasi antara terapis dan klien; antara rasional dan emosional, penerimaan dan berubah. Target yang ingin dicapai adalah penyesuaian antara pelbagai permasalahan yang sedang dihadapi klien dengan pengambilan keputusan secara tepat. Hal-hal lain yang didapatkan klien dalam terapi ini adalah; pemusatan konsentrasi, hubungan interpersonal (seperti keinginan asertif dan ketrampilan sosial), menghadapi dan adaptasi terhadap distress, identifikasi dan mengatur reaksi emosi secara tepat

• Cognitive behavioral therapy
Cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan dan pikiran negatif dan mengembalikannya secara positif. Terapi ini juga diperkenalkan teknik relaksasi dan meditasi secara tepat.

Jenis terapi lainnya dapat dikonsultasikan kepada ahli terapis dan disesuaikan dengan kepribadian pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Gangguan Kepribadian (Personality Disorder)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian merupakan suatu gangguan berat pada karakter dan kecenderungan perilaku pada individu. Gangguan tersebut…

Melejitkan Moral-Spiritual Anak

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ada sejumlah langkah untuk melejitkan moral-spiritual anak, yaitu dengan meningkatkan stimulasi pendengaran, penglihatan dan perabaan…

Memaafkan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ragam dan kedalaman pengalaman buruk antara manusia satu dengan yang lain berbeda-beda. Pada sebagian orang,…

ADHD Pada Anak-anak

05 Sep 2013 pikirdong

Tanda-tanda adanya gangguan ADHD sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak anak masa pra sekolah. Kurangnya atensi,…

Ciri-ciri Keluarga Bahagia

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Keluarga yang diidealkan setiap manusia adalah keluarga yang memiliki ciri-ciri mental sehat demikian: sakinah (perasaan…

Obsessive Compulsive Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Personality Disorder; OCPD) adalah suatu kondisi karakter dengan gangguan kronis…

Edisi Ibukota : Integritas & Solusi Cara

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Kita sudah mengetahui fenomena , pandangan dan pengertian dari integritas pada notes sebelumnya. Sekarang mari…

Mengakhiri Kehampaan dengan Dzikir

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Masalah kebermaknaan hidup senantiasa menjadi problem penting dalam kehidupan manusia, baik dulu, kini dan di…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Idul Adha Barakah 2016

19 Sep 2016 pikirdong

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10…

Menarche

09 Sep 2013 pikirdong

Menarche merupakan tanda permulaan pemasakan seksual pada wanita yang terjadi kisaran usia 13 tahun atau…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014